Kamis, 18 September 2008

Anak Dititipkan ke Nenek..Ayah Sibuk dengan Istri MUda

Kisah warga yang Menikah Lagi dan anak Sendiri Ditelantarkan


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dimana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan berbagi dengan yang lain namun tidak bagi AMR, warga Rumbo kecamatan Rumbio jaya, lelaki yang baru saja menikah lagi dengan seorang gadis malah asyk saja dengan istri mudanya sehingga mengabaikan dan menelantarkan anak anaknya sehingga AMRpun dilaporkan ke polres kampar dengan aduan penelantaran anak.


‘’saat ini kami masih memeriksa AMR untuk pengembangan lebih lanjut, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH SIK melalui Kanit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kampar Aiptu Supratini kepada Riau Pos di Bangkinang (18/9).


Dijelaskan Supratini, kejadian ini berawal dari kematian Istri AMr seminggu usai melahirkan anaknya yang ketiga 10 bulan yang lalu, sebelumnya pasangan ini sudah mempunyai dua anak yang berusia 7 tahun dan 12 tahun. Kematian Istri tentu saja membuat keluarga ini terpukul apalagi ada anak yang masih bayi ditinggalkan, untuk sementara bayi itu dipelihara neneknya dari almarhum istrinya.


Karena tidak tahan menjablai AMR akhirnya menikah lagi dengan gadis pujaannya, sayangnya kehadiran istri barunya ini tidak diterima oleh anaknya yang sulung, akhirnya sang anakpun ikut dengan bibinya yang merupakan adik ibu kandungnya yang sudah meninggal.


Rupanya protes anaknya terhadap istri mudanya mmbuat AMR benar benar lepas dari keluarga, iapun tidak lagi memperdulikan anaknya , ia asyik saja dengan istri mudanya sehingga anaknya dilupakan dan mereka tidak pernah dijenguk apalagi dibiayai.
‘’Ini tentu saja membuat anak anaknya terlantar, apalagi keluarga tempat mereka menumpang bukanlah keluarga yang mampu, ‘’ujarnya. Akhirnya sang nenek yang merupakan mantan mertua AMr melaporkan AMR ke polres.


Atas ketidakperduliannya kepada anaknya sendiri, maka menurut Tini Amr dikenakan pasal Penelataran, kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster