Selasa, 13 April 2010

CPNS Kampar Diminta Pungli SK sebesar Rp 50 hingga Rp 200 orang


Pungutan liar yang dilakukan oknum BAKD Kampar kepada 400 CPNS dalam mengambil SK mereka sempat menghebohkan, walaupun BAKD menyatakan itu uang terimakasih dan rasa senang CPNS tersebut, berita tentang pungli ini diposting di blog ini tanggal 12 April 2010 dan di share di Facebook Rina Ummu Bintang.



Berikut respon untuk berita ini:


Edison Kampau

kesan pertama udah pungli, gimana udah pegawai hancur....dimana marwa kampar yang identikan kota BERIMAN, nama tinggal nama.......


Ryan Firdaus

Limo puluo apo Rina?? Jt or Ml???


Rina Ummu Bintang

Ryan: lilopuluh ribu rupiah cu...tapi ado jugo nan lebih


عبدا شكورا

ndak... uang beli rokok...


Rina Ummu Bintang

sykur: he he he


Harisman Quric

50 rb kalo tunjukkan surat keterangan miskin yo...


Untuk Lima desa Kampar Gugat Mendagri

Respon berita:


Sengketa lima desa antara Kampar dan Rohul yang berlangsung bertahun-tahun tampaknya akan berakhir dengan keluarnya surat dari Menteri dalam negeri yang menyatakan lima desa masuk ke wilayah administrasi Rohul, namun Pemkab Kampar tidak menerima keputusan Mendagri tersebut dan merencanakan untuk menggugat mendagri melalui PTUN.




Rencana untuk menggugat ini dipostingkan di blog ini tanggal 9 April 2010 dan dishare di Facebook Rina UmmU Bintang 9 April 2010, berikut respon dan pendapat untuk kasus ini:


Khairullah al-Kampari..

Kalau Ocu Ni, ndak ada nak cakap do, yang pontion amanyiekan?.....


Rina Ummu Bintang

Aman Cu..hanya tambah…ajo pemda Kampar dianggap…oleh masyarakatnyo


Khairullah al-Kampari..

Jolehkan tambah apo…tak usah titik, lio bias lo yang lain mangaroti..he he he

Pardi Saidi

Nan ndak bacak yang nak pai roaun ka Beijing anyie kan? Tancap trus..


عبدا شكور

Nan Pontiong, sanak sanak kito di naghoyi tu sonang dan sejahtera.


Rina Ummu Bintang

Khairul: Tambah gagal sajo dimato warganyo

Pardi: soal ke Beijing..no coment du ha ha ha…

Syukur: Botue du…asal sonang apolah salahnyo

Pungli CPNS Citra Buruk Bagi Kampar


Adanya pungutan sebagai uang terimakasih oleh para Calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kampar tahun 2009 yang menghebohkan diharapkan ke depan tidak terjadi lagi, walaupun itu hanya untuk alasan terimakasih karena hatinya senang. ‘’Karena ini menunjukkan preseden yang buruk bagi Pemkab Kampar apalagi tugas pegawai dalam hal ini BAKD memang untuk membantu dan melayani PNS ‘’ujar Ketua Komisi II DPRD Kampar Ali Shobirin kepada Riaupos di Bangkinang (13/4).




Dijelaskanya harus diakui urusan membayar sebagai ucapan terimakasih tidak hanya terjadi di BAKD saja namun juga di lembaga lain dan ini sudah dipandang wajar, dan ini juga terjadi bukan disebabkan hanya oleh oknumnya saja namun juga oleh sipemberinya. Harusnya tidak perlu memberikan uang terimakasih. ‘’Jadi ini terjadi karena ada dua pihak yang mau, seharusnya tidak akan terjadi kalau sipemberi tidak memberikan uang, untuk itu perlu kerjasama semua pihak ‘’ujarnya.



Menurutnya para CPNS atau masyarakat sekalipun tidak perlu memberikan uang hanya untuk mendapatkan haknya, misalnya pelayanan di instansi pemerintah adalah hal masyarakat maka tidak perlu dibayar karena memang sudah kewajiban mereka. ‘’Dan kalau ada yang tidak memberikan hak masyarakat hanya karena tidak ada bayaran terimakasih maka itu perlu diusut ‘’ujarnya.



Untuk kasus CPNS ini politisi dari F-PKS ini meminta pemerinrah Kampar bersikap lebih bijak dengan tidak membudayakan tradisi terimakasih ini walapun dengan alasan untuk biaya kegiatan, karena untuk kegiatan pasti sudah ada anggaranya, ‘’Kalaupun tidak ada anggaran khusus maka tidak pada tempatnya menggunakan uang terimakasih ini, kan bisa diambil dari pos lain kenapa harus dari CPNS ‘’ujarnya.


Ali juga meminta agar kepala dinas atau pimpinan yang lebih tinggi untuk lebih mengetatkan pengawasan terhadap praktek seperti ini (rdh)



Warga Mengeluh Listrik Mati Seharian di Kampar

*PLN: Pemadaman tak dapat dielakkan


PLN kembali membuat warga resah, setelah melakukan pemadaman selama dua jan dengan bergiliran senin (12/4) kembali melakukan pemadaman dan ini seharian penuh sehingga membuat warga mengeluh. ‘’PLN sudah mati sejak pukul 11:00 WIB pagi hingga malam hari ‘’ujar Ratna Ibu rumah tangga di Kampar Timur (13/4). Matinya jaringan listrik selama seharian ini membuat ia kesulitan melaksanakan tugas rumah tangganya, bahkan keluarganya terpaksa mandi disungai Kampar karena untuk menimba air dari sumur mereka menggunakan bantuan mesin pompa yang digerakkan oleh listrik.


Bukan hanya itu saja ketika malam harinya PLN kembali berulah, PLN baru menyala kembali pukul 21:00 Malam dan hanya beberapa menit kemudian mati kembali dan baru menyala lepas tengah malam, dan ini tentu saja semakin menyulitkan mereka dalam melaksanakan aktifitas, apalagi cuaca yang panas membuat warga semakin kesulitan.’’ PLN kalau ingin mematikan jaringan sebaiknya memakai jadwal yang tidak akan menyulitkan warga ujarnya, dan jangan seenaknya sendiri ‘’ujarnya.


Sementara itu pihak PLN Bangkinang ChandrA saat ditanya penyebab ini menyatakan tidak dapat memberikan keterangan, karena sebagai PLN Bangkinang hanya menyalurkan saja, itu kepala manager unit PLTA Koto Panjang Imran sembiring ketika dikomformasi (13/4) menyatakan memang saat ini PLN kekurangan energi, PLTA Koto Panjang sendiri hanya mampu mensumpai enegeri sebesar 114 MW sedangkan kebutuhan enegeri listrik untuk Riau mencapai hamper 300 MW sehingga selama ini energi listrik dipasok dari Muara Bungo dan lainnya ‘’dan itupun tidak mencukupi sehingga pemadaman tidak dapat dielakkan ‘’ujarnya.


Pemadaman bergilir menurutnya harus dilakukan mengingat seringnya kerusakan mesin di Sumatra barat dan Sumatra selatan itu, dan mesin itu memerlukan perawatan juga, untuk itu masyarakat diminta untuk memaklumi ‘’Tak ada cara selain masyarakat juga membantu dengan cara lebih hemat energi dan efeisien sehingga beban optimal tidak akan berat dan malah menyebabkan rusaknya jaringan ‘’ujarnya (rdh)

Kampar Harap Pemprov Diminta Adil dalam Pembagian Jatah Pembangunan


PEKANBARU
(rdh) Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husein MM mengharapkan agar Pemprov Riau memberikan perhatian yang sama kepada Kabupaten Kampar sebagaimana perhatian yang diberikan kepada kabupaten/kota lainnya di Riau, dengan tetap mempertimbangkan azas skala prioritas

. Harapan tersebut disampaikan Bupati Kampar melalui Kabag Humas Nasruni Sip seusai menghadiri acara pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Riau yang dilaksanakan Selasa (13/4) di gedung daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru, yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Riau HM Rusli Zainal dengan Bupati/Walikota se-Riau dan diosaksikan oleh staf ahli Bappenas, Irjen penanggulangan bencana Kemendagrian, dan perwakilan dari kementrian kelautan RI.


Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dedagri, Bappenas, kementrian Kelautan, konsulat Negara tetangga, Gubernur besama muspida dan seluruh kepala dinas instansi dilingkungan Pemprov Riau, pimpinan perguruan tinggi se-Riau, Bupati/walikota se-Riau yang didampingi para kepala dinas instansi dari kabupaten/kota masing-masing.

Dijelaskan Nasruni, bahwa harapan Bupati dan Pemkab Kampar tersebut, tidaklah berlebihan mengingat saat ini seluruh daerah di Riau mengahadapi persoalan yang sama dalam hal meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat.


‘’Kita mengharapkan agar dalam program pembangunan yang digulirkan oleh Pemprov Riau, bisa dibagi secara adil dan proporsional serta mempertimbangkan azas skala prioritas. Kita minta ada keseimbangan antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya, sehingga tujuan dan sasaran pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat luas di Kampar,’’ ungkap Nasruni lagi.

Ditambahkan Nasruni, bahwa dalam Musrenbang tahun 2010 ini, Pemkab Kampar telah mempersiapkan dan mengajukan sejumlah usulan strategis kepada pemrpov Riau yang diharapkan bisa diserap dalam pembagian rencana pembangunan di APBD provinsi Riau(rdh)

Negeri antah berantah

Respon berita: Kampar Menunggu Konversi Minyak Tanah Ke LPG

Rencana pemerintah untuk melakukan konversi minyak tanah ke gas LPJ ternyata masih sebatas iklan saja, karena untuk Kampar misalnya walaupun sudah dijadwalkan November 2009 yang lalu namun hingga April 2010 belum juga direalisasi dengan berbagai alasan.


Blog ini menulis berita ini dengan judul Kampar Menunggu Konversi Minyak tanah ke LPJ, pada tanggal 7April 2010 dan di share di blog Rina Ummu Bintang pada 8 April 2010, berikut pendapat para pembaca:




عبدا شكورا :

kalau untuok riau ko sagalo talambek... yang jadi prioritas di indonesia ko selalu jakarta dan pulau jawa..


Ryan Firdaus

onta laaaaa........


Ummi Aya

yang ndak talambek tu hasil minyak Riau...lomak" dinikmati jo penguaso di Jakarta n tuan" nyo di luar negeri sono...
Heu euh...



عبدا شكورا

bilo la kan ado jalan tol, jalur kereta api, bus Damri, lisrtik ndak mati di nogoghi awak ko... padahal sumber energinyo di kampuong awak lotak sodo e,,,


Rina Ummu Bintang

Syukur dan Ummi:ikolah negeri yang kito cintai.....
Ryan: yo laa...nan diantu terimo sonang ajolah qiqiqiqi


Ummi Aya

Itulah dek akibat penguasonyo hiduik dibawah ketiak Kapitalis.Urang penguasonyo membagi jalan menjamin investor asing 95% saham utk prshn pelabuhan;produksi n transmisi srta distribusi tenaga listrik umum;telekomunikasi;penerbangan,pelayaran,KA;air minum dll ditambah le pemihakan UU Migas,UU Air n Investasi pado pihak asing ntu... Habih la sudah SDA awak ko...ditambah pulo "Kalo Nio kayo yo harus GAYUS"...HeHEHE


Design by Amanda @ Blogger Buster