Minggu, 04 April 2010

Lebih Setahun Dispora Kampar Tak Bayar Non Sertifikasi Guru Dispora


BANGKINANG (RP) persoalan guru memang tidak pernah habis, terutama yang menyangkut degan dana tunjangan, lebih limaribu guru di kampar belum mendapatkan dana tunjangan non sertfiksi hampir satu tahun, yaitu sejak januari 2009, ‘’padahal kami sudah tanya rekan-rekan di Pekanbaru semuanya sudah mendapatkan dana tersebut, kenapa dikampar belum juga ujar salah seorang guru kepada Ketua Komisi B Ali Shobirin di Bangkinang (¾).Guru ini menyatakan keluhannya karena dengan kondisi ekonomi saat ini tentunya sangat bernilai, setiap bulannya melalui dana APBN pemerintah memberikan dana tunjangan bagi guru yang belum disertifikasis ebesar Rp 250 ribu/bulan. ‘’sayangnya kampar hingga saat ini belum mendapatkan dana tersebut ‘’ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Kampar Ali Shobirin kepada Riaupos saat itu menyatakan keprihatinanya dengan kondisi ini karena ini adalah persoalan klasik dalam dinas pendidikan di kampar. ‘’dari dulu sepertinya persoalannya adalah selalu tidak dibayar, selalu terlambat dan sebagainya , kenapa ini tidak berubah ya ? ‘’ujar Ali dengan prihatin. Karena harusnya dengan adanya masalah itu sekali setidaknya akan menjadi perhatian untuk selanjutnya. Sayangnya masalah itu selalu berulang-ulang, menurutnta dinas pendidikan kampar perlu berbenah masalah ini.

Ali juga menyatakan munkin uang dalam jumlah seperti itu merupakan jumlah yang kecil bagi orang lain namun bagi para guru sangat besar, karena membantu mereka. ‘’kita minta Dispora segera membayarkan dana itu segera dan memperbaiki administrasi sehingga lebih baik ‘’ujarnya.

Sementara itu Kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga Kabupatena Kampar Alfisyahri SH melalui sekretaris Dispora Drs Khairulah Chan ketika dikomfirmasi Riaupos (4/4) menyatakan memang ada keterlambatan pembayaran tunjangan bagi guru yang belum disertifkasi ini, keterlambatan ini disebabkan lambannya dana turun dari pusat.’’namun untuk guru PNS sudah kita bayarkan minggu lalu dan untuk guru CPNS memang belum kita bayarkan karena masih dalam proses ‘’ujarnya.

Menurutnya guru PNS dan CPNS yang menerima dana ini lebih dari 5000 orang dan guru PNS sudah dibayar berjumlah 4000 orang, sisanya CPNS sekitar 1000 lebih masih menunggu pendataan dari kacab ‘’kita tentunya tidak bisa membayar begitu saja tentunya perlu didata ‘’ujarnya. Dana tunjangan yang diberikan ini dana tahun 2009 sedangkan untuk tahun 2010 pihaknya belum mendapatkan informasi. ‘’kita harapkan pendataan sudah selesai pada akhir April sehingga awal atau pertengahan Mei 2010 sudah dapat dibayar ‘’ujarnya (rdh)

Hujan di hulu, PLTA Buka Pintu Lagi

*Debet sungai Kampar Naik

BANGKINANG (rdh) lebat dan seringnya hujan dihulu Kampar menyebabkan Kampar mendapatkan akibatnya, arus air yang deras memenuhi waduk PLTA koto Panjang sehingga pihak PLTA kembali membuka pintu waduk (spillway). ‘’langkah ini harus kita ambil kembali karena debet air sudah 84 DPL ‘’ujar Kepala Manajer Unit PLTA Koto Panjang Ir Imran sembiring kepada Riaupos di Kampar (4/4).


Menurut Sembiring pihaknya memang sudah harus membuka pintu mengingat debet air dan kemampuan menahan waduk, dan ini dikhawatirkan juga mempengaruhi kerja turbin, walaupun menurutnya dirinya cukup prihatin dengan kondisi sungai Kampar sendiri yang sudah naik debet airnya karena di Kampar sendiri hujan selalu turun dalam seminggu ini. ‘’kita harapkan masyarakat untuk mengerti kondisi ini dan waspada dengan naiknya arus sungai ‘’ujarnya.


Imran menyatakan pihaknya mulai membuka pintu pada minggu hingga debet air diwaduk normal kembali, namun pihaknya sudah menyurati para camat untuk wilayah kecamatan disepanjang sungai kampar, juga kelompok tani kerambah dan sebagainya.


Sementara itu dari pantauan Riaupos di Kampar debet air sungai memang sudah naik sejak sabtu pagi, ini lebih disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak jumat pagi (2/4), ketinggian air berada sekitar 1 meter dari bibir tebing sungai Kampar, dibeberaapw ailayah seperti Teratak, Alam Panjang di kecamatan Rumbio, Kampung Terendam di kecamatan Tambang kenaikan debet air ini lebih terasa karena letak desa yang rendah. Namun dari pantauan Riaupos kenaikan debet air ini belum membuat halaman rumah warga terendam air.


’’kalau memang begini terus selama dua hari lagi dan ditambah dengan dibukanya PLTA maka tentu akan bisa mendekati banjir ‘’ujar H Aris Hanafi warga Tambang kepada Riaupos (4/4). Namun ia mengaku memang sudah mengetahui adanya pembukan pintu dan bersama teman-temannya sudah memperbaiki ikatan kerambah ‘’kalau naik terus kita akan ronda untuk menjaga keramba sehingga tidak akan dihanyutkan ‘’ujarnya (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster