Jumat, 23 April 2010

Lulusan Harus Dibekali Ilmu dan Keterampilan

MA Kampar Timur Kukuhkan Alumni angkatan II


Para orang tua yang memiliki anak yang akan menamatkan pendidikannya di SLTA diminta tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan saja namun juga keterampilan yang akan dapat diterapkan dalam dunia kerja nantinya. ‘’Karena untuk persaingan kerja saat ini tidak hanya dibutuhkan ilmu akademis saja namun yang penting adalah keterampilan ‘’ ujar Waki Ketua DPRD Kampar H Syahrul Aidi LC MA saat memberikan pengarahannya pada acara Pengukuhan Alumni angkatan ke II Madrasah Aliyah Kampar Timur di desa Koto Perambahan Kampar Timur kamis (22/4)..


Dijelaskan Syahrul selama ini banyak orang tua berasumsi anaknya mestilah dibekali dengan ilmu dari perguruan tinggi yang bonafid, itu menurutnya tidak salah, hanya saja kalau hanya dibekali ilmu namun tidak mempunyai keterampilan tetap saja akan sulit untuk bersaing didunia kerja ‘’Saat ini Kampar membutuhkan tenaga kerja yang siap dalam ilmu dan mempunyai keterampilan khusus, karena ijazah tanpa terampil saja tidak cukup ‘’ujarnya.


Untuk itu para orang tua diminta membekali anak dengan kuliah diperguruan tinggi dan menambah dengan keterampilan lain. ‘’Misalnya kuliah di pertanian maka diharapkan benar benar terampil dalam bertani tidak hanya kuliah semata namun dapat diterapkan ‘’ujarnya.


Hal lain yang sentil Syahrul adalah bidaya masyarakat Kampar yang menargetkan anaknya untuk menjadi pegawai negeri Sipil, sehingga selain banyak persaingan dan kesempatan minim ini tentu saja tidak membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja ‘’Janganlah selalu berfikir kalau tidak PNS tidaklah bekerja ‘ujarnya.


Sementara itu kepala sekolah MA Kampar Timur H Istakapi Spdi MM menyampaikan sekolah ini merupakan sekolah persiapan untuk menjadi MAN unggul di Kabupaten Kampar, tahun ajaran 2009-2010 ini MA Kampar Timur menerapkan kelas excellent sebagai kelas unggulan untuk para siswa yang berprestasi dan memiliki kemampuan akademis yang baik. MA Kampar Timur untuk tahun mendatang sudah menerapkan pendidikan terpadu dimana para siswa akan dibekali satu keterampilan yang dapat dijadikan pekerjaan begitu mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.


Saat ini para alumni angkatan pertama sudah mengikuti pendidikan di berbagai perguruan tinggi favorit di Tanah air, pengukuhan alumni sendiri adalah salah satu kegiatan untuk melepas para lulusan sekolah ini untuk ke jenjang yang lebih tinggi (rdh)

Penuhi Bisa Baca Al- Quran Kampar perpanjang PSB


Untuk merealisasikan instruksi pemerintah tentang penerapan bisa baca al-Quran dalam penerimaa siswa baru di kabupaten kampar, maka dinas pendidikan, pemuda dan olahraga meminta agar setiap sekolah memperpanjang penerimaan PSB selama seminggu, sehingga dengan adanya perpanjangan waktu ini akan memberikan kesempatan kepada sekolah dan team untuk menguji kemampuan membaca al-Quran tersebut.


Awalnya ini berasal dari usulan kepala sekolah SMA 2 Bangkinang Drs H Latif Hasyim MM yang menyatakan pada dasarnya sekolah di Kampar mendukung intsruksi pemerintah yang menerapkan siswa harus bisa baca al-Quran saat memasuki sekolah, hanya saja sekolah harus mempersiapkan tim untuk pengujian tim ini. ‘’Kita menerima baik usulan ini dan kita akan berikan perpanjangan waktu semingu dari tiga hari yang selama ini dilaksanakan sehingga ini akan dapat dilaksanakan secara maksimal ‘’ujar Kadisdikpora Kabupaten Kampar H Alfisyahri kepada rdh di Bangkinang (22/4)


Alfi menyatakan penerapan bisa baca al-Quran merupakan hal positif yang harus diterapkan dalam penerimaan siswa baru dan ini langkah positif, karena dengan dibekali kemampuan mengaji itu bearti bahwa siswa sudah mendapatkan pengajaran agama di rumah dan disekolah tinggal menambah atau memperkuat, ‘’ini juga upaya untuk mengurangi tingkat kenakalan di sekolah ‘’ujarnya.

.

Dan setakat ini penerapan harus baca Alquran di Kabupaten Kampar cukup dengan instruksi Disdikpora Kampar dan nantinya akan diperkuat dengan Peratura bupati atau Perda.


Sementara itu wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono saat dikomfirmasi rdh (22/4) menegaskan masyarakat harus menyambut positif hal ini dan masalah regulasi cukup melalui keputusan atau instruksi Kadisdikpora KabupatenKampar yang akan diperkuat dengan Perbup.


‘’Kita harus bisa sama –sama mendukung hal ini dan tidak ada alas an tidak siap karena mengaji adalah hal wajib yang sudah ada di setiap keluarga muslim keputusan ini memang baru dan masih asing, tapi harus tetap dilaksanakan, ujarnya.


Teguh meminta orang tua dan sekolah tidak pesimis dulu karena walaupun sulit ini akan memberikan dampak yang besar dalam mendidik anak ke arah yang baik (rdh)

Kartini Kampar Aiptu Supartini


Walaupun jarang memakai pakaian seragam polisinya namun sosok AIPTU Supartini sangat akrab di kalangan kepolisian Kampar apalagi bagi para perempuan dan anak anak yang mempunyai masalah dengan hokum, karena perempuan yang dilahirkan 6 Mei tahun 1965 di Sleman memang sudah bertahun tahun berkutat untuk membantu anak anak dan perempuan yang bermasalah dengan hokum, mulai dari pencabulan, pemerkosaan hingga kasus KDRT.


Bertugas di Reskim Unit Perlindungan PErempuan dan anak (PPA) Supartini memang bertugas membantu anak anak dan perempuan yang mendapat masalah, dan untuk ini sepertinya Supartini memang mempunyai bakat khusus salah satunya membujuk korban untuk bercerita kasus atau masalah yang dihadapi, seperti salah satu kasus pencabulan terhadap seorang anak remaja di Kampar beberapa waktu yang lalu, kepada orang tuanya si anak mengaku berhubungan sexs dengan pelaku sekali namun kepada Supartini korban mengaku sudah berulang ulang kali.


Dalam Membujuk korban ini Supartini memang mempunyai banyak cara termasuk dengan bercerita seolah temannya bahkan pernah ia membujuk korban berhari hari dan menemaninya tidur sehingga korban dapat memberikan keterangan yang benar, karena umumnya para perempuan dan anak anak takut atau trauma untuk menyampaikan apa yang sudah dialaminya ‘’karena mereka biasanya malu dan merasa sudah tidak layak atau pantas lagi ‘’ujarnya.


Bukan hanya itu Supartini juga akhirnya menjadi tempat curhat korban walaupun sudah selesai masalah hukumnya, hubungan antara Supartini tidak hanya saat bermasalah dengan hokum bahkan usai itu masih terbina baik. Selama mengurusi persoalan anak dan perempuan ini berbagai suka dan duka dialami seperti menhadapi korban yang tidak punya keinginan yang tetap, seperti para istri yang mengadukan istrinya karena kekerasan oleh suaminya, namun begitu suaminya sudah ditangkap malah istrinya yang menangis-nangis untuk dibebaskan kembali.


‘’Kasus seperti ini sangat banyak dan membuat kita pusing karena harus memberikan pengertian lagi kepada pihak keluarga dan yang menyedihkan kalau dalam kasus seperti ini korbannya anak anaknya sendiri ‘’ujarnya.

Persoalan lain yang dihadapinya adalah kurangnya sarana dan prasarana, serta biaya, untuk visum misalnya pihak kepolisian terkadang kesulitan karena biaya visum mahal di Kampar sementara korban dari keluarga miskin.


‘’Bukan hanya itu kita juga kekurangan mitra, dulu ada KPAID yang membantu mengurusi persoalan anak namun sekarang malah tidak ada, T2TP2A tidak bias melakukan tugas yang dilaksanakan KPAID ‘’ujarnya.

Namun ibu dari Maylani Indramaya (18), Pardiani Puspitasari (15) ini mengaku menyenangi pekerjaannya mengurusi anaknya, walaupun sudah sejak tahun 87 usai menamatkan Bintaranya Supartini sudah bekerja di Lantas dan Bataud pekerjaan sebagai pelindung anak dan perempuan inilah yang memberikan kesan yang mendalam, dan untuk itu ia lebih sering bersama anak-anak korban daripada anak anaknya sendiri ‘’Namun mereka memahami dan mengerti itu, syukurnya mereka juga bias menjaga sikap mereka ‘’ujar istri Yuhardi ini. (rina dianti hasan)

Polres Kampar Deklarasi Komitmen Moral Polisi Lalu Lintas

Dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayana kepolisian Kampar khususnya Satlantas Kampar, kemarin (21/4) jajaran Satlantas Polres Kampar menantangani Komitmen Moral Polisi lalu lintas dalam upacar di lapangan Mapolres Kampar di Bangkinang (21/4).


Dalam delapan butir komitmen yanag ditanda tangani tersebut diantaranya disebutkan bahwan polisi Lantas Kampar akan segera merespon pengaduan, laporan masyarakat dan membantu cepat memecahkan masalah, selain itu juga ada point yang berbunyi bahwa polisi lalu lintas Kampar tidak akan membebani masyarakat dengan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kecuali yang diatur dalam PNBP dan enam poin lainnya.


Kapolres Kampar AKBP MZ muttaqien SH SIK MAP dalam upacara menyatakan penandatangan Komitmen moral ini tidak hanya sebatas dalam kertas saja namun hendaknya dapat direalisasikan dalam sehari-hari, karena usai melakukan penandatangai komitmen moral ini seluruh jajaran satlatas dituntut untuk bekerja dengan sungguh-sungguh terutama dalam membangkitakan kepercayaan masyarakat terhadap Satlantas yang mana saat ini masih kurang ‘’ Yang paling penting adalah membangun kemitraan dengan masyarakat dan memegang teguh kode etik perundang-undangan,’’ jelas Muttaqien.


Muttaqien juga menyatakan tugas Satlantas ini sangat berat. Hanya saja meskipun berat namun anggota Satlantas tetap menampilkan prilaku dan karekter yang tegas, humanis, menghormati dan menjunjung tinggi harkat martabat manusia


Muttaqien menyatakan saat ini semua pihak harus bisa bekerjasama mewujudkan Kota Bangkinang yang tertib lalu lintas. ‘’dan ini memerlukan kerjakeras semua pihak terutama polisi lalu lintas ‘’ujarnyan (rdh)

Polres Kampar Deklarasi Komitmen Moral Polisi Lalu Lintas

Dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayana kepolisian Kampar khususnya Satlantas Kampar, kemarin (21/4) jajaran Satlantas Polres Kampar menantangani Komitmen Moral Polisi lalu lintas dalam upacar di lapangan Mapolres Kampar di Bangkinang (21/4).

Dalam delapan butir komitmen yanag ditanda tangani tersebut diantaranya disebutkan bahwan polisi Lantas Kampar akan segera merespon pengaduan, laporan masyarakat dan membantu cepat memecahkan masalah, selain itu juga ada point yang berbunyi bahwa polisi lalu lintas Kampar tidak akan membebani masyarakat dengan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kecuali yang diatur dalam PNBP dan enam poin lainnya.

Kapolres Kampar AKBP MZ muttaqien SH SIK MAP dalam upacara menyatakan penandatangan Komitmen moral ini tidak hanya sebatas dalam kertas saja namun hendaknya dapat direalisasikan dalam sehari-hari, karena usai melakukan penandatangai komitmen moral ini seluruh jajaran satlatas dituntut untuk bekerja dengan sungguh-sungguh terutama dalam membangkitakan kepercayaan masyarakat terhadap Satlantas yang mana saat ini masih kurang ‘’ Yang paling penting adalah membangun kemitraan dengan masyarakat dan memegang teguh kode etik perundang-undangan,’’ jelas Muttaqien.

Muttaqien juga menyatakan tugas Satlantas ini sangat berat. Hanya saja meskipun berat namun anggota Satlantas tetap menampilkan prilaku dan karekter yang tegas, humanis, menghormati dan menjunjung tinggi harkat martabat manusi

Muttaqien menyatakan saat ini semua pihak harus bisa bekerjasama mewujudkan Kota Bangkinang yang tertib lalu lintas. ‘’dan ini memerlukan kerjakeras semua pihak terutama polisi lalu lintas ‘’ujarnyan (rdh)

Kondisi Perempuan Kampar Masih Memprihatinkan


Dalam rangka peringatan hari Kartini 21 April kemarin Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien SH SIK menyatakan saat ini kondisi perempuan Kampar masih memprihatinkan, terutama dalam hal kekerasan terhadap perempuan, karena walaupun Kampar ini menjunjung tinggi perempuan namun kekerasan tetap tinggi. ‘’Ini dari data yang ada pada kita kekerasan terhadap perempuan tinggi ‘’ujarnya kepada rdh di Bangkinang (21/4) usai melaksanakan upacara penandatanganan komitmen moral polisi lalu lintas Kampar.


Dijelaskan Muttaqien harusnya Kampar mempunyai penghormatan yang lebih tinggi kepada perempuan namun dalam bidang criminal ini malah sebaliknya, padahal sebagai daerah dengan motto negeri serambi Mekkah harusnya menjaga perempuan lebih dilaksanakan, sayangnya itu tidak sesuai dengan kenyataan. ‘’Begitu juga dengan sistim adat Kampar yang memakai garis keturunan Ibu harusnya penghormatan kepada Ibu juga lebih banyak namun sebaliknya malah memprihatinkan ‘’ujarnya sedih.


Untuk itu ia berharap kedepan masyarakat Kampar dari segala elemen lebih bekerja keras untuk memberikan penghormatan dan menjaga perempuan ini. ‘’Kartini tidak hanya berarti bahwa perempuan mendapatkan pekerjaan atau hal lain yang sama dengan pria namun juga bagaimana memberikan perlindungan kepada perempuan baik dalam bidang hokum maupun dalam hal lainya ‘’ujarnya.


Dari data di PPA Kampar tercatat untuk tahun 2006 kasus kekerasan terhadap perempuan KDRT sebanyak 17 kasus dengan rincian pencabulan 8 Kasus, pemerkossan sebanyak 2 kasus, penganiyaan sebanyak 7 kasus, tahun 2007 sebanyak 19 kasus dengan rincian pencabulan 9 kasus, penganiayaan dan kekerasan sebanyal 10 kasus, tahun 2009 sebanyak 15 kasus dengan rincian KDRT dan penganiyaan 7 kasus, Pencabulan 6 kasus, pemerkosaan I kasus dan perzinahan 2 kasus, tahun 2009 malah meningkat sebanyak 32 kasus dengan rincian Penganiayaan dan KDRT sebanyak 13 kasus, Pencabulan sebanyak 10 kasus, pemerkosaan 3 kasus dan poligami 6 Kasus, sedangkan untuk tahun 2010 kasus KDRT sebanyak 1 kasus. ‘’Ini adalah kasus yang dilaporkan dan terdata namun yang tidak dilaporkan lebih banyak karena seprerti bola salju yang dibawah lebih besar dan akan terus mengelinding ‘’jelasnya prihatin (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster