Rabu, 19 Mei 2010

Puskemas Jorok, Bidan maki-maki Pada anggota Dewan


Senyum dokter adalah obat, agaknya perilaku ini tidak berlaku untuk petugas medis yang ada di puskesmas rawat inap lipat kain kecamatan Kampar Timur, karena jangankan senyuman untuk masyarakat yang miskin dan membutuhkan untuk anggota DPRD saja mendapatkan makian. Seperti yang terjadi saat komisi II DPRD Kampar mengunjungi puskemas tersebut rabu (19/5) kemarin salah satu bidan yang bertugas dipuskesmas itu CH Gusriyanti Lukluar Malah mencak mencak ketika anggota dewan mengunjungi Unit gawat darurat (UGD) puskemas itu, anggota komisi II menemukan adanya perban yang berdarah dan sudah membeku dibiarkan begitu saja dan juga adanya jarum dan benang untuk menjahit luka yang sudah berkarat.


Saat itu Kepala puskesmas dr Dedy Efendi menjelaskan kondisi minimnya sarana, tiba-tiba bidan ini muncul, dengan spontan ia berkata sebaiknya pemerintah melengkapi sarana terlebih dahulubarulah menuntut pelayanan yang lebih pada puskesmas, awalnya para anggota komisi emosi namun karena dialog dengan kapus maka omongan bidan tidak digubris. Namun melihat wartawan dan petugas dari komisi memfoto kondisi UGD bidanpun menyeletuk sendiri ‘’Foto saja semuanya biar puas sekalian ‘’ujarnya sambil ngeloyor pergi. Sikap yang kurang sopan ini tentu saja menyulut emosi satu satu anggota Komisi Hadi warman namun dapat diredam oleh anggota dewan yang lain.


Usai meninjau UGD para komisi II meninjau bangunan puskemas yang baru dua lantai yang belum digunakan, persoalan di UGD dilupakan, namun baru lima menit anggota dewan disana CH Gusriyanti Lukluar muncul kembali dan mencak-mencak kepada anggota dewan, menurutnya walaupun puskesmasnya jorok dan mereka memang salah ‘’Namun kan tidak perlu seperti ini ‘ujarnya.


Tentu saja serbuan dari bidan yang juga istri camat Kampar Kiri Drs Lukluar ini membuat anggota komisi II yang sedang meninjau menjadi kaget, Hadi warman kembali emosi dan mempertanyakan sikap bidan yang dinilai kurang sopan. ‘’Kalau dengan anggota dewan saja bu bidan mencak mencak begini bagaimana pada masyarakat yang miskin ?’ ‘’ ujarnya


Pertengkaran mulutpun antara bidan dan para anggota dewan tidak terelakkan, akhirnya karena dimarahi anggota dewan bidan CH Gusriyanti Lukluar mencari sasaran yang lain yaitu para wartawan, menurutnya wartawan tidak layak bertahya atau bicara ‘’Kalau mau memfoto ya foto saja jangan bicara-bicara juga lah ‘’ujarnya, tentu saja ini membuat kaget wartawan yang mengikuti kunjungan tersebut.


Puskemas Kampar Kiri Puskesmas Jorok


Walaupun sudah menjadi puskesmas rawat inap selama empat tahun lebih namun kondisi puskesmas rawat inap Kampar Kiri yang terletak di desa Lipat Kain kecamatan Kampar Kiri masih menyedihkan, ruang rawat inap yang terdiri dari empat tempat tidur terlihat sangat menyedihkan. ‘’Tempat tidur kasurnya sudah empat tahun tidak diganti Pak ‘’ujar Kepala Puskesmas Kampar Kiri dr Dedy Efendy kepada Komisi II DPRD yang melakukan monitoring pelayanan dan kondisi puskesmas yang ada di Kampar kiri rabu (19/5).



Komisi II DPRD Kampar yang dipimpin oleh Ketua Komisi II Ali Shobirin Sag, anggota komisi Hadi Warnan SH, Sunardi DS, Sujarwo dan Ramadhan S Sos terlihat kaget saat memasuki ruang rawat inap tersebut karena selain kasur yang tidak dibalut dengan speprai kondisi kasur sudah sangat memprihatinkan, dari empat kasur tersebut hanya satu saja yang mempunyai bantal dan itupun sudah menipis dan kuma.


Sementara itu di ruang rawat ini itu juga tersedia tabung oksigen yang sudah dibaluti dengan jarring laba-laba, tidak pernah digantinya kasus ini karena keterbatasan anggaran, namun ketika salah satu anggota dewan Hadi Warman bertanya apakah puskesmas tersebut pernah mengajukan usulan anggaran untuk ganti kasur dan sarana lain Kapus Dedy menjawab memang belum pernah.


Bukan hanya itu saja , para anggota komisi II juga merasa sangat kaget ketika memasuki ruangan UGD, dalam ruangan tersebut terdapat tiga tempat tidur untuk menangani pasien, salah satu dari tempat tidur terdapat bercak darah yang sudah membeku. Anggota komisi II yang lain Sunardi DS mempertanyakan adanya perban yang penuh dengan bercak darah yang sepertinya sudah lebih dari lima hari . ‘’Ini sepertinya sudah lima hari dipakai, kenapa tidak dibuang ke tempat sampah dan dibersihkan ‘’ujarnya heran.


Sunardi yang sebelum menjabat sebagai anggota Dewan berprofesi sebagai dokter umum ini juga kaget dengan adanya CATGUT (benang jahit luka) dan Nalheating (jarum Jahit) yang sudah berkarat, padahal menurutnya peralatan ini hanya untuk sekali pakai dan tidak dibiarkan berada dalam kondisi terbuka. ‘’sepertinya ruangan ini tidak bersih dan tidak memenuhi standart kesehatan karenja harusnya puskesmas itu bersih dan steril ‘’ujarnya.


Anggota komisi II yang lain Sujarwo merasa kaget ketika melihat keberadaan WC dan ruangan lain di puskesmas tersebut yang tidak bersih dan berkarat, sehingga ini membuat masyarakat takut untuk berobat.


Bukan hanya itu saja pelayanan para petugas medis juga dipertanyakan karena salah satu bidan yang bertugas CH Gusriyanti Lukluar sempat bersitegang dengan para anggota dewan yang mengunjungi puskesmas tersebut. ‘’Kalau pada dewan saja mereka tidak ramah bagaimana dengan masyarakat kecil ‘’ujarnya.

Puskesmas ini sendiri sudah berada sejak lama, puskesmas rawat inap ini menjadi acuan berobat bagi masyarakat yang berada di beberapa kecamatan bahkan lebih yaitu kecamatan Kampar Kiri, kecamatan Kampar Kiri hulu bahkan dari kebun durian. ‘’Karena warga ditempat ini jauh baik dari Bangkinang maupiun dari Pekanbaru maka inilah tumpuan berobat, namun kalau begini maka sangat mengecewakan ‘’ujar Ramadhan anggota komisi II yang lain.


Pemerintah sebenarnya sudah membangun gedung baru yang lebih presentatif dibelakang puskesmas yang lama, sayangnya walaupun sudah dibangun sejak tahun 2007 yang lalu namun sampai saat ini gedung ini belum dimanfaatkan, padahal didalamnya sudah dilengkapi dengan peralatan kedokteran seperti peralatan perawatan gigi yang harganya mencapai miliaran bantuan dari pusat. ‘’Ini sudah datang beberapa tahun yang lalu namun karena tidak bisa ditempatkan di gedung lama maka kita belum bisa gunakan ‘’ujarnya. (rdh)



Siswa Malaysia Menang di Fasilitas dan Patuh pada Aturan

 

Pertukaran pelajar SMP I Kampar ke SMK Sri Bintang Malaysia 15 hari awal Mei 2010 dalam rangka program pembelajaran Sekolah berstandar Internasional (SBI) memberikan banyak pengalaman, salah satunya pelajar di Malaysia mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap peraturan sekolah. ‘’Mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan tanpa harus disuruh-suruh,  misalya begitu saat akan upacara tidak perlu dibunyikan bel atau lonceng, apalagi sampai disuruh-suruh seperti di Kampar ‘’ujar Kepala sekolah SMP N I Bangkinang Rusdi Mulia di Bangkinang (17/5)

 

Dijelaskannya ada dua hal yang unggul dari sekolah untuk tingkatan menengah di Malaysia ini, pertama kepatuhan dan fasilitas. Untuk kepatuhan sepertinya siswa sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, seperti ketika jam belajar sudah mulai maka siswa dengan patuh akan  masuk kelas tanpa ada bel, begitu juga jam makan siang otomatis semuanya menuju ke kantin tanpa ada perintah.

 

‘’Kita tidak akan  melihat adanya siswa yang berkeliaran di luar kelas pada jam belajar ataupun di kelas pada jam istirahat sehingga sekolah tampak tertib dan teratur ‘’ujarnya. Hal lain adalah disekolah tersebut tidak dibenarkan membawa laptop dan HP, dan ini berbeda dengan sekolah yang ada di Kampar malah dengan RSBI siswa banyak membawa laptop ke sekolah untuk peningkatan kemampuan IT, para siswa tersebut menggunakan computer yang disediakan sekolah.

 

 ‘’Begitu juga HP kalau ada siswa yang membawa H Maka akan diambil sekolah dan baru dikembalkan begitu siswa tersebut menamatkan pendidikannya disekolah tersebut. ‘’Ini berbeda sekali dengan disini, disini kalau HP siswa kita razia dan kita sita maka yang meradang adalah orang tuanya sehingga guru menjadi serba salah ‘’jelasnya.

 

Penyediaan  fasilitas merupakan salah satu keunggulan sekolah dengan murid hampir 2000 orang tersebut, setiap mata pelajaran mempunyai labor sendiri termasuk pelajaran keterampilan sehingga siswa benar benar dapat belajar aktif, dan disetiap labor dipenuhi dengan majalah dinding sesuai dengan tema yang dipelajari, sehingga kemanapun siswa memandang mereka akan diingatkan dengan pelajarannya.

 

Begitu juga dengan fasilitas untuk guru dan karyawan yang sangat memadai. ‘’Kalau untuk SDM siswa mereka dan siswa kita tidak jauh berbeda ‘’ujarnya.

 

Dalam pertukaran pelajar selama 14 hari tersebut diikuti oleh 20 orang peserta dari Riau yang terdiri dari  orang siswa SMP N I Pekanbaru, 7 orang siswa SMPN I Bangkinang dan 6 orang siswa SMPN I Bengkalis, dari Bangkinang guru yang mendampingi Drs M Hatta dan Yuneli Jalil, selama 14 hari tersebut mereka mengikuti pembelajaran di SMK Sri Bintang Utara Taman Sembeling Cheras Kuala Lumpur  Malaysia ***

Lomba Balita untuk Pancing Kunjungan ke Posyandu

Untuk meningkatkan kunjungan para Ibu yang memiliki Balita ke Posyandu Puskesmas Kampar Timur mengadakan aneka Lomba, lomba yang diperuntukkan bagi Ibu dan anak ini juga sekaligus sebagai rangkaian kegiatan ulang tahun puskesmas tersebut yang kelima. ‘’Karena selama ini para Ibu hanya rajin membawa anaknya ke posyandu menjelang imunisasi selesai, kalau sudah lengkap maka mereka tidak mau datang lagi ‘’ujar Kepala Puskesmas Kampar Timur dr Fauziah di Kampar (18/5) disela-sela kegiatan lomba tersebut.

Menurut Fauziah selama ini banyak pendapat masyarakat bahwa anak perlu diperiksa di pos yandu hanya selama menjalani imunisasi, padahal seharusnya pemeriksaan pos yandu harus dilakukan sejak dalam kehamilan hingga anak berumur lima. ‘’Ini yang perlu disosialisasikan ke masyarakat ‘’ujarnya. Maka diharapkan dengan lomba ini para Ibu akan semangat kembali untuk mendatangi puskesmas dan pos yandu.

Dalam lomba kerjasama dengan PT Indofood Nutrion dan special Food dilombakan Lomba Balita sehat untuk beberapa kategori umur, lomba ASI ekslusif,lomba gizi sehat bagi anak PAUD, lomba Pos yandu dan lomba kader posyandu.
Lomba balita sehat ini dinilai tidak hanya kesehatan Balita saja namun juga sejak Ibunya mulai hamil dan perawatannya sehingga penilaian secara menyeluruh.

Sementara itu Manajer PT Indofood Nutrion dan special Food Elpin Pasaribu kepada Riaupos menyatakan bahwa kegiatan ini salah satu bentuk misi social perusahaan kepada masyarakat, karena perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan sehat dan susu ini juga melakukan berbagai program CDR kepada masyarakat. ‘’salah satunya membina kerjasama dengan berbagai puskesmas terutama untuk kegiata Balita ‘’ujarnya. (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster