Minggu, 28 Maret 2010

Ketua DPR RI Minta Lima Desa Status Quo Dulu

*Soal Lima Desa Kampar Konsultasi ke DPR RI

BANGKINANG (rdh) Ketua Dewan perwaklan rakyat (DPR RI) Marzuki Ali meminta agar status lima desa yang saat ini menjadi sengketa antara kabupaten Kampar-Rohul saat ini agar dijadikan status Quo saja, karena DPRD RI ingin mendapat penjelasan terlebih dahu;u dari mendagri tentang kasus lim adesa yang belum selesai juga hingga saat ini . ‘’kit harapkan distatus quo kan dulu, jangan sampai ada tindakan yang memanas-manasi suasana disana,” katanya ‘’ujar Mardzuki daalam pertemuan konsultasi DPR D kampar denan Ketua DPR RI di Jakarta (27/3) akhir pekan yang lalu


Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua DOR RI Mardzuki ali sedangkan dari Kampar hadir Ketua DPRD Kampar Drs Syafrizal, Wakil Ketua Eva Yuliana Jefri, seluruh anggota komisi I DPRD kampar ini membahas upaya penyelesaian sengketa lima desa (Desa Intan Jaya, Tanah Datar, Muara Intan, Rimba Jaya, dan Rimba Makmur) yang masih belum jelas hingga saat ini, karena dalam pemekaran daerah sudah disebutkan bahwa lima desa tersebut


Marzuki menyatakan jika dalam proses penetapan lima desa tersebut dinilai tidak memenuhi peraturan perundangan maka DPR mempunyai kewenangan meluruskan hal itu. “Karena itu segera kirim surat resminya ke DPR dan ditembuskan ke Mendagri, jika perlu itu bisa digugat melalui PTUN,” sarannya.


Sementara itu salah satu anggota komisi I yang ikut dalam pertemuan tersebut, Purwaji mengimbau agar pemkab kampar dalam hal ini Bupati segera menyurati Ketua DPR RI sebagaimana disarankan Marzuki Ali. “Kita berharap nanti Komisi II DPR RI bisa melakukan dengar pendapat antara Mendagri, Pemkab Rohul dan Kampar sehingga ditemukan jalan terbaik terkait masalah perbatasan Rohul dan Kampar yang sudah mengarah kepada konflik di tingkat masyarakat ini,” ujarnya.


Menurutnya, bersadar data dan fakta yang sudah dipelajarinya, sangat jelas bahwa lima desa berada di wilayah Kampar. Bahkan saat dilakukan penyelesaian sengketa tapal batas yang difasilitasi Gubernur Riau di tahun 2005, tim ketika itu memutuskan bahwa lima desa masuk Kampar. “ Lima peta yang ada termasuk salah satunya peta administrasi kabupaten Rohul yang dikeluarkan BPN jelas membuktikan lima desa masuk Kampar, namun hal ini terkesan diabaikan sehingga kita menduga ada permainan di Depdagri dalam memutuskan masalah ini,” kata anggota DPRD asal PKB itu.


Purwaji juga menyesalkan sikap Bupati Achmad yang sangat agresif ingin mengusai lima desa dan terakhir menguasai Blok Langgak. “Kita ini kan ibarat satu keluarga, kenapa begitu ingin menguasai apa yang dimiliki saudara tuanya, kalau seperti ini terus yang dilakukan Rohul kita khawatir hubungan yang tidak baik ini bisa berdampak di tengah masyarakat.”


Karena itu ia mengimbau agar sementara pihak Rohul tidak melakukan langkah-langkah yang semakin memperkeruh suasana di lima desa maupun di blok Langgak. Ia khawatir jika Rohul terus memanas-manasi nanti akan memicu konflik di bawah. “Kita sudah dengar dan baca bagaimana para tokoh adat Sunagi Tapung mengancam akan melakukan segala cara untuk mempertahankan lima desa yang merupakan bagian tanah ulayat mereka, kita harap Rohul memahami gejolak ini dan menahan diri,” harapnya (rdh)

Mahasiswa Polkam mampu Olah Produk dari CPO



*sekda tinjau workshop Polkam

BANGKINANG (rdh).Dengan peralatan laboratorium yang memadai saat ini mahasiswa Polteknik Kampar telah mampu mengolah Cruide Palm Oil (CPO) atau minyak mentah dari buah sawit menjadi aneka produk seperti dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, biodisel, natedecoco, dan pemurnian minyak goreng dimana hasil olahannya memenuhi standar nasional dan internasional.


Buktinya dalam kegiatan peragaan membuat sabun mandi yang acaranya dipusatkan di workshop Polkam yang acarany digelar Ahad (28/3) tiga orang mahasiswa yakni Umar Linggam, Antonius dan Irsadunas dibawah pengawasan dosen Polkam Sri Wahyuni, ketiga mahasiswa itu secara lancar menjelaskan cara pembuatan sabun mandi mulai dari menjelaskan bahan yang digunakan, proses pembuatan dan hasil akhir berupa sabun mandi dalam waktu yang singkat.

.



Begitu juga dengan beberapa mahasiswa yang memperagakan cara pembuatan minyak goreng yang hasilnya berupa minyak goreng yang siap untuk digunakan dalam artian minyak goreng hasil olahan siap untuk dikonsumsi dalam bentuk bahan pangan.




Diruangan peragaan juga diperagakan mahasiswa bidang study teknik informatikan bagaimana menggunakan perangkat kompuetr, laptop dan beberapa perangkat IT yang ditampilkan dilayar lebar yang membuat kagum para pengunjung yang berasal dari peserta jalan sehat berhadiah yang kemaren secara khusus dapat memasuki ruang laboratorium Polkam. Jaringan dan net meting dipragakan, termasuk penguasaan Computer Numerial Control (CNC).


diruang laboratarium program pengolahan biodisel para mahasiswa Polkam juga terlihat dengan tekum mengamati proses cara pembuatan biodisel yang akan menjadi energi masa depan yang ramah lingkungan.


Sekdakab Kampar, Drs H Zulher, MS ketika ditemui di workshop Polkam Kampar mengaku sangat bangga dengan hasil karya mahasiswa Polkam yang mampu mengolah CPO menjadi aneka produk. Saatnya generasi muda Kampar mempunyai kemampuan mengolah CPO sehingga nilai ekonomi buah sawit kedepan akan lebih mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi para petani kelapa sawit. Dengan Pengolahan CPO menjadi aneka produk saya yakin petani sawit di Kampar akan lebih sejahtera, papar Zulher.


Sementara Direktur Polkam, Ir Munafri Alwys, MT pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa lama pendidikan di Polkam adalah 3 tahun. Mahasiswa yang mendapat nilai kurang memuaskan akan tersisih pada setiap semester dari enam smister pada masing-masing program study.



Khusus mengenai hubungan dengan perusahaan seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk mendpatkan CPO hingga setakat kita lakukan dalam bentuk kerjasama kemitraan. Insya Allah tahun depan kita akan mewisuda angkatan pertama, tambah Munafri Alwys. (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster