Senin, 10 Mei 2010

Repol Tinjau Limbah

Ketua Komisi IV DPRD Kampar Repol Sag dan sekretaris Komisi IV DPRD Kampar Firman Wahyudi meninjau limbah PT Hervenia Lestari Kampar di Tambang (10/5) yang meresahkan warga

Buang Limbah Sembarangan, PT HKL Terancam Tutup

Dinilai mengabaikan peraturan tentang lingkungan dan dinilai membahayakan masyarakat PT Harvenia Lestari Kampar (HLK) terancam ditutup, hal ini terungkap saat komisi IV DPRD mengunjungi perusahaan yang begerak dalam bidang pengolahan karet yang berada di Sungai Pinang kecamatan tambang senini (10/5).



Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV Repol Sag dan seluruh anggotanya, dari Badan Linkunggan Hidup (BLH) Kampar diwakili oleh Kabid Pengawasan linkungan Ali Sobri, Saparman dan beberapa staf ini ditemukan ternyata limbah cair dari pabrik tersebut mengalir diluar instalasi yang disediakan pabrik, bahkan para anggota DPRD ini melihat langsung bahwa pipa yang ada hanyalah sebagai hiasan saja dan tidak difungsikan sementara limbahnya mengalir ke luar isntalansi dan akhirnya menuju ke perkebunan sawit dan karet milik masyarakat, mereka juga menemukan adanya Pipa yang mengalirkan air limbah itu langsung keluar dari kolam instalasi dan menuju ke areal luar pabrik


Para anggota komisi IV ini juga menemukan adanya bagian dari kolam limbah yang sengaja dibuat terbuka selebar setengah meter sehingga limbah akan mudah mengalir keluar kolam dan selanjutnya menuju ke perkebunan masyarakat. Ketika hal ini ditanyakan kepada wakil direkteur HLK benny yang mendampingi menyatakan mesin pompa milik instalasi rusak selama dua minggu makanya limbahnya mengalir keluar .


‘’Tapi kalau melihat kondisi limbah dan rumput yang tumbuh diatasnya ini bukan dua minggu tapi sudah lebih setahun ‘’ujar Repol dengan emosi.


Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Aula perusahaan tersebut, Kepala BLH Kampar Zulfan hamid melalui Kabid Pengawasan linkungan BLH Kampar Ali Sobri menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengawasan secara regular kepada perusahaan tersebut tiga bulan sekali dan mereka menemukan banyaknya kekurangan dalam pengolahan limbah dengan adanya temuan limbah dibawah baku mutu


‘’Dan kita sudah memberikan surat agar diperbaiki namun sampai sekarang tidak diperbaiki juga ‘’ujarnya mengeluh,selain itu Ali sabri juga menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada PT HLK untuk mengalirkan limbah cair keluar, karena rekomendasi yang dikeluarkan untuk perusaahaan ini adalah mengelola sendiri (sirkulasi) dan bukan untuk dialirkan keluar dari lingkungan pabrik ‘’jadi kalau sekarang limbahnya dikeluarkan ke luar wilyah PT itu diluar pengetahuan kami ‘’ujarnya mensesalkan.


Bahkan wakil ketua Komisi IV M Arief meyatakan ada unsure kesengajaan dalam hal ini karena harusnya perusahaan segera memperbaiki dan tidak membuat pipa atau membuat celah dikolam untuk mengalirnya limbah keperkebunan penduduk.


Dalam rapat tersebut berlangsung panas, karena Dirut HLK Husin yang juga hadir selalu membantah atau menyanggah pertanyaan dari para anggota komisi IV tersebut dan ini membuat kesal para anggota yang sudah menemukan langsung bukti dilapangan.


Repol Ketua Komisi IV menyatakan kunjungan yang mereka lakukan ini adalah atas adanya laporan dari para masyarakat yang mempunyai kebun disepanjang wilayah pabrik tentang adanya lmbah cair yang mengalir ke kebun merekadanternyata setelah dicek ke lapangan ditemukannya adanya bukti.


Akhirnya dalam rapat itu diputuskan bahwa DPRD Kampar dan pemkab Kampar dalam hal ini BLH Kampar akan menutup pabrik tersebut dalam waktu dua minggu, dengan alas an, pertama PT sudah melakukan penyaluran limbah diluar izin, kedua mengaliran limbah ke kebun warga yang meresahkan masyarakat, tidaknya adanya peralatan dan keselamatan kerja bagi para karyawan.


‘’Kita akan tutup dalam dua minggu kecuali kalau perusahaan bisa memperbaikinya dalam waktu itu ‘’ujarnya diakhir pertemuan dan disetuji semua yang hadir.


Direktur Utama PT HLK Husni ketika dikomfirmasi usai pertemuan menyatakan memang ada kebocoran limbah sehingga mengalir ke luar namun ini disebabkan adanya kerusahan isntalasi ‘’Kami akan mempersiapkan semuanya kembali dalam dua minggu dan akan memenuhi persyaratannya dengan segera ‘’ujarnya.

Ketika ditanya bagaimana kalau sampai waktu ditentukan juga tidak dapat dipenuhi, Husin menyatakan belum berfikir kearah itu, yang jelas pihaknya akan segera memenuhi dan memperbaiki segala kekurangan (rdh)

Jefri Restui Eva Maju di Pilkada Kampar

walaupun pilkada Kampar masih satu tahun lagi namun nama calon yang menyatakan akan maju dalam pilkada sudah mulai muncul, selain dari calon incumbent yaitu Burhanuddin Husin MM satu lagi nama muncul yaitu wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yuliana Jefri Noer, bahkan ini disampaikan oleh suaminya sendiri H jefri Noer. ‘’Saya merestui Eva untuk maju dalam Pilkada Kampar dan kita harapkan dukungan untuknya ‘’ujar jefri dalam sambutannya pada ulang tahunnya yang ke 50 yang dilaksanakan di kawasan pertanian terpadu Kubang (9/5) petang.



Dalam syukuran yang juga dihadiri oleh kapolda Riau, kapolres Kampar AKBP MZ muttaqien, Dirut Bank Riau, dan pejabat teras di DPRD Riau dan Kampar ini Jefri menyatakan Eva sudah siap untuk maju dalam pilkada.


Selain sebagai wakil Ketua DPRD Kampar dari Demokrat Eva juga pernah menjadi mendampingi dirinya yang pernah menjadi Bupati Kampar. Kepada Riaupos disela sela acara Jefri menegaskan kembali bahwa Eva memang sudah akan maju dalam pilkda mendatang, dan direncananakan Eva akan mengambil posisi di Kampar 1 atau sebagai bupati Kampar.


Dalam ulang tahun yangsemarak Jefri juga menyatakan bahwa ia inginmengembangkan ekonomi kerakyatan melalui peternakan Kambing. Untuk itu jefri menyatakan sudah menemui pihak bank Riau dan menyatakan dirinya sebagai apalis dari semua pinjaman yang digunakan masyarakat binaaanya untuk peternakan tersebut. ‘’Karena untuk membangunan ekonomi rakyat kita tidka bias memberikan ikan namun harus memberikan pancing, untuk itu diumur saya ini saya akan melakukan hal itu ‘’ujarnya.


Sementara itu Eva yuliana Jefri ketika dikomfirmasi tentang restu yang diberikan untuknya maju di Pilkada Kampar hanya tertawa, namun ia menyatakan siap saja kalau memang sudah dipercayai masyarakat. ‘’Tapi sekarang yang penting bagaimana saya menjalankan tugas saya sebagai wakil rakyat ‘’ujarnya (rdh)

Kualitas Pendidikan Tentukan Masa Depan


Masalah-masalah yang dihadapai bangsa ini yang paling krusial adalah masalah pendidikan dan yang berkenaan dengan kualitas Sumber Daya manusia. Riau khususnya adalah daerah yang kaya akan Sumber daya alam tetapi masih banyak masyarakat kta yang masih hidup dalam kemiskinan, tetapi SDA yang memadai bila tidak didukung oleh Sumber Daya manusia tidak seta merta membuat daerah makmur, hal ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kampar H. Burhanuddin Husin MM dalam acara Perpisahan dan wisuda santri/ santriwati pondok pesantren Islamic Center Al-Hidayah Kampar.



Acara yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Drs. Syafrizal. MM, Angota DPRD Kabupaten Kampar H. Januar Rambo, H. Syahrul Aidi, Lc.MM, H.A.Zaidun, Kepala kementrian Agama Ahmad Fairuz. MA, Camat Kampar Timur H.Syamsuardi Ali. Msi, Kacab Dinas pendidikan, Kapolsek Kampar Timur, tokoh agama dan masyarakat sera orangtua santri/santriwati.


Disampaikan Burhanuddin, Kampar termasuk daerah yang kaya dengan potensi SDA yang memadai, tapi ini belum memberikan kontribusi yang berarti dalam peningkatan sumber daya manusia. Kualitas smber daya manusia ditentukan ole pendidikan, dan tingkat pendidikan di Negara kita bila dibandingkan dengan Negara-negara lain kita masih sangat jauh tertinggal, da ini yang menjadi tugas kita bersama untuk membenahinya.


Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memeberikan alokasi anggaran yang cukup besar untuk pendidikan yaitu 20 %, karena tidak mungkin kita bicara masalah kualitas pendidkan tanpa anggaran yang memadai, dan hala yang tidak kalah penting adalah kualitas para guru yang sangat menentukan baik tidaknya kualitas pendidikan. Kabupaten Kampar memiliki guru 9868 orang dan yang sarjana hanya 49 % saja, dan ini menjadi tugas para guru untuk terus meningkatkan kompetensi kualifikasi pendidikan, sesuai dengan undang-undang no 14 tahun 2005 guru dan dosen dari tingkat TK hingga SMU harus mendapat sertifikasi dikatakan Burahnuddin.


Burhanuddin mengharapkan agar para santri/santriwati yang diwisuda agar tidak cepat berpuas diri hanya dengan ijazah ini, karena perjalanan untuk belajar kedepannya masih sangat panjang dan persaingan semakin ketat dan tidak bisa dengan hanya mengandalkan ijazah aliyah saja, serta terus bergiat dan berusaha untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan disesuaikan denagn bakat dan kemampuan bukan hanya karena prestise dan status semata, dan untuk para orangtua sepanjang masih ada kemampuan agar tetap memotivasi anak-anak untuk bersekolah dan tidak memeksakan kehendak kepada anak tapi lihatlah potensi dan kemampuan anak masing-masing.


Ketua yayasan pondok pesantren Islamic Center Al-Hidayah KH.Muhammad Abdi Lc.MA dalam sambutannya menyampaikan jumlah santri/santriwati yang diwisuda untuk tingkat Aliyah berjumlah 163 santri yang lulus 161 santri dan 2 orang santri yang tidak lulus, untuk tingkat Tsanawiyah 158 santri dan semua lulus. Dan untuk kemajuan dan kualitas pendidikan pondok pesantern ini mereka terus berbenah diri, dan terus meningkatkan kualitas dengan segudang prestasi demi meningkatkat dan memajukan anak-anak bangsa dan Kabupaten Kampar khususnya.(rdh)



Tindaklanjuti Hasil Temuan Dengan Iktikad Baik.

Menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 5 tahun 1997 tentang tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi keuangan dan barang daerah dan, Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1997 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 5 tahun 1997 dan Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang tata cara penyelesaian ganti kerugian Negara. Oleh karena itu temuan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI, Irjen Depdagri, Inspektorat Propinsi, Inspektorat Kabupaten harus segera ditindaklanjuti.

Sekda Kampar yang juga Ketua Tim TP-TGR/TPKN Kabupaten Kampar Drs. H. Zulher MS pada Rapat majelis Tim TP-TGR/TPKN dalam rapat yang diadakan di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar senin 10/5. Yang dihadiri juga oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Drs. H. Nazaruddin, Asisten Pemerintahan Umum Setda Kampar Ir. Anizur, Staf Ahli Bidang SDM Setda Kampar Basrun, Kepala BKD Kabupaten Kampar Jon Sabri, Kabag Keuangan Setda Kampar Bustami HY, Kabag Ortal Setda Kampar Tarmizi, SH, serta Tim TP-TGR/TPKN Kabupaten Kampar

Ditambahkan Zulher Tim Penyelesaian Kerugian Negara (TPKN) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) keuangan dan barang daerah akan terus menindaklanjuti hasil temuan tersebut, Tim bertugas membantu pimpinan instansi dalam memproses Penyelesaian kerugian negara terhadap bendahara yang pembebanannya akan ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dalam mengembalikan kerugian negara untuk dimasukkan ke Kas Negara.

Sekda juga berharap atas temuan agar segera diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan namun jika tidak tercapai maka temuan akan ditindaklanjuti dengan membawa ke ranah hukum, namun penyelesaian dapat dilaksanakan dengan cara pengembalian kerugian Negara, Dalam hal kasus kerugian negara diperoleh berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa yang bekerja untuk dan atas nama Badan Pemeriksa Keuangan dan dalam proses pemeriksaan tersebut bendahara bersedia mengganti kerugian secara sukarela.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Drs. H. Nazaruddin dalam pengarahan mengatakan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh oleh BPK, Irjen Depdagri, Inspektorat Propinsi dan Inspektorat Kabupaten dalam kurun waktu tahun 2002-2009 terdapat beberapa temuan yang belum ditindaklanjuti oleh karena itu berharap hal ini agar segera dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan. (rdh)

Tiap Tahun Penderita DBD Selalu Ada


Kabupaten Kampar saat ini masuk dalam daftar daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini diakibatkan karena selama tiga tahun selalu ditemukan penderita DBD di wilayah Kampar.

"Daerah kampar ini masih merupakan daerah endemis penyakit DBD. Selama tiga tahun ini penderita memang selalu ada," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Herlyn Rahmola Senin (10/5).


Ia juga mengatakan, bukan hanya daerah Kampar saja di Riau ini yang ditetapkan sebagai daerah Endemis penyakit DBD. Katanya, seluruh kabupaten di Riau ini juga masuk dalam daftar endemis. "Semua daerah Riau ini juga demikian. Semuanya endemis. Hanya saja daerah tertentu sudah mulai ke pengurangan resiko," kilahnya.


Wilayah - wilayah yang sering terdapat penderita DBD di Kampar yakni di Kecamatan Bangkinang, Bangkinang Seberang, Siak Hulu dan Kecamatan Tambang.


Dalam tahun ini, katanya, penderita DBD sudah ada yang di catat oleh pihak Dinas Kesehatan. "Kalau soal jumlahnya saya kurang tau pasti. Sama staf saya ada," terangnya. Bila jumlah penderita DBD tahun ini meningkat, ucapnya, hal tersebut merupakan hal yang wajar karena sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.


Ia pun kembali mewanti - wanti agar warga selalu waspada terhadap penyakit DBD dimana akhir - akhir ini hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Kampar. "Kita tetap himbau agar masyarakat tetap hidup bersih. Sosialisasi dan penyuluhan tetap berjalan," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, Herlyn juga menerangkan nyamuk jenis aedes agepty suka hidup di air yang jernih dan tergenang. "Itu berdasarkan penelitian para ahli. Jadi, kalau air yang di comberan maupun di parit - parit yang kotor, dipastikan itu bukan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah," ucapnya.


"Kita mengharapkan gerakan 3 M (menutup, menguras, mengubur) itu digalakkan oleh masyarakat. Apalagi sekarang musim hujan. Barang - barang bekas, seperti botol itu di kubur saja. Bayangkan, hanya dalam waktu sekitar 10 hari saja perkembangan nyamuk DBD itu," terangnya. (rdh)



Design by Amanda @ Blogger Buster