Kamis, 07 Oktober 2010

Tak diawasi, ADD Tapung Disunat


BANGKINANG (rdh) kejaksan negeri Bangkinang (Kajari) Bangkinang memeriksa tiga aparatur camat Tapung terkait adanya penyalahgunaan dana dana Alokasi Anggaran Desa (ADD) di Desa Palambaian, Kecamatan Tapung,, dalam pemeriksaan yang diduga adanya penyelewenangan, pemeriksan dilakukan atas Camat Tapung Andhiar, Sekcam Rahmat dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Tapung Purboyo ‘’dan mereka mengakui mengakui fungsi pengawasan tidak dijalankan untuk aliran dana ADD ini ‘’ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkinang Willy Ade Chaidir, SH melalui Insyayadi, SH, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Bangkinang, kepada Riau pos di Bangkinang (7/10).

Djelaskannya dalam pemeriksaan yang dilakukan pada hari rabu (6/10) selama satu hari penuh ini ditarik kesimpulan bahwa tidak berfungsinya pengawasan terhadap pelaksanaan dana ADD di Desa Palambaian sebesar Rp204 juta, disebabkan karena tiga pejabat penting ini tidak menjalankan tugas sepenuhnya. "dan ini dpat kitakatakan Inikan kesalahan mereka dan harus dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Karena dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kampar No 9 Tahun 2009 tersebut, empat pejabat di Pemerintahan Kecamatan Tapung ditunjuk untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap dana ADD yaitu Camat, Sekcam, kasi pemerintah dan kasi pembangunan, kajari memang baru memeriksa tiga pejabat saj sedangkan pemeriksaan terhadap kasi pembangunan akan menyusul.

Salah satu isi Perbup tersebut adalah menjalankan fungsi pengawasan ditunjuk empat pejabat tersebut. Namun karena pengawasan tidak ada maka terjadilah penyelewengan penggunaan dana ADD di Desa Palambaian untuk itu pihaknya menjanjikan akan mengusut kasus ini sampai tuntas sehingga nantinya bias diminta pertanggung jawab bagi mereka yang sudah merugikan keuangan daerah," ucapnya mengakhiri. ****



Selasa, 22 Juni 2010

Dana Gharim dan Imam di Kampar Mesjid Disunat

Setelah kasus adanya dugaan penyimpangan dana SPPD fiktif, kejaksaan negeri (Kajari ) Bangkinang kembali memeriksa adanya penyalahan gunaan anggaran, kali ini adalah adanya dugaan penyunatan dana insentif yang diberikan kepada Gharim (penjaga mesjid), imam mesjid serta para guru mengajai yang harusnya mendapatkan dana insenth sebesar rp 100 ribu/bulan yang dibayarkan setiap semester atau pertahun


 

''Dari penyidikan sementara ini ditemukan adanya dugaan penyunatan dana tersebut sehingga para gharim dan imam mesjid serta guru mengaji tidak menerima sebagaimana mestinya 'ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkinang Suluh Damadi, SH di Bangkinang (21/6)


 

Dijelaskannya penyunatan dana gharim ini terjadi pada tahun 2007 dan 2008 yang lalu namun pihaknya saat ini masih melakukan penyidikan yang mendalam terhadap para gharim dan guru mengaji tersebut, dari pengakuan saksi bahwa mereka hanya menerima sekitar Rp 600 ribu, Rp 800 ribu sementara yang tertera di kwitansi mereka menerima uang sebessar Rp 1,2 juta


 

Pihaknya menurut Suluh memeriksa saksi dalam jumlah yang besar mengingat jumlah gharim dan guru mengaji di Kampar juga sangat banyak, untuk itu pihaknya memanggil saksi berdasarkan kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, dalam minggu ini pihaknya akan memanggil saksi dari kecamatan Bangkinang Barat sebelumnya pemeriksaan saksi dari kecamatan Kampar Timur yang terdiri dari para gharim, imam mesjid dan guru mengaji.


 

Namun pihaknya belum bisa menyebutkan siapa tersangka dalam kasus ini dan berapa jumlah kerugian negara dalam kasus ini karena masih dalam penyidikan, dana ini sendiri disalurkan pemerintah Kampar melalui Badan Sosial Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat (BSPPM ) Kampar.


 

Sementara itu salah satu guru mengaji AK dari kecamaatan Kampar Timur menyatakan dirinya memang dipanggil kejaksaan dalam minggu lalu, saat itu ia merasa kaget saat dipanggil karena tidak tahu menahu soal ini. ''Soal bantuan itu sendiri saya juga tidak tahu saya hanya menerima amplop yang berisikan bantuan ''ujarnya. Menurutnya tahun 2007 ia hanya menerima Rp 600 ribu dan tahun 2008 tidak menerima sama sekali namun dalam ampra penerimaan ia menerima sejumlah Rp 1,2 juta ***


 

Ayah Cabuli Anaknya selama Dua tahun

Rupanya akal sehat sudah jauh menghilang dari fikiran Novarius menpora (34) warga desa dusun II sungai Putih desa Kualu Nenas kecamatan Tambang, selama dua tahun ia menggauli anaknya selayaknya suami istri, anaknya yang bernama melati (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 13 tahun adalah anak tirinya yang juga keponakannya, karena sebelum menikah denganya, Ibu Melati NRS adalah Kakak Iparnya sendiri yang ditinggal suaminya dan akhirnya dinikahi Navarius.


 

Di Mapolsek Tambang Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien melalui Kapolsek Tambang AKP Dedy Safriady (22/6) menceritakan kejadian ini bermula dari kecurigaan ibu Melati melihat perubahan fisik anaknya, selain itu tingkah Melati yang pendiam dan seakan akan menyimpan suatu rahasia membuatnya penasaran, maka dia berusaha membujuk Melati untuk bercerita, setelah dibujuk bujuk akhirnya (21/6) Melatipun bercerita kalau ia sudah digauli ayah Tiri sekaligus pamannya selama dua tahun dan itu dikerjakan di kebun karet milik mereka. ''karena keluarga ini mempunyai delapan anak dengan enam anak dari suami pertama membuat ibunya sibuk mengurusi anaknya dan Melatilah yang diminta membantu ayahnya tersebut, ternyata bantuan Melati tidak hanya menyadap karet saja tapi juga untuk memuaskan nafsu birahinya.


 

Melati sendiri menjelaskan kejadian ini bermula dari Oktober 2008, saat itu ayahnya memaksa untuk memuaskan nafsunya usai menyadap karet, Melati yang menolak dipaksa dan diancam akan dibunuh termasuk adik-adiknya, ini membuat melati ketakukan dan akhirnya menurut saja, sejak ituMelati berubah menjadi anak yang pemurung. Sayangnya kejadian ini berulang terus menerus di lokasi yang sama.


 

Kejadian terakhir adalah jumat (18/6) saat ibunya sudah sangat curiga melihat sikap anaknya pulang dari kebun, Melatipun menceritakan semuanya yang membuat ibunya kaget dan langsung melapor ke Mapolsek Tambang, oleh pihak kepolisian dilakukan visum dan dari hasil vsum ternyata Melati memang sudah tidak perawan lagi dan tidak ada bekas luka artinya perbuatan itu sudah lama dilakukan dan berulang kali, akhirnya polsek Tambang meringkus sepelaku ''Awalnya dia tidak mengakui namun setelah ditunjukkan bukti dan saksi akhinrya mengaku juga ''ujar dedy


 

Untuk itu dedy berharap para orang tua terutama para ibu tidak begitu sama mempercayai anak perempuannya ya pergi bersama laki-laki walaupun ayah atau keluarga yang lain, karena bisa saja kejahatan terhadap sianak ****

Ayah Cabuli Anaknya selama Dua tahun

Rupanya akal sehat sudah jauh menghilang dari fikiran Novarius menpora (34) warga desa dusun II sungai Putih desa Kualu Nenas kecamatan Tambang, selama dua tahun ia menggauli anaknya selayaknya suami istri, anaknya yang bernama melati (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 13 tahun adalah anak tirinya yang juga keponakannya, karena sebelum menikah denganya, Ibu Melati NRS adalah Kakak Iparnya sendiri yang ditinggal suaminya dan akhirnya dinikahi Navarius.

Di Mapolsek Tambang Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien melalui Kapolsek Tambang AKP Dedy Safriady (22/6) menceritakan kejadian ini bermula dari kecurigaan ibu Melati melihat perubahan fisik anaknya, selain itu tingkah Melati yang pendiam dan seakan akan menyimpan suatu rahasia membuatnya penasaran, maka dia berusaha membujuk Melati untuk bercerita, setelah dibujuk bujuk akhirnya (21/6) Melatipun bercerita kalau ia sudah digauli ayah Tiri sekaligus pamannya selama dua tahun dan itu dikerjakan di kebun karet milik mereka. ‘’karena keluarga ini mempunyai delapan anak dengan enam anak dari suami pertama membuat ibunya sibuk mengurusi anaknya dan Melatilah yang diminta membantu ayahnya tersebut, ternyata bantuan Melati tidak hanya menyadap karet saja tapi juga untuk memuaskan nafsu birahinya.

Melati sendiri menjelaskan kejadian ini bermula dari Oktober 2008, saat itu ayahnya memaksa untuk memuaskan nafsunya usai menyadap karet, Melati yang menolak dipaksa dan diancam akan dibunuh termasuk adik-adiknya, ini membuat melati ketakukan dan akhirnya menurut saja, sejak ituMelati berubah menjadi anak yang pemurung. Sayangnya kejadian ini berulang terus menerus di lokasi yang sama.

Kejadian terakhir adalah jumat (18/6) saat ibunya sudah sangat curiga melihat sikap anaknya pulang dari kebun, Melatipun menceritakan semuanya yang membuat ibunya kaget dan langsung melapor ke Mapolsek Tambang, oleh pihak kepolisian dilakukan visum dan dari hasil vsum ternyata Melati memang sudah tidak perawan lagi dan tidak ada bekas luka artinya perbuatan itu sudah lama dilakukan dan berulang kali, akhirnya polsek Tambang meringkus sepelaku ‘’Awalnya dia tidak mengakui namun setelah ditunjukkan bukti dan saksi akhinrya mengaku juga ‘’ujar dedy

Untuk itu dedy berharap para orang tua terutama para ibu tidak begitu sama mempercayai anak perempuannya ya pergi bersama laki-laki walaupun ayah atau keluarga yang lain, karena bisa saja kejahatan terhadap sianak ****

Jangan Salah Gunakan Jaringan Internet


Penggunaan internet di Indonesia saat ini dalam situs pornografi sangat berkembang dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, Dalam seminggu ada lebih dari 400 situs porno yang dibuat, di Indonesia penyebaran dan konsumsi pornografi sudah sangat parah hal ini benar-benar angka yang memprihatinkan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono SP dalam acara pembukaan seminar sehari bagi pelajar tentang cara sehat berinternet (pengaruh situs porno terhadap kasus asusila yang terjadi pada anak) di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang, Selasa (22/6).

Di tambahkan Teguh Sahono dalam sambutannya bahwa pada tahun 2006 berdasarkan data internet pornografi statistic Indonesia menempati peringkat ketujuh pengakses kata “SEX” di internet. Sementara data googletrends posisi Indonesia meningkat pada peringkat kelima ditahun 2007 dan pada tahun 2008 dan 2009 indonesia masuk tiga besar yaitu diperingkat tiga.

Kemudahan mengakses budaya asing seperti banykanya Blue Film dengan mudah diakses di internet tampa ada filterisasi membuat remaja tergoda dengan hal-hal yang biasa membahayakan dirinya. Dalam sambutannya Teguh Sahono berpesan kepada para pelajar agar dapat nantinya memfilter kemajuan teknologi seperti internet dan menjadi motivator bagi seluruh pelajar untuk menangkal secara dini prilaku konsumtif terhadap dampak negatif dari internet khususnya situs porno.

Sementara itu kepala BPPKB Kabupaten Kampar Nuraisyah dalam sambutannya mengatakan dengan maraknya pertumbuhan warung-warung internet hingga kepelosok Desa untuk memenuhikebutuhan masyarakat, khususnya para pelajar sangatlah dampak positifnya namun demikian apabila penggunaan internet tersebut disaalahgunakan maka justru berdampak negaifve terhadap anak. Tampa pengawasan dan bimbingan dari Guru dan orang tua para pelajar akan menggunakan media internet tampa kendali.

Salah satunya internet menjadi media bagi siswa untuk mengkonsumsi pornografi dan ahirnya mereka akan terus ketagihan untuk mengakses pornografi atau situs porno. Pada acara seminar tersebut dihadiri peserta sebanyak 200 orang yang terdiri dari para pelajar SLTA dan SLTP serta guru bimbingan dan konseling.

Hadir pada acara tersebut Ketua Komnas Perlindungan Anak Propinsi Riau Arist Merdeka Sirait, Fasilator Unicef Bidang Anak dan Media Dedi Arianto, Narasumber dari KPAID Propinsi Riau Prof. Dr Neti\ti Herawati, M,Si, Ketua GOW Kabupaten Kampar Hj. Irhamayazit BA, Ketua P2TP2A Kab Kampar H. Sofian, SE ***

Kamis, 10 Juni 2010

Menyoal Buruknya Pelayanan Kesehatan Di Kampar



Slogan pelayanan Sopan, Senyum dan Sapa atau 3S yang banyak ditempel di lorong-lorong rumah sakit umum daerah Bangkinang (RSUD) Bangkinang atau seluruh puskesmas di kabupaten Kampar saat ini dipertanyakan, karena dari kenyataan yang ditemukan dilapangan pelayanan yang diterima masih buruk, ini terlihat dari banyaknya keluhaana masyarakat ketika mendapatkan pelayanan baik di RSUD maupun di puskesmas, bahkan ketika anggota komisi II DPRD Kampar melakukan sidak ke beberapa puskemas,para anggota komisi II menemukan banyak sekali persoalan kesehatan, mulai dari petugas medis yang jarang ditepat, perawat yang kurang senyum hingga sarana dan prasarana kesehatan yang tidak memadai, kondisi ini tentunya menjadi tanya Tanya, karena pemkab kampar saat ini menjadikan program kesehatan sebagai program prioritas Kampar tahun 2010.

Buruknya pelayanan kesehatan di Kampar memang menjadi tanda tanya banyak pihak bahkan salah satu anggota DPRD komisi II Hadi Warman menyatakan pelayanan kesehatan di Kampar masih sangat buruk, karena masyarakat sering mengeluhkan kurang ramahnya petugas, baik di rumah sakit maupun dipuskesmas ‘’Apalagi RSUD masih sering terdengar mengeluh, bantal tidak ada, obat yang susah dicari dan perawat yang bermuka masam ‘’ujarnya dan ini dibuktikan politisi Golkar ini saat mengunjungi puskemas Lipatkain Kampar Kiri beberapa waktu yang lalu. Insiden dengan salah seorang bidan di puskemas tersebut membuktikan buruknya pelayanan kesehatan di Kampar.

Bukan hanya itu rumitnya persoalan kesehatan ini juga berkait dengan pendanaan, minimnya pelayanan kesehatan juga dibarengi dengan buruknya sistim anggaran kesehatan, bayangkan saja pemkab Kampar saat ini masih berhutang Rp 800 juta dana jaminana kesehatan daerah (jamkesda) tahun 2009 yang membuat RSUD beralasan sulitnya memberikan pelayanan terutama untuk masyarakat miskin.

Namun kalau dilihat dari sisi pihak kesehatan sendiri, ternyata pelayana kesehatan merupakan target utama dari semua program yang dilaksanakan dinas kesehatan, kepala dinas kesehatan Kampar Herlyn Ramola SKM menyatakan pihaknya juga menjadikan pelayanan maksimal sebagai suatu goal yang harus dicapai. ‘’Kita memahami tuntutan untuk pelayana tersebut namun kita juga menghadapi banyak kendala ‘’ujarnya.

Kendala ini dijabarkan Herlyn dimulai dari minimnya petugas medis, saat ini Kampar mempunyai 27 Puskemas dengan 8 puskesmas rawat Inap dan 164 puskesmas pembantu yang ada di 164 desa. Sayangnya menurut Herlyn dari semua puskesmas ini belum memiliki petugas medis yang ideal sesuuai standar kesehatah, misalnya untuk puskemas rawat inap dibutuhkan setidaknya 4 dokter umum, 1 dokter gigi, 11 perawat, 6 bidan, 1 apoteker dan 1 tenaga SKM,tenaga ini diluar tenaga di pustu. Namun dari pengakuan Herlyn dari 8 puskesmas yang ada di Kampar belum satupun puskemas yang memiliki tenaga medis seperti ini. Saat ini Kampar memiliki 72 dokter umum. ‘’Jumlahnya sebenarnya sudah memadai namun penyebarannya tidak merata, contohnya di daerah perkotaan dokternya banyak sedangkan di Tapung bahkan hanya memiliki 1 dokter umum ‘’ujarnya. :Persoalan minim dan belum merata petugas medisnya suatu persoalan yang sulit dipecahkan.

Persoalan yang kedua adalah minimnya anggaran, untuk 27 puskesmas dan 164 pustu ini tentunya dibutuhkan dana yang besar apalagi pelayanan kesehatan di puskemas dan pustu diberikan gratis sesuai dengan Peraturan daerah, sayangya tuntutan ini tidak ditunjang dengan anggaran, tahun 2010 ini anggaran dinaskesehatan Kampar hanya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 12,7 M, angka ini jauh menurun dari tahun 2009 yang berjumlah Rp 24,5 M. padahal angka Rp 24, M saja masih membuat dinkes senin kamis dalam mengatur anggaran, karena selain untuk program kesehatan juga menmbayar honor bagi petugas medis yang belum PNS.

Padahal pemerintah sendiri melalui UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan sudah menyatakan jelas dalam pasal 171 ayat (2) Besar anggaran kesehatan Pemerintah dialokasikan minimal sebesar 5% (lima persen) dari anggaran pendapatan dan belanja negara di luar gaji. (2) Besar anggaran kesehatan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dialokasikan minimal 10% (sepuluh persen) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah di luar gaji.

Sementara itu APBD Kampar tahun 2010 mencapai Rp 1,4 Triliun sedangkan yang dianggarkan hanyalah Rp 12,7 M, Sungguh angka yang mengenaskan untuk tuntutan yang besar akan pelayanan yang maksimal.

Minimnya anggaran ini tentu saja mempengaruhi ketersediaan sarana dan prasaran kesehatan, maka tidak heran kalau disetiap puskesmas sulit menemukan tenpat tidur yang bagus dan nyaman, jangankan untuk kursi diruang tunggu yang empuk untuk sarana penting saja sangat minim, bahkan dari puluhan kendaraan puskemas keliling yang dimiliki Kampar saat ini hanya sekitar 4 atau l5 saja yang bisa jalan disebabkan kurangnya dana operasional dan perbaikan ketika kendaraan tersebut rusak.

Ini agaknya perlu menjadi perenungan bagi semua pihak terkait di Kampar terutama mereka yang duduk membicarakan dan menentukan anggaran, karena agak sulit mendapatkan hasil yang maksimal dengan anggaran yang minim, pepatah Kampar menyatakan: Manyuo Jo panyuo, artinya Jika kita menuntut sesuatu maka harus dibarengi dengan modal untuk sesuatu tersebut, tidak munkin memaksa mobil berjalan tanpa diisi bensin.

Namun sisi lain, para tenaga medis janganlah terlalu menjadikan minimnya anggaran ini sebagai alasan untuk buruknya pelayanan, munkin untuk obat perlu dana namun untuk senyum dan sapa tidak membutuhkan biaya sama sekali, dan senyum dokter dan perawat adalah obat manjur bagi pasien terutama mereka yang miskin ***

Rabu, 19 Mei 2010

Puskemas Jorok, Bidan maki-maki Pada anggota Dewan


Senyum dokter adalah obat, agaknya perilaku ini tidak berlaku untuk petugas medis yang ada di puskesmas rawat inap lipat kain kecamatan Kampar Timur, karena jangankan senyuman untuk masyarakat yang miskin dan membutuhkan untuk anggota DPRD saja mendapatkan makian. Seperti yang terjadi saat komisi II DPRD Kampar mengunjungi puskemas tersebut rabu (19/5) kemarin salah satu bidan yang bertugas dipuskesmas itu CH Gusriyanti Lukluar Malah mencak mencak ketika anggota dewan mengunjungi Unit gawat darurat (UGD) puskemas itu, anggota komisi II menemukan adanya perban yang berdarah dan sudah membeku dibiarkan begitu saja dan juga adanya jarum dan benang untuk menjahit luka yang sudah berkarat.


Saat itu Kepala puskesmas dr Dedy Efendi menjelaskan kondisi minimnya sarana, tiba-tiba bidan ini muncul, dengan spontan ia berkata sebaiknya pemerintah melengkapi sarana terlebih dahulubarulah menuntut pelayanan yang lebih pada puskesmas, awalnya para anggota komisi emosi namun karena dialog dengan kapus maka omongan bidan tidak digubris. Namun melihat wartawan dan petugas dari komisi memfoto kondisi UGD bidanpun menyeletuk sendiri ‘’Foto saja semuanya biar puas sekalian ‘’ujarnya sambil ngeloyor pergi. Sikap yang kurang sopan ini tentu saja menyulut emosi satu satu anggota Komisi Hadi warman namun dapat diredam oleh anggota dewan yang lain.


Usai meninjau UGD para komisi II meninjau bangunan puskemas yang baru dua lantai yang belum digunakan, persoalan di UGD dilupakan, namun baru lima menit anggota dewan disana CH Gusriyanti Lukluar muncul kembali dan mencak-mencak kepada anggota dewan, menurutnya walaupun puskesmasnya jorok dan mereka memang salah ‘’Namun kan tidak perlu seperti ini ‘ujarnya.


Tentu saja serbuan dari bidan yang juga istri camat Kampar Kiri Drs Lukluar ini membuat anggota komisi II yang sedang meninjau menjadi kaget, Hadi warman kembali emosi dan mempertanyakan sikap bidan yang dinilai kurang sopan. ‘’Kalau dengan anggota dewan saja bu bidan mencak mencak begini bagaimana pada masyarakat yang miskin ?’ ‘’ ujarnya


Pertengkaran mulutpun antara bidan dan para anggota dewan tidak terelakkan, akhirnya karena dimarahi anggota dewan bidan CH Gusriyanti Lukluar mencari sasaran yang lain yaitu para wartawan, menurutnya wartawan tidak layak bertahya atau bicara ‘’Kalau mau memfoto ya foto saja jangan bicara-bicara juga lah ‘’ujarnya, tentu saja ini membuat kaget wartawan yang mengikuti kunjungan tersebut.


Puskemas Kampar Kiri Puskesmas Jorok


Walaupun sudah menjadi puskesmas rawat inap selama empat tahun lebih namun kondisi puskesmas rawat inap Kampar Kiri yang terletak di desa Lipat Kain kecamatan Kampar Kiri masih menyedihkan, ruang rawat inap yang terdiri dari empat tempat tidur terlihat sangat menyedihkan. ‘’Tempat tidur kasurnya sudah empat tahun tidak diganti Pak ‘’ujar Kepala Puskesmas Kampar Kiri dr Dedy Efendy kepada Komisi II DPRD yang melakukan monitoring pelayanan dan kondisi puskesmas yang ada di Kampar kiri rabu (19/5).



Komisi II DPRD Kampar yang dipimpin oleh Ketua Komisi II Ali Shobirin Sag, anggota komisi Hadi Warnan SH, Sunardi DS, Sujarwo dan Ramadhan S Sos terlihat kaget saat memasuki ruang rawat inap tersebut karena selain kasur yang tidak dibalut dengan speprai kondisi kasur sudah sangat memprihatinkan, dari empat kasur tersebut hanya satu saja yang mempunyai bantal dan itupun sudah menipis dan kuma.


Sementara itu di ruang rawat ini itu juga tersedia tabung oksigen yang sudah dibaluti dengan jarring laba-laba, tidak pernah digantinya kasus ini karena keterbatasan anggaran, namun ketika salah satu anggota dewan Hadi Warman bertanya apakah puskesmas tersebut pernah mengajukan usulan anggaran untuk ganti kasur dan sarana lain Kapus Dedy menjawab memang belum pernah.


Bukan hanya itu saja , para anggota komisi II juga merasa sangat kaget ketika memasuki ruangan UGD, dalam ruangan tersebut terdapat tiga tempat tidur untuk menangani pasien, salah satu dari tempat tidur terdapat bercak darah yang sudah membeku. Anggota komisi II yang lain Sunardi DS mempertanyakan adanya perban yang penuh dengan bercak darah yang sepertinya sudah lebih dari lima hari . ‘’Ini sepertinya sudah lima hari dipakai, kenapa tidak dibuang ke tempat sampah dan dibersihkan ‘’ujarnya heran.


Sunardi yang sebelum menjabat sebagai anggota Dewan berprofesi sebagai dokter umum ini juga kaget dengan adanya CATGUT (benang jahit luka) dan Nalheating (jarum Jahit) yang sudah berkarat, padahal menurutnya peralatan ini hanya untuk sekali pakai dan tidak dibiarkan berada dalam kondisi terbuka. ‘’sepertinya ruangan ini tidak bersih dan tidak memenuhi standart kesehatan karenja harusnya puskesmas itu bersih dan steril ‘’ujarnya.


Anggota komisi II yang lain Sujarwo merasa kaget ketika melihat keberadaan WC dan ruangan lain di puskesmas tersebut yang tidak bersih dan berkarat, sehingga ini membuat masyarakat takut untuk berobat.


Bukan hanya itu saja pelayanan para petugas medis juga dipertanyakan karena salah satu bidan yang bertugas CH Gusriyanti Lukluar sempat bersitegang dengan para anggota dewan yang mengunjungi puskesmas tersebut. ‘’Kalau pada dewan saja mereka tidak ramah bagaimana dengan masyarakat kecil ‘’ujarnya.

Puskesmas ini sendiri sudah berada sejak lama, puskesmas rawat inap ini menjadi acuan berobat bagi masyarakat yang berada di beberapa kecamatan bahkan lebih yaitu kecamatan Kampar Kiri, kecamatan Kampar Kiri hulu bahkan dari kebun durian. ‘’Karena warga ditempat ini jauh baik dari Bangkinang maupiun dari Pekanbaru maka inilah tumpuan berobat, namun kalau begini maka sangat mengecewakan ‘’ujar Ramadhan anggota komisi II yang lain.


Pemerintah sebenarnya sudah membangun gedung baru yang lebih presentatif dibelakang puskesmas yang lama, sayangnya walaupun sudah dibangun sejak tahun 2007 yang lalu namun sampai saat ini gedung ini belum dimanfaatkan, padahal didalamnya sudah dilengkapi dengan peralatan kedokteran seperti peralatan perawatan gigi yang harganya mencapai miliaran bantuan dari pusat. ‘’Ini sudah datang beberapa tahun yang lalu namun karena tidak bisa ditempatkan di gedung lama maka kita belum bisa gunakan ‘’ujarnya. (rdh)



Siswa Malaysia Menang di Fasilitas dan Patuh pada Aturan

 

Pertukaran pelajar SMP I Kampar ke SMK Sri Bintang Malaysia 15 hari awal Mei 2010 dalam rangka program pembelajaran Sekolah berstandar Internasional (SBI) memberikan banyak pengalaman, salah satunya pelajar di Malaysia mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap peraturan sekolah. ‘’Mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan tanpa harus disuruh-suruh,  misalya begitu saat akan upacara tidak perlu dibunyikan bel atau lonceng, apalagi sampai disuruh-suruh seperti di Kampar ‘’ujar Kepala sekolah SMP N I Bangkinang Rusdi Mulia di Bangkinang (17/5)

 

Dijelaskannya ada dua hal yang unggul dari sekolah untuk tingkatan menengah di Malaysia ini, pertama kepatuhan dan fasilitas. Untuk kepatuhan sepertinya siswa sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, seperti ketika jam belajar sudah mulai maka siswa dengan patuh akan  masuk kelas tanpa ada bel, begitu juga jam makan siang otomatis semuanya menuju ke kantin tanpa ada perintah.

 

‘’Kita tidak akan  melihat adanya siswa yang berkeliaran di luar kelas pada jam belajar ataupun di kelas pada jam istirahat sehingga sekolah tampak tertib dan teratur ‘’ujarnya. Hal lain adalah disekolah tersebut tidak dibenarkan membawa laptop dan HP, dan ini berbeda dengan sekolah yang ada di Kampar malah dengan RSBI siswa banyak membawa laptop ke sekolah untuk peningkatan kemampuan IT, para siswa tersebut menggunakan computer yang disediakan sekolah.

 

 ‘’Begitu juga HP kalau ada siswa yang membawa H Maka akan diambil sekolah dan baru dikembalkan begitu siswa tersebut menamatkan pendidikannya disekolah tersebut. ‘’Ini berbeda sekali dengan disini, disini kalau HP siswa kita razia dan kita sita maka yang meradang adalah orang tuanya sehingga guru menjadi serba salah ‘’jelasnya.

 

Penyediaan  fasilitas merupakan salah satu keunggulan sekolah dengan murid hampir 2000 orang tersebut, setiap mata pelajaran mempunyai labor sendiri termasuk pelajaran keterampilan sehingga siswa benar benar dapat belajar aktif, dan disetiap labor dipenuhi dengan majalah dinding sesuai dengan tema yang dipelajari, sehingga kemanapun siswa memandang mereka akan diingatkan dengan pelajarannya.

 

Begitu juga dengan fasilitas untuk guru dan karyawan yang sangat memadai. ‘’Kalau untuk SDM siswa mereka dan siswa kita tidak jauh berbeda ‘’ujarnya.

 

Dalam pertukaran pelajar selama 14 hari tersebut diikuti oleh 20 orang peserta dari Riau yang terdiri dari  orang siswa SMP N I Pekanbaru, 7 orang siswa SMPN I Bangkinang dan 6 orang siswa SMPN I Bengkalis, dari Bangkinang guru yang mendampingi Drs M Hatta dan Yuneli Jalil, selama 14 hari tersebut mereka mengikuti pembelajaran di SMK Sri Bintang Utara Taman Sembeling Cheras Kuala Lumpur  Malaysia ***

Lomba Balita untuk Pancing Kunjungan ke Posyandu

Untuk meningkatkan kunjungan para Ibu yang memiliki Balita ke Posyandu Puskesmas Kampar Timur mengadakan aneka Lomba, lomba yang diperuntukkan bagi Ibu dan anak ini juga sekaligus sebagai rangkaian kegiatan ulang tahun puskesmas tersebut yang kelima. ‘’Karena selama ini para Ibu hanya rajin membawa anaknya ke posyandu menjelang imunisasi selesai, kalau sudah lengkap maka mereka tidak mau datang lagi ‘’ujar Kepala Puskesmas Kampar Timur dr Fauziah di Kampar (18/5) disela-sela kegiatan lomba tersebut.

Menurut Fauziah selama ini banyak pendapat masyarakat bahwa anak perlu diperiksa di pos yandu hanya selama menjalani imunisasi, padahal seharusnya pemeriksaan pos yandu harus dilakukan sejak dalam kehamilan hingga anak berumur lima. ‘’Ini yang perlu disosialisasikan ke masyarakat ‘’ujarnya. Maka diharapkan dengan lomba ini para Ibu akan semangat kembali untuk mendatangi puskesmas dan pos yandu.

Dalam lomba kerjasama dengan PT Indofood Nutrion dan special Food dilombakan Lomba Balita sehat untuk beberapa kategori umur, lomba ASI ekslusif,lomba gizi sehat bagi anak PAUD, lomba Pos yandu dan lomba kader posyandu.
Lomba balita sehat ini dinilai tidak hanya kesehatan Balita saja namun juga sejak Ibunya mulai hamil dan perawatannya sehingga penilaian secara menyeluruh.

Sementara itu Manajer PT Indofood Nutrion dan special Food Elpin Pasaribu kepada Riaupos menyatakan bahwa kegiatan ini salah satu bentuk misi social perusahaan kepada masyarakat, karena perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan sehat dan susu ini juga melakukan berbagai program CDR kepada masyarakat. ‘’salah satunya membina kerjasama dengan berbagai puskesmas terutama untuk kegiata Balita ‘’ujarnya. (rdh)

Senin, 17 Mei 2010

Alasan RSBI SMAN I Bakinang PSB Pungut PSB Rp 2.985 ribu


Karena sekolah sudah berstandart nasional maka sekolah menengah atas negeri (SMAN ) I bangkinan memungut biaya pendaftaran siswa baru hamper Rp 3 juta. Hal ini terungkap dalam Wakil Ketua DPRD Kampar, Komisi II dan Fraksi PKS DPRD Kampar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut senin (17/5), sidak yang dipimpin oleh wakil ketua DPRD Kampar H syahrul Aidi LC menngungkapkan bahwasiswa dibebani uang masuk sejumlah Rp 2.984.854


.

‘’Ini jumlah yang mengangetkan karena biaya sebesar ini akan sulit dijangkau oleh masyarakat miskin, kalau begini maka akan sulit bagi siswa miskin yang berprestasi untuk mendapatkan pendidikan disekolah yang bagus ‘’ujarnya prihatin. Syahrul sendiri mendapatkan informasi ini dari salah satu orang tua siswa .

Dalam kunjungan ini rombongan diterima oleh kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah , kepala sekolah Drs Arham kepada rombongan mengakui bahwa sekolah memang memungut dana sebesar itu karena sebagai sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Baya sebesar ini terdiri dari pembelian fasilitas untuk belajar yang terdiri dari pembelian LCD 9 buah dengan dana Rp 47.700.000,-, pembelian Komputer kelas 9 unit dengan dana Rp 41.400.000,-, pembelian Komputer Labor 15 unit dengan anggaran Rp 69.000.000,-, Meja Komputer 24 unit dengan anggaran Rp 2.400.000,-, Layar 9 buah unit dengan anggaran Rp 13.500.000,-raket 9 unit dengan anggaran Rp 9.900.000,-, Speaker 9 unit dengan anggaran Rp 8.100.000,- Listrik dan jaringan yang baru dengan anggaran Rp 45.000.000,-, AC 18 unit dengan anggaran Rp 63.000.000,-, Papan Tulis Putih 9 unit dengan anggaran Rp 4.500.000,-

Meja Siswa 288 unit dengan anggaran Rp 79.200.000,-, Kursi siswa 288 unit dengan anggaran Rp 86.400.000,-, Meja Guru 9 unit dengan anggaran Rp 2.700.000, Kursi Guru 9 Unit dengan anggaran Rp 5.850.000,Almari kelas 9 unit dengan anggaran Rp 8.100.000,-, Perbaiki pintu kelas 9 unit dengan anggaran Rp 5.500.000,-, Terali Besi 9 kelas dengan anggaran Rp 27.900.000,- dan Keramik lantai kelas 9 kelas dengan anggaran Rp 80.000.000

Dana untuk semua fasilitas ini mencapai 600 juta lebih yang kalau dibagikan degan jumlah siswa sebanyak 288 siswa maka setiap siswa dibebankan sebesar Rp 2.083.854

Namun bukan hanya sampai disitu siswa baru masih dibebankan dengan biaya lain seperti sumbagan komiter perbulan sebesar Rp Rp 125.000,-, dana Osis Rp 286.000,-/tahun, dan membayar pakaian wajib siswa yang terdiri dari Pakaian putih abu abu 1 stell Rp 170.000,-, Pakaian RSBI satu stel Rp 170.000,- dan Pakaian Melayu satu stell Rp 490.000 ‘ Maka total setiap siswa baru harus membayar Total Rp 2.984.854 ‘’ujarnya.

Arham sendiri dalam pertemuan itu bersikeras menyatakan dana ini memang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena sejak dicanangkan sebagai sekolah RSBI tahun yang lalu hingga saat ini belum satu kalipun pemerintah Kampar memberikan bantuan kesekolahnya sehingga mau tidak mau sekolah harus memungut dari siswa. ‘’Dan selama ini kesekolah tidak ada yang protes, karena mereka umumnya bisa membayar ‘’ujarnya. Sekolah juga memberikan keringinan bayaran dengan sistim cicil hingga agustus.

Menanggapi hal ini Syahrul Aidi menyatakan, para orang tua tentunya tidak berani menyatakan protes langsung ke sekolah karena mengkhawatirkan anak mereka yang tidak lulus, namun harusnya sekolah tidak membebankan siswa untuk fasilitas seperti terali, lantai kelas, pintu kelas dan sebagainya yang dinilai tidak tepat. ‘’Kita tetap meminta agar sekolah mencari cara mengurangi biaya ini agar para siswa tidak terlalu dibebani ‘’ujarnya .

Sementara itu kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga Kampar Alfisyahri SH melalui sekretaris disdikpora Kampar Drs Khairullah Chan menyatakan, soal pungutan PSB oleh sekolah memang tidak diatur secara rinci oleh disdikpora, karena diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan sekolah dibenarny untuk menentukan pungutan selama disepakati oleh Komite sekolah dan dirapatkan. ‘’Karena sekolah memang mempunyai wewenang untuk itu ‘’ujarnya.

Hanya saja Khairullah chan menyatakan keberatan dari pihak sekolah yang menyatakan pemkab Kampar belum membantu sama sekali, RSBI adalah program pusat dan tentunya dana dari pusat. ‘’Namun kita juga membantu dengan menyediakan gedung dan ruang belajar, lalu gedung yang tiga lantai itu dari dan siapa? Itu dari dana Pemkab Kampar ‘’ujarnya kesal.

Khairullah menyatakan di Bangkinang ada tiga sekolah yang mendapat bantuan gedung sekolah dengan tiga lantai yaitu SMP N I Bangkinang, SMA N 2 bangkinang dan SMA N I Bangkinang, dibangunya gedung tiga lantai ini untuk mendukung program RSBI.

‘’Salah kalau sekolah menyatakan tidak dapat bantuan sama sekali ‘’ujarnya. Dan dengan sudah disediakan gedung harusnya tidak ada lagi pungutan untuk keramik, terali, dan penyediaan sarana belajar lainnya (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster