Kamis, 24 Februari 2011

Zul Dipukul dan Diangkut seperti Binatang

(Pengakuan korban pemukulan polisi Kampar)


Kondisi Zukifli (48 th) warga desa Bukit Ranah yang ditangkap dan dipukuli anggota Polsek Kampar sudah membaik ketika rdh membezuknya di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bangkinang (24/2) kemarin, ditengah banyak tamu dan pengunjung yang menjenguknya Zul mencoba duduk dikasurnya ‘’Soalnya kalau berbaring terus dada saya sakit dans esak ‘’ujarnya.


Diceritakan oleh pedagang eletronik dan alat pancing ini, sore itu rabu (23/2) ia sedang buang hajat ke WC umum dipasar Airtiris tempanya berjualan dan merencanakan usai itu akan memgambil whuduk untuk sholat asyar, namun usai whuduk ketika ia menaiki sepeda motornya menuju Kedainya tiba tiba datang polisi dan menghentikan langkahnya ‘’Mereka mematikan mesin sepeda motor saya dan berkata ’’pak kami dari polisi ingin membawa bapak ke kantor polisi, untuk pemeriksaan soal sie djie ‘’ujarnya


Saat itu Zul yang kaget menyatakan heran dan berkata ‘’ada apa ni pak, saya banyak kerja karena kedai tidak ada yang jagain, saya tidak bersalah ‘’ujarnya


Salah satu polisi yaitu Aipda Ade Chandra yang merupakan Kanitreskrim Polsek Kampar malah marah dan memelintir tangannya ke belakang, Zul mengaku merasa sakit sekali dan menunduk, saat itu tiba tiba hantaman tangan mengenai rahangnya dan ia merasa ada darah segar keluar dari mulutnya, zul juga merasakan ada hantaman dibagian tubuhnya yang lain. ‘’saat itu saya minta tolong namun tidak ada yang berani menolong saya ‘’ujarnya


Karena dipukul Zul akhirnya jatuh ke tanah, ia merasa kaki Adi Chandra menginjak punggungnya untuk mengunci badan Zul agar tidak lari, iapun diangkat ke atas sepeda motor dan kakinya diikat, Zul mengaku badanya dilintangkan diatas sepeda motor dan dua polisi menaiki sepeda motor itu membawanya ke mapolsek Kampar. Warga sudah mulai banyak menonton dan lagi-lagi Zul berteriak minta tolong dengan memelas.


Sampai di Mapolsek Kampar Zul mengaku baju dan celananya dibuka paksa oleh polisi dan mereka meriksa semua saku dan dompetnya, kertas catatan penjualan alat pancingnya juga diperiksa namun mereka tidak menemukan adanya bukti bahw Zul penjual sie jie


Akhirnya warga yang tadi melihatnya berdatangan ke Mapolsek dan meminta agar Zul dilepaskan, saat itu jumlahnya hanya dekitar 30 orang saja, salah satu warga yaitu Darussalam meminta agar polisi membebaskan ‘’Karena bapak sudah menangkap yang bersalah ‘ ujarnya


Akhirnya zul dibebaskan, usai dibebaskan Zul kembali ke kedai milikanya dan meminta keluarganya mencari kendaraan, barulah mereka menuju ke RSUD Bangkinang Sementara itu warga mendatangi ma;polsek Kampar hingga akhirnta terjadi rusuh

Istri Zul, Helma (43 th) mengakui saat kejadian itu ia sedang menjahit diurmah karena ia memang selain rumah tangga Helma menerima jahitan untuk membantu suaminya, tiba tiba datang tetanggayang mengabarkan suaminya ditangkap karena dituduh menjual si jie ‘’saya kaget dan berkata mustahil, karena suami saya hanya punya rute antara rumah-kedai-rumah dan mesjid jadi… tidak munkin ;’’ujarnya


Bersama dengan tetangganya ia menuju ke Mapolsek dan melihat warga sudah banyak, awalnya Helma tidak diberi izin brtemu dengan suaminya namun karena Helma menangis dan menjerit jerit disitu akhirnya Helma diziinkan melihat suaminya ;’Saya kaget karena mukan leban dan mulutnya berdarah ‘’ujarnya


Helma juga sedih karena menurut pengakuan warga yang lain, suaminya dibawa ke Mapolsek sebagaimana layaknya membawa binatang, ‘’biasanya orang bawa anjing atau babi dengan cara diguling tersebut, badannya dilintangkan ke jalan dan diangkut dengan sepeda motor ‘’ujarnya sedih.


Sesampainya di RSUD, Helma mengaku didatangi kapolres Kampar dan akhirnya mereka menuju ke Mapolres Kampar ;’’Saya kesana untuk memastikan bahwa pelaku memang sudah ditahan dan saya lihat polisi itu Adi Chandra memang sudah ditahan, pagi ini saya mau cek lagi…. Jangan-kagan sudah dibebaskan namun tidak sempat karena sibuk banyak tamu yang datang ‘’ujarnya, namun ia akan memantau terus dan tidak rela kalau pelaku yang memukuli suaminya sampai dibebaskan.

Ibu dari dua anak ini, M Rezi zulkarnain (13 th) dan Siti hajar (9 th) merencanakan akan menuntut tindakan polisi tersebut ke jalur hukum, karena menurutntya tidak manusiawi.

Untuk kondisi Zul debenarnya dokter sudah mengizinkan suaminya dirawat dirumah namun mereka memilih masih tinggal dirumah sakit tersebut. ‘’suami saya masih sering sakit didadanya dan kami juga harus berunding dulu dengan warga, mereka sudah mendukung dan menolong kami maka kami juga tidak mau begitu saja ambil keputusan ‘’ujarnya ****

Design by Amanda @ Blogger Buster