Senin, 17 Mei 2010

Alasan RSBI SMAN I Bakinang PSB Pungut PSB Rp 2.985 ribu


Karena sekolah sudah berstandart nasional maka sekolah menengah atas negeri (SMAN ) I bangkinan memungut biaya pendaftaran siswa baru hamper Rp 3 juta. Hal ini terungkap dalam Wakil Ketua DPRD Kampar, Komisi II dan Fraksi PKS DPRD Kampar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut senin (17/5), sidak yang dipimpin oleh wakil ketua DPRD Kampar H syahrul Aidi LC menngungkapkan bahwasiswa dibebani uang masuk sejumlah Rp 2.984.854


.

‘’Ini jumlah yang mengangetkan karena biaya sebesar ini akan sulit dijangkau oleh masyarakat miskin, kalau begini maka akan sulit bagi siswa miskin yang berprestasi untuk mendapatkan pendidikan disekolah yang bagus ‘’ujarnya prihatin. Syahrul sendiri mendapatkan informasi ini dari salah satu orang tua siswa .

Dalam kunjungan ini rombongan diterima oleh kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah , kepala sekolah Drs Arham kepada rombongan mengakui bahwa sekolah memang memungut dana sebesar itu karena sebagai sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Baya sebesar ini terdiri dari pembelian fasilitas untuk belajar yang terdiri dari pembelian LCD 9 buah dengan dana Rp 47.700.000,-, pembelian Komputer kelas 9 unit dengan dana Rp 41.400.000,-, pembelian Komputer Labor 15 unit dengan anggaran Rp 69.000.000,-, Meja Komputer 24 unit dengan anggaran Rp 2.400.000,-, Layar 9 buah unit dengan anggaran Rp 13.500.000,-raket 9 unit dengan anggaran Rp 9.900.000,-, Speaker 9 unit dengan anggaran Rp 8.100.000,- Listrik dan jaringan yang baru dengan anggaran Rp 45.000.000,-, AC 18 unit dengan anggaran Rp 63.000.000,-, Papan Tulis Putih 9 unit dengan anggaran Rp 4.500.000,-

Meja Siswa 288 unit dengan anggaran Rp 79.200.000,-, Kursi siswa 288 unit dengan anggaran Rp 86.400.000,-, Meja Guru 9 unit dengan anggaran Rp 2.700.000, Kursi Guru 9 Unit dengan anggaran Rp 5.850.000,Almari kelas 9 unit dengan anggaran Rp 8.100.000,-, Perbaiki pintu kelas 9 unit dengan anggaran Rp 5.500.000,-, Terali Besi 9 kelas dengan anggaran Rp 27.900.000,- dan Keramik lantai kelas 9 kelas dengan anggaran Rp 80.000.000

Dana untuk semua fasilitas ini mencapai 600 juta lebih yang kalau dibagikan degan jumlah siswa sebanyak 288 siswa maka setiap siswa dibebankan sebesar Rp 2.083.854

Namun bukan hanya sampai disitu siswa baru masih dibebankan dengan biaya lain seperti sumbagan komiter perbulan sebesar Rp Rp 125.000,-, dana Osis Rp 286.000,-/tahun, dan membayar pakaian wajib siswa yang terdiri dari Pakaian putih abu abu 1 stell Rp 170.000,-, Pakaian RSBI satu stel Rp 170.000,- dan Pakaian Melayu satu stell Rp 490.000 ‘ Maka total setiap siswa baru harus membayar Total Rp 2.984.854 ‘’ujarnya.

Arham sendiri dalam pertemuan itu bersikeras menyatakan dana ini memang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena sejak dicanangkan sebagai sekolah RSBI tahun yang lalu hingga saat ini belum satu kalipun pemerintah Kampar memberikan bantuan kesekolahnya sehingga mau tidak mau sekolah harus memungut dari siswa. ‘’Dan selama ini kesekolah tidak ada yang protes, karena mereka umumnya bisa membayar ‘’ujarnya. Sekolah juga memberikan keringinan bayaran dengan sistim cicil hingga agustus.

Menanggapi hal ini Syahrul Aidi menyatakan, para orang tua tentunya tidak berani menyatakan protes langsung ke sekolah karena mengkhawatirkan anak mereka yang tidak lulus, namun harusnya sekolah tidak membebankan siswa untuk fasilitas seperti terali, lantai kelas, pintu kelas dan sebagainya yang dinilai tidak tepat. ‘’Kita tetap meminta agar sekolah mencari cara mengurangi biaya ini agar para siswa tidak terlalu dibebani ‘’ujarnya .

Sementara itu kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga Kampar Alfisyahri SH melalui sekretaris disdikpora Kampar Drs Khairullah Chan menyatakan, soal pungutan PSB oleh sekolah memang tidak diatur secara rinci oleh disdikpora, karena diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan sekolah dibenarny untuk menentukan pungutan selama disepakati oleh Komite sekolah dan dirapatkan. ‘’Karena sekolah memang mempunyai wewenang untuk itu ‘’ujarnya.

Hanya saja Khairullah chan menyatakan keberatan dari pihak sekolah yang menyatakan pemkab Kampar belum membantu sama sekali, RSBI adalah program pusat dan tentunya dana dari pusat. ‘’Namun kita juga membantu dengan menyediakan gedung dan ruang belajar, lalu gedung yang tiga lantai itu dari dan siapa? Itu dari dana Pemkab Kampar ‘’ujarnya kesal.

Khairullah menyatakan di Bangkinang ada tiga sekolah yang mendapat bantuan gedung sekolah dengan tiga lantai yaitu SMP N I Bangkinang, SMA N 2 bangkinang dan SMA N I Bangkinang, dibangunya gedung tiga lantai ini untuk mendukung program RSBI.

‘’Salah kalau sekolah menyatakan tidak dapat bantuan sama sekali ‘’ujarnya. Dan dengan sudah disediakan gedung harusnya tidak ada lagi pungutan untuk keramik, terali, dan penyediaan sarana belajar lainnya (rdh)

Pengusaha Cuekin Pemkab soal Aturan Limbah dan Perizinan

Teryata para pengusaha industri dan galian C di Kampar sangat degil dan cuek soal aturan pengurusn izin limbah dan galian C, terbutki walaupun sudah diberi surat peringatan beberapa kali oleh Badan lingkungan hidup (BLH)Kampar dan Dinas pertambangan dan energi (Distamben) terhadap izin ini namun pengusaha ini tetap cuek, hal ini terungkap dalam hearing komisi IV dengan lintas dinas soal Limbah dan izin di kantor DPRD Kampar di Bangkinang (17/5)


‘’Contohnya ada perusahaan Johan sentosa S yang tidak mempunyai izin pengelolaan limbah, kami sudah surati sampai enam kali namun tetap saja tidak diperdulikan ‘’ujar Kepala BLH Kampar Drs Zulfan Hamid dalam hearing tersebut, ungkapan ini disampaikan Zulfan menanggapi pertanyaan anggota Komisi IV tentang temuan perusahaan yang tidak melengkapi izin limbah dan limbahnya bermasalah.

Dijelaskan Zulfan pihaknya sudah sering turun ke lokasi perusahaan untuk melihat IPAL perusahan namun masih banyak perusahaan yang tidak mengindahkan aturan, bahkan ada perusahaan yang tidak mempunyai izin sama sekali, dan sesuai dengan aturan pemerintah maka pihaknya memberikan surat peringatan kepada perusahaan, sayangnya walaupun sudah diberikan peringatan namun tetap saja tidak diperdulikan. ‘’Bahkan kita kesanapun tidak diperdulikan ‘’ujarnya. Hal ini disebabkan bberapa hal pertama belum adanya aturan yang jelas dan belum ada sanksi yang tegas sehingga pengusaha cuek.

‘’Namun dengan adanya UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup maka barulah mereka sedikit peduli namun tetap saja masih cuek ‘’ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kadis Tamben Kampar Jalinus SH menyatakan, pihaknya juga mengalami hal yang sama, seperti adanya galian C yang ada di Kampar,sebagian besar galian C yang ada di Kampar malah tidak punya izin saat melakukan operasi. ‘’Setelah diberikan peringatan barulah mereka mengurus izin, namun itu tidak seberapa ‘’ujar Jalinus, bukan hanya itu para pengusaha juga berlindung dalam kebutuhan masyarakat kecil karena umumya pekerja mereka masyarakat miski sehingga yang dihadapi adalah masyarakat pekerja.

‘’Inilah yang membuat kesulitan dalam mengatasinya karena mereka juga hanya mendapatkan biaya hidup dari usaha itu ‘’ujarnya. Dalam pertemuan itu Distamben juga menyatakan pihaknya tidak akan sanggup melakukan penertiban kecuali adanya gerakan bersama dengan aparat keaamanan melalui tim yustisi.

Menanggapi hal ini ketua komisi IV Repol Sag meminta agar dinas dan satuan kerja yang lain untuk bersikap tegas, kalau perlu dibuat tim khusus untuk menertibkan usaha illegal tersebut. Dalam hearing itu diputuskan beberapa hal, pertama, agar distamben dan BLH memberikan surat peringatan kepada pengusaha yang tidak berizin, dan mengeluarkan surat perhentian operasi industri atau galian C yang tidka mmpunyai izin. ‘’Pemkab harus bisa bertindak tegas dalam hal ini ‘’ujarnya. Bahkan kalau perlu diturunkan tim yustisi untuk menindak langsung galian C illegal tersebut (rdh)

Manajemen RAL Harus Dibenahi



Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM mengkritisi manajemen yang mengelola PT Riau Air Lines (RAL), karena menurut Burhanuddin, dari tahun 2008 sampai sekarang pihak direksi hanya melaporkan kondisi yang RAL yang rugi dan belum kita dengan pihak manajemen berbicara tentang profit atau deviden.



Bupati Kampar juga mengaku gamang untuk mengangsur penyertaan modal kepada RAL karena akan sangat berpengaruh terhadap kondisi daerah baik secara imej maupun secara politik.



Hal itu diungkapkan Bupati Kampar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT RAL yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit bersama Komisaris H Wan Syamsir Yus, serta dihadiri oleh para bupati dan pimpinan daerah pemegang saham di PT RAL.


‘’Saya yakin seluruh pemegang saham sepakat untuk mempertahankan perusahaan ini, karena kita tidak hanya berbicara tentang keuntungan atau profit saja, tapi kita kita melihat kepada marwah dan pencitaan daerah Riau,’’ ulas Burhanuddin.
Maka menurut Bupati Kampar, kalau memang manajemen melihat penambahan modal adalah langkah penyelamatan RAL, maka manejemen harus mampu meyakinkan para pemegang sahan tentang proyeksi RAL ke depan.

‘’ Kalau memang berhasil langkah tersebut, maka layak kita berikan apresiaasi atau reward, tapi kalau ternyata gagal lagi, maka harus ada sanksi yang jelas bagi jajaran direksi,’’ ungkap Bupati.


Burhanuddin menggambarkan, bahwa PT RAL mulai beroperasi hampir sama dengan Lion Airlines, tapi Lion bisa maju, sementara RAL tetap merugi,.
Ketegasan bupati Kampar tersebut didukung oleh para bupati dan pimpinan daerah pemegang saham yang hadir dalam keszxempatan tersebut, bahkan bupati Natuna dan bupatil lainnya termasuk utusan dari Bengkulu mengaku siap akan menarik diri dari pemegang saham.


Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Riau menyebutkan bahwa kondisi tersebut harus segera diselesaikan dan tidak bisa ditunda lagi. Karena menurut Mambang Mit, hal itu bisa berdampak buruk kepada kelansungan RAL ke depan.(rdh)



50 Isteri Kades Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Wanita


50 orang istri Kepala Desa (Kades) yang juga sekaligus Ketua TP-PKK Desa, mengikuti pelatihan kepemimpinan wanita bagi organisasi wanita angkatan I. Pelatihan ini ditaja oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kampar yang digelar di wisma Nirvana Bangkinang selama empat hari 17-20 Mei 2010.



Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPPKB Kabupaten Kampar Dra. Hj Nuraisyah, Senin (17/5). Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris BPPKB Amri Yudo, Kabid Pemberdayaan Perempuan Ambar Rustanini dan Para pejabatt dilingkungan BPPKB Kabupaten Kampar.


Kepala BPPKB Kabupaten Kampar menyampaikan bahwa Istri Kepala Desa selaku Ketua TP-PKK harus mampu menggerakkan masyarakat didesanya. “Untuk menggerakkannya para ibu harus memiliki seni, apalagi ibu-ibu yang dipimpin memiliki karakter yang berbeda,” ingat Nuraisyah.


Kemudian kata Nuraisyah, istri kepala desa merupakan salah satu ujung tombak pembangunan di desa karena desa merupakan salah satu sasaran pembangunan. Oleh sebab itu penting bagi ibu-ibu untuk mengerti bagaimana memimpin suatu organisasi yang benar dan bisa menggerakkan dan memenej anggota.


Diharapkan dengan adanya pelatihan ini akan didapat bagaimana seni memimpin organisasi tersebut. “Kita harus lembut, memiliki seni dalam memimpin dan itu akan kita dapat dalam pelatihan, kita tidak ingin kaum ibu ini disepelekan, sebab ibu-ibu juga punya potensi, tinggal bagaimana menggerakkan potensi itu menjadi sebuah hasil yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.


Nuraisyah yakin dengan ketekunan para istri kepala desa dalam mengikuti pelatihan kepemimpinan ini, akan muncul kepercayaan diri yang tinggi dalam memimpin organisasi. “Setelah pelatihan ini mudah-mudahan ilmu bertambah, namun demikian meskipun punya ilmu tinggi jangan lupakan kodrat kita sebagai perempuan dan ibu rumah tangga,” ingatnya.


Sementara itu Ketua Panitia pelatihan Nurlaili dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam dua angkatan yang masing-masing angkatan selama 4 (empat) hari. Angkatan I digelar 17-20 Mei 2010, angkatan II digelar 24-27 Mei 2010. Masing-masing angkatan diikuti 50 orang peserta.


Materi pelatihan meliputi dinamika kelompok, etika dan kepribadian, program BPPKB dalam meningkatkan peranan wanita, teknologi komunikasi dan edukasi serta manfaatnya. Kemudian dasar-dasar manajemen, perencanaan, pengawasan dan pengendalain program, peningkatan kualitas hidup perempuan, gender dalam pembangunan, terori dan praktek pembuatan hukum.


selanjutnya organisasi dalam menggerakkan masyarakat, pengembangan diri dan kunci kesuksesan, perlunya manajemen keluarga dalam kehidupan keluarga sejahtera, tata cara, teknik praktek berpidato. Instruktur terdiri dari BPPAKB Provinsi Riau, Unri, BPPKB Kabupaten Kampar, GOW Kabupaten Kampar, TP-PKK Kabupaten Kampar, Bappeda dan Bagian Hukum (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster