Senin, 15 Maret 2010

Perencanaan Kesehatan harus Prorakyat

BANGKINANG (rdh) Dalam Menyusun Rencana Kerja (Renja) yang akan menjadi kerangka acuan dalam setiap proyeksi pembangunan diharapkan mampu menghasilkan sebuah perencanaan yang matang, efektif dan yang paling penting terukur sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat banyak ‘apalagi untuk urusan kesehartan haruslah senantiasa berpihak kepada masyarakat ‘’ujar Bupati Kampar, Drs. Burhanuddin Husin MM, saat memberikan pengarahan sekaligus membuka rapat Forum Gabungan Satuan Kerja Peringkat Daerah (SKPD) Bidang Kesehatan untuk tahun 2011, Senin (15/3) di Aula RSUD Bangkinang yang dihadiri oleh Kadiskes, Herlyn Ramola, Kadis Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Nuraisyah, Direktur RSUD Bangkinang, Dr. Sona, seluruh camat dan Kepala Puskesmas dan sejumlah Staf dari Bappeda Kampar

Apalagi menurut Burhan persoalan dan pelayanan kesehatan kepada amsyarakat selalu menjadi sorotan banyak pihak untuk itu rencana Kerja yang dibuat harus terukur, epektif dan berpihak kepada masyarakat banyak serta mampu menjawab persolan yang ingin dicapai. Apalagi Renja dibidang kesehatan ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat miskin serta yang ada dipedesaan. ‘’ Perlu kita ingat kesehatan bukan hanya milik insane kesehatan, melainkan milik seluruh lapisan masyarakat “ ujar Burhanuddin

Disebutkan Burhanuddin, untuk mencapai sebuah perencanaan yang terukur serta mampu menjawab persoalan yang ada, para perencana disetiap SKPD harus mengetahui persoalan, potensi, peluang dan tantangan yang akan dilalui “ Tanpa mengetahui persoalan yang ada, mustahil rencana dapat dibuat karena rencana dibuat berdasarkan persoalan yang ada ditengah masyarakat. Selain itu, aspek lain yang mempengaruhi perencanaan adalah, potensi, peluang dan tantangan yang akan dilewati “ sebut Burhanuddin

Menyinggung masalah angka kematian bayi, Burhanuddin mengatakan target 26 per 1000 kelahiran hidup harus terpenuhi untuk tahun ini sehingga Kampar mampu menjadi daerah yang mempunyai angka kematian bayi yang rendah begitu juga dengan kematian ibu akibat melahirkan

Untuk 2009 kemaren, Pemkab Kampar telah meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan baik Puskesmas pembantu, Puskesmas Non Perawatan maupun Puskesmas Rawat Inap. Pembangunan Rumah Sakit juga sedang digesa, pengobatan gratis untuk masyarakat miskin, operasi katarak dan Keluarga Berencana kembali digalakkan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan, Herlyn Ramola dalam sambutannya menyampaikan beberapa tujuan dari pelaskanaan rapat gabungan SKPD ini, diantaranya adalah menampung masukan dari pihak terkait dalam menyusun program SKPD bidang kesehatan serta dapat melakukan koordinasi dan sikronisasi berbagai kegiatan dibidang kesehatan (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster