Jumat, 23 April 2010

Lulusan Harus Dibekali Ilmu dan Keterampilan

MA Kampar Timur Kukuhkan Alumni angkatan II


Para orang tua yang memiliki anak yang akan menamatkan pendidikannya di SLTA diminta tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan saja namun juga keterampilan yang akan dapat diterapkan dalam dunia kerja nantinya. ‘’Karena untuk persaingan kerja saat ini tidak hanya dibutuhkan ilmu akademis saja namun yang penting adalah keterampilan ‘’ ujar Waki Ketua DPRD Kampar H Syahrul Aidi LC MA saat memberikan pengarahannya pada acara Pengukuhan Alumni angkatan ke II Madrasah Aliyah Kampar Timur di desa Koto Perambahan Kampar Timur kamis (22/4)..


Dijelaskan Syahrul selama ini banyak orang tua berasumsi anaknya mestilah dibekali dengan ilmu dari perguruan tinggi yang bonafid, itu menurutnya tidak salah, hanya saja kalau hanya dibekali ilmu namun tidak mempunyai keterampilan tetap saja akan sulit untuk bersaing didunia kerja ‘’Saat ini Kampar membutuhkan tenaga kerja yang siap dalam ilmu dan mempunyai keterampilan khusus, karena ijazah tanpa terampil saja tidak cukup ‘’ujarnya.


Untuk itu para orang tua diminta membekali anak dengan kuliah diperguruan tinggi dan menambah dengan keterampilan lain. ‘’Misalnya kuliah di pertanian maka diharapkan benar benar terampil dalam bertani tidak hanya kuliah semata namun dapat diterapkan ‘’ujarnya.


Hal lain yang sentil Syahrul adalah bidaya masyarakat Kampar yang menargetkan anaknya untuk menjadi pegawai negeri Sipil, sehingga selain banyak persaingan dan kesempatan minim ini tentu saja tidak membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja ‘’Janganlah selalu berfikir kalau tidak PNS tidaklah bekerja ‘ujarnya.


Sementara itu kepala sekolah MA Kampar Timur H Istakapi Spdi MM menyampaikan sekolah ini merupakan sekolah persiapan untuk menjadi MAN unggul di Kabupaten Kampar, tahun ajaran 2009-2010 ini MA Kampar Timur menerapkan kelas excellent sebagai kelas unggulan untuk para siswa yang berprestasi dan memiliki kemampuan akademis yang baik. MA Kampar Timur untuk tahun mendatang sudah menerapkan pendidikan terpadu dimana para siswa akan dibekali satu keterampilan yang dapat dijadikan pekerjaan begitu mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.


Saat ini para alumni angkatan pertama sudah mengikuti pendidikan di berbagai perguruan tinggi favorit di Tanah air, pengukuhan alumni sendiri adalah salah satu kegiatan untuk melepas para lulusan sekolah ini untuk ke jenjang yang lebih tinggi (rdh)

Penuhi Bisa Baca Al- Quran Kampar perpanjang PSB


Untuk merealisasikan instruksi pemerintah tentang penerapan bisa baca al-Quran dalam penerimaa siswa baru di kabupaten kampar, maka dinas pendidikan, pemuda dan olahraga meminta agar setiap sekolah memperpanjang penerimaan PSB selama seminggu, sehingga dengan adanya perpanjangan waktu ini akan memberikan kesempatan kepada sekolah dan team untuk menguji kemampuan membaca al-Quran tersebut.


Awalnya ini berasal dari usulan kepala sekolah SMA 2 Bangkinang Drs H Latif Hasyim MM yang menyatakan pada dasarnya sekolah di Kampar mendukung intsruksi pemerintah yang menerapkan siswa harus bisa baca al-Quran saat memasuki sekolah, hanya saja sekolah harus mempersiapkan tim untuk pengujian tim ini. ‘’Kita menerima baik usulan ini dan kita akan berikan perpanjangan waktu semingu dari tiga hari yang selama ini dilaksanakan sehingga ini akan dapat dilaksanakan secara maksimal ‘’ujar Kadisdikpora Kabupaten Kampar H Alfisyahri kepada rdh di Bangkinang (22/4)


Alfi menyatakan penerapan bisa baca al-Quran merupakan hal positif yang harus diterapkan dalam penerimaan siswa baru dan ini langkah positif, karena dengan dibekali kemampuan mengaji itu bearti bahwa siswa sudah mendapatkan pengajaran agama di rumah dan disekolah tinggal menambah atau memperkuat, ‘’ini juga upaya untuk mengurangi tingkat kenakalan di sekolah ‘’ujarnya.

.

Dan setakat ini penerapan harus baca Alquran di Kabupaten Kampar cukup dengan instruksi Disdikpora Kampar dan nantinya akan diperkuat dengan Peratura bupati atau Perda.


Sementara itu wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono saat dikomfirmasi rdh (22/4) menegaskan masyarakat harus menyambut positif hal ini dan masalah regulasi cukup melalui keputusan atau instruksi Kadisdikpora KabupatenKampar yang akan diperkuat dengan Perbup.


‘’Kita harus bisa sama –sama mendukung hal ini dan tidak ada alas an tidak siap karena mengaji adalah hal wajib yang sudah ada di setiap keluarga muslim keputusan ini memang baru dan masih asing, tapi harus tetap dilaksanakan, ujarnya.


Teguh meminta orang tua dan sekolah tidak pesimis dulu karena walaupun sulit ini akan memberikan dampak yang besar dalam mendidik anak ke arah yang baik (rdh)

Kartini Kampar Aiptu Supartini


Walaupun jarang memakai pakaian seragam polisinya namun sosok AIPTU Supartini sangat akrab di kalangan kepolisian Kampar apalagi bagi para perempuan dan anak anak yang mempunyai masalah dengan hokum, karena perempuan yang dilahirkan 6 Mei tahun 1965 di Sleman memang sudah bertahun tahun berkutat untuk membantu anak anak dan perempuan yang bermasalah dengan hokum, mulai dari pencabulan, pemerkosaan hingga kasus KDRT.


Bertugas di Reskim Unit Perlindungan PErempuan dan anak (PPA) Supartini memang bertugas membantu anak anak dan perempuan yang mendapat masalah, dan untuk ini sepertinya Supartini memang mempunyai bakat khusus salah satunya membujuk korban untuk bercerita kasus atau masalah yang dihadapi, seperti salah satu kasus pencabulan terhadap seorang anak remaja di Kampar beberapa waktu yang lalu, kepada orang tuanya si anak mengaku berhubungan sexs dengan pelaku sekali namun kepada Supartini korban mengaku sudah berulang ulang kali.


Dalam Membujuk korban ini Supartini memang mempunyai banyak cara termasuk dengan bercerita seolah temannya bahkan pernah ia membujuk korban berhari hari dan menemaninya tidur sehingga korban dapat memberikan keterangan yang benar, karena umumnya para perempuan dan anak anak takut atau trauma untuk menyampaikan apa yang sudah dialaminya ‘’karena mereka biasanya malu dan merasa sudah tidak layak atau pantas lagi ‘’ujarnya.


Bukan hanya itu Supartini juga akhirnya menjadi tempat curhat korban walaupun sudah selesai masalah hukumnya, hubungan antara Supartini tidak hanya saat bermasalah dengan hokum bahkan usai itu masih terbina baik. Selama mengurusi persoalan anak dan perempuan ini berbagai suka dan duka dialami seperti menhadapi korban yang tidak punya keinginan yang tetap, seperti para istri yang mengadukan istrinya karena kekerasan oleh suaminya, namun begitu suaminya sudah ditangkap malah istrinya yang menangis-nangis untuk dibebaskan kembali.


‘’Kasus seperti ini sangat banyak dan membuat kita pusing karena harus memberikan pengertian lagi kepada pihak keluarga dan yang menyedihkan kalau dalam kasus seperti ini korbannya anak anaknya sendiri ‘’ujarnya.

Persoalan lain yang dihadapinya adalah kurangnya sarana dan prasarana, serta biaya, untuk visum misalnya pihak kepolisian terkadang kesulitan karena biaya visum mahal di Kampar sementara korban dari keluarga miskin.


‘’Bukan hanya itu kita juga kekurangan mitra, dulu ada KPAID yang membantu mengurusi persoalan anak namun sekarang malah tidak ada, T2TP2A tidak bias melakukan tugas yang dilaksanakan KPAID ‘’ujarnya.

Namun ibu dari Maylani Indramaya (18), Pardiani Puspitasari (15) ini mengaku menyenangi pekerjaannya mengurusi anaknya, walaupun sudah sejak tahun 87 usai menamatkan Bintaranya Supartini sudah bekerja di Lantas dan Bataud pekerjaan sebagai pelindung anak dan perempuan inilah yang memberikan kesan yang mendalam, dan untuk itu ia lebih sering bersama anak-anak korban daripada anak anaknya sendiri ‘’Namun mereka memahami dan mengerti itu, syukurnya mereka juga bias menjaga sikap mereka ‘’ujar istri Yuhardi ini. (rina dianti hasan)

Polres Kampar Deklarasi Komitmen Moral Polisi Lalu Lintas

Dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayana kepolisian Kampar khususnya Satlantas Kampar, kemarin (21/4) jajaran Satlantas Polres Kampar menantangani Komitmen Moral Polisi lalu lintas dalam upacar di lapangan Mapolres Kampar di Bangkinang (21/4).


Dalam delapan butir komitmen yanag ditanda tangani tersebut diantaranya disebutkan bahwan polisi Lantas Kampar akan segera merespon pengaduan, laporan masyarakat dan membantu cepat memecahkan masalah, selain itu juga ada point yang berbunyi bahwa polisi lalu lintas Kampar tidak akan membebani masyarakat dengan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kecuali yang diatur dalam PNBP dan enam poin lainnya.


Kapolres Kampar AKBP MZ muttaqien SH SIK MAP dalam upacara menyatakan penandatangan Komitmen moral ini tidak hanya sebatas dalam kertas saja namun hendaknya dapat direalisasikan dalam sehari-hari, karena usai melakukan penandatangai komitmen moral ini seluruh jajaran satlatas dituntut untuk bekerja dengan sungguh-sungguh terutama dalam membangkitakan kepercayaan masyarakat terhadap Satlantas yang mana saat ini masih kurang ‘’ Yang paling penting adalah membangun kemitraan dengan masyarakat dan memegang teguh kode etik perundang-undangan,’’ jelas Muttaqien.


Muttaqien juga menyatakan tugas Satlantas ini sangat berat. Hanya saja meskipun berat namun anggota Satlantas tetap menampilkan prilaku dan karekter yang tegas, humanis, menghormati dan menjunjung tinggi harkat martabat manusia


Muttaqien menyatakan saat ini semua pihak harus bisa bekerjasama mewujudkan Kota Bangkinang yang tertib lalu lintas. ‘’dan ini memerlukan kerjakeras semua pihak terutama polisi lalu lintas ‘’ujarnyan (rdh)

Polres Kampar Deklarasi Komitmen Moral Polisi Lalu Lintas

Dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayana kepolisian Kampar khususnya Satlantas Kampar, kemarin (21/4) jajaran Satlantas Polres Kampar menantangani Komitmen Moral Polisi lalu lintas dalam upacar di lapangan Mapolres Kampar di Bangkinang (21/4).

Dalam delapan butir komitmen yanag ditanda tangani tersebut diantaranya disebutkan bahwan polisi Lantas Kampar akan segera merespon pengaduan, laporan masyarakat dan membantu cepat memecahkan masalah, selain itu juga ada point yang berbunyi bahwa polisi lalu lintas Kampar tidak akan membebani masyarakat dengan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kecuali yang diatur dalam PNBP dan enam poin lainnya.

Kapolres Kampar AKBP MZ muttaqien SH SIK MAP dalam upacara menyatakan penandatangan Komitmen moral ini tidak hanya sebatas dalam kertas saja namun hendaknya dapat direalisasikan dalam sehari-hari, karena usai melakukan penandatangai komitmen moral ini seluruh jajaran satlatas dituntut untuk bekerja dengan sungguh-sungguh terutama dalam membangkitakan kepercayaan masyarakat terhadap Satlantas yang mana saat ini masih kurang ‘’ Yang paling penting adalah membangun kemitraan dengan masyarakat dan memegang teguh kode etik perundang-undangan,’’ jelas Muttaqien.

Muttaqien juga menyatakan tugas Satlantas ini sangat berat. Hanya saja meskipun berat namun anggota Satlantas tetap menampilkan prilaku dan karekter yang tegas, humanis, menghormati dan menjunjung tinggi harkat martabat manusi

Muttaqien menyatakan saat ini semua pihak harus bisa bekerjasama mewujudkan Kota Bangkinang yang tertib lalu lintas. ‘’dan ini memerlukan kerjakeras semua pihak terutama polisi lalu lintas ‘’ujarnyan (rdh)

Kondisi Perempuan Kampar Masih Memprihatinkan


Dalam rangka peringatan hari Kartini 21 April kemarin Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien SH SIK menyatakan saat ini kondisi perempuan Kampar masih memprihatinkan, terutama dalam hal kekerasan terhadap perempuan, karena walaupun Kampar ini menjunjung tinggi perempuan namun kekerasan tetap tinggi. ‘’Ini dari data yang ada pada kita kekerasan terhadap perempuan tinggi ‘’ujarnya kepada rdh di Bangkinang (21/4) usai melaksanakan upacara penandatanganan komitmen moral polisi lalu lintas Kampar.


Dijelaskan Muttaqien harusnya Kampar mempunyai penghormatan yang lebih tinggi kepada perempuan namun dalam bidang criminal ini malah sebaliknya, padahal sebagai daerah dengan motto negeri serambi Mekkah harusnya menjaga perempuan lebih dilaksanakan, sayangnya itu tidak sesuai dengan kenyataan. ‘’Begitu juga dengan sistim adat Kampar yang memakai garis keturunan Ibu harusnya penghormatan kepada Ibu juga lebih banyak namun sebaliknya malah memprihatinkan ‘’ujarnya sedih.


Untuk itu ia berharap kedepan masyarakat Kampar dari segala elemen lebih bekerja keras untuk memberikan penghormatan dan menjaga perempuan ini. ‘’Kartini tidak hanya berarti bahwa perempuan mendapatkan pekerjaan atau hal lain yang sama dengan pria namun juga bagaimana memberikan perlindungan kepada perempuan baik dalam bidang hokum maupun dalam hal lainya ‘’ujarnya.


Dari data di PPA Kampar tercatat untuk tahun 2006 kasus kekerasan terhadap perempuan KDRT sebanyak 17 kasus dengan rincian pencabulan 8 Kasus, pemerkossan sebanyak 2 kasus, penganiyaan sebanyak 7 kasus, tahun 2007 sebanyak 19 kasus dengan rincian pencabulan 9 kasus, penganiayaan dan kekerasan sebanyal 10 kasus, tahun 2009 sebanyak 15 kasus dengan rincian KDRT dan penganiyaan 7 kasus, Pencabulan 6 kasus, pemerkosaan I kasus dan perzinahan 2 kasus, tahun 2009 malah meningkat sebanyak 32 kasus dengan rincian Penganiayaan dan KDRT sebanyak 13 kasus, Pencabulan sebanyak 10 kasus, pemerkosaan 3 kasus dan poligami 6 Kasus, sedangkan untuk tahun 2010 kasus KDRT sebanyak 1 kasus. ‘’Ini adalah kasus yang dilaporkan dan terdata namun yang tidak dilaporkan lebih banyak karena seprerti bola salju yang dibawah lebih besar dan akan terus mengelinding ‘’jelasnya prihatin (rdh)

Kamis, 22 April 2010

Kajari Kampar Periksa Saksi saksi Dugaan Korupsi di DPRD Kampar


Kasus Dugaan Korupsi yang menimpa DPRD Kampar dengan melibatkan Sewan Kampar non aktif saat ini sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi saksi, pihak kejaksaan negeri sudah memanggil tiga orang saksi nantinya yang akan diberikan pertanyaan seputar adanya dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif anggota DPRD Kampar periode 2004-2009 ‘’kita sudah memanggil tiga orang saksi pada senin dan selasa kemarin ‘’ujar Kajari Kampar Suluh Dumani SH kepada rdh di Bangkinang (21/4).


Dijelaskan Suluh, pihaknya sudah mempunyai komitmen yang tinggi untuk menuntaskan kasus ini karena ini kalau terbukti tentunya merugikan daerah, untuk itu proses penyidikan tetap dilaksanakan dan saat ini sudah memasuki tahap pemanggilan saksi , pemanggilan saksi ini memang baru sebatas staf sekwan yang diduga terlibat dalam SPPD fiktif tersebut, dan nantinya kalau diperlukan tentu berujung juga kepada sekwan itu sendiri.dan ketika dintanya tentang adanya kemungkinan anggota DPRD juga akan dipanggil Suluh menjawab lihat hasil dari pemeriksaan saat ini ‘’Karena masih banyak yang akan kita pannggil untuk pemeriksaan ini, kita tidak mau gegabah ‘’ujarnya .


Pihaknya juga akan melakukan ekspos kepada TIM Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang rencananya akan dating hari ini (22/40 di Kajari Kampar, tentunya tidak hanya mengenai kasus ini namun juga yang lain.


Kasus dugaan SPPD fiktif ini sudah berlangsung cukup lama dengan adanya dugaan penerbitan SPPD fiktif selama periode 2004-2009, dalam kasus ini Sekwan DPRD Kampar JUnaidah SH MHUM dinonaktifkan (rdh)

Selasa, 20 April 2010

Soal Tanjung Warga diminta hargai keputusan Bersama

Keinginan masyarakat desa Siberuang untuk dibatalkannya desa Tanjung ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu dalam aksi demo di DPRD Kampar (19/4) tampaknya sulit untuk diwujudkan, karena pemerintah Kampar sudah menegaskan proses penunjukkan desa Tanjung sudah sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.


Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Kabag Pemerintahan Dendi Zulheri dan Kasubag perangkat kecamatan dan antar lembaga Nurbit SH MHUm kepada Riaupos di kantor DPRD Bangkinang (20/4) menyatakan keputusan itu sudah merupakan keputusan yang tepat dan terbaik ‘’Dan ini merupakan kesepakatan bersama juga antara enam desa dikecamatan tersebut ‘’ujar Nurbit.


Dijelaskannya persoalan ini sudah terlalu lama, dan enam desa yaitu desa Bandur Picak yang perbatasan Rohul, desa Siberuang, desa Gunung Malelo, desa Tabing, desa Pongkai, desa Tanjung sudah sering berunding namun tidak mendapatkan jalan tengah untuk menetapkan kecamatan ini dan akhirnya mereka sepakat untuk menyerahkan kepada Pemkab Kampar.


Dan oleh Pemkab Kampar dibentuklah tim independent dari kalangana akademisi dan professional yang menilai dari beberapa sisi dan enam desa itu semuanya dibuat kajian oleh tim independent, akhirnya dari enam desa dinilai desa Tanjunglah yang paling siap dengan beberapa indicator, pertama letak geografis yang dekat dan ditengah, kesediaan sarana dan prasarana dan lima dari enam desa ini menyatakan setuju desa Tanjung sebagai kecamatan. ‘’Berdasarkan hasil kajian Tim ini maka pemkab memberikan penyampaian kepada Komisi I DPRD dan akhirnya komisi melakukan perubahan perda nomor 22 tahun 2003 tentang pembentukan kecamatan ‘’ujarnya.


Sedangkan soal rekomendasi yang dijadikan alasan oleh warga Siberuang saat aksi demo dijelaskan Nurbit dalam rekomendasi oleh Camat dan kapolsek XIII koto Kampar itu berisikan dua opsi dimana menyebutkan ada dua desa yang direkomendasikan menjadi ibukota kecamatan yaitu desa Siberuang dan desa Tanjung. ‘’Sehingga kurang tepat juga kalau itu dijadikan alas an untuk menjadikan Siberuang karena dalam rekomendasi menyebut dua desa ‘’ujarnya.


Nurbit menyatakan menyampaikan aspirasi boleh saja namun masyarakat juga diimbau untuk sama sama menyadari dan mendukung keputusan ini, karena keputusan untuk membentuk tim indipenden ini juga usulan mereka bersama dengan anggota DPRD ‘’Siapa lagi yang akan mendukung keputusan kita kalau bukan kita bersama dan lima desa lainnya mendukung jadi kenapa harus ditentang sendiri keputusan itu ? ‘’ujarnya.


Penunjukkan ini juga meminta masyarakat untuk sama sama menyadari bahwa sengketa soal ibukota kecamatan ini hanya akan merugikan masyarakat sendiri, karena tujuh kecamatan lain yang sama sama dibentuk tahun 2003 tersebut sudah melaksanakan pembangunan dan malah sudah tiga kali mengalami pergantian camat (rdh)

Ahli Pengolah Limbah CPO Korea Kunjungi Polkam Kampar

Sembilan ahli pengolah limbah Cruit Palm Oil (CPO) kelapa sawit dari negeri ginseng Korea dibawah pimpinan Seung-Woo Kim, Ph.D yang sehari-hari memangku jabatan CEO/Presiden ENSEN CO-Ltd melakukan kunjungan ke kompleks kampus Politeknik Kampar (Polkam) di Bangkinang pada Selasa (20/4).




Kunjungan rombongan dari Korea yang didanai oleh KOICA didampingi pula oleh peneliti senior dari IPB, DR Edwan. M.Sc Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kerjasama dalam rangka membuat project pemanfaatan limbah CPO menjadi bahan yang bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia yang dikelola dengan pola ramah lingkungan.


Objek utama yang ditinjau oleh tim ahli pengolah dan pemanfaatan limbah CPO kelapa sawit di kampus Polkam-Bangkinang adalah di gedung yang juga berfungsi sebagai mini plant untuk tempat pengolahan industri hilir kelapa sawit yang dilengkapi pula bangunan gedung yang berfungsi untuk laboratorium penguji mutu atau seperti tempat pengujian mutu produk yang dimiliki Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Rombongan ahli pengolah limbah CPO dari Korea tersebut dalam kunjungan ke Polkam Bangkinang didampingi oleh Kepala Bappeda Kampar, Ir H Nurahmi, MM, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Drs. H Fachril Azwar, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kampar, H Jalinus serta didampingi beberapa orang dosen dari Polkam, dan yang bertindak selaku juru bicara dari pihak Polkam adalah Sepni Marwa.M.Sc yang merupakan salah seorang dosen dari Polkam yang belum lama ini menyelesaikan program master (S2) di Inggris dengan jurusan study Compitaining Saince atau master dalam ilmu komputer.


Kemampuan berbahasa Inggris Sepni Marwa, M.Sc dan pendamping dari IPB yakni DR Edwan, M.Sc dalam pertemuan di depan gedung mini plant Polkam mampu memberikan penjelasan rinci tentang keberadaan gedung dan peralatan yang bakal ada di mini plant kepada para ahli dari negara ginseng tersebut.


Kepada rombongan dari Korea, Sepni Marwa, M.Sc dan DR Edwan, M.Sc mengungkapkan bahwa mini plant yang ada di Polkam akan menjadi pusat pengolah produk lanjutan CPO seperti menjadi minyak goreng, sabun, biodisel dan mentega serta produk lainnya. Peralatan yang ada akan mampu mengolah CPO menjadi minyak goreng dengan kapasitas produksi 200 kg/jam.


Limbah dari hasil pengolahan minyak goreng masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan sabun, biodisel dan mentega. Aliran listrik terpasang di gedung mini plant berdaya 200 KVA yang disuplay dari mesin ginset atau aliran listrik dari PLN melalui jaringan bawah tanah. Sebelumnya dalam pembangunan saran dan prasana pendidikan di Polkam ini pihak Polkam telah melakukan kerjasama dengan pihak luar dari negeri kincir angin Belanda, ujar Sepni Marwa, M.Sc yang tak lain adalah alumni UNAN Padang dari jurusan tehnik elektro.

Kepada pihak Polkam dan pihak Pemdakab Kampar, rombongan dari Korea yang dipimpin Mr. Seung-Woo Kim PhD mengungkapkan bahwa pihak KOICA-Korea sedang membuat suatu project pengolahan limbah CPO untuk menjadi limbah CPO menjadi bahan yang berguna. Limbah CPO itu terbagi dari dua bentuk yakni limbah padat dan limbah cair.


Polkam memiliki keunggulan sebagai lokasi project karena mempunyai peralatan dan labor untuk pengolahan limbah padat maupun limbah cair. Dan untuk melinat secara lebih nyata keberadaan limbah CPO maka kemaren rombongan juga melakukan kunjungan ke PKS PT Rama-Rama di Kecamatan Tapung. Bentuk kerjasam dengan Korea, khususnya dengan pihak KOICA akan dibicarakan lebih lanjut, tambah Kepala Bappeda Kampar, Ir H Nurahmi, MM. (rdh)



Kader Pos yandu Tangan Pertama kesehatan Ibu dan Balita

Kader pos yandu balita yang selalu memberikan pelayanan dan memantau kesehatan ibu dan anak mempunyai peranan yang penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mereka ‘’Karena para kader pos yandu ini adalah tangan pertama yang berhubungan langsung dengan masyarakat ‘’ujar kepala dinas kesehatan Kampare Herlyn Ramola SKM melalui kepala puskesmas Kampar Timur dr Fauziah pada acara lomba cerdas cermat Kader pos yandu di Kampar Timur (20/4).

Dijelaskan Fauziah, selama ini yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah petugas medis baik yang di rumah sakit, puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu) namun dengan luasnya wilayah dan banyaknya jumlah penduduk maka pelayanan ini tentunya tidak akan berjalan maksimal , apalagi dengan terbatasnya petugas medis yang ada . ‘Maka dengan adanya kader pos yandu ini akan sangat membantu terutama dalam kesehatan ibu dan anak ‘’ujarnya.


Tugas utama bagi para kader pos yandu ini adalah memantau dan memberikan penyuluhan kesehatan kepada para Ibu yang mempunyai balita, dengan adanya pantauan dan pengawasan dari para kader ini nantinya petugas akan dapat memberikan tindakan ‘’Karena ada juga kasus kesehatan masyarakat yang lamban ditangani karena tidak adanya laporan ini ‘’ujarnya.

Fauziah menjelaskan, kegiatan cerdas cermat ini adalah untuk menguji kemampuan para kader dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan ini seperti pengetahuan Gizi, promkes, KB dan kesehatan masyarakat, sebelum adanya cerdas cermat ini puskesmas Kampar Timur memberikan pelatihan ke setiap desa. ‘’Alhamdulillah mereka mampu menjawab ini menunjukkan mereka memang menguasai bidang ini ‘’ujarnya.

Dalam cerdas cermat ini diikuti oleh 19 posyandu se kecamatan Kampar Timur dengan 80 orang kader (rdh)

Ambil Tema Religi Siswa SMA 2 Bangkinang Garap Film


Selain prestasi dalam bidang tekhnologi pembuatan robot dan seni tari, siswa SMA N 2 Bangkinang juga mahir dalam membuat film, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler TV Pendidikan Kampar (TPPK) SMA N 2 Bangkinang saat ini sedang mengaggrap film pendek dengan judul ‘’Jaminanku Allah ‘’. ‘Temanya memang religi dengan setting tahun 60 an ‘’ujar Fadli assisten Sutradara kepada rdh di SMA N 2 Bangkinang di Bangkinang (20/4).


Didampingi kepala sekolah Drs Latif Hasyim MM dan Pembina Osis Drs Muhammad Syukur dan beberapa kru film lainnya Fadli menjelaskan, film ini bercerita tentang perjuangan seorang anak dalam menepati janjinya kepada seseorang dan pertolongan yang akan diberikan Allah SWT bagi hamba yang mempercayai dan yakin akan pertolongan-Nya.


Film ini menceritakan tokoh utamanya Umar yang merupakan anak yatim, untuk mengobati Ibunya Umar harus meminjam uang pada orang lain dengan jaminan Allah SWT, walaupun tidak yakin namun orang kaya tersebut meminjamkan uang tersebut , perjuangan Umar dan keteguhannya dalam menepati janji inilah yang akan disampaikan dalam film ini, mengambil setting Kampar tahun 1960 para pelajar ini mencoba menampilkan karya dan kemampuan mereka dalam bidang perfilman.

‘’Untuk film ini mulai dari penulisan scenario, Produser, sutradara, semua kru dan pemain adalah pelajar ‘’ujar Fadli yang tahun ini kelas III. Syuting dilaksanakan di desa Belimbing kecamatan Salo.

Penggarapan film ini sudah mencapai 70 persen dan rencananya film dengan durasi 7 hingga 10 menit ini akan diikutkan dalam lomba yang digelas Universitas Muhammdyah Riau (UMRI) dan TVRI.


Sementara itu kepala sekolah SMA N 2 Drs Latif Hasyim MM kepada Riaupos menyatakan pihak sekolah memberikan dukungan yang penuh untuk kegiatan siswa ini, karena ini adalah salah satu bakat yang mesti didukung dan memberikan masa depan yang baik bagi para siswa ‘’kita menyediakan sarana dan prasarana sehingga anak anak ini dapat mengembangkan kreatifitas mereka dalam bidang apa saja yang positif ‘’ujarnya.


Pihak sekolah menyadari bahwa masa depan anak tidak hanya dibentuk dengan kemampuan akademis saja namun juga dengan keratifitas dan bakat yang lain sehingga akan bisa membantu anak dalam menentukan arah masa depan mereka (rdh)

RSPD Kampar Gelar Dialog Interaktif


Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kampar yang mengudara pada gelombang 106,1 FM membuat terobosan baru yang disiarkan setiap hari pada pukul 13.20 WIB sampai pukul 14.00 WIB dalam bentuk gelar dialog interaktif bersama Badan, Dinas dan Kantor dijajaran Pemerintah Kabupaten Kampar.



Seluruh Satker dijajaran Pemdakab Kampar dalam dialog tersebut menyampaikan tentang program dan kegiatannya pada tahun anggaran 2010 untuk diketahui seluruh lapisan masyarakat.

Kabag Humas Setda Kampar, Nasruni, S.IP, M.Si yang didampingi pimpinan pengelola RSPD, Syfarizal Awang dan koordinator siaran diolag RSPD, TS Nasrullah ketika ditemui di Studio RSPD Kampar, Selasa (20/4) seraya menambahkan bahwa acara dialog interaktif merupakan upaya untuk mrealitakan implementasi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)..



Ditambahkan Nasruni, S.IP, M.Si bahwa kegiatan dialog interaktif berlangsung pada hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis atau 4 kali dalam minggu dengan cara pada jam pelaksanaan dialog pimpinan Satker berada di studio RSPD dan memaparkan program dan kegiatan di Satkernya masing-masing. Singkatnya, kegiatan dialog ini sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai saran sosialisasi kegiatan Satker untuk diketahui masyarakat dan sekalgus juga dapat dijadikan sarana untuk mendapatkan dukungan nyata dari masyarakat.


Imlemantasi Undang-Undang keterbukaan informasi publik merupakan sebuah era baru, karena implementasi UU tersebut mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk membuka seluas-luasnya semua informasi yang menjadi hak public. Implementasi UU ini menjadi tonggak penting hingga dapat dikatakan Indonesia memasuki era transparansi sektor publik.


Khusus kepada masyarakat Kampar yang mengikuti siaran langsung dialog interaktif melalui RSPD Kampar ini sangat diharapkan partisipasinya untuk menyampaikan ide-ide cenerlang, kritikan dan solusi terbaik serta penyampaian informasi bagi kemajuan negeri yang kita cintai ini, papar Nasruni dan TS Nasrullah (rdh)

Untuk Ibukota Kecamatan Seribu warga Siberuang demo ke DPRD

Tidak terima DesaTanjung sebagai ibukota kecamatan Kampar Koto Hulu siang kemarin seribu warga Desa Sibiruang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Senin (19/4), mendatangi Gedung DPRD Kampar. Kedatangan warga ini untuk mendesak Komisi I DPRD Kampar agar mencabut rekomendasi penetapan ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu di Desa Tanjung.

Kedatangan warga ini dengan menggunakan mobil pribadi dan truk, sekitar seribu warga Desa Sibiruang tersebut sangat menyayangkan keputusan yang diambil Komisi I DPRD tersebut. Menurut mereka keputusan yang diambil Komisi I DPRD Kampar tersebut hanya bersifat politis, ‘’dan tidak mencerminkan aspirasi masyarakat serta tidak berpedoman kepada rekomendasi dari Camat XII Koto Kampar saat itu Drs Kamal, MSi dan Kapolsek XIII Koto Kampar saat itu AKP Saifullah ‘’ujar koordinator demo warga H Donald Altin Datuk Majo Kayo.

Padahal menrutnya sudah jelas dari rekomendasi yang ada, Desa Sibiruang dinilai sangat tepat dijadikan sebagai ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu. Lalu kenapa Komisi I DPRD Kampar ngotot menjadikan Desa Tanjung sebagai ibukota kecamatan. Ada apa ini, apa tidak ada unsur politisnya dalam penetapan ini," ujar nya.

Selain itu rekomendasi dari Camat XIII Koto Kampar dan Kapolsek XIII Koto Kampar saat itu, mestinya dijadikan acuan penetapan ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu oleh DPRD dan Pemkab Kampar. Meski dua instansi tersebut bisa memutuskan hal ini, namun terlebih dahulu harus melihat rekomendasi serta aspirasi masyarakat juga harus didengarkan.

Rombongan diterima oleh Komisi I DPRD Kampar dan Koordinator Komisi I DPRD Kampar Hj Eva Yuliana Masyarakat ini teap memaksa agar komisi I mencabut penetapan ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu di Desa Tanjung.
"Yang kami butuhkan adalah, harga mati bahwa Desa Sibiruang harus dijadikan sebagai ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu," ucap Datuk Majo Kayo.

Setelah pertemuan sempat diskor, akhirnya ditemui kesekapatan bahwa Perda penepatan Desa Tanjung sebagai ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu ditinjau ulang dan pertemuan dilanjutkan 10 hari mendatang, dengan dihadiri perwakilan masyarakat, DPRD dan Pemkab Kampar. (rdh)

Minta Warganya Dibebaskan, masyarakat Kijang Rejo Demo di PN Bangkinang

Tidak menerima kawannya dituntut dan disidang ratusan warga Desa Kijang Rejo, Kecamatan Tapung Hilir mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. Mereka meminta pihak PN Bangkinang membebaskan tiga kawannya dari tuntutan yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan yang digelar Senin (19/4) tersebut.

Kedatangan masyarakat ini berjalan dengan tertib dan aman, salah satu perwakilan warga Ridwan dalam orasinya menyatakan masyarakat meminta agar PN Bangkinang membebaskan Suhariono, Surianto dan Kasum tanpa syarat. Selain itu, warga yang tergabung dalam Serikat Tani Riau (STR) tersebut kaena menurutnya pengadilan salah kalau menghukum tiga warga ini ‘’Harusnya aparat hukum mengusut, menangkap dan mengadili mobilisator orang tak dikenal dalam kerusuhan 2 November 2009 lalu bukannya menghukum teman kami ‘’ujarnya berapi api

Menurutnya masyarakat menunggu keberanian pihak Kepolisian Kampar untuk menangkap otak utamanya N yang saat ini masih berkeliaran sementara sudah ditetapkan sebagai tersangka, keadilan menurut mereka harid terapkan tampa tebang pilih. ‘’Kami menantang polisi Kampar untuk bersikap adil ‘’ujarnya

Demo yang awalnya berlangsung aman akhirnya malah ricuh karena warga merasa dicuekin dan tidak ditanggapi, beberapa orang mencoba mendobrak pagar namun segera dicegah oleh aparat keamanan yang menjaga kantor tersebut.


Kemelut di Desa Kijang Rejo sudah berlangsung lama, yang diawali dengan pengolahan sawit yang berbatasan antara masyarakat dengan perusahaan swasta yaitu PT Arindo Tri Sejahtera.

.Tahun 2007, pihak perusahaan mulai menyerobot lahan masyarakat dengan cara menteror masyarakat dengan menggunakan premanisme. Padahal, pemilik lahan berasal dari 9 desa di Kecamatan Tapung Hilir, yaitu Desa Sikijang, Kijang Rejo, Flamboyan, Indra Sakti, Sumber Makmur, Akasia, Indra Puri, Kota Batak dan Desa Plambayan.

Bentrokan berdarah ini bermula ketika para pekerja kelompok Tani Koperasi Topas Karya Indah (TKI) yang berjumlah sekitar 25 orang melaksanakan aktivitas kerja di lahan yang masih sengketa tersebut. Pekerjaan itu sendiri dipimpin langsung Nazaruddin selaku kontraktor yang dipercayakan oleh anak peruasaan Surya Dumai Group tersebut.

Setelah 15 menit penggalian parit berlangsung, datang sekitar seratus warga dari arah Desa Kijang Rejo, datang dengan tujuan melarang alat berat eskavator untuk beraktifita. Ketika itulah terjadi terjadi lempar melempar batu dan kejar mengejar sehingga bentrokan pun tidak bisa dihindarkan dan akhirnya menewaskan Remon, warga Pekanbaru tewas ditempat ddengan kondisi memprihatinkan. (rdh)

POlres Jaring ratusan Kendaraan dalam Razia Simpatik


Untuk menertibkan kendaraan terutama dalam kelengkapan surat surat maka Polres Kamapr menggelar Razia simpatik ujik petik kendaraan, dan dalam razia ini Polres Kampar berhasil menjaring 127 sepeda motor dan 32 unit mobil.



Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kampar AKP Dedy Natta kepada Riaupos (19/4) menyatakan Razia ini bertujuan untuk menyadarkan pengendara kendaraan roda dua atau lebih agar melengkapi surat-surat kendaraannya. "Hasil razia, yaitu 127 kendaraan sepeda motor dan 32 mobil. Dari hasil tersebut terdapat 15 teguran tertulis dan 30 teguran lisan. Mereka semua melanggar dengan tidak memakai helm dan membawa STNK serta SIM," ujarnya.


Untuk itu Deddy mengharapkan kepada pengendara untuk melengkapi surat kendaraan, karena ini sangat membantu pengendara agar aman berkendaraan di jalanan. "Saya harapkan kepada msyaralat agar merka selalau membawa surat-surat mendara serta memakai peraturan-peraturan lalu lintas yang baik dan benar," ujar Dedy. (rdh)

Satpol PP laksanakan Tugas dengan Persuasif


Seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas diwilayah Kabupaten Kampar dihimbau agar dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam hal penegakan Perda dilakukan dengan cara-cara persuasif, simpatik dan edukatif.



Dan khusus mengenai kegiatan pemusnahan 8526 botol minuman keras (miras) hasil razia atau tangkapan diwilayah Kabupaten Kampar merupakan bukti bahwa Pemda Kampar dan masyarakat Kampar komit untuk merealitakan Kampar sebagai negeri Serambi Mekkahnya Provinsi Riau.


Bupati Kampar Drs Burhanuddin Husin MM ketika diwawancarai usai pelaksanaan upacara bendera dalam rangka acara peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Pamong Praja ke-60 tahun 2010 tingkat Kabupaten Kampar yang acaranya dipusatkan di Lapangan Pelajar Bangkinang Senin (19/4).


Burhanuddin bahwa ”Kita serius untuk menegakan Peraturan Daerah” dan salah satu bukti kita berhasil menertibkan keberadaan miras di Kampar. Kerja keras tim yustitusi telah membuahkan hasil nyata dengan hasil tangkapan berupa 8526 botol miras dari berbagai merek. Ini merupakan sebuah presatasi yang patut diberikan apresiasi.


Dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Pamong Praja ke-60 seluruh anggota Sapol PP patut bersyukur dengan terbitnya PP Nomor 6 Tahun 2010 tanggal, 06 Januari 2010 yang isinya antara lain mendudukan kelembagaan Satpol PP Provinsi menjadi eselon II/a dan Kabupaten Kota menjadi eselon II/b. Dan dalam waktu dekat akan lahir peraturan mengenai jabatan fungsional Satpol PP.


Serta mengacu kepada sambutan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi bersempena peringatan HUT Polisi PP ke-60 selaku pembina umum Satpol PP diminta untuk melakukan lima hal. Pertama tingkatkan tugas dan pengabdian. Kedua, tingkatkan motivasi, pengetahuan, keterampilan dan siakp ke arah profesional. Ketiga, senantiasa menjaga citra dan kewibawaan Korps. Kempat, tingkatkan koordinasi dengan instansi terkait, dan kelima sukseskan dan dukung pelaksanaan Pilkada 2010 dengan ikut serta membantu menciptakan situasi kondusif secara nasional, papar Burhanuddin Husin (rdh)

Senin, 19 April 2010

Remaja Harus Dididik dengan Nilai Keagamaan

Remaja adalah generasi muda harapan orang tua, agama, bangsa dan negara oleh sebab itu harus siap secara mental untuk bersaing dibidang ilmu pengetahuan & teknologi agar kedepan mempunyai jati diri sebagai generasi penerus bangsa. Demikian dikatakan Wakil Bupati Kampar selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Kabupaten Kampar, H Teguh Sahono SP dalam sambutan serta pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS bagi Siswa/i SMA SMK di Aula SMP N 3 desa Petapahan Jaya Kecamatan Tapung 19/4.



Dijelaskan Teguh Sahono, selain itu nilai-nilai keislaman dan pendidikan harus ditingkatkan dengan sungguh-sungguh dengan demikian akan tercipta calon-calon pemimpin yang beriman dan bertaqwa, apalagi di era sekarang ini persaingan disegala bidang semakin ketat. Diharapkan melalui penyuluhan ini kita semua baik remaja terutama generasi muda secara bersama mengupayakan terwujudnya generasi yang sadar akan masa depannya yang penuh dengan pikiran positif dan pada akhirnya akan tercipta kemajuan, kreatifitas yang selama ini kita harapkan.


Untuk mewujudkan hal tersebut yang paling utama kesholehan personal para generasi muda yang kedua kesholehan sosial serta menjadi generasi yang tumbuh dan berkembang dan yang terakhir, meningkatkan akhlak diri agar semua ilmu dan tehnologi yang didapat bisa dikontribusikan kepada masyarakat dan dapat digunakan untuk kesejahteraan dilingkungan masing-masing


Berdasarkan data dari KPA provinsi Riau data kasus penderita AIDS di Kabupaten Kampar s/d Januarui 2010 sebesar 13 kasus, dengan demikian upaya untuk melindungi penduduk dari bahaya HIV/AIDS perlu ditingkatkan . Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi penduduk dari bahaya HIV/AIDS khususnya remaja dan dewasa pada umumnya yang rentan akan HIV/AIDS.


Ketua Pelaksana, Idris Hasan yang juga selaku sekretaris KPAD Kabupaten Kampar mengatakan kegiatan ini beralngsung selama satu hari dengan peserta sebanyak 200 orang Siswa/i SLTA dan SMK se Kecamatan Tapung dan bertujuan untuk meningkat pemahaman dan kepedulian siswa/I SLTA dan Masyarakat terhadap HIV/AIDS sehingga mampu melindungi dirinya dari infeksi HIV serta siswa/i dapat terhindar dan menjauhi dari sirkulasi penyakit penularan HIV dan AIDS yang mematikan tersebut dan dapat menjadi inspirator antar siswa/i di sekolah masing-masing.


Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Herlyn Ramola yang diwakili oleh Dr Wira Dharma Camat Tapung, Drs Andhiar MSi besert Upika, majelis guru SMA dan SMK se Kecamatan Tapung serta anggota pengurus KPAD Kabupaten Kampar. (rdh)

Kampar Tetapkan Empa Desa Pelaksana P2WKSS


Pemerintah Kabupaten Kampar telah menetapkan empat desa di Kabupaten Kampar sebagai pelaksana Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) pada tahun 2010. Penetapan empat desa sebagai pelaksana P2WKSS tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Kampar Burhanuddin Husin.


Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Nuraisyah melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan Ambar Rustantini kepada Riau Mandiri, Senin (19/4). “Bupati telah tetapkan empat desa sebagai pelaksana P2WKSS,” ujarnya. Keempat desa tersebut yakni, Desa Sei Jalau Kecamatan Kampar Utara, Desa Talang Danto Kecamatan Tapung Hulu, Desa Sei petai Kecamatan Kampar Kiri Hilir dan desa Sipungguk Kecamatan Salo.


Dijelaskan Ambar bahwa P2WKSS ini merupakan salah satu program peningkatan peranan wanita dalam pembangunan, yang berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, sumber daya alam dan lingkungan untuk mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia dalam rangka pembangunan masyarakat desa/kelurahan dengan perempuan sebagai penggeraknya.


Pembinaan kepada kelompok wnaita yang tergabung dalam P2WKSS ini akan dilakukan oleh lintas sektoral seperti dari Badan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Keluarga Berencana, Kementrian Agama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, TP-PKK, Forum PAUD, dan Bagian Kesra Setdakab Kampar.


Pembinaan kepada kelompok wanita ini telah mulai dilakukan secara bersamaan oleh dinas/instansi dengan cara menggerakkan kaum perempuan di desa yang telah ditetapkan tersebut. Pada akhirnya kelompok dan wanita yang jadi sasaran ini akan di nilai.

Kelompok atau perorangan yang keluar sebagai terbaik akan mewakili Kabupaten Kampar ditingkat Provinsi Riau. “Pengumuman akan dilakukan setelah program ini berjalan satu tahun yang nantinya akan diumumkan pada peringatan hari ibu 22 Desember tahun 2010,” ujar Ambar yang juga wakil ketua tim teknis pembina program desa terpadu P2WKSS.

Diuraikan Ambar, beberapa komponen yang dinilai diantaranya, kesetaraan dan keadilan gender, pemberantasan buta huruf dalam arti luas, penyuluhan pertanian, pemanfaatan lahan pekarangan dengan aneka usaha tani, penyelanggaraan taman gizi, imunisasi/vaksinasi, perintisan pemugaran rumah, penyuluhan serta pelaksanaan keluraga berencana dan kependudukan, swadaya dan gotong royong masyarakat desa.


Kemudian penataran, konsultasi dan penyuluhan kepada pedagang kecil/ekonomi lemah khusus perempuan, penyuluhan bidang pengkoperasian, peningkatan ketarampilan perempuan untuk menambah pendapatan keluarga, peningkatan peranan dan fungsi perempuan dibidang kesejahteraan sosial, peningakatan keterampilan perempuan di bidang industri kecil/rumah tangga dan komponen lainnya.


“Keberhasilan P2WKSS itu misalnya dapat dilihat, seperti, jumlah buta aksara di desa tersebut sebelum program ini dinilai dibandingkan dengan setelah program selesai, berkurang buta aksara atau tidak, atau berapa luas peningkatan pemanfataan lahan pekarangan dengan berbagai usaha tani, dari sini akan terlihat keberhasilannya,” jelas Ambar. (rdh)

Perusahaan Diminta Dirikan Kantor Perwakilan


Perusahaan yang beraktivitas di Kabupaten Kampar diminta untuk mendirikan kantor perwakilan di daerah ini, khususnya Kota Bangkinang. Hal ini berguna untuk memudahkan urusan masyarakat dan Pemkab Kampar dengan perusahaan tersebut.

Harapan ini disampaikan Ketua Lembaga Adat Kabupaten Kampar (LAK) terpilih Suhaili Husin Datuk Mudo kepada rdh Senin (19/4). "Tujuan pendirian kantor perwakilan perusahaan bidang perkebunan dan kehutanan di daerah ini agar memudahkan semua urusan, baik yang dilakukan masyarakat dan Pemkab Kampar dengan perusahaan yang beraktivitas di Kabupaten Kampar ini," ucapnya.


Datuk Mudo mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang telah membuat kantor perwakilan di Kota Bangkinang. Menurutnya, inilah cara yang baik bagi perusahaan untuk memudahkan urusan, baik dengan masyarakat dan Pemkab Kampar sendiri.

Selain memudahkan urusan masyarakat dan Pemkab Kampar, dengan adanya kantor perwakilan perusahaan di Kota Bangkinang akan ada multiplayer effect, yakni perputaran uang semakin bertambah dan pedagang memperoleh untung yang banyak.Dalam kesempatan itu, ia juga mengharapkan kepada Pemkab Kampar untuk memfasilitasi hadirnya kantor perwakilan perusahaan yang beraktivitas di kabupaten ini, dengan cara memusatkan kantor perwakilan perusahaan yang ada di satu tempat atau lahan di Kota Bangkinang ini. (rdh)


PNS Harus Bekeja mengharapkan ridho Allah

Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dijajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar hendaknya dalam melaksanakan tugasnya secara baik disertai motivasi dalam bekerja guna sepenuhnya mengharap ridho Allah SWT. ’’Untuk mengharapkan ridho Allah ini dapat dilakukan dengan senatisa mengisi hati, mencerahkan hati, membina rohani melalui kegiatan wirid pengajian guna pencerahan, penyuburan rasa iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT ’’ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar, DR H Mawardi Saleh, MA dalam paparan ceramahnya dihadapan seluruh PNS yang bertugas di Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar pada kegiatan wirid pengajian setiap Jum’at di Mesjid Al-Muhajirin di kompleks kantor Bupati Kampar di Bangkinang (17/4).


Dipaparkan DR H Mawardi Saleh bahwa melalui kegiatan wirid pengajian disampaikan peringatan-peringatan Allah, dimana peringatan-peringatan tersebut sangat bermanfaat bagi orang-orang beriman. Sebab sesungguhnya apapun pekerjaan seorang muslim, disana sesungguhnya ada pesan-pesan Allah. ayat-ayat suci Al-Qur’annul Karim tidak hanya mengatur secara jelas hubungan dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan antar manusia dan seluruh aspek kehidupan manusia di dunia. Justru karenanya seorang muslim berkewajiban untuk saling mengingatkan agar saudaranya senantiasa mengingat Allah. Pekarjaan sebagai PNS adalah amanah dan idealnya semakin tinggi jabatan, semakin tinggi pula amal ibadah dan ketaqwaan PNS itu kepada Allah SWT.


Sedikitnya ada 6 (enam) ciri seorang PNS muslim; pertama PNS itu bekerja dengan motivasi mengharap ridho Allah dan bekerja meruapakan bagian dari amaliah. Kedua, pekerjaan yang dilakukan PNS itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Nilai pekerjaan PNS itu akan dinilai pula oleh Allah secara lebih besar apabila manfaat dari pekerjaan itu lebih besar. Ketiga, PNS muslim mampu bekerja seoptimal mungkin, penuh semangat dan bekerja dengan penuh kecermatan.


Keempat, PNS muslim mampu bekerja dengan melakukan pekerjaan yang terbaik. Intinya seorang PNS muslim di dalam hatinya selalu bertekad bahwa pekerjaan saya hari ini harus lebih baik dari hari kemeren atau hari-hari sebelumnya. Kelima, PNS muslim menyadari sepenuhnya bahwa ketika ia bekerja seolah-olah dirinya dilihat Allah SWT. Keenam, PNS muslim yang baik senantiasa bekerja dengan bersungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh kemampuannya sehingga hasilnya maksimal.Keenam PNS muslim selalu termotivasi dengan tuntutan untuk selalu bersaing dalam kebaikan dengan tidak melupakan perlunya kerjasama.


Dengan bekerja sebagai PNS sedikitnya terdapat lima peluang yakni pertama peluang untuk beribadah kepada Allah SWT, kedua peluang untuk memberi manfaat kepada orang lain, ketiga peluang untuk mengembangkan profesional diri, keempat peluang untuk mensejahterakan diri, keluarga dan orang lain secara seimbang dan keenam dengan bekerja sebagai PNS terbuka peluang untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, papar DR Mawardi Saleh, MA dalam ceramahnya yang mampu menggugah motivasi kerja PNS. (rdh)

Pansus LKPj Bupati Kampar Kecewa Paripurna Di Tunda.


Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kampar kecewa terhadap Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kampar yang di undang tidak hadir, tentunya ini sangat mengecewakan Pansus, padahal sebelum itu setiap Kepala SKPD sudah di surati agar hadir. Aturannya dalam pembahasan LKPj Bupati Kampar sudah harus selesai dan Paripurna hari ini, Jum'at (16/4) akan tetapi akibat mangkirnya kepala SKPD yang diundang maka terpaksa Paripurna LKPj Bupati Kampar di tunda dan Jadwalnya hari Selasa (20/4).


Ketua Pansus Miswar Pasai kepada rdh (18/4) menyatakan Seharusnya pembahasan LKPj Bupati Kampar hanya empat hari kerja aja sudah bisa rampung dan bisa langsung diparipurnakan. " Kita dari pansus sangat menyayangkan mangkirnya beberapa Kepala SKPD yang diundang, padahal sudah kita peringatkan berbagai upaya terus kita lakukan, tetapi ini tidak ada itikat baik dari mereka.


Rapat pembahasan LKPj Bupati Kampar Jum'at sampi malam hanya yang hadir yaitu Pagi dari Kepala BKD Kampar H.Jonsabri dan staf nya hadir, siang hingga sore hari Sekretariat Dewan DPRD Kampar Plt.Hj.Ramlah dan Stafnya, Kakan Satpol PP Kampar dan stafnya, Bagian Ortala Setda Kampar,mengenai mangkirnya Kepala SKPD tidak ada keterangan dan konfirmasi sama sekali," tegas Miswar dengan raut wajah keletihan.

Ditambahkan Sekretaris Pansus Pembahasan LKPj Bupati Kampar Triska Felly, sangat kecewa sekali dangan mangkirnya beberapa Kepala SKPD yang di undang, Rapat pembahasan tersebut di tunda akibat ulah kepala SKPD yang diundang.


" Kita dari Pansus terus terang saja sangat kecewa berat atas ketidakhadiran kepala Badan, Kantor, Dinas yang diundang, yang hadir jum'at malam hanya Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar, padahal kita pansus bekerja tidak mengenal waktu seperti yang rekan-rekan wartawan lihat sampai malam kita bekerja, tidak juga mereka hargai,"kecam Felly

Felly juga menyampaikan, Mangkirnya Kepala SKPD membuat kinerja pansus tidak maksimal, dan tidak hanya itu saja diharapkan kepada pimpinan DPRD Kampar dan seluruh anggota pansus agar hadir dalam setiap rapat pembahasan LKPj Bupati Kampar, jadi kinerja pansus bisa cepat diselesaikan (rdh)


Design by Amanda @ Blogger Buster