Senin, 10 Mei 2010

Kualitas Pendidikan Tentukan Masa Depan


Masalah-masalah yang dihadapai bangsa ini yang paling krusial adalah masalah pendidikan dan yang berkenaan dengan kualitas Sumber Daya manusia. Riau khususnya adalah daerah yang kaya akan Sumber daya alam tetapi masih banyak masyarakat kta yang masih hidup dalam kemiskinan, tetapi SDA yang memadai bila tidak didukung oleh Sumber Daya manusia tidak seta merta membuat daerah makmur, hal ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kampar H. Burhanuddin Husin MM dalam acara Perpisahan dan wisuda santri/ santriwati pondok pesantren Islamic Center Al-Hidayah Kampar.



Acara yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Drs. Syafrizal. MM, Angota DPRD Kabupaten Kampar H. Januar Rambo, H. Syahrul Aidi, Lc.MM, H.A.Zaidun, Kepala kementrian Agama Ahmad Fairuz. MA, Camat Kampar Timur H.Syamsuardi Ali. Msi, Kacab Dinas pendidikan, Kapolsek Kampar Timur, tokoh agama dan masyarakat sera orangtua santri/santriwati.


Disampaikan Burhanuddin, Kampar termasuk daerah yang kaya dengan potensi SDA yang memadai, tapi ini belum memberikan kontribusi yang berarti dalam peningkatan sumber daya manusia. Kualitas smber daya manusia ditentukan ole pendidikan, dan tingkat pendidikan di Negara kita bila dibandingkan dengan Negara-negara lain kita masih sangat jauh tertinggal, da ini yang menjadi tugas kita bersama untuk membenahinya.


Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memeberikan alokasi anggaran yang cukup besar untuk pendidikan yaitu 20 %, karena tidak mungkin kita bicara masalah kualitas pendidkan tanpa anggaran yang memadai, dan hala yang tidak kalah penting adalah kualitas para guru yang sangat menentukan baik tidaknya kualitas pendidikan. Kabupaten Kampar memiliki guru 9868 orang dan yang sarjana hanya 49 % saja, dan ini menjadi tugas para guru untuk terus meningkatkan kompetensi kualifikasi pendidikan, sesuai dengan undang-undang no 14 tahun 2005 guru dan dosen dari tingkat TK hingga SMU harus mendapat sertifikasi dikatakan Burahnuddin.


Burhanuddin mengharapkan agar para santri/santriwati yang diwisuda agar tidak cepat berpuas diri hanya dengan ijazah ini, karena perjalanan untuk belajar kedepannya masih sangat panjang dan persaingan semakin ketat dan tidak bisa dengan hanya mengandalkan ijazah aliyah saja, serta terus bergiat dan berusaha untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan disesuaikan denagn bakat dan kemampuan bukan hanya karena prestise dan status semata, dan untuk para orangtua sepanjang masih ada kemampuan agar tetap memotivasi anak-anak untuk bersekolah dan tidak memeksakan kehendak kepada anak tapi lihatlah potensi dan kemampuan anak masing-masing.


Ketua yayasan pondok pesantren Islamic Center Al-Hidayah KH.Muhammad Abdi Lc.MA dalam sambutannya menyampaikan jumlah santri/santriwati yang diwisuda untuk tingkat Aliyah berjumlah 163 santri yang lulus 161 santri dan 2 orang santri yang tidak lulus, untuk tingkat Tsanawiyah 158 santri dan semua lulus. Dan untuk kemajuan dan kualitas pendidikan pondok pesantern ini mereka terus berbenah diri, dan terus meningkatkan kualitas dengan segudang prestasi demi meningkatkat dan memajukan anak-anak bangsa dan Kabupaten Kampar khususnya.(rdh)



Tidak ada komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster