Kamis, 15 April 2010

SMK Dwi Dharma Harapkan Perhatian Pemerintah

Sekolah menengah kejuruan bidang pertanian dan kehutanan Dwi Dharma mengharapkan bantuan dan perhatian pemerintah, karena walaupun sekolah ini merupakan sekolah kejuruan pertama di Kampar namun sayangnya perhatian pemerintah Kampar sangat minim. ‘’Kondisi sekolah ini sudah memprihatinkan bahkan menyedihkan sayangnya pemerintah kampar kurang perduli ‘’ujar Ketua Yayasan Dwi Dharma Muhammad Epizon di Bangkinang (1/4).


Dijelaskannya untuk operasional sekolah pihaknya sudah mencoba meminta bantuan pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana sekolah namun sayangnya tidak digubris, sehingga walaupun sekolah ini masih berdiri dan beroperasi namun senin kamis. Hal ini yang membuat pihak Yayasan dan para guru harus bekerja keras untuk tetap menjalankan sekolah.


‘’Dan sekarang yang membuat kami sedih adalah Pemkab kampar mengambil jalan sekolah untuk pembangunan jalan lingkar Bangkinang, dan itu tanpa ganti rugi ‘’ujarnya. Jalan ini dibutuhkan untuk lingkar Simpang Panca ke Kantor Bupati Kampar.


Pihaknya menurut Elfizon tidak mempersoalkan lahan yang diambil Pemkab Kampar untuk membangun jalan lingkar menuju Kantor Bupati Kampar tersebut, namun pihaknya berharap Pemkab membantu pembangunan SMK Dwi Dharma, ujarnya

Permintaan agar pemkab memperhatikan sekolah ini menurutnya wajar karena sekolah juga tangung jawab pemerintah dan selain itu lahan milik warga lain sudha diganti rugi, sementara lahan sekolah tidak diganti rugi

Selama ini yayasan menurutnya sudah berupaya sabar. Termasuk hibah tanah yang diberikan oleh yayasan untuk pembanguan jalan lingkar. "Hibah tersebut tidak pernah dipersoalkan, dengan harapan adanya perhatian Pemkab terhadap sekolah kita. Namun kenyataannya hingga kini justru Pemkab tidak mengubris permintaan tersebut," tuturnya seraya menambahkan, Pemkab kampar tidak ada niat baik.



Dikatakannya, selama ini pihak yayasan selalu mengusahan untuk pembuatan proposal guna penagadaan fasilitas belajar. Namun Pemkab kampar tidak pernah memperhatikannya. Bahkan Bupati malah menaggapi dingin keberadaan sekolah tersebut.(rdh)

Vaksinasi: Petugas dari dinas peternakan Kampar memberikan vaksinasi pada kambing ternak di Kubang Raya Siak Hulu

Kampar Bangun Tiga sentra Peternakan Kambing Baru

Selain peternakan sapi dan ayam yang selama ini sudah popular di Kampar, Kampar juga akan mempunyai tiga sentra peternakan Kambing yang nantinya diharapkan mampu menjadi pusat daging Kambing di Riau. Tiga sentra peternakan Kambing ini adalah desa Ganting Damai kecamatan Salo, Dusun Telo desa Muara Uwai kecamatan Bangkinang seberang dan Kubang Raya desa Batu Merah kecamatan Siak Hulu.

‘’Kita harapkan ini mampu menjadi sentra Kambing karena selama ini kambing belum begitu popular diternakkan di Kampar ;’ujar anggota komisi B H Jefri Noer dalam pertdmuan antara pihak Bank dan Pemkab Kampar dan Pemrov Riau di kawasan Kubang Raya kecamatan siak Hulu (14/4).


Dalam pertemuan itu hadir Kepala Dinas Peternakan Riau diwakili oleh Kasi pengelolaan, pasca panen dan pemasaran Ir Gator Irianto, dari Pemkab Kampar Kepala Dinas Peternakan Kampar Ir Neflizal dan kasi-kasi, dari Bank Riau Pekanbaru Sugiarto dan Kepala Bank Riau Bangkinang Teguh Fajar serta beberapa kelompok tani yang menjadi kelompok peternak.


Jefri menyatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan Bank Riau untuk menyalurkan permodalan dimana satu KK akan dibantu sebensar Rp 50 juta dan satu kelompok dibantu permodalan Rp 500 juta melalui program KPPE. ‘’ini salah satu bukti bahwa kita kompak dlaam upaya mengentaskan kemiskinan ini ‘’ujarnya.


Ternak Kambing sendiri diyakini akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat karena selain harganua dijangkau juga pemasaran sudah ada, yaitu Malaysia yang juga sudah menyatakan akan membeli ternak kambing dari Kampar ini.


Kepala Dinas Peternakan Riau diwakili oleh kasi pengelolaan, pasca panen dan pemasaran Ir Gator Irianto menyatakan bahwa perlu upaya besar untuk bisamengembangkan peternakan di Riau apalagi dalam upaya mengentaskan kemiskinan, namun sayangnya kalau hanya diandalkan pemerintah saja maka hasilnya akan minim dan lamban ‘’Untuk itu kerjasma dengan pihak swasta dan perbankan seperti ini sangat diharapkan dan kita memberikan dukungan sepenuhnya ‘’ujarnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas peternakan Kampar Ir Neflizal yang menyatakan bahwa di Kampar memang belum tinggi antusias masyarakat untuk beternak sayangnya mereka terkendala di modal dan pengetahuan. ‘’Maka usaha peternakan seperti ini selain diberikan modal kita harapkan juga diberikan bimbingan sehingga upayanya berjalan maksimal ‘’ujarnya.


Sementara itu dari bank Riau Sugiarto menyatakan Bank Riau akan menyalurkan kredit untuk peternakan ini sebesar Rp 50 M untuk semua kab dan kota dan itu dapat dimanfaatkan untuk peternakan (rdh)

Mencoba Membantu Mesin kaki Karyawan Union Siak digiling Mesin


Wajah Yunus masih tampak lelah ketika rdh memasuki kamar nomor 5280 kemarin (14/4) di rumah sakit Eko Hospital Pekanbaru, Ayah satu anak sedang makan pudding disuapi istrinya, sementara itu kaki kirinya tampak dibalut perban, dan saudara iparnya Iyan iku menemani yunus selama dirawat dirumah sakit tersebut. ‘’Alhamdulillah saya sudah membaik, sejak operasi pembetulan tulang kaki yang sempat pindah kemarin ‘’ujarnya ketika ditanya bagaimana kondisi terakhirnya.


Yunus yang merupakan karyawan PT Union Siak Timber mengalami kejadian naas pada hari selama (13/4) saat itu menurutnya ia sedang bekerja bersama tujh rekannya yang lain di bagian penggilingan lateks, saat bekerja tiba-tiba saja mesinya mati, Yunus mencoba memperbaiki mesin namun entah bagaimana malah kakinya yang tersangkut dan didorong oleh mesing penggiling. ‘’Untung saja ada kait penahan yang menahan kaki kanan saya, kalau tidak mungkin saya sudah masuk dalam mesin itu ‘’ujarnya



Teman-temannya segera menolong Yunus namun Yunus yang sudah kesakitan tidak menyadari apapa dan akhirnya dirawat dirumah sakit, menurutnya daging kaki kirinya hancur dan beberapa tulang jarinya putus, dokter melakukan operasi untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak tersebut.


Saat ini Yunus mengaku hanya menunggu saat penyembuhan saja, hanya saja ia bingung karena tidak tau siapa yang akan membayar perawatan, memang saat diantar oleh manager humas dan personalia mereka mengatakan untuk tidak memikirkan biaya ‘’Namun sampai sekarang belum ada yang dating jadi saya bingung mau bertanya pada siapa ‘’ujarnya.


Selama bekerja diakuinya memang ada rambu-rambu untuk keselamatan namun peralatan keamanan sangat minim ‘’Bahkan sepatu bot yang saya pakai sejak saya bekerj disana belum diganti rencananya mau saya beli tapi belum sempat sudah ada musibah ini ‘’ujarnya.


Selain dana pengobatan hal lain yang dikhawatirkan Yunus adaalah statusnya apakah sebagai karyawan kontrak atau penuh karena mereka belum menerima SK mereka walaupun ia sudah tiga tahun bekerja ditempat itu ‘’Saya khawatir malah dengan kejadian ini tidak bekerja lagi disana karena saya berharap masih bisa bekerja disana ‘’ujarnya. Yunus sendiri menyatakan menganggap semua yang menimpanya sebagai suatu musibah dan kecelakaan.


Sementara itu Humas dan Personalia PT Union Siak Timber Syahrial ketika dikomfirmasi (14/4) menyatakan musibah yang menimpa yunus murni kecelakaan kerja karena saat gilingan mesin itu tersumbat sebenarnya mesin sudah dimatikan namun belum berhenti secara total dan Yunus saat itu mencoba membantu akhirnya terseret.

‘Dan sebagai pihak perusahan kita yang menanggung semua biaya dan perawatan Yunus hingga sembuh ‘’ujarnya.


Syahrial juga menyatakan kalau status Yunus adalah karyawan tetap sehingga tidak permu khawatir dengan adanya kejadian ini (rdh)

Kades Jabatan Startegis



Kepala desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah Daerah sekaligus menjadi ujung tombak dalam melaksanakan tugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa, mengingat tugas, fungsi dan wewenang seorang Kepala Desa yang sangat strategis, maka kepala desa harus menyadari dan dapat menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat dalam pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh komponen masyarakat



Hal ini dikatakan Bupati Kampar Drs.Burhanuddin Husin.MM usai melantik kepala desa Balung kecamatan XIII Koto Kampar (14/4).


Menurut Burhan sebagai Kepala Desa harus memahami aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pemerintahan Desa, berikan pelayan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, dapat membangun komunikasi dan bersinergi dengan pengurus BPD, LPM, Tokoh masyarakat, mengedepankan asas musyawarah dalam mengambil keputusan karena persoalan desa akan dapat terselesaikan dengan baik apabila kades mau berkoodinasi dengan komponen masyarakat, serta mampu menggali potensi desa untuk percepatan pembangunan.


Khusus kepada para ninik mamak dan tokoh masyarakat Desa Balung, Burhanuddin berharap agar memberikan dukungan, membimbing, membina serta dapat memberikan tunjuk ajar agar kepala desa selalu berada pada jalur yang benar.


Khusus kepada Kepala Desa y Mhd Syafei, S.Ag, M.Ag yang baru dilantik Burhan menyampaikan harapan untuk dapat menjalankan agenda pembangunan dan pemerintahan dengan baik. Kepala Desa menjadi perpanjangan tangan pemerintahan kabupaten, juga diharapkan mampu menjalin komunikasi dan koordinasi dan kendali birokrasi yang jelas.


Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin melantik dan mengambil sumpah jabatan Mhd. Syafei, S.Ag, M.Ag untuk memangku jabatan sebagai Kepala Desa Balung Kecamatan XIII Koto Kampar berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kampar Nomor 140/Pemdes/XI/2009/328 tanggal 17 November 2009, acara pelantikannya dipusatkan di halaman kantor Kepala Desa Balung pada Rabu(14/4).


Usai melantik Kepala Desa Balung, Bupati Kampar Drs.Burhanuddin Husin.MM dalam sambutannya mengatakan, dengan pengambilan sumpah dan pelantikan Mhd. Syafei, S.Ag, M.Ag maka secara yuridis formal telah sah menjadi Kepala Desa Balung untuk masa tugas tahun 2010-2016.


Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Kampar Daerah Pemilihan (Dapil) V,Kepala Badan, Dinas,Kantor dan Kepala Bagian dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Camat XIII Koto Kampar, Drs. Agustar, Upika Kecamatan XIII Koto Kampar, tokoh masyarakat Balung dan undangan LAINNYA (rdh)

Kesehatan Menjadi Program Pokok Pemerintah


Masalah kesehatan di Kabupaten Kampar menjadi salah satu program pokok pemerintah Kabupaten Kampar, karena kesehatan adalah kunci segala program yang berbasis masyarakat. Ketua PMI Kabupaten Kampar Drs H Zulher MS menyatakan hal ini pada acara pembukaan bhakti sosial pengobatan massal kerjasama PMI Kabupaten Kampar dengan Dinas Kesehatan dan PMI Kecamatan Banagkinang Barat di Desa IV Balai, Kecamatan Bangkinang Barat, Rabu (14/4).


Hadir dalam acara itu seluruh pengurus PMI kabupaten dan ketua PMI Kecamatan se-Kabupaten Kampar, Camat Bangkinang Barat Edi Pratono, danramil Kapt Inf Sugito, Kapolsek Iptu Chandra, Kepala Puskesmas Nafiaruddin SKM, para tokoh masyarakat, para maha siswa Akbid, dan ratusan masyarakat yang ingin berobat di kantor desa IV Balai.


Disebutkan Zulher bahwa kalau kesehatan sudah terganggu, maka akan terganggulah seluruh aktifitas sehari-hari baik aktifitas pekerjaan maupun beribadah, bahkan selera makan pun akan sangat terganggu .


’’Masalah kesehatan juga sangat berpengaruh kepada tingkat perekonomian masyarakat, kalau masyarakatnya sehat dan cerdas, maka sudah merupakan modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat itu sendiri,’’ tutur Zulher.

Karenanya, menurut Zulher, Pemkab Kampar menjadikan masalah pelayanan masyarakat menjadi salah satu hal penting disamping masalah pendidikan dan infrastruktur serta masalah kemiskinan.

Zulher juga menjelaskan, bahwa kegiatan pengobatan massal ini merupakan agenda ruitn bulanan PMI kabupaten Kampar yang tujuannya membantu masyarakat kurang mampu yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan.


Sementara itu, camat Bangkinang Barat Edi Pratono dalam sambutannya menyampaikan terimaskasih yanag teramat dalam kepada PMI Kabupaten Kampar yang telah memilih daerahnya sebagai salah satu sasaran kegiatan bhakti sosial PMI.



’’Peluang seperti ini sangat jarang diperoleh, karenanya kami berharap agar moment ini hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat kita. Kami melihat tidak kurang dari 10 orang dokter dari Kabupaten yang ikut dalam kegiatan ini,’’ ulas camat (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster