Jumat, 22 Maret 2013

Dua Kades Di Kampar Diduga Terlibat Ilog



Adanya dugaan dua kepala desa di Kampar terlibat pembalakan liar, maka maka dishut Kampar jumat (22/3) mengirimkan surat panggilan  kepada dua kepala desa  yang diduga terlibat dalam ilog di Kampar kiri. Dua kepala desa ini adalah kepala desa Gunung Sahilan Sofyan dan kepala desa Pandau Jaya Marwas

‘’Kita sudah mendapatkan izin dari bupati untuk melakukan pemanggilan selaku atasan kepala desa, untuk menanyai dan minta keterangan mereka ‘’ujar kasi pengamanan dan kebakaran Hutan Darwis saragih (22/3)

Selain itu untuk anggota DPRD Kampar yang terlibat, menurut darwis pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan kepala desa tersebut dan selanjutnya nanti akan menyurati gubernur Riau untuk minta izin pemeriksaan atas anggota DPRD atas nama SJ tersebut/.
‘’kami tahu langkah ini menuai banyak protes, namun kami harus tetap maju agar benar-benar tuntas ‘’ujarnya- RDH

Diduga Bom Molotov, Sawmill di Siabu Terbakar



BANGKINANG : ) salah satu sawmill dari lima sawmill yang kayunya sempat disita dinas kehutanan Kampar beberapa hari yang lalu, sawmill milik Sukriwan (45 th) yang berada  di dusun Muara siabu desa  siabu ini terbakar pada  Kamis malam (21/3) kemarin sekitar pukul : 19:30 WIB.

Kebakaran ini pertama kalinya diketahui oleh salah seorang  tetangga yang bernamah Rohmad, saatitu Rohmad sedang berisitirahat di rumahnya yang terletak tidak jauh dari lokasi Sawmil. Rohmad melihat adanya kobaran api langsung berlari, sesampainya disana api sudah mulai membesar, awalnya Rohmad mencoba memaadamkan api sendiri namun akhirnya berteriak minta tolong, warga yang melihat api ini langsung memadamkan dan ada yang menelpon pemadam kebakaran. Sayangnya api menjalar dengan sangat cepat dan dalam kurang waktu satu jam semua bangunan dan mesin  di Sawmil  ini sudah menjadi abu.

Kebakaran ini memang mengejutkan, terutama bagi sukriwan. Karena sebelumnya sawmilnya juga disita oleh disdhut Kampar dengan menyita 37 tual kayu di sawmill ini yang diduga kayu ilog. Salah satu warga DS menyatakan, sebelumnya sempat beredar kabar kebakaran ini disebabkan adanya bom moltov yang dilemparkan ke sawmill. Ini disebabkan karena sukriwan dinilai cukup proaktif membantu pemerintah dalam pemberantasan Ilog, salah satunya dengan mengizinkan truknya untuk mengangkut kayu temuan ini ke dishurt, sementara itu semua armada di siabu dan salo menolak menyewakan armada mereka.

Namun ketika hal ini dikomfirmasikan kepada Kapolres Kampar AKBP Auliansyah Lubis SIK MH melalui Kapolsek Kuok Iptu Rusyandi Zuhri Siregar S.Sos  (22/3) membantah, menurutnya dari penyidikan polisi bangkinang Barat, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda bom Molotov ‘’Kalau memang bom mloltov maka ada tanda, seperti tanah yang terlempar ke atas bekas Molotov tersebut, namun kita tidak menemukannya, ‘’ujarnya

Namun pihaknya berjanji akaan terus menyelidiki kasus ini, karena bisa saja ini murni kecelakaan atau bisa juga ada penyebab lainnya.
Sementara itu sukriwan sendiri tidak bisa dimintai keterangan karena masih shock, keluarganya juga meminta agar tidak ada wawancara. Karena walaupun tidak ad akerugian jiwa, namun diperkirakan kerugian materi  dalam kebakaran mencapai Rp 60 juta.-RDH

Cukong Ilog Melawan melalui Ibu-ibu


BANGKINANG: Perlawanan atas kinerja dishut kampar dalam memberantas Ilog tampaknya mulai ditunjukkan oleh pihak-pihak yang tidak  setuju dengan kegiatan ini, salah satunya mengerahkan masssa dari para kaum wanita untuk menghalangi pengangkutan kayu sitaan ilog. Ini terjadi ketika tim Ilog melakukan penyisiran kamis petang (21/3) di kawasan perkebunan Ciliandra desa Siabu, saat itu tim dishut yang terdiri dari kabid PPH Ir Syawir, kasi pengamanan dan kebakaran Hutan Darwis saragih, Ka UPT I Siabu Bustaman SH dan sekitar 12 orang polhut kampar menyisiri bagian ujung Ciliandra ini mereka menemukan sebanyak 86 tual kayu yang tidak bertuan, ini sepertinya memang disembunyikan.

Mendapat temuan ini mereka segera berencana mengangkut kayu tersebut ke dishut untuk diamankan, namun entah dari mana datanglah masa ibu-ibu sekitar 150 orang membawa dirigen minyak tanah dan bensins erta korekapi. Rencannya mereka akan membakar tumpukan kayu tersebut kalau pihak dishut berkeras untuk menyita.
‘’Mereka menjerit, menangis dan teriak-teriak, bahwa mereka sudah punya banyak utang dan butuh makan, dan mereka beralasan bahawa dengan bekerja mengolah kayu tersebut mereka bisa makan, anehnya ketika ditanya siapa pemilik kayu ini , tidak satupun dari mereka yang mengaku ‘’jelas Darwin kepada RDH di Bangkinang (22/3)

Awalnya pihaknya mencoba bernegoisasai,namun karena para wanita ini mengancam akan bakar diri sekalian dengan kayu-kayunya maka pihak dishut mengambil langkah mundur. ‘’namun kita tidak akan berhenti, kayu tersebut tetap akan kita sita. Kita akan membawa tim ilog lengkap dengan polisi dan TNI, karena kalau kita mundur sekali maka langkah kita berantas ilog ini dianggap main-main ‘’ujarnya

Namun pihaknya juga tidak mau gegabah dengan melawan masyarakat secara langsung terutama para kaum ibu, karena menurut nya mereka hanyalah masyarakat yang digunakan untuk kepeentingan tertentu -RDH

Design by Amanda @ Blogger Buster