Jumat, 11 November 2011

KPUD Pastikan Pelantikan 11 Desember

*Syafril: soal sekretaris KPUD akan diplenokan

Penetapan penolakan gugatan Hardiman oleh MK pada kamis malam (10/11) membuat Ketua dan anggota KPUD kampar menarik nafas lega, walaupun sebenarnya mereka sudah yakin dari awalnya mereka akan menang, namun putusan ini tetap disambut dengan gembira ‘’Alhamdulillah kita senang, itu berarti bahwa KPUD memang benar dan sudah sesuai aturan ‘’ujar ketua KPUD Kampar Drs Syafril Abdullah di Bangkinang (11/11)

Dijelaskannya, dengan selesainya sidang di MK ini, KPUD Kampar hanya akan tinggal mengikuti sidang di PTUN atas gugatan Hardiman juga, hanya saja sidang di PTUN pekanbaru ini menurut Syafril tidak akan mempengaruhi kepada tahapan pilkada selanjutnya.

KPUD Kampar segera melaksanakan tahapan selanjutnya yaitu pelantikan Bupati dan wakil bupati terpilih, pihaknya sedang menunggu rekomendasi yang disampaikan oleh mendagri dan nantinya akan meyampaikannya ke DPRD Kampar ‘’Namun yang pasti pelantikan itu akan dilaksanakan pada tanggal 11 desember mendatang sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan ‘’ujarnya.

Selain itu juga KPUD akan membicarakan tentang status dan nasib sekretaris KPUD kampar Drs Zulkifli yang sudah memberikan kesaksian melawan KPUD. ‘’Sebagai warga negara dan pribadi, beliau boleh saja memberikan kesaksian, dan itu kita hargainya ‘’ujarnya. Namun sebagai sekretaris KPUD tentu saja ini menurutnya perlu dibicarakan lebih jauh. Maka KPUD akan membicarakan ini dalam sidang pleno anggota KPUD nantinya.

Sementara itu tim advokasi Jefri-Ibrahim Ali Refi Yulianto SH menyatakan, walaupun MK sudah menolak gugatan Hardiman, bukan berarti Hardiman terlapas dari persoalan hukum, karena dari pengaduan warga Hardiman diduga sudah melakukan tindakan pencatutan dukungan dan tanda tangan, sehingga dilaporkan ke polisi, ‘’Kasus ini akan tetap diusut hingga tuntas, dan Hardiman akan tetap dipidanakan untuk mempertanghjawabkan hal itu ‘’ujarnya Refi di Bangkinang (11/11).

Hal yang sama juga disampaika kuasa hukum Najmul salah satu warga yang melapor yaitu
Abdul Heris Rusli, menurutr Rusli masyarakat tetap meminta pihak Polres Kampar menindaklanjuti laporan pemalsuan tandatangan yang diduga dilakukan oleh Tim Hardiman-Indra Putra pada pemilukada Kampar karena itu tindak pidana.

Menurutnya, laporan yang disampaikannya ke pihak kepolisian ini memang sudah jalurnya dan dalam kasus ini unsur-unsur yang terkandung dalam pasal 263 KUHP itu sudah terpenuhi,
"Kasus pemalsuan tandatangan ini memang sudah jalurnya dilaporkan ke polisi dan yang namanya tindak pidana rentang waktu tuntutan dengan ancaman hukuman selama enam tahun penjara itu kadaluarsanya adalah selama 12 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 78 KUHP ayat (1) ke-3 tentang kewenangan menuntut pidana hapus karena daluarsa", jelas Rusli ****

Kampar Baru Canangkan Swasembada Beras Tahun 2020

Walaupun Kampar adalah daerah agraris, namun kampar baru berani mencadangkan swasembada beras pada tahun 2020, karena selama ini produksi kampar selalu jauh lebih rendah dari kebutuhan beras masyarakat. ‘’Artinya Kampar selalu defisit dalam produksi beras sehingga belum bisa mencapai swasembada dalam waktu dekat ‘’ujar oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten kampar melalui Kepala Bidang Bina Produksi, Hendri Dunant, SP di Bangkinang (11/11).

Dijelaskannya, Kebutuhan Beras masyarakat Kampar dalam satu tahun sebesar 75.667,11 ton sedangkan produksi beras di Kabupaten kampar hanya sebesar 39.522,44 Ton sehingga defisif sebesar 36.111,67 ton.

Pemerintah Kampar sendiri menurutnya sudah berupaya semaksimal munkin untuk memperbaiki kondisi ini, salah satunya untuk mendongkrak produksi padi Dinas Pertanian Kabupaten kampar memberikan bantuan kepada petani berupa benih “kita sudah berupaya memberikan bantuan kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi padi dengan memberikan benih yang berkualitas kepada Petani”, ucapnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan bantuan melalui Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) sebanyak untuk 3000 Ha padi sawah dan 3000 Ha untuk padi ladang. “untuk tahun 2012 nanti kita akan dibantu oleh pemerintah pusat melalui BLBU sebanyak 3000 Ha padi sawah dan 3000 Ha padi ladang”, jelasnya***



Rabu, 09 November 2011

Seekretaris KPUD Dipolisikan, Bupati: Silahkan


*Terkait rencana akan dipolisikannya sekretaris KPUD Kampar soal kesaksian palsu

BANGKINANG-- Adanya ancaman dari tim advokasi Komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Kampar untuk mempolisikan sekretaris KPUD Kampar Drs H Zulkifli Mag ditanggapi santai oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM, kepada rdh di Bangkinang (9/11) usai memimpin rapat persiapan pengucapan sumpah dan pelantikan bupati-wakil bupati kampar 2011-2016. ‘’Silahkan saja KPUD polisikan sekretarisnya, karena secara status PNS yang bersangkutan memang bawahan saya namun secara struktural dia adalah dibawah wewenang KPUD Kampar ‘’ujar Burhan.

Ditegaskan Burhan, dirinya tidak mengikuti perkembangan kasus gugatan Hardiman di MK, karena dirinya selalu berada di Bangkinang, termasuk tentang rencana Ketua advokasi KPUD Kampar Roesli yang menyatakan akan mempolisikan sekretaris KPUD tersebut, Burhan juga menyatakan dirinya sebagai atasan tidak pernah memberikan izin kepada Zulkifli untuk memberikan kesaksian dalam sidang di MK ‘’Tanya sendirilah kepada orangnya kenapa mau memberikan kesaksian ‘’ujarnya.

Burhan juga menegaskan bukan hanya kepada Zulkifli dirinya tidak memberikan izin untuk memberikan kesaksian, kepada dua anggota satpol PP lainnya yang juga PNS dirinya tidak memberikan izin, entahlah kalau yang memberikan izin tersebut kakansatpol PP nya, sehingga bagi Burhan dirinya tidak bisa berbuat apa apa dalam kasus ini . ‘’kalau mau dipolisikan ya silahkan saja, karena itu adalah konsekwensinya ‘’ujarnya.

Sekretaris KPUD kampar akan dipolisikan tim advokasinya sendiri karena dinilai sudah memberikan kesaksian palsu, selain itu juga Zulkifli sendirilah yang menandatangi surat kuasa untuk tim advokasi KPUD kampar namun anehnya dia juga memberikan kesaksian dari pihak hardiman yang menggugat KPUD. Zulkifli sendiri saat dikomfimasi berulang kali Hapenya tidak aktif, dicari ke KPUD juga tidak ada ***

Selasa, 08 November 2011

Pemkab Kampar Janjikan Carikan Solusi bagi Warga Disekitar Illegal Logging

KAMPAR KIRI - masih banyaknya warga kampar yang mengandalkan hidup sebagai pencari kayu dikawasan hutan atau sekitar pemukiman menjadi salah satu PR bagi pemerintah kampar, karena ini menimbulkan masalah sendiri, karena pekerjaan tersebut dikategorikan sebagai ilegal logging, sehingga tidak sedikit warga yang harus berurusan dengan hukum karena pekerjaan ini ‘’Untuk itu perlu dicari upaya lain agar warga tidak lagi menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber pencaharian ‘’ujar camat Lipat Kain Febrinaldi SSTP di Bangkinang (8/11)

Upaya yang dimaksudknya adalah upaya membentuk sumber pencaharian yang baru penduduk, apalagi di kampar Kiri masih banyak warga masih mengantungkan diri kepada mencari kayu ini.
Pihaknya menurut Febri sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait tentang program ini, direncankan nantinya pemkab Kampar akan memberikan pemberdayaan ekonomi baru, seperti membuat usaha dibidang perkebunan, perikanan serta usaha lain yang bisa dikembangkan , sehingga dengan ini mereka akan meninggalkan usahanya mencari kayu lagi dihutan ‘’ujarnya.

Salah satu bentuk nyata yang sudah diterapkan adalah pemkab kampar sudah memberikan bantuan dalam sektor perikanan, dengan memberikan bantuan untuk pembanguna kerambah dan budidaya ikan, hanya saja diakuinya bahwa belum semua warga yang membutuhkan mendapat bantuan ini ‘’karena program ini dilaksanakan secara bertaha p dan disesuaikan dengan anggaran pemerintah ‘’ujarnya.


Namun Febri menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha memberikan alternatif pencaharian yang lain bagi masyarakat selain menebang kayu, karena tujuan pemerintah hanya ingin semua masyarakat dapat bekerja dengan layak dan juga tidak membuat mereka berisiko dalam bekerja. Peternakan ikan dengan sisttim budidaya dalam keramba dianggap potensi, karena lokasinya sangat dekat dengan lokasi sungai, hanya saja butuh dukungan penuh dari masyarakat karena ini berbeda dengan mencari kayu yang langsung dinikmati hasilnya, kalau kerambah tentunya harus menunggu ***

Design by Amanda @ Blogger Buster