Rabu, 05 Mei 2010

Pungut UASB Rp 250 Ribu, Walimurid Ngadu ke Disdikpora


Melakukan pungutan untuk pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di sekolahnya, kepala SD N 024 desa kasikan kecamatan Tapung Hulu Sri Kurniawati Spd diadukan oleh para wlaimurid ke dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disikporan kampar), kedatangan sekitar 8 orang perwakilan walimurid kelas 6 ini pada saat pegawai dispora sudah bersiap untuk pulang selasa (4/5), akhirnya karena kadispora Alfisahri tidak ditempat [perwakilan dari 52 orang walimurid inipun diterima oleh sekretaris disdikpra Kampar H KHairullah Chan, Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Hj Neneng Suryani dan beberapa staf.



Dalam pertemuan itu Arm salah seorang walimurid menjelaskan mereka dating untuk mempertanyakan adanya pungutan UASBN yang dinilai memberatkan para wali murid , karena sekolah memwajibkan walimurid membayar Rp 250 ribu untuk UASBN ‘Dan uang inio sudah harus lunas sebelum tanggal 8 mei ini, kalau tidak berpengaruh kepada kelulusan murid ‘’ujarnya kepada Khairullah.


Para wali murid juga heran dengan adanya keputusan pungutan ini karena tanpa adanya rapat antar wali murid, mereka menerima pemberitahuan ini melalui buku informasi murid dan tidak ada rapat sama sekali, buku tersebut dibagikan sabtu (12/5) sehingga waktunya sudah mepet untuk bertanya.


Dalam buku tersebut tercatat kebutuhan biaya UASBN adalah a. ADM sekolah sebesar Rp 60 000, b. ADM pelaporan sebesar Rp 40.000,-, c. Biaya pengawas ujian Rp 25.000,-, d. Snack/makan pengawas Rp 25.000,-, e. Untuk tamu dari kab/kec Rp 30.000, f. Photocopy sebesar Rp 20.000,-, g. Cendera mata Rp 40.000 dan h. Biaya tidak terduga Rp 10.000,- Total semuanya Rp 250.000,-

Dalam buku itu juga ditulis sekolah memberikan biaya gratis untuk pas photo sebesar Rp 15.000., kartu ujian sebesar Rp 10.000 dan lainnya seebsar Rp 15.00 jumlahnya Rp 40.000


‘’Ini yang kami herankan kok ada muncul biaya sebesar ini tanpa adanya rapat dulu dengan wali murid, sementara untuk biaya perpisahan kami sudah bayar jauh sebelum ujian dengan jumlah Rp 255 ribu ‘’ujarnya. Untuk itu mereka minta penjelasan kepada disdikpora apakah aturannya memang seperti itu dan sejauh mana kepala sekolah berwenang untuk menentukan iuran/pungutan, karena selama ini sudha terlalu banyak pungutan hanya didiamkan saja oleh orang tua.


Menanggapi ini Khairullah Chan menyatakan, pemerintah sudah membebaskan biaya UASB ini ‘’Tidak ada pungutan sama sekali untuk UASBN ini, kecuali untuk uang perpisahan dan itupun harus seizing walimurid melalui rapat ‘’ujarnya. Khairullah sendiri terlihat kaget ketika membaca adnaya dana untuk tamu dari kab/kecamatan sebesar Rp 30ribu/murid, karena mereka kalau turun ke daerah sudah didanai dengan SPj. ‘’Tidak ada dana untuk pemerintah karena kami sudah ada dana sendiri ‘’ujarnnya.

Baik Khairullah atau neneng sam sama menegaskan didikpora Kampar tidak pernah membuat kebijakan untuk pungutan UASBn dan ini tidak ada biaya sama sekali, itu bearti sekolah yang membuat kebijaksanaan sendiri, Khairullah menyatakan akan segera memanggil kepala sekolah yang ebrsangkutan untuk dikomfirmasi dan dimintai penjelasan dan kepada walimurid diminta membuat laporan secara resmi. Sementara itu kepala sekolah Sri Kurniawati Spd tidak dapat dihubingi (rdh)

UASBN Kampar Berjalan Lancar dan Aman

Setelah para siswa SMA dan SMP maka kemarin giliran 13.210 murid kelas SD se kabupaten Kampar mengikuti ujian akhir untuk menentukan kelulusan pendidikan mereka, ujian dengan nama Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) di Kampar berjalan dengan aman dan tertib.

‘’ Alhamdulillah dari pantauan kami di beberapa sekolah tersebut, pelaksanaan UASBN berjalan lancar dan aman. Sampai berakhirnya UASBN hari pertama ini tidak ada permasalahan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Kampar H Alfisyahri melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Hj Neneng Suryani kepada rdh di Bangkinang (4/5).

Ujian untuk murid SD ini juga tidak mengalami masalah dalam hal pengadaan soal dan sebagainya, selain itu juga ketengangan yang dialami seperti saat ujian SD dan SMP tidak terasa, pada siswa mengikuti ujian denganb tertib dan aman.

Kapolsek Kampar AKP Edi Renhard ketika dikomfirmasi menyatakan mereka melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan UASBN tersebut dan pengamana ini dilaksanakan empat personilnya di tiga SDN, yakni SDN 046 Sawah, Kecamatan Kampar Utara dan SDN 19 Kampung Panjang, Kecamatan Kampar Utara ‘’Alhamdulillah pelaksanaan UASBN aman dan lancar serta situasi kondusif. ‘’ujarnya.


Hal Senada juga disampaikan Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP H Khodirin. "Alhamdulillah semuanya kondusif. Sampai hari ini, belum ditemukan kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan UASBN. Pelaksanaan UASBN di Kampar Kiri ini berjalan dengan tertib Para siswa mengikuti ujian dengan semngat ‘’ujarnya.

Kapolsek Tambang AKP Dedy S menyatakan empat personilnya melakukan pemantauan di SD/MI yang ada di Kecamatan Tambang. ‘’sedangkan soal idistribusikan dari Mapolsek yang dijemput oleh kepala sekolah dan berita acara penyerahterimaan soal sudah dilakukan," ucap nya.

UASBN akan dilaksanakan tiga hari, sampai Kamis (6/5) ini diikuti 13.210 murid, dengan rincian laki-laki 6.787 murid dan 6.423 murid perempuan. Sedangkan ruang terpakai dalam ujian ini sebanyak 882 ruangan. Sedangkan materi yang diujikan dalam UASBN ini, hari pertama (Selasa) bidang studi Bahasa Indonesia, hari kedua (Rabu) bidang studi Matematikan dan hari ketiga (Kamis) dengan bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). (rdh)

69 Calon Praja IPDN Kampar Lulus Seleksi Administrasi


69 lulusan SMA dari Kampar yang mendaftar diri sebagai calon praja Institut Pemeritahan Dalam Negeri (IPDN) dinyatakan lulus seleksi administrasi, kepastian lulus ini diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kampar berupa salinan hasil ujian seleksi administrasi dari Pemerintah Provinsi Riau.’’Namun ini masih seleksi awal karena masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui ‘’ujar Kepala BKD Kampar H Jon Sabri melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Karir Pegawai BKD Kampar Zulfahmi kepada rdh di Bangkinang (4/5).



Jumlah ini menurut Zul jumlah yang menggembirakan karena lulusan SMA yang mendaftar ke IPDN memang sebanyak 69 orang artinya 100 persen lulus adminsitrasi dan pihaknya berharap jumlah ini tidak aklan berkurang banyak karena Kampar membutuhkan banyak tenaga praja nantinya ‘’semoga kita mendapat kuoat yang besar tahun 2010 ini ‘’ujarnya. Jumlah pendaftaran ini memang jauh berkurang dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2009 yang mencapai 169 pendaftar. Padahal menurutnya mereka sudah menyampaikan pengumuman melalui selebaran dan radio.


Ketika ditanya tentang kuota diakui Zul hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan imformasi kuoat Kampar untuk tahun 2010 ini dan bukan hanya Kampar Pemprov Riau juga belum menerima daftar kuota yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, namun Kampar berusaha meminta agar kuota ini lebih besar.


Bagi mereka yang sudah dinyatakan lulus ini akan tes psikologi yang akan dilaksanakan di Pekanbaru pada 20-23 Mei mendatang. "Pengumuman kelulusan sendiri dilaksanakan secara bertingkat. Artinya, setiap tes, Pemprov menurunkan nama-nama yang lulus tes. Selanjutnya kita menempelkan data-data tersebut agar diketahui calon praja IPDN. Tidak itu saja, kita juga mengirimkan pesan singkat kepada mereka," ujar Zulfahmi


Zulfami juga mengimbau kepada 69 calon praja IPDN asal Kabupaten Kampar agar mempersiapkan diri untuk mengikuti tes psikologi yang dilaksanakan pada 20-23 Mei mendatang di Pekanbaru. Kepada orangtua calon praja IPDN, Zulfahmi juga mengharapkan agar membimbing putra dan putrinya agar bisa lulus dalam tes psikologi dan bisa mengikuti tes lanjutan, yakni tes kesehatan dan kesampataan (rdh)



75 CPNS Formasi Tenaga Teknis Ditempatkan di 21 Satker

75 orang Calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kampar tahun 2009 yang sudah dikeluarkan SKnya beberapa waktu yang lalu sekarang sudah ditempatkan oleh Pemkab Kampar di 21 Satuan kerja (Satker) yang ada di lingkungan Pemkab Kampar. ‘’Penempatan ini sesuai dengan kebutuhan dan permintaan yang diajukan pada pengajuan formasi sebelumnya ‘’ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kampar H Jon Sabri melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Mutasi Pegawai BKD Kampar Edi Herman kepada rdh di Bangkinang (4/5)


Dijelaskannya para CPNS ini memang sudah langsung bertugas begitu mendapatkan SK pengangatkan secara resmi., Sk yang mereka terima pada 9 April lalu selanjutkan dijadikan bahan untuk melapor ke satker yang sudah ditentukan dan selanjutnya pimpinan satker akan mengeluarkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT).

’’Untuk itu kita imbau seluruh CPNS segera melapor ke dinas yang sudah ditunjuk dalam Sk dan segera menuju tempat tugas yang baru ‘’ujarnya. Karena CPNS akan menerima gajinya berdasarkan kepada waktunya melapor, semakin lambat melapor ke satker maka akan semakin lambat turun gajinya. ‘’Nanti muncul lagi statemen kepada media bahwa gani CPNS ditunda padahal memang mereka yang lamban dalam melapor ‘’ujarnya

Selain itu ia juga meminta agar CPNS mematuhi lokasi penunjukkan dalam bertugas, karena biasanya banyak CPNS yang enggan untuk ditempatkan didaerah terpencil. Dan biasanya banyak yang berusaha untuk pindah sehingga lamban melapor karena berusaha untuk tidak pindah dulu.

Adapun 21 satker tempat penempatan CPNS ini diantaranya Dinas Pasar Pertamanan dan Kebersihan, Badan Promosi dan Investasi (BPI), Kantor Perpusatakan dan Arsip, Badan Kesbang Linmas, Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang, Dinas PU Bina Marga, Dispenda, Bappeda, BKD, Distan, Badan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, BLH, Distamben, Inspektorat, Setdakab dan Setwan.


Namun menurut Edi masih ada beberaap satker yang belum mendapatkan tambahan CPNS baru diantaranya Seperti Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya, mereka meminta beberapa orang CPNS waktu pengajuan formasi. Tapi permintaan itu belum dikabulkan, karena kuota dari Kemeneg PAN dan Birokrasi tidak ada sesuai dengan permintaan Disparsenbud Kampar (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster