Selasa, 20 April 2010

Soal Tanjung Warga diminta hargai keputusan Bersama

Keinginan masyarakat desa Siberuang untuk dibatalkannya desa Tanjung ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu dalam aksi demo di DPRD Kampar (19/4) tampaknya sulit untuk diwujudkan, karena pemerintah Kampar sudah menegaskan proses penunjukkan desa Tanjung sudah sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.


Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Kabag Pemerintahan Dendi Zulheri dan Kasubag perangkat kecamatan dan antar lembaga Nurbit SH MHUm kepada Riaupos di kantor DPRD Bangkinang (20/4) menyatakan keputusan itu sudah merupakan keputusan yang tepat dan terbaik ‘’Dan ini merupakan kesepakatan bersama juga antara enam desa dikecamatan tersebut ‘’ujar Nurbit.


Dijelaskannya persoalan ini sudah terlalu lama, dan enam desa yaitu desa Bandur Picak yang perbatasan Rohul, desa Siberuang, desa Gunung Malelo, desa Tabing, desa Pongkai, desa Tanjung sudah sering berunding namun tidak mendapatkan jalan tengah untuk menetapkan kecamatan ini dan akhirnya mereka sepakat untuk menyerahkan kepada Pemkab Kampar.


Dan oleh Pemkab Kampar dibentuklah tim independent dari kalangana akademisi dan professional yang menilai dari beberapa sisi dan enam desa itu semuanya dibuat kajian oleh tim independent, akhirnya dari enam desa dinilai desa Tanjunglah yang paling siap dengan beberapa indicator, pertama letak geografis yang dekat dan ditengah, kesediaan sarana dan prasarana dan lima dari enam desa ini menyatakan setuju desa Tanjung sebagai kecamatan. ‘’Berdasarkan hasil kajian Tim ini maka pemkab memberikan penyampaian kepada Komisi I DPRD dan akhirnya komisi melakukan perubahan perda nomor 22 tahun 2003 tentang pembentukan kecamatan ‘’ujarnya.


Sedangkan soal rekomendasi yang dijadikan alasan oleh warga Siberuang saat aksi demo dijelaskan Nurbit dalam rekomendasi oleh Camat dan kapolsek XIII koto Kampar itu berisikan dua opsi dimana menyebutkan ada dua desa yang direkomendasikan menjadi ibukota kecamatan yaitu desa Siberuang dan desa Tanjung. ‘’Sehingga kurang tepat juga kalau itu dijadikan alas an untuk menjadikan Siberuang karena dalam rekomendasi menyebut dua desa ‘’ujarnya.


Nurbit menyatakan menyampaikan aspirasi boleh saja namun masyarakat juga diimbau untuk sama sama menyadari dan mendukung keputusan ini, karena keputusan untuk membentuk tim indipenden ini juga usulan mereka bersama dengan anggota DPRD ‘’Siapa lagi yang akan mendukung keputusan kita kalau bukan kita bersama dan lima desa lainnya mendukung jadi kenapa harus ditentang sendiri keputusan itu ? ‘’ujarnya.


Penunjukkan ini juga meminta masyarakat untuk sama sama menyadari bahwa sengketa soal ibukota kecamatan ini hanya akan merugikan masyarakat sendiri, karena tujuh kecamatan lain yang sama sama dibentuk tahun 2003 tersebut sudah melaksanakan pembangunan dan malah sudah tiga kali mengalami pergantian camat (rdh)

Ahli Pengolah Limbah CPO Korea Kunjungi Polkam Kampar

Sembilan ahli pengolah limbah Cruit Palm Oil (CPO) kelapa sawit dari negeri ginseng Korea dibawah pimpinan Seung-Woo Kim, Ph.D yang sehari-hari memangku jabatan CEO/Presiden ENSEN CO-Ltd melakukan kunjungan ke kompleks kampus Politeknik Kampar (Polkam) di Bangkinang pada Selasa (20/4).




Kunjungan rombongan dari Korea yang didanai oleh KOICA didampingi pula oleh peneliti senior dari IPB, DR Edwan. M.Sc Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kerjasama dalam rangka membuat project pemanfaatan limbah CPO menjadi bahan yang bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia yang dikelola dengan pola ramah lingkungan.


Objek utama yang ditinjau oleh tim ahli pengolah dan pemanfaatan limbah CPO kelapa sawit di kampus Polkam-Bangkinang adalah di gedung yang juga berfungsi sebagai mini plant untuk tempat pengolahan industri hilir kelapa sawit yang dilengkapi pula bangunan gedung yang berfungsi untuk laboratorium penguji mutu atau seperti tempat pengujian mutu produk yang dimiliki Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Rombongan ahli pengolah limbah CPO dari Korea tersebut dalam kunjungan ke Polkam Bangkinang didampingi oleh Kepala Bappeda Kampar, Ir H Nurahmi, MM, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Drs. H Fachril Azwar, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kampar, H Jalinus serta didampingi beberapa orang dosen dari Polkam, dan yang bertindak selaku juru bicara dari pihak Polkam adalah Sepni Marwa.M.Sc yang merupakan salah seorang dosen dari Polkam yang belum lama ini menyelesaikan program master (S2) di Inggris dengan jurusan study Compitaining Saince atau master dalam ilmu komputer.


Kemampuan berbahasa Inggris Sepni Marwa, M.Sc dan pendamping dari IPB yakni DR Edwan, M.Sc dalam pertemuan di depan gedung mini plant Polkam mampu memberikan penjelasan rinci tentang keberadaan gedung dan peralatan yang bakal ada di mini plant kepada para ahli dari negara ginseng tersebut.


Kepada rombongan dari Korea, Sepni Marwa, M.Sc dan DR Edwan, M.Sc mengungkapkan bahwa mini plant yang ada di Polkam akan menjadi pusat pengolah produk lanjutan CPO seperti menjadi minyak goreng, sabun, biodisel dan mentega serta produk lainnya. Peralatan yang ada akan mampu mengolah CPO menjadi minyak goreng dengan kapasitas produksi 200 kg/jam.


Limbah dari hasil pengolahan minyak goreng masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan sabun, biodisel dan mentega. Aliran listrik terpasang di gedung mini plant berdaya 200 KVA yang disuplay dari mesin ginset atau aliran listrik dari PLN melalui jaringan bawah tanah. Sebelumnya dalam pembangunan saran dan prasana pendidikan di Polkam ini pihak Polkam telah melakukan kerjasama dengan pihak luar dari negeri kincir angin Belanda, ujar Sepni Marwa, M.Sc yang tak lain adalah alumni UNAN Padang dari jurusan tehnik elektro.

Kepada pihak Polkam dan pihak Pemdakab Kampar, rombongan dari Korea yang dipimpin Mr. Seung-Woo Kim PhD mengungkapkan bahwa pihak KOICA-Korea sedang membuat suatu project pengolahan limbah CPO untuk menjadi limbah CPO menjadi bahan yang berguna. Limbah CPO itu terbagi dari dua bentuk yakni limbah padat dan limbah cair.


Polkam memiliki keunggulan sebagai lokasi project karena mempunyai peralatan dan labor untuk pengolahan limbah padat maupun limbah cair. Dan untuk melinat secara lebih nyata keberadaan limbah CPO maka kemaren rombongan juga melakukan kunjungan ke PKS PT Rama-Rama di Kecamatan Tapung. Bentuk kerjasam dengan Korea, khususnya dengan pihak KOICA akan dibicarakan lebih lanjut, tambah Kepala Bappeda Kampar, Ir H Nurahmi, MM. (rdh)



Kader Pos yandu Tangan Pertama kesehatan Ibu dan Balita

Kader pos yandu balita yang selalu memberikan pelayanan dan memantau kesehatan ibu dan anak mempunyai peranan yang penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mereka ‘’Karena para kader pos yandu ini adalah tangan pertama yang berhubungan langsung dengan masyarakat ‘’ujar kepala dinas kesehatan Kampare Herlyn Ramola SKM melalui kepala puskesmas Kampar Timur dr Fauziah pada acara lomba cerdas cermat Kader pos yandu di Kampar Timur (20/4).

Dijelaskan Fauziah, selama ini yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah petugas medis baik yang di rumah sakit, puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu) namun dengan luasnya wilayah dan banyaknya jumlah penduduk maka pelayanan ini tentunya tidak akan berjalan maksimal , apalagi dengan terbatasnya petugas medis yang ada . ‘Maka dengan adanya kader pos yandu ini akan sangat membantu terutama dalam kesehatan ibu dan anak ‘’ujarnya.


Tugas utama bagi para kader pos yandu ini adalah memantau dan memberikan penyuluhan kesehatan kepada para Ibu yang mempunyai balita, dengan adanya pantauan dan pengawasan dari para kader ini nantinya petugas akan dapat memberikan tindakan ‘’Karena ada juga kasus kesehatan masyarakat yang lamban ditangani karena tidak adanya laporan ini ‘’ujarnya.

Fauziah menjelaskan, kegiatan cerdas cermat ini adalah untuk menguji kemampuan para kader dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan ini seperti pengetahuan Gizi, promkes, KB dan kesehatan masyarakat, sebelum adanya cerdas cermat ini puskesmas Kampar Timur memberikan pelatihan ke setiap desa. ‘’Alhamdulillah mereka mampu menjawab ini menunjukkan mereka memang menguasai bidang ini ‘’ujarnya.

Dalam cerdas cermat ini diikuti oleh 19 posyandu se kecamatan Kampar Timur dengan 80 orang kader (rdh)

Ambil Tema Religi Siswa SMA 2 Bangkinang Garap Film


Selain prestasi dalam bidang tekhnologi pembuatan robot dan seni tari, siswa SMA N 2 Bangkinang juga mahir dalam membuat film, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler TV Pendidikan Kampar (TPPK) SMA N 2 Bangkinang saat ini sedang mengaggrap film pendek dengan judul ‘’Jaminanku Allah ‘’. ‘Temanya memang religi dengan setting tahun 60 an ‘’ujar Fadli assisten Sutradara kepada rdh di SMA N 2 Bangkinang di Bangkinang (20/4).


Didampingi kepala sekolah Drs Latif Hasyim MM dan Pembina Osis Drs Muhammad Syukur dan beberapa kru film lainnya Fadli menjelaskan, film ini bercerita tentang perjuangan seorang anak dalam menepati janjinya kepada seseorang dan pertolongan yang akan diberikan Allah SWT bagi hamba yang mempercayai dan yakin akan pertolongan-Nya.


Film ini menceritakan tokoh utamanya Umar yang merupakan anak yatim, untuk mengobati Ibunya Umar harus meminjam uang pada orang lain dengan jaminan Allah SWT, walaupun tidak yakin namun orang kaya tersebut meminjamkan uang tersebut , perjuangan Umar dan keteguhannya dalam menepati janji inilah yang akan disampaikan dalam film ini, mengambil setting Kampar tahun 1960 para pelajar ini mencoba menampilkan karya dan kemampuan mereka dalam bidang perfilman.

‘’Untuk film ini mulai dari penulisan scenario, Produser, sutradara, semua kru dan pemain adalah pelajar ‘’ujar Fadli yang tahun ini kelas III. Syuting dilaksanakan di desa Belimbing kecamatan Salo.

Penggarapan film ini sudah mencapai 70 persen dan rencananya film dengan durasi 7 hingga 10 menit ini akan diikutkan dalam lomba yang digelas Universitas Muhammdyah Riau (UMRI) dan TVRI.


Sementara itu kepala sekolah SMA N 2 Drs Latif Hasyim MM kepada Riaupos menyatakan pihak sekolah memberikan dukungan yang penuh untuk kegiatan siswa ini, karena ini adalah salah satu bakat yang mesti didukung dan memberikan masa depan yang baik bagi para siswa ‘’kita menyediakan sarana dan prasarana sehingga anak anak ini dapat mengembangkan kreatifitas mereka dalam bidang apa saja yang positif ‘’ujarnya.


Pihak sekolah menyadari bahwa masa depan anak tidak hanya dibentuk dengan kemampuan akademis saja namun juga dengan keratifitas dan bakat yang lain sehingga akan bisa membantu anak dalam menentukan arah masa depan mereka (rdh)

RSPD Kampar Gelar Dialog Interaktif


Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kampar yang mengudara pada gelombang 106,1 FM membuat terobosan baru yang disiarkan setiap hari pada pukul 13.20 WIB sampai pukul 14.00 WIB dalam bentuk gelar dialog interaktif bersama Badan, Dinas dan Kantor dijajaran Pemerintah Kabupaten Kampar.



Seluruh Satker dijajaran Pemdakab Kampar dalam dialog tersebut menyampaikan tentang program dan kegiatannya pada tahun anggaran 2010 untuk diketahui seluruh lapisan masyarakat.

Kabag Humas Setda Kampar, Nasruni, S.IP, M.Si yang didampingi pimpinan pengelola RSPD, Syfarizal Awang dan koordinator siaran diolag RSPD, TS Nasrullah ketika ditemui di Studio RSPD Kampar, Selasa (20/4) seraya menambahkan bahwa acara dialog interaktif merupakan upaya untuk mrealitakan implementasi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)..



Ditambahkan Nasruni, S.IP, M.Si bahwa kegiatan dialog interaktif berlangsung pada hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis atau 4 kali dalam minggu dengan cara pada jam pelaksanaan dialog pimpinan Satker berada di studio RSPD dan memaparkan program dan kegiatan di Satkernya masing-masing. Singkatnya, kegiatan dialog ini sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai saran sosialisasi kegiatan Satker untuk diketahui masyarakat dan sekalgus juga dapat dijadikan sarana untuk mendapatkan dukungan nyata dari masyarakat.


Imlemantasi Undang-Undang keterbukaan informasi publik merupakan sebuah era baru, karena implementasi UU tersebut mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk membuka seluas-luasnya semua informasi yang menjadi hak public. Implementasi UU ini menjadi tonggak penting hingga dapat dikatakan Indonesia memasuki era transparansi sektor publik.


Khusus kepada masyarakat Kampar yang mengikuti siaran langsung dialog interaktif melalui RSPD Kampar ini sangat diharapkan partisipasinya untuk menyampaikan ide-ide cenerlang, kritikan dan solusi terbaik serta penyampaian informasi bagi kemajuan negeri yang kita cintai ini, papar Nasruni dan TS Nasrullah (rdh)

Untuk Ibukota Kecamatan Seribu warga Siberuang demo ke DPRD

Tidak terima DesaTanjung sebagai ibukota kecamatan Kampar Koto Hulu siang kemarin seribu warga Desa Sibiruang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Senin (19/4), mendatangi Gedung DPRD Kampar. Kedatangan warga ini untuk mendesak Komisi I DPRD Kampar agar mencabut rekomendasi penetapan ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu di Desa Tanjung.

Kedatangan warga ini dengan menggunakan mobil pribadi dan truk, sekitar seribu warga Desa Sibiruang tersebut sangat menyayangkan keputusan yang diambil Komisi I DPRD tersebut. Menurut mereka keputusan yang diambil Komisi I DPRD Kampar tersebut hanya bersifat politis, ‘’dan tidak mencerminkan aspirasi masyarakat serta tidak berpedoman kepada rekomendasi dari Camat XII Koto Kampar saat itu Drs Kamal, MSi dan Kapolsek XIII Koto Kampar saat itu AKP Saifullah ‘’ujar koordinator demo warga H Donald Altin Datuk Majo Kayo.

Padahal menrutnya sudah jelas dari rekomendasi yang ada, Desa Sibiruang dinilai sangat tepat dijadikan sebagai ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu. Lalu kenapa Komisi I DPRD Kampar ngotot menjadikan Desa Tanjung sebagai ibukota kecamatan. Ada apa ini, apa tidak ada unsur politisnya dalam penetapan ini," ujar nya.

Selain itu rekomendasi dari Camat XIII Koto Kampar dan Kapolsek XIII Koto Kampar saat itu, mestinya dijadikan acuan penetapan ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu oleh DPRD dan Pemkab Kampar. Meski dua instansi tersebut bisa memutuskan hal ini, namun terlebih dahulu harus melihat rekomendasi serta aspirasi masyarakat juga harus didengarkan.

Rombongan diterima oleh Komisi I DPRD Kampar dan Koordinator Komisi I DPRD Kampar Hj Eva Yuliana Masyarakat ini teap memaksa agar komisi I mencabut penetapan ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu di Desa Tanjung.
"Yang kami butuhkan adalah, harga mati bahwa Desa Sibiruang harus dijadikan sebagai ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu," ucap Datuk Majo Kayo.

Setelah pertemuan sempat diskor, akhirnya ditemui kesekapatan bahwa Perda penepatan Desa Tanjung sebagai ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu ditinjau ulang dan pertemuan dilanjutkan 10 hari mendatang, dengan dihadiri perwakilan masyarakat, DPRD dan Pemkab Kampar. (rdh)

Minta Warganya Dibebaskan, masyarakat Kijang Rejo Demo di PN Bangkinang

Tidak menerima kawannya dituntut dan disidang ratusan warga Desa Kijang Rejo, Kecamatan Tapung Hilir mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. Mereka meminta pihak PN Bangkinang membebaskan tiga kawannya dari tuntutan yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan yang digelar Senin (19/4) tersebut.

Kedatangan masyarakat ini berjalan dengan tertib dan aman, salah satu perwakilan warga Ridwan dalam orasinya menyatakan masyarakat meminta agar PN Bangkinang membebaskan Suhariono, Surianto dan Kasum tanpa syarat. Selain itu, warga yang tergabung dalam Serikat Tani Riau (STR) tersebut kaena menurutnya pengadilan salah kalau menghukum tiga warga ini ‘’Harusnya aparat hukum mengusut, menangkap dan mengadili mobilisator orang tak dikenal dalam kerusuhan 2 November 2009 lalu bukannya menghukum teman kami ‘’ujarnya berapi api

Menurutnya masyarakat menunggu keberanian pihak Kepolisian Kampar untuk menangkap otak utamanya N yang saat ini masih berkeliaran sementara sudah ditetapkan sebagai tersangka, keadilan menurut mereka harid terapkan tampa tebang pilih. ‘’Kami menantang polisi Kampar untuk bersikap adil ‘’ujarnya

Demo yang awalnya berlangsung aman akhirnya malah ricuh karena warga merasa dicuekin dan tidak ditanggapi, beberapa orang mencoba mendobrak pagar namun segera dicegah oleh aparat keamanan yang menjaga kantor tersebut.


Kemelut di Desa Kijang Rejo sudah berlangsung lama, yang diawali dengan pengolahan sawit yang berbatasan antara masyarakat dengan perusahaan swasta yaitu PT Arindo Tri Sejahtera.

.Tahun 2007, pihak perusahaan mulai menyerobot lahan masyarakat dengan cara menteror masyarakat dengan menggunakan premanisme. Padahal, pemilik lahan berasal dari 9 desa di Kecamatan Tapung Hilir, yaitu Desa Sikijang, Kijang Rejo, Flamboyan, Indra Sakti, Sumber Makmur, Akasia, Indra Puri, Kota Batak dan Desa Plambayan.

Bentrokan berdarah ini bermula ketika para pekerja kelompok Tani Koperasi Topas Karya Indah (TKI) yang berjumlah sekitar 25 orang melaksanakan aktivitas kerja di lahan yang masih sengketa tersebut. Pekerjaan itu sendiri dipimpin langsung Nazaruddin selaku kontraktor yang dipercayakan oleh anak peruasaan Surya Dumai Group tersebut.

Setelah 15 menit penggalian parit berlangsung, datang sekitar seratus warga dari arah Desa Kijang Rejo, datang dengan tujuan melarang alat berat eskavator untuk beraktifita. Ketika itulah terjadi terjadi lempar melempar batu dan kejar mengejar sehingga bentrokan pun tidak bisa dihindarkan dan akhirnya menewaskan Remon, warga Pekanbaru tewas ditempat ddengan kondisi memprihatinkan. (rdh)

POlres Jaring ratusan Kendaraan dalam Razia Simpatik


Untuk menertibkan kendaraan terutama dalam kelengkapan surat surat maka Polres Kamapr menggelar Razia simpatik ujik petik kendaraan, dan dalam razia ini Polres Kampar berhasil menjaring 127 sepeda motor dan 32 unit mobil.



Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kampar AKP Dedy Natta kepada Riaupos (19/4) menyatakan Razia ini bertujuan untuk menyadarkan pengendara kendaraan roda dua atau lebih agar melengkapi surat-surat kendaraannya. "Hasil razia, yaitu 127 kendaraan sepeda motor dan 32 mobil. Dari hasil tersebut terdapat 15 teguran tertulis dan 30 teguran lisan. Mereka semua melanggar dengan tidak memakai helm dan membawa STNK serta SIM," ujarnya.


Untuk itu Deddy mengharapkan kepada pengendara untuk melengkapi surat kendaraan, karena ini sangat membantu pengendara agar aman berkendaraan di jalanan. "Saya harapkan kepada msyaralat agar merka selalau membawa surat-surat mendara serta memakai peraturan-peraturan lalu lintas yang baik dan benar," ujar Dedy. (rdh)

Satpol PP laksanakan Tugas dengan Persuasif


Seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas diwilayah Kabupaten Kampar dihimbau agar dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam hal penegakan Perda dilakukan dengan cara-cara persuasif, simpatik dan edukatif.



Dan khusus mengenai kegiatan pemusnahan 8526 botol minuman keras (miras) hasil razia atau tangkapan diwilayah Kabupaten Kampar merupakan bukti bahwa Pemda Kampar dan masyarakat Kampar komit untuk merealitakan Kampar sebagai negeri Serambi Mekkahnya Provinsi Riau.


Bupati Kampar Drs Burhanuddin Husin MM ketika diwawancarai usai pelaksanaan upacara bendera dalam rangka acara peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Pamong Praja ke-60 tahun 2010 tingkat Kabupaten Kampar yang acaranya dipusatkan di Lapangan Pelajar Bangkinang Senin (19/4).


Burhanuddin bahwa ”Kita serius untuk menegakan Peraturan Daerah” dan salah satu bukti kita berhasil menertibkan keberadaan miras di Kampar. Kerja keras tim yustitusi telah membuahkan hasil nyata dengan hasil tangkapan berupa 8526 botol miras dari berbagai merek. Ini merupakan sebuah presatasi yang patut diberikan apresiasi.


Dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Pamong Praja ke-60 seluruh anggota Sapol PP patut bersyukur dengan terbitnya PP Nomor 6 Tahun 2010 tanggal, 06 Januari 2010 yang isinya antara lain mendudukan kelembagaan Satpol PP Provinsi menjadi eselon II/a dan Kabupaten Kota menjadi eselon II/b. Dan dalam waktu dekat akan lahir peraturan mengenai jabatan fungsional Satpol PP.


Serta mengacu kepada sambutan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi bersempena peringatan HUT Polisi PP ke-60 selaku pembina umum Satpol PP diminta untuk melakukan lima hal. Pertama tingkatkan tugas dan pengabdian. Kedua, tingkatkan motivasi, pengetahuan, keterampilan dan siakp ke arah profesional. Ketiga, senantiasa menjaga citra dan kewibawaan Korps. Kempat, tingkatkan koordinasi dengan instansi terkait, dan kelima sukseskan dan dukung pelaksanaan Pilkada 2010 dengan ikut serta membantu menciptakan situasi kondusif secara nasional, papar Burhanuddin Husin (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster