Senin, 03 Mei 2010

PNS Harus Mikiki 10 Kriteria


Pegawai negeri sipil sebagai unsur utama sumber daya aparatur negera mempunyai peranan yang penting untuk menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, untuk itu agar menjadi aparatur yang berkualitas, berkopetensi dan mempunyai kemampuan diperlukan 10 variabel sebagai barometer.



Bupati Kampar Drs.H.Burhanuddin Husin,MM dalam sambutannya pada pembukaan Diklat Prajabatan Golongan I/II dan III CPNS Eks. Honorer serta Golongan II dan III Formasi Umum dilingkungan Pemerintahan kabupeten Kampar Tahun Anggaran 2010 di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang Senin (3/05).


Sepuluh variable yang harus dimiliki calon pegawai negeri sipil tersebut tersebut adalah Pertama, harus memiliki kapasitas dan kapabilitas yakni mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, Kedua, harus kreatif dan inovatif artinya dalam bertugas tidak harus menunggu perintah dari atasan, Ketiga, harus memiliki disiplin yang tinggi, Keempat, harus memiliki budaya kerja yang baik dengan benar-benar melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab


Kelima, memiliki motivasi untuk maju dengan selalu meningkatkan kapasitas untuk bisa menjadi yang terbaik, Keenam, harus membangun kerjasama dan bisa bekerjasama dengan team work yang selalu bersinergi, Ketujuh, harus memiliki sifat jujur dan dapat dipercaya, Kedelapan, harus memiliki sifat dan sikap bertanggung jawab dan amanah, Kesembilan, harus memiliki loyalitas dan dedikasi baik kepada tugas maupun kepada atasan dan Kesepuluh, harus memiliki etika dan moral.


“Selain Sepuluh modal dasar yang diungkapkan diatas, untuk mencapai kesuksesan dan kesempurnaan sebagai seorang Abdi Negara masih ada beberapa kecerdasan yang harus digali dalam diri masing-masing Abdi Negera agar mampu melaksanakan peran sebagai aparatur untuk mengabdi kepada Negara, Bangsa dan Masyarakat yakni kecerdasan berfikir, kecerdasan perasaan, kecerdasan dalam penglihatan, kecerdasan naluri serta kecerdasan intuisi” Ungkap Burhan. (rdh)

Moral dan Akhlak Target Utama Pendidikan Kampar


Pembinaan moral, akhlak dan etika terutama dikalangan pelajar menjadi prioritas utama pendidikan di Kabupaten Kampar, disamping tetap meningkatkan nilai akademis dan kemampuan nalar anak didik.



Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar, H. Alfisyahri, SH dalam upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2010 tingkat Kabupaten Kampar yang acaranya dipusatkan di Lapangan Pelajar Bangkinang Senin (3/5) menyatakan sedikitnya ada tiga makna penting memperingati Hardiknas, yakni pertama, berkait dengan momentum untuk merenungkan dan merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui.


Kedua, upaya didalam mengintropeksi diri dari apa yang sedang kita lakukan didalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap masa depan yang lebih baik. Makna ketiga, adalah bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, khususnya dalam upaya mencerdaskan bangsa secara utuh.


’’ Kita ingin membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti dan berprilaku baik yang melahirkan bangsa yang berkrakter unggul’’ ujarnya (rdh)

Guru Harus Bisa Pantau Potensi siswa


Potensi siswa disetiap sekolah harus dikembangkan sesuai dengan kemampuan minat dan bakat masing-masing agar siswa/I dapat berkompetisi setelah lulus dari sekolah karena kualitas pendidikan saat ini benar-benar dibutuhkan saat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi


Wakil Bupati Kampar H.Teguh Sahono SP dalam sambutannya pada acara Perpisahaan dan penyerahaan kembali siswa/I kelas IX MTsN Model Kuok di Bangkinang Barat menyatakan tugas guru selaku pembimbing siswa/i disekolah adalah menciptakan kualitas anak-anak didik yang nantinya dapat bersaing dalam uji kemampuan baik dari segi ilmu pengetahuan dan tehnologi maupun dari segi akhlak dan tingkah laku yang baik dan untuk itu guru harus dapat memberikan kenyamanan dalam memberikan materi pelajaran dengan sistim dan mekanisme yang pula kepada murid.


Disarankan setiap sekolah harus mempunyai taman-taman sekolah yang ditanami pohon-pohon pelindung yang dapat memberikan kenyamanan bagi murid dan dengan mencipatakan suasana sekolah yang sejuk, nyaman dan indah nantinya bisa dimanfaatkan oleh siswa/I untuk mengulangi pelajaran atau berdiskusi di bawah pohon-pohon tersebut dan apabila sekolah kesulitan untuk mendapatkan tanaman atau bibit bisa menulis surat dengan resmi ke dinas, badan atau balai penelitian terkait. Sebelumnya Wakil Bupati berkesempatan memberikan medali kepada sepuluh siswa/I berprestasi dan sekaligus meresmikan ruang pustaka dan multi media. (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster