Kamis, 06 Mei 2010

Petani Keluhkan Minimnya Sarana Irigasi

Para petani padi di Kampar ternyata masih terkendala dalam bidang irigasi, karena saat ini petani masih mengandalkan curah hujan. ‘’syukurnya selama tanam tahun ini hujan selalu turun sehingga tanaman padi mendapatkan air yang cukup dan panennya berhasil, hanya saja tidak dapat ditanam dua kali karena khawatir air ini akan kurang ‘’ujar salah seorang Petani Yusar dari kelompok tani Insan tani desa Pulau Tinggi kecamatan Kampar di Kampar (6/5).



Dijelaskannya padi yang ditanamnya padi jenis Kurik yang dapat dipanen dalam umur 5 atau enam bulan, dan seharusnya kalau irigasinya bagus maka mereka dapat melakukan penanaman sebanyak dua kali dalam setahun, sayangnya karena masih mengandalkan hujan maka penanaman hanya dapat dilakukan sekali dalam satu tahun.

Padahal panen pertama hasilnya tidak dijual kepasaran namun dikonsumsi sendiri untuknyadan keluarga besar sedangkan panen kedua barulah mereka jual, namun dengan penanaman sekali setahun maka para petani belum mendapatkan hasil penjualan dari padi tersebut. Ladang ini luasnya hamper satu hektar namun dikelola oleh beberapa keluarga sehingga hasil panen hanya untuk konsumsi sendiri, Yusar sendiri mengakui ia dan teman-temanya berharap dapat menjual hasil panen padinya sehingga dapat membantu ekonomi keluarga.


‘’Untuk itu kita berharap agar pemerintah segera membangun irigasi ini dengan cepat, karena kalau hanya mengandalkan tadah hujan saja maka kehidupan kami tidak akan berubah ‘’ujarnya. Saat ini mereka harus puas dengan hasil sekali tanam saja, dalam lahan satu hektar menurut Yusar mereka bias mendapatkan hasil sebanyak 5 ton.


Sementara itu kepala dinas pertanian Kampar Ir Wesrizal mengakui bahwa salah satu kendala pertanian saat ini adalah irigasi dan ini tidak hanya dikecamatan Kampar saja namun juga di kecamatan lain. ‘’Kita sudah mengusulkan adanya pembanguna irigasi dan perbaikan saluran irigasi yang ada ‘’ujarnya. Saat ini bukan hanya irigasinya saja yang bermasalah namun juga salurannya yang sudah banyak yang rusak sehingga membuat air tidak tersalurkan dengan baik (rdh)

Tidak ada komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster