Rabu, 07 April 2010

Warga Siberuang Minta Penunjukan Tanjung Ditinjau Ulang

*Dendi: sudah sesuai Prosedur dan sudah selesai


BANGKINANG (rdh) penunjukkan dan penetapan desa Tanjung sebagai Ibukota kecamatan Koto Kampar hulu ternyata masih menyisakan protes, terutama dari masyarakat desa Siberuang. Sekitar 15 orang tokoh masyarakat Siberuang menemui Bupati Kampar dan Sekda Kampar Drs zulher MS (6/4). ‘’Dan dari pertemuan tersebut kita sudah menyampaikan kepada Bupati Kampar apa aspirasi kita bawah kita meminta agar penunjukkan itu diulang kembali ‘’ujar Tokoh masyarakat desa Siberuang kecamatan Koto Kampar Hulu H Donal Atin dalam konfrensi pers dengan wartawan di kediamannya (6/3) petang.


Dijelaksannya masyarakat desa Siberuang sampai saat ini tidak menerima penujukkan tersebut apalagi hanya karena rekomendasi Tim, dan menurutnya dalam pertemuan tersebut pemkab ternyata juga menyatakan belum mengirimkan surat rekomendasi kepada DPRD. ‘’Kenapa bisa DPRD menunjuk Tanjung sebagai Ibukota kecamatan ‘’ujarnya mempertanyakan, bahkan ada wacana di masyarakat lebih baik tidak ada pemekaran kalau hanya Tanjung yang menjadi Ibukota, mereka juga meminta pemerintah bersikap bijak dan jangan hanya mengandalkan hasil tim saja.



Ketua Komisi I Ahmad Fikri ketika dikomfirmasi Riaupos (7/4) menyatakan adanya keberatan itu suatu hal yang wajar namun ia meminta agar masyarakat menerim adenganhati yang lapang ‘’Karena kalau dipersoalkan terus maka akan membuat kecamatan itu tidak jadi jadi, bayangkan saja dari tahun 2003 sudah dibentuk namun sampai sekarang belum berjalan hanya karena persoalabn ibukota, padahal dengan waktu selama itu sudah banyak yang bisa dilakukan untuk membangun kecamatan ‘’ujranya.



Fikri juga menyatakan penunjukkan Tanjung sebgaaj Ibukota kecamatan sudah sesuai dan melalui proses yang matang, bahkan sampai dibentuk tim oleh Bupati Kampar, tim kajian ini melakukan surevy dan mengkajid ari berbagai aspek dna hasilnya menunjukkan bahwa desa Tanjunglah yang lebih cocok. ‘’Saya juga mengingatkan kallau dalam hearing beberapa waktu yang lalu enam kepala desa sudah menyepakati bahwa seoal ibukota kecamatan ini diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab. ‘nah sekarang waktunya melaksanakan komitmen itu ‘’ujarnya



Sementara itu Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Kabag Tata pemerintahan Dendi Zulheiri menyatakanj semua proses penunjukkan Tanjung sudah sesuai dan tidak perlu dipersoalkan ‘’sekarang kita minta agar masyarakat sama sama mendukung pembangunan disana.


Kecamatan Koto Kampar hulu adalah kecamatan pemekaran pada tahun 2003 dari kecamatan XIII koto kampar sayangnya karena soal ibukota kecamatan ini maka hingga saat ini kecamatan tersebut belum diresmikan, di kecamatan Koto ini ada enam desa yaitu desa Bandur Picak yang perbatasan Rohul, desa Siberuang, desa Gunung Malelo, desa Tabing, desa Pongkai, desa Tanjung dengan jumlah penduduk sekitar 25 ribu jiwa (rdh)

Kampar Menunggu Konversi Minyak Tanah Ke LPG


*Kampar Siap namun Pertamina yang belum


BANGKINANG (rdh) promosi dan iklan adanya konversi minyak tanah ke gas oleh pemerintah pusat untuk masyarakat, sayangnya di Kampar masih sebatas iklan saja karena hingga saat ini walaupun dijadwalkan Kampar harusnya sudah mendapatkan konversi gas itu pada Nobember 2009 yang lalu namun sampai sekarang belum juga.


‘’Kita sudah menunggu-nunggu dan masyarakat juga sudah bertanya kapan konversi itu dilaksanakan ‘’ujar Kepala dinas perdagangan dan perindustrian Eli Berty SE melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Kampar Indra Pomi.N kepada Riaupos di Bangkinang (7/4).


Dijelaskkan, pihak Kampar sudah melakukan pendataan melalui konsultan PT Nusa dan saat ini terdata jumlah penerima untuk Kepala Keluarga sekitar 127.384 dan untuk usaha makanan sekitar 2.592, jumlah pengusaha makanan ini adalah pengusaha makanan mikro yang ada di jalan jalan yang ekonominya masih dibawah. Jumlah ini terdapat di 20 kecamatan dan 243 desa di Kampar.


‘’Dan kita juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga banyak pula masyarakat yang bertanya-tanya ‘’ujarnya.


Kendalanya adalah pusat sendiri, karena dari mengikuti beberapa kali pertemuan di Pekanbaru terkait masalah konversi ini, tapi kendala yang dihadapi cuma tinggal menunggu pihak pertamina, pertamina kabarnya masih melaksanakan tender untuk konsultan pelaksana ‘’kita hanya menunggu saja. ujar Indra.


Bukan hanya masyarakat pedagang atau pangkalan minyak tanah yang selama ini menjual minyak tanah akan dilahkan ke gas juga sudah bertanya-tanya, dulu rencananya pemerintah akan melakukan konversi ini sekitar bulan November dan Desember 2009 namun saat itu hanya Dumai dan Pekanbaru, sementara tiga kabupaten lagi yaitu Kampar, Bengkalis dan Siak tidak jadi mellaskanakan konversi ‘’kita menunggu saja ;ujarnya lagi (rdh)

Ketinggian Air Sudah Mulai Surut


*Bantah ada desa yang tenggelam

BANGKINANG (rdh) banjir yang smepat terjadi di kampar pada awal pecan yang lalu sudah surut, air sungai Kampar walaupun masih tinggi namun sudah mulai berkurang, ini disebabkan hujan di kampar juga sudah berkurang, sementara itu pihak PLTA Kampar masih tetap membuka pintu air karena di hulu pasokan air masih cukup banyak. ‘’saat ini air masih sekitar 80/40 DPL artinya kita masih harus membuka pintu air sehingga air menjadi normal dalam waduk ‘’ujar kepala manager unit PLTA Koto Panjang Imran sembiring kepada Riaupos ()7/4).


Imran sendiri menyatakan tidak dapat menentukan sampai kapan air akan dibuka namun apabila air diwaduk sudah 50 M DPL maka akan ditutup kembali dan air akan menjadi normal, namun banjir yang terjadi awal pecan yang lalu tidak hanya karena pintu air (spill away) dibuka namun juga karena curah hujan di Kampar pada sabtu dan minggu cukup tinggi, kalau kondisi panas dalam dua hari ini maka kondisi air akan segera normal.


Sementara itu camat XIII Koto Kampar Agustar ketika dikomfirmasi Riaupos (7/4) menyatakan air sudah mulai surut walaupun dalam ukruan biasa kondisi debet air masih tinggi, saat ini kondisi air sungai Kampar masih sekitar setengah meter dari bibir tebing sungai, namun air sudah tidak lagi menggenangi dataran tenmpat warga bermukim.


‘’Awal pekan yang lalu air sempat merendam box cover yang dibangun dan ini membuat maysarakat tidak bisa melewatinya sehingga arus transportasi sempat terputus, namun itu satu hari dan air surut masyarakat bisa melewatinya kembali ‘’ujarnya.


Agustar juga membantah kalau ada tiga desa yang terendam dibawah PLTA koto Panjang karena dari banjir awal pecan lalu tidak ada desa yang digenangi air. Sedangkan di daerah lain di desa Sarak kecamatan Rumbio Jaya air juga sudah mulai menyurut, kondisi di desa Sarak memang berada dataran rendah sehingga banjir selalu merendam desa tersebut walaupun hanya hujan semalam saja (rdh)



Design by Amanda @ Blogger Buster