Kamis, 06 Mei 2010

Teganya...Ayah Makan Anak Sendiri

Entah apa yang ada dalam fikiran APR (34) th warga desa Batu belah kecamatan Kampar pagi rabu (5/5) kemarin, dengan tega ia mencabuli anak kandungnya sendiri sebut saja bunga (10 th), walaupun sang anak sudah mencoba menolak namun ia tetap memaksa, dan akhirnya perbuatan itu dipergoki istrinya sendiri Ms yang kaget dan menjerit lalu pingsan menyaksikan perbuatan suaminya. APR yang kaget langsung mencoba kabur dan akhirnya melarikan diri dan saat ini masih dinyatakan buron oleh polisi.




‘’Karena ternyata perbuatannya itu tidak hanya dilakukannya sekali namun sudah dilaksanakan sebanyak tiga kaliu ‘’Ujar Kapolres Kampar AKBP MZmuttaqien melalui Kanit PPA Reskrim Kampar IPDA JOsina di mapolres Kampar (6/5) disela sela memeriksa para saksi untuk kasus tersebut.




Dijelaskan oleh Josina perbuatan biadap itu ternyata sudah dilakukannya sebanyak tiga kali, dari pengakuan si anak, pertama dan kedua kali dilaksanakan pada bulan april yang lalu dan ketiga kalinya pagi rabu naas tersebut, saat itu bunga yang masih kelas 3 SD memang libur karena siswa kelas 6 sedang melaksanakan UASBN dan kondisinya memang sedang demam, sang ayah memanggil anaknya untuk datang ke kamar dan saat itu sang ibu sedang keluar untuk suatu keperluan.




Namun ketika siayah sedang asyik melakukan aksinya tiba –tiba sang ibu pulang dan langsung menunju kamar tanpa curiga dan betapa kagetnya saat ia melihat anaknya sedang dikerjain suaminya , si istri menjerit kaget dan lansung pingsan yang bias membuat kegiatan ayah bejat itu terhenti.




Setelah ayahnya lari karena takut istrinya marah maka si anak segera melaporkan hal ini kepada nenek dan pamannya, si paman Murti (32) dan neneknya Asnidar (48) tidak menerima hal ini dan segera melaporkan ke pihak kepolisian. ‘’Begitu mendadapat laporan kita langsung ke TKP namun ternyata sipelaku sudah dilarikan oleh keluarganya ke kabupaten lain, namun kita akan n tetap mengejarnya ‘’ujar Josina.




Josina juga menyatakan memeriksa keluarga pelaku yang sudah membantu sipelaku lari dan kalau terbukti maka mereka juga akan diperiksa dengan kasus membantu tindakan criminal sementara siayah tersebut dijerat dengan pasla 82 undang undang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun (rdh)

Tidak ada komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster