Kamis, 06 Mei 2010

Senyum saat Panen

Yusar.... salah seorang petani padi di Kampar Tersenyum manis ketika memanen hasil sawahnya

BAZDA Kampar Salurkan Zakat Produktif Rp 241 Juta

Untuk ke sepuluh kalinya Badan amil zakat daerah (BAZDA) Kampar kembali menyalurkan zakat agi para masyarakat yang berhak untuk menerimanya, pemberian zakat tahap sepuluh ini merupakan dana zakat untuk bulan Oktober-November dan desembar 2010 yang berjumlah Rp 241 241.474.088, ‘’Penyaluranya baru dapat dilaksanakan sekarang karena kita memang menyalurkan untuk setiap triwulan dan ini adalah penyaluran terakhir untuk zakat yang dikumpulkan tahun 2009 ‘’ujar Ketua BAZDA Kampar H bakry Hasyim BA Melalui Bendahara BAZDA Kampar Hj Nurjannah di Bangkinang (6/5) .

Dijelaskannya para penerima zakat ini berasal dari tiga kelompok, pertama dari kecamatan yang diberikan untuk lima kecamatan, kedua dari masyarakat disetiap UPZ dan ketiga penerima dari usulan badan dan instansi. Zakat ini diterima oleh 210 orang penerima zakat dengan rincian:


Untuk kecamatan Kampar Kiri tengah sebanyak 30 orang dengan jumlah dana Rp 39.900.000, untuk kecamatan Kampar Kiri sebanyak 30 orang dengan jumlah dana Rp 39.450.000,- untuk kecamatan Gunung Sahilan sebanyak 30 orang dengan jumlah dana Rp 42.000,000,-, untuk kecamatan Kampar Kiri Hilir sebanyak 30 orang dengan jumlah dana Rp 42.100,000,-dan untuk kecamatan Kampar Kiri Hulu sebanyak 30 orang dengan jumlah dana Rp 40.800,000,-


Sedangkan untuk UPZ didistribusikan sebanyak Rp 141.525,000 dan untuk usulan dinas dan instansi sebanyak 30 orang juga dengan dana Rp 176.600.000,-.


Dijelaskaannya dana zakat yang disalurkan ini adalah dana produktif untuk usaha peningkatkan kesejahteraan masyarakat, dana tersebut dalam bentuk modal baik uang cash maupun hewan yaitu sepasang kambing yang nantinya akan diternakkan. ‘’Nantinya kita harapkan dana ini bias berkembang dalam bentuk usaha sehingga dapat membantu meningkatkan tin gkat kesejahteraan masyarakat ‘’ujarnya.


Hewan ternak dikembangkan nantinya oleh para petani sedangkan uang tunai dapat mereka gunakan untuk modal dan pengembangan usaha. ‘’sehingga dengan bantuan ini kita harapkan zakat yangdiberikan masyarakat dapat dimanfaatkan secara lebih baik ‘’ujarnya.


Sementara itu Nuruda dari Kampar Timur salah satu warga yang mendapatkan bantuan zakat ini kepada Riaupos menyatakan kegembiraanya mendapatkan bantuan tersebut, uang itu akan digunkannya untuk modal dalam menanam sayuran dan pupuk (rdh)

Petani Keluhkan Minimnya Sarana Irigasi

Para petani padi di Kampar ternyata masih terkendala dalam bidang irigasi, karena saat ini petani masih mengandalkan curah hujan. ‘’syukurnya selama tanam tahun ini hujan selalu turun sehingga tanaman padi mendapatkan air yang cukup dan panennya berhasil, hanya saja tidak dapat ditanam dua kali karena khawatir air ini akan kurang ‘’ujar salah seorang Petani Yusar dari kelompok tani Insan tani desa Pulau Tinggi kecamatan Kampar di Kampar (6/5).



Dijelaskannya padi yang ditanamnya padi jenis Kurik yang dapat dipanen dalam umur 5 atau enam bulan, dan seharusnya kalau irigasinya bagus maka mereka dapat melakukan penanaman sebanyak dua kali dalam setahun, sayangnya karena masih mengandalkan hujan maka penanaman hanya dapat dilakukan sekali dalam satu tahun.

Padahal panen pertama hasilnya tidak dijual kepasaran namun dikonsumsi sendiri untuknyadan keluarga besar sedangkan panen kedua barulah mereka jual, namun dengan penanaman sekali setahun maka para petani belum mendapatkan hasil penjualan dari padi tersebut. Ladang ini luasnya hamper satu hektar namun dikelola oleh beberapa keluarga sehingga hasil panen hanya untuk konsumsi sendiri, Yusar sendiri mengakui ia dan teman-temanya berharap dapat menjual hasil panen padinya sehingga dapat membantu ekonomi keluarga.


‘’Untuk itu kita berharap agar pemerintah segera membangun irigasi ini dengan cepat, karena kalau hanya mengandalkan tadah hujan saja maka kehidupan kami tidak akan berubah ‘’ujarnya. Saat ini mereka harus puas dengan hasil sekali tanam saja, dalam lahan satu hektar menurut Yusar mereka bias mendapatkan hasil sebanyak 5 ton.


Sementara itu kepala dinas pertanian Kampar Ir Wesrizal mengakui bahwa salah satu kendala pertanian saat ini adalah irigasi dan ini tidak hanya dikecamatan Kampar saja namun juga di kecamatan lain. ‘’Kita sudah mengusulkan adanya pembanguna irigasi dan perbaikan saluran irigasi yang ada ‘’ujarnya. Saat ini bukan hanya irigasinya saja yang bermasalah namun juga salurannya yang sudah banyak yang rusak sehingga membuat air tidak tersalurkan dengan baik (rdh)

Teganya...Ayah Makan Anak Sendiri

Entah apa yang ada dalam fikiran APR (34) th warga desa Batu belah kecamatan Kampar pagi rabu (5/5) kemarin, dengan tega ia mencabuli anak kandungnya sendiri sebut saja bunga (10 th), walaupun sang anak sudah mencoba menolak namun ia tetap memaksa, dan akhirnya perbuatan itu dipergoki istrinya sendiri Ms yang kaget dan menjerit lalu pingsan menyaksikan perbuatan suaminya. APR yang kaget langsung mencoba kabur dan akhirnya melarikan diri dan saat ini masih dinyatakan buron oleh polisi.




‘’Karena ternyata perbuatannya itu tidak hanya dilakukannya sekali namun sudah dilaksanakan sebanyak tiga kaliu ‘’Ujar Kapolres Kampar AKBP MZmuttaqien melalui Kanit PPA Reskrim Kampar IPDA JOsina di mapolres Kampar (6/5) disela sela memeriksa para saksi untuk kasus tersebut.




Dijelaskan oleh Josina perbuatan biadap itu ternyata sudah dilakukannya sebanyak tiga kali, dari pengakuan si anak, pertama dan kedua kali dilaksanakan pada bulan april yang lalu dan ketiga kalinya pagi rabu naas tersebut, saat itu bunga yang masih kelas 3 SD memang libur karena siswa kelas 6 sedang melaksanakan UASBN dan kondisinya memang sedang demam, sang ayah memanggil anaknya untuk datang ke kamar dan saat itu sang ibu sedang keluar untuk suatu keperluan.




Namun ketika siayah sedang asyik melakukan aksinya tiba –tiba sang ibu pulang dan langsung menunju kamar tanpa curiga dan betapa kagetnya saat ia melihat anaknya sedang dikerjain suaminya , si istri menjerit kaget dan lansung pingsan yang bias membuat kegiatan ayah bejat itu terhenti.




Setelah ayahnya lari karena takut istrinya marah maka si anak segera melaporkan hal ini kepada nenek dan pamannya, si paman Murti (32) dan neneknya Asnidar (48) tidak menerima hal ini dan segera melaporkan ke pihak kepolisian. ‘’Begitu mendadapat laporan kita langsung ke TKP namun ternyata sipelaku sudah dilarikan oleh keluarganya ke kabupaten lain, namun kita akan n tetap mengejarnya ‘’ujar Josina.




Josina juga menyatakan memeriksa keluarga pelaku yang sudah membantu sipelaku lari dan kalau terbukti maka mereka juga akan diperiksa dengan kasus membantu tindakan criminal sementara siayah tersebut dijerat dengan pasla 82 undang undang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun (rdh)

Warga Diminta Waspada Hadapi Putting Beliung

Cuaca yang kurang menenrtu dan angin kencang serta hujan lebat yangs sering melanda Kampar akhir-akhir ini harus disikapi masyarakat dengan baik, warga diminta untuk berhat hati terutama saat cuaca kurang menentu . ‘’Kita minta warga tidak keluar rumah pada cuaca yang tidak menentu atau sedang hujan karena potensi petir adan angin putting beliung sangat besar ‘’ujar Kapolres kampar AKBP MZ Muttaqien SH SIK di Bangkinang (5/5).



Kondisi ini menurutnya semakin diperparah dengan kondisi di perkampungan di Kampar yang masih memiliki pohon yang tinggi dan membahayakan bagi masyarakat yang berada disekitar pohon tersebut, untuk itu pihaknya juga mengimbau agar masyarakat mau menebang pohon dan tanaman yang ada disekitar rumah mereka untuk menjaga agar jangan terjadi kecelakaan yang lebih besar akibat dari petir atau angin putting beliung.


Untuk pengamanan pihaknya memang meminta setiap polsek lebih waspada dengan kondisi alam, seperti setiap polsek diminta untuk segera ke TKP dan melaporkan apabila terjadi musibah seperti tersebut.


Sementara itu kondisi didesa Bukit keratai kecamatan Rumbio Jaya yang beberap hari yang lalu mengalami musibah putting beliung sudah kembali normal, masyarakat yang atap rumahnya diterbangkan angin tersebut sudah mulai kembali memperbaiki rumah . ‘’Hanya saja masih ada warga yang trauma misalnya kalau cuaca buruk dan sudah mulai hujan warga sudah khawatir kalau akan datang angin lagi ‘’ujar Kepala desa Bukit keratai Mukhlis (5/5) saat dikomfirmasi situasi terakhir. (rdh)



Design by Amanda @ Blogger Buster