Minggu, 28 Maret 2010

Ketua DPR RI Minta Lima Desa Status Quo Dulu

*Soal Lima Desa Kampar Konsultasi ke DPR RI

BANGKINANG (rdh) Ketua Dewan perwaklan rakyat (DPR RI) Marzuki Ali meminta agar status lima desa yang saat ini menjadi sengketa antara kabupaten Kampar-Rohul saat ini agar dijadikan status Quo saja, karena DPRD RI ingin mendapat penjelasan terlebih dahu;u dari mendagri tentang kasus lim adesa yang belum selesai juga hingga saat ini . ‘’kit harapkan distatus quo kan dulu, jangan sampai ada tindakan yang memanas-manasi suasana disana,” katanya ‘’ujar Mardzuki daalam pertemuan konsultasi DPR D kampar denan Ketua DPR RI di Jakarta (27/3) akhir pekan yang lalu


Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua DOR RI Mardzuki ali sedangkan dari Kampar hadir Ketua DPRD Kampar Drs Syafrizal, Wakil Ketua Eva Yuliana Jefri, seluruh anggota komisi I DPRD kampar ini membahas upaya penyelesaian sengketa lima desa (Desa Intan Jaya, Tanah Datar, Muara Intan, Rimba Jaya, dan Rimba Makmur) yang masih belum jelas hingga saat ini, karena dalam pemekaran daerah sudah disebutkan bahwa lima desa tersebut


Marzuki menyatakan jika dalam proses penetapan lima desa tersebut dinilai tidak memenuhi peraturan perundangan maka DPR mempunyai kewenangan meluruskan hal itu. “Karena itu segera kirim surat resminya ke DPR dan ditembuskan ke Mendagri, jika perlu itu bisa digugat melalui PTUN,” sarannya.


Sementara itu salah satu anggota komisi I yang ikut dalam pertemuan tersebut, Purwaji mengimbau agar pemkab kampar dalam hal ini Bupati segera menyurati Ketua DPR RI sebagaimana disarankan Marzuki Ali. “Kita berharap nanti Komisi II DPR RI bisa melakukan dengar pendapat antara Mendagri, Pemkab Rohul dan Kampar sehingga ditemukan jalan terbaik terkait masalah perbatasan Rohul dan Kampar yang sudah mengarah kepada konflik di tingkat masyarakat ini,” ujarnya.


Menurutnya, bersadar data dan fakta yang sudah dipelajarinya, sangat jelas bahwa lima desa berada di wilayah Kampar. Bahkan saat dilakukan penyelesaian sengketa tapal batas yang difasilitasi Gubernur Riau di tahun 2005, tim ketika itu memutuskan bahwa lima desa masuk Kampar. “ Lima peta yang ada termasuk salah satunya peta administrasi kabupaten Rohul yang dikeluarkan BPN jelas membuktikan lima desa masuk Kampar, namun hal ini terkesan diabaikan sehingga kita menduga ada permainan di Depdagri dalam memutuskan masalah ini,” kata anggota DPRD asal PKB itu.


Purwaji juga menyesalkan sikap Bupati Achmad yang sangat agresif ingin mengusai lima desa dan terakhir menguasai Blok Langgak. “Kita ini kan ibarat satu keluarga, kenapa begitu ingin menguasai apa yang dimiliki saudara tuanya, kalau seperti ini terus yang dilakukan Rohul kita khawatir hubungan yang tidak baik ini bisa berdampak di tengah masyarakat.”


Karena itu ia mengimbau agar sementara pihak Rohul tidak melakukan langkah-langkah yang semakin memperkeruh suasana di lima desa maupun di blok Langgak. Ia khawatir jika Rohul terus memanas-manasi nanti akan memicu konflik di bawah. “Kita sudah dengar dan baca bagaimana para tokoh adat Sunagi Tapung mengancam akan melakukan segala cara untuk mempertahankan lima desa yang merupakan bagian tanah ulayat mereka, kita harap Rohul memahami gejolak ini dan menahan diri,” harapnya (rdh)

Mahasiswa Polkam mampu Olah Produk dari CPO



*sekda tinjau workshop Polkam

BANGKINANG (rdh).Dengan peralatan laboratorium yang memadai saat ini mahasiswa Polteknik Kampar telah mampu mengolah Cruide Palm Oil (CPO) atau minyak mentah dari buah sawit menjadi aneka produk seperti dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, biodisel, natedecoco, dan pemurnian minyak goreng dimana hasil olahannya memenuhi standar nasional dan internasional.


Buktinya dalam kegiatan peragaan membuat sabun mandi yang acaranya dipusatkan di workshop Polkam yang acarany digelar Ahad (28/3) tiga orang mahasiswa yakni Umar Linggam, Antonius dan Irsadunas dibawah pengawasan dosen Polkam Sri Wahyuni, ketiga mahasiswa itu secara lancar menjelaskan cara pembuatan sabun mandi mulai dari menjelaskan bahan yang digunakan, proses pembuatan dan hasil akhir berupa sabun mandi dalam waktu yang singkat.

.



Begitu juga dengan beberapa mahasiswa yang memperagakan cara pembuatan minyak goreng yang hasilnya berupa minyak goreng yang siap untuk digunakan dalam artian minyak goreng hasil olahan siap untuk dikonsumsi dalam bentuk bahan pangan.




Diruangan peragaan juga diperagakan mahasiswa bidang study teknik informatikan bagaimana menggunakan perangkat kompuetr, laptop dan beberapa perangkat IT yang ditampilkan dilayar lebar yang membuat kagum para pengunjung yang berasal dari peserta jalan sehat berhadiah yang kemaren secara khusus dapat memasuki ruang laboratorium Polkam. Jaringan dan net meting dipragakan, termasuk penguasaan Computer Numerial Control (CNC).


diruang laboratarium program pengolahan biodisel para mahasiswa Polkam juga terlihat dengan tekum mengamati proses cara pembuatan biodisel yang akan menjadi energi masa depan yang ramah lingkungan.


Sekdakab Kampar, Drs H Zulher, MS ketika ditemui di workshop Polkam Kampar mengaku sangat bangga dengan hasil karya mahasiswa Polkam yang mampu mengolah CPO menjadi aneka produk. Saatnya generasi muda Kampar mempunyai kemampuan mengolah CPO sehingga nilai ekonomi buah sawit kedepan akan lebih mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi para petani kelapa sawit. Dengan Pengolahan CPO menjadi aneka produk saya yakin petani sawit di Kampar akan lebih sejahtera, papar Zulher.


Sementara Direktur Polkam, Ir Munafri Alwys, MT pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa lama pendidikan di Polkam adalah 3 tahun. Mahasiswa yang mendapat nilai kurang memuaskan akan tersisih pada setiap semester dari enam smister pada masing-masing program study.



Khusus mengenai hubungan dengan perusahaan seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk mendpatkan CPO hingga setakat kita lakukan dalam bentuk kerjasama kemitraan. Insya Allah tahun depan kita akan mewisuda angkatan pertama, tambah Munafri Alwys. (rdh)

Kamis, 25 Maret 2010

SMP I Bangkinang Pertukaran pelajar dan guru ke Malaysia

*Siswa dan guru akan mengikuti pendidikan di Malaysia selama 16 hari

BANGKINANG (rdh) untuk melaksanakan program sebagai sekolah bertaraf internasional (RSBI) maka sekolah menengah pertama (SMP) Negeri I Bangkinang mengirimkan siswanya dalam program pertukaran pelajar dan guru ke Luar negeri yaitu Malaysia. Tujuh pelajar dan dua orang guru ini akan mengikuti program pertukaran pelajar dan guru RSBI ke sekolah menengah Bintang Utara Ceras Malaysia.

‘’Mereka akan belajar disana tanggal 28 maret hingga 14 april 2010 ini, ‘’ujar Kepala sekolah SMP N I Bangkinang Drs Rusdi Mulia kepada Riaupos di Bangkinang (24/3). Dijelaskan Rusdi program ini merupakan salah satu program wajib bagi sekolah yang berstanndart internasional yaitu mempunyai patner scholl baik di dalam maupun di luar negeri.

Untuk dalam negeri SMP N I Bangkinang berpatner dengan SMP N I Payakumbuh Sumatra Barat yang juga merupakan sekolah dengan RSBI. Sedangkan untuk luar negeri maka patner school adalah SMK Bintang Utara Malaysia ini.

‘’Selama disana para siswa akan mengikuti pelajaran dan aktifitas yang ada disekolah tersebut begitu juga dengan guru yang kita kirimkan akan mengajar disekolah tersebut layaknya sekolah disini ‘’ujarnya, dengan adanya pertukaran pelajaran ini diharapkan nantinya murid dan guru sama sama dapat menimba pengetahuan dan pelajaran dari sekolah tersebut, karena SMK Bintang Utara adalah sekolah menengah bertaraf dunia (Internasional ) juga di Malaysia. Selama di sana siswa akan tinggal di asrama sekolah.

Direncanakan nantinya pada akhir program ini SMPN N I Bangkinang juga akan menandatangani MoU kerjasama dengan Sekolah menengah Bintang Utara ini untuk kelanjutannya sehingga tahun depan tidak hanya siswa SMP N I Bangkinang yang akan belajar ke Malaysia namun siswa Malaysia juga akan belajar ke Bangkinang. Selain SMP I ada dua SMP lain di Riau yang akan mengikuti program yang sama.

Selama ini SMP N I Bangkinang sudah menjalankan pendidikan sekolah bertarafkan internasional, sebelumnya sekolah ini mengawali dengan sekolah bertstandarkan nasional (SSN) yang membuka kelas unggulan bagi siswa beprestasi dan saat ini SMP N I Bangkinang sudah menjadi sekolah bertaraf internasional.

Selain melaksanakan program pertukaran pelajar sekolah ini juga kerap meraih berbagai prestasi dalam berbagai bidang seperti olimpiade matematika dan sains, music, olahraga dan bidang lainnya (rdh)

Rabu, 24 Maret 2010

Beasiswa Jangan hanya untuk Umum saja namun juga jurusan agama



*Respon DPRD usulan beasiswa pemerintah

BANGKINANG (rdh) adanya rencana pemerintah Kampar untuk memberikan biaya gratis bagi 100 orang pelajar yang berprestasi ditanggapi positif oleh DPRD Kampar, hanya saja DPRD meminta agar pemkab memberikan akomodasi pada semua jurusan. ‘’Jangan hanya jurusan umum saja namun juga untuk jurusan agama ‘’ujar Wakil Ketua DPRD Kampar H Syahrul Aidi LC Ma kepada Riaupos di Bangkinang (23/3).

Dijelaskannya, dalam ekspos di Musrenbang kemarin Pemkab Kampar merencanakan untuk membiayai 100 orang pelajar Kampar yang berprestasi ke luar negeri dan mereka akan dibiayai pendidikanya hingga selesai, sehingga diharapkan dalam beberapa tahun kedepan Kampar akan mmiliki tenaga ahli dalam beberapa bidang.

Ini menurut Syahrul adalah langkah maju karena selama ini Kampar selalu mengeluh pada penerimaan CPNS dimana pada kualifikasi atau formasi yang diharapkan sering tidak dapat dipenuhi oleh para pelamar dari Kampar dan akhirnya diisi oleh bukan putra Kampar ‘’Namun itu juga menimbulkan masalah baru karena banyak dari putra kampar yang protes ‘’ujarnya. Dengan langkah yang diambil oleh pemkab Kampar ini walaupun tidak dapat dinikmati dalam dua atau tiga tahun ini namun adalah investasi yang sangat bagus untuk pembangunan daerah dimasa yang akan datang.

“Hanya saja perlu diingat jangan hanya mengirimkan mereka kejurusan umum saja namun juga ada yang diikirimkan untuk belajar agama “ujarnya, karena Kampar yang mempunyai motto sebagai negeri serambi Mekkah saat ini merencanakan untuk membangun mesjid raya di 20 kecamatan, dan setiap mesjid raya tentunya membutuhkan ulama yang tidak hanya alim dan santun namun juga cerdas dan menguasai dibidangnya. ‘’jadi kita harapkan dari 100 orang harus ada porsi untuk agamanya kalau pelru sampai ke Mesir dan Arab Saudi ‘’ujarnya.

Selain itu juga membangun daerah tidak hanya cukup dengan ilmu tekhnik saja namun juga agama sehingga masyarakat menjadi masyarakat yang seimbang (rdh)

Selasa, 23 Maret 2010

Jadikan Gambir sebagai Primadona di XIII Koto Kampar selain karet

Usaha XIII Kota kampar Keluarkan diri dari Kemiskinan

Kecamatan Kampar merupakan kecamatan termiskin ke dua di kabupaten kampar setelah kecamatan Kampar Kiri hulu, untuk itu pemerintah beserta kecamatan berusaha untuk keluar dari kemiskinan itu salah satunya beralih dari karet ke Gambir, dan dalam beberapa tahun saja Gambir menjadi primadona. Karena Gambir tidak seperti karet yang membuat pendapatan masyarakat turun naik karena kondisi cuaca.

Selain itu saat ini XIII Kota kampar merupann kecamatan dengan poduksi terbanyakl di Kampar saat ini harga ekstrak getah Gambir yang sudah diolah mencapai Rp. 32 Ribu/Kg, sementara untuk harga daunnya mencapai Rp. 1900/Kg, sehingga saat ini Gambir menjadi primadona di Kecamatan tersebut.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gambir Lembah Hijau, Kasmansyah dalam perbincangannya dengan Riaupos di Bangkinang (18/3). Dia menjelaskan, Gambir adalah nama tumbuhan atau getah yang dikeringkan berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb.).’’



Selain mudah diolah, tanaman Gambir juga tidak mempunyai hama dan jarang ditemukan penyakit yang dapat mematikannya seperti jeruk ‘’ujarnya.

Gambir tidak hanya sebatas komoditas perkebunan belaka, dalam artian komoditas hulu. Berbagai olahan dan diversifikasi Gambir mampu meningkatkan nilai tambah dalam komoditas ini. Selain sebagai pencampur makan sirih, Gambir dapat disulap menjadi bahan penolong industri farmasi, penyamak kulit, minuman, cat, dan lain-lain. Melihat potensi yang besar ini, sangat disayangkan jika pertumbuhan atau produksi Gambir masih rendah.


Dari pemahamannnya, Kasmansyah mengaku prospek pengembangan tanaman Gambir dalam skala luas dan berorientasi agribisnis dan agroindustri masih sangat terbuka. Hal ini pun didukung oleh ketersediaan sumber daya seperti lahan yang cukup, iklim yang sesuai, dan tenaga kerja yang banyak. “Pengembangan industri hilir atau pascapanen melalui diversifikasi produk berbasis Gambir akan memberikan nilai tambah pada komoditas ini. Antara lain, formulasi obat, kosmetika herbal, perekat kayu, papan artikel, pestisida nabati, dan menghasilkan katecin,” sambungnya.


Di sisi lain, ia mengakui jika produktivitas yang rendah menjadi masalah utama dalam pengembangan Gambir. Dijelaskannya, produktivitas Gambir berkisar antara 400 kg- 600 kg per ha. Sementara sepatutnya bisa mencapai 2.100 kg getah kering per ha. Rendahnya produktivitas Gambir disinyalir karena teknik budidaya yan masih tradisional, belum menggunakan varietas Gambir yang unggul berkualitas, dan pemupukan serta pemeliharaan yang belum memadai. Cara dan alat panen pun menjadi salah satu faktornya selain pengolahan hasil yang belum efektif dan efisien. “Dan ini perlu komitmen pemerintah untuk memberdayakan masyarakat petani sehingga ada peningkatan produksi yang bermuara kepada peningkatan pendapatan,“ sebut Kasmansyah.


Kasmansyah juga menyinggung masalah sulitnya mendapatkan perizinan dari pemerintah saat ada investor berusaha mendirikan pabrik pengolahan daun Gambir milik masyarakat.“Ini terasa kontradiktif dengan keinginan pemerintah mendatangkan investor dengan pelayanan cepat dan mudah,” sebutnya


Menurutnya, saat ini sudah ada sebuah pabrik yang berdiri didesa Gunung Bungsu hasil kerja keras pengurus Gapoktan Lembah Hijau dengan investor, namun belum berjalan optimal karena terbentur masalah izin yang menurut Kasmansyah sangat berat dan terkesan dipersulit “ Jika ini dibiarkan terus menerus akan menggerogoti wibawa pemerintah dan membuat investor lain akan sulit berinvestasi didaerah ini,” Ujar Kasmansyah sengit tanpa mau menyebutkan pihak-pihak yang telah mempersulitnya


Sementara itu, Tony, salah seorang petani Gambir didesa Tanjung menyampaikan dengan harga Gambir sekarang petani sangat diuntungkan bahkan melebihi harapan yang diinginkan “ Dulu Harga Gambir hanya berkisar sepuluh ribu sampai 16 ribu paling tinggi. Namun dengan harga seperti sekarang baik menjual daunnya ataupun diolah sendiri juga menguntungkan apalagi dimusim hujan ini petani yang punya kebun karet tidak dapat menyadap karetnya” sebut Tony yang juga Ninik Mamak ini (rdh)

Senin, 22 Maret 2010

Lima Agenda Prioritas Pembangunan Kampar 2011

BANGKINANG (rdh) Sedikitnya ada lima agenda prioritas pembangunan tahun 2011 di Kabuopaten Kampar yakni pertama, penataan sistem manajemen dan pemerintahan, kedua, pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan, ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, keempat, peningkatan dan pengembangan infrastruktur dan kelima pemerataan pembangunan.

Justru karenanya pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Kampar pada 17-19 Maret 2010 pada intinya merupakan penyelesaian RKPD tahun 2011 untuk selanjutnya diformulasikan kedalam KUA dan PPAS serta RAPBD Kabupaten Kampar tahun anggaran 2011. Percepatan penyelesaian RKPD, KUA dan PPAS juga merupakan percepatan penyusunan RAPBD Kabupaten Kampar tahun anggaran 2011 sehingga proses lanjutan RAPBD menjadi APBD baik ditingkat Kabupaten maupun ditingkat Provinsi Riau dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Dan dengan pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Kampar serta penetapan skala prioritas kegiatan hendaknya image buruk selama ini dimana Bappeda dianggap sebagai tukang coret kegiatan secara perlahan namun pasti dapat dihilangkan.

Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ir H Nurahmi, MM ketika ditemui dalam kondisi sangat letih usai menggelar rapat pleno Musrenbang Kabupaten Kampar di aula kantor Bupati Kampar di Bangkinang Jum’at (19/3) seraya menambahkan bahwa masing-masing SKPD dijajaran Pemkab Kampar telah memiliki daftar skala kegiatan prioritas yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaan dari APBD Kabpaten Kampar, APBD Provinsi Riau, APBN dan sumber pembiayaan lainnya.

Ditambahkan Ir Nurahmi, MM bahwa dari rekapitulasi kegiatan sementara pada pelaksanaan Musrenbang ternyata dari sisi pendanaan yang direncanakan memerlukan pembiayaan sebesar lebih dari Rp 7 Triliyun. Akan tetapi kemampuan dana setiap tahunnya masih sangat terbatas. Patut diketahui berbagai kegiatan multiyears juga sedang berlangsung dan tentunya pembayarannya juga menyedot dana APBD setiap tahunya. Kegiatan multiyear di Kabupaten Kampar diantaranya pembangunan 4 unit gedung kantor baru berlantai dua di jalan lingkar Bangkinang, melanjutkan program/kegiatan strategis multiyears peningkatan jalan, pembangunan mesjid raya di 10 kecamatan yang juga dengan kegiatan multiyears.

Ditambahkan Ir Nurahmi, MM bahwa pada Musrenbang tahun ini pihak legislatif langsung dilibatkan mulai dari Musrebang Kecamatan yang dihadiri anggota DPRD Kampar berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil), membahas bersama di Musrenbang Kabupaten dan pada akhirnya diharapkan proses pengesahan RAPBD tahun 2011 di lembaga legislatif tidak lagi membahas program kegiatan tetapi lebih fokus kepada alokasi dana masing-masing kegiatan pembangunan. Artinya penjaringan aspirasi masyarakat sesuai kebutuhan yang didasari logika telah diketahui pihak eksekutif dan legislatif sejak awal dan pembahasannya tinggal merangking berdasarkan skala prioritas, ujarnya. (RDH)

Rumbio Miliki 570 HA Hutan larangan adat

*Mesti ada komitemn bersama menjanganya

BANGKINANG(rdhI walaupun daerah lain sampai saat ini masih bersengketatentang tanah ulayat namun kenegerian Rumbio memiliki 570 hektar hutan larangan adat yang masih terjaga dengan baik. ’’untuk itu Semua pihak berkompeten dan seluruh lapisan masyarakat di Kenegarian Rumbio Kecamatan Kampar diminta untuk senantiasa menjaga kelestarian hutan larangan adat Rumbio di Kenegarian Rumbio ini ’’ujar Sekdakab Kampar Drs H Zulher MS ketika ditemui Ahad (22/3) di Bangkinang

Kawasan hutan larangan Rumbio tersebut saat ini juga menjadi kawasan tiga sumber air minum bagi penduduk setempat dan bagi warga Kota Bangkinang dan sekitarnya dengan sumber air bersih yang dapat langsung diminum yakni sumber air bersih di Tibun, Sikumbang dan sumber air bersih Sungai Tanduk. Bahkan bila memungkinkan kedepan, air bersih dari tiga sumber tersebut dapat dialirkan ke mesjid-mesjid di wilayah Desa Rumbio dan sekitarnya.

Zulher sendiri menyatakan secara pribadi ia baru-baru ini berksempatan mengunjungi kawasan hutan lindung adat Rumbio tersebut untuk melihat secara dekat keberadaan hutan lindung adat tersebut.

Manfaat nyata dari keberadaan hutan larangan adat tersebut saat ini baru sebatas tersedianya tiga sumber air minum yang airnya bersih dan saat ini dari tiga sumber air bersih tersebut memberikan lapangan pekerjaan bagi puluhan orang yang berprofesi sebagai penjual air dalam jerigen putih. Warga setempat dan warga Kota Bangkinang dan sekitarnya saat ini menikmati secara langsung air bersih tersebut sebagai air minum di rumah-rumah, di rumah makan. dan diwarung-warung . Bila kelestarian hutan lindung adat Rumbio tersebut dirusak oleh tangan-tangan jahil maka tentnuya hutan sebagai tempat penyangga dan peneyedia air bersih tersebut akan rusak. Pihak masyarakat yang telah membentuk tim penyelamat kawasan hutan larangan adat Rumbio yang berada dibawah naungan LSM Yayasan Pelopor dimnta terus aktif secara aktif melakukan langkah-langkah pengamanan kawasan hutan lindung adat Rumbio tersebut, ujarnya.

Secara terpisah itu Bustami (49) sebagai salah seorang KTNA dari Desa Rumbio ketika ditemui baru-baru ini mengungkapkan bahwa hingga setakat ini masih ada warga masyarakat tempatan yang menebangi kayu-kayu yang ada di dalam kawasan hutan lindung adat Rumbio tersebut. Alasan anggota masyarakat menebangi kayu-kayu tersebut adalah untuk keperluan kayu bakar dan mendapatkan kayu-kayu untuk peranca dan skor bangunan. Justru karenanya diperlukan adanya larangan penebangan kayu dengan cara membuat pengumuman dan pemberitahuan bahwa di kawasan hutan larangan adat tersebut dilarang mengambil kayu, termasuk merusak kawasan hutan dalam bentuk apapun juga. Papan pengumuman larangan tersebut hendaknya ditempatkan pada beberapa titik yang mudah dilihat masyarakat yang melintasi hutan tersebut, papar Bustami.

Kepala Desa Rumbio, Edison, S.pi, M.Si mengungkapkan bahwa hutan larangan adat Rumbio tersebut kondisinya saat ini masih sangat asri. Untuk pengamanan kawasan hutan larangan adat ini telah diambil beberapa langkah. Kedepan diharapkan berbagai pihak berkompeten memberikan kontribusi nyata dalam upaya melestarikan kawasan larangan hutan tersebut. Masyarakat sekitar juga perlu dibina dan diberi pengetahuan tentang manfaat hutan. Bahkan perlu dibimbing tentang cara memanfaatkan hutan tanpa merusak hutan dan seluruh makhluk yang berada dikawaswan hutan larangan tersebut, ujar Edison. (rdh)

Rabu, 17 Maret 2010

DPRD minta alokasi untuk Kebutuhan yang paling mendesak

*Kampar Dapat DAK untuk SD Rp 19,2 M


BANGKINANG (RP) komisi II DPRD Kampar yang membidangi bidang pendidikan, kesehatan dan sosial lainya meminta pemerintah kabupaten Kampar melaksanakan pembagian anggaran sesuai dengan kebutuhn yang paling mendesak. ‘’seperti adanya dana alokasi untuk SD hendaknya diberikan berdasarkan SD yang membutuhkan bukan berdasarkan usulan semata ‘ujar Ketua Komisi II DPRD Kampar Ali Sobirin kepada Riaupos di Bangkinang (17/3).


Dijelaskan politisi dari PKS ini bahwa dalam tahun 2010 ini kabupaten Kampar mendapatkan anggaran dana dari pusat untuk peningkatkan mutu pendidikan disekolah dasar, anggaran dengan nama dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 19, 2 M yang diajukan untuk penambahan ruang belajar (lokal) atau perangkat/peralatan pelajaran, namun sekolah yang bisa mendapatkan akreditasi.

Untuk propinsi Riau menurutnya ada tiga kabupaten yang mendapatkan DAK untuk pendidkan SD dan SMP ini, pertama Kabupaten Kampar untuk Pendidikan SD sebanyak Rp 19,2 M, kabupaten kuangsing sebanyak untuk SD Rp 6,5 M dan untuk SMP sebanyak Rp 4,5 M, dan yang terakhir adalah kabupaten Rohul untuk SD sebanyak Rp 14,5 M dan SMP sebanyak Rp 4,8 M.


Ali yang saat itu bersama dengan anggota fraksi PKS yang lain yaitu HM Bambang juga menyatakan saat ini memang masih banyak sekolah dasar di Kampar yang berada dalam kondisi menyedihkan baik karena kekurangan sarana maupun kekurangan ruang belajar, dan ini harus menjadi perhatian, karena banyak pula sekolah yang masih minim ini tidak mengajukan permohonan kepada pemerintah baik melalui musrenbang dan bisa saja disebabkan karena kepala sekolah yang kurang proaktif atau jaraknya yang jauh. ‘’hendaknya dinas terkait mempunyai data base sekolah mana yang paling membutuhkan ‘’ujarnya.


Dana seperti ini memberikan kontribusi yang besar untuk kampar karena dengan keterbatasan dana yang dimiliki Kampar saat ini dan ini harus diamnfaatkan sesuai dengan kebutuhan. ‘semua munkin membutuhkan namun sekolah yang paling mendesak dan paling membutuhkan’ ujarnya (rdh)

Senin, 15 Maret 2010

Perencanaan Kesehatan harus Prorakyat

BANGKINANG (rdh) Dalam Menyusun Rencana Kerja (Renja) yang akan menjadi kerangka acuan dalam setiap proyeksi pembangunan diharapkan mampu menghasilkan sebuah perencanaan yang matang, efektif dan yang paling penting terukur sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat banyak ‘apalagi untuk urusan kesehartan haruslah senantiasa berpihak kepada masyarakat ‘’ujar Bupati Kampar, Drs. Burhanuddin Husin MM, saat memberikan pengarahan sekaligus membuka rapat Forum Gabungan Satuan Kerja Peringkat Daerah (SKPD) Bidang Kesehatan untuk tahun 2011, Senin (15/3) di Aula RSUD Bangkinang yang dihadiri oleh Kadiskes, Herlyn Ramola, Kadis Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Nuraisyah, Direktur RSUD Bangkinang, Dr. Sona, seluruh camat dan Kepala Puskesmas dan sejumlah Staf dari Bappeda Kampar

Apalagi menurut Burhan persoalan dan pelayanan kesehatan kepada amsyarakat selalu menjadi sorotan banyak pihak untuk itu rencana Kerja yang dibuat harus terukur, epektif dan berpihak kepada masyarakat banyak serta mampu menjawab persolan yang ingin dicapai. Apalagi Renja dibidang kesehatan ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat miskin serta yang ada dipedesaan. ‘’ Perlu kita ingat kesehatan bukan hanya milik insane kesehatan, melainkan milik seluruh lapisan masyarakat “ ujar Burhanuddin

Disebutkan Burhanuddin, untuk mencapai sebuah perencanaan yang terukur serta mampu menjawab persoalan yang ada, para perencana disetiap SKPD harus mengetahui persoalan, potensi, peluang dan tantangan yang akan dilalui “ Tanpa mengetahui persoalan yang ada, mustahil rencana dapat dibuat karena rencana dibuat berdasarkan persoalan yang ada ditengah masyarakat. Selain itu, aspek lain yang mempengaruhi perencanaan adalah, potensi, peluang dan tantangan yang akan dilewati “ sebut Burhanuddin

Menyinggung masalah angka kematian bayi, Burhanuddin mengatakan target 26 per 1000 kelahiran hidup harus terpenuhi untuk tahun ini sehingga Kampar mampu menjadi daerah yang mempunyai angka kematian bayi yang rendah begitu juga dengan kematian ibu akibat melahirkan

Untuk 2009 kemaren, Pemkab Kampar telah meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan baik Puskesmas pembantu, Puskesmas Non Perawatan maupun Puskesmas Rawat Inap. Pembangunan Rumah Sakit juga sedang digesa, pengobatan gratis untuk masyarakat miskin, operasi katarak dan Keluarga Berencana kembali digalakkan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan, Herlyn Ramola dalam sambutannya menyampaikan beberapa tujuan dari pelaskanaan rapat gabungan SKPD ini, diantaranya adalah menampung masukan dari pihak terkait dalam menyusun program SKPD bidang kesehatan serta dapat melakukan koordinasi dan sikronisasi berbagai kegiatan dibidang kesehatan (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster