Rabu, 10 September 2008

Kampar Mulai Terancam Banjir


*Camat dan Kades Diminta Memberikan Data


BANGKINANG (RP), Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu belakangan ini membuat debet air sungai kampar meluap tinggi, bahkan dari pantauan di beberapa wilayah seperti sepanjang sungai di desa Sei Tarap, desa Muara Bungo dan Pulau Birandang di kecamatan Kampar Timur air sungai hampir mencapai tebing sungai Kampar

Kondisi yang sama juga terjadi di desa Kampung terandam kecamatan Tambang, desa teratak dan desa Alam Panjang kecamatan Rumbio Jaya bahkan beberapa rumah di kecamatan Tapung Hilir juga sudah mulai terendam banjir.

Pemerintah Kampar dalam hal ini kepala BSPPM Kampar Drs M Saleh melalui Kasi Kesra Drs Darusmar MSI ketika dikomfirmasi Riau Pos (10/9) menyatakan memang sudah ada kenaikandebet sungai Kampar dan ini tentu saja brpotensi untuk banjir. Banjir sendiri memang setiap tahunnya selalu dihadapi Kampar karena Kampar merupakan muara dari sungai yang hulunya berada di Pangkalan Baru dan Sumatra Barat. ‘’sebaiknya masyarakat juga bersiap siap untuk menghadapi banjir ini, apalagi bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai Kampar , ‘’ujarnya.

Hanya saja Darusmar menyebutkan hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Camat atau kepala desa kepada BSPPM terkait dengan banjir ini, karena kalau ada banjir biasanya akan adan laporan tentang kondisi banjir di desa masing masing. ‘’artinya banjir memang belum sampai kepada tingkat masuk ke perkampungan masyarakat ‘’ujarnya.

Untuk itu ia juga berharap para aparatur desa dan kecamatan untuk terus memantau Kondisi yang ada di wilayah dan segera memberittahukan kepada kabupaten sehingga nantinya bisa dilaksanakan koordinasi untuk antisipasi.

Tahun 2008 ini banjr pernah terjadi pada maret 2008 yang lalu dimana lebih dari 10kecaatan dengan leih 45 desa yang terendam oleh banjir, kecamatan yang rawan banjir adalah kecamatan Kampar Kiri Hulu, kecamatan Kampar Kiri Hilir, kecamatan Gunung Sahilan,kecamatan Tambang, kecamatan Siak Hulu, kecamatan XIII Koto Kampar dan beberapa kecamatan lainnya (rdh)



Macet, Bupati Minta Satker selektif beri rekomendasi

*Terkait penyaluran dana bergulir

BANGKINANG (RP) Bupati kampar Drs. H. Burhanuddin Husin. MM mengingatkan para pimpinan satuan kerja dilingkungan pemkab kampar, untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memberikan rekomendasi kepada calon penerima dana bergulir.

Hal itu disamapaikan Burhanuddin dalam arahannya pada rapat evaluasi dan pergulir ekonomi kerakyatan yang berlangsung di aula Kantor Koperasi dan UKM kab.kampar Bangkinang Selasa (9/9).

Kehati-hatian memberikan rekomendasi, dan peningkatan pengawasan dan pembinaan menjadi kunci utama dalam mengembalikan dana bergulir yang diberikan kepada masyarakat.

Sejauh ini dari data yang diperoleh dari bagian perekonomian Setda kampar, pertanggal 9 September 2008, tercatat tingginya tunggakan nasabah yang mencapai Rp.67.735.361.765,86 atau setara 50,6 % dari jumlah yang telah disalurkan.

Dari data tersebut dana bergulir yang dianggarkan dalam APBD kabupaten kampar sejak tahun 2002 pada bagian Perekonomian mencapai 40.000.000,- tahun 2003 sebesar Rp.125.000.000,- jumlah Rp.165.000.000,- Sedang sumber dana dalam bentuk proyek dinas dianatarnya dana proyek KIP sebesar Rp.1.200.000.000,- dan dana Proyek Koperasi dan UKM sebesar Rp.1.400.000.000,- jumlah Rp.2.600.000.000,-.

Masih dari data tersebut dijelaskan ringkasan Evaluasi dana bergulir ekonomi kerakyatan pertanggal 9 September 2008, tercatat sebanyak Rp.258.483.597.056,00 tersebar pada 9542 nasabah.

Sedangkan penagihan yang telah dilaksanakan baru mencapai angka sebesar Rp.126.655.684.077,00, sedangkan baki debet (yang beredar dimasyarakat) sebanyak Rp.133.764.530.756,00.

Ditambahkannya sisa dana pada BPR posisi 30 Juni 2008 dalam bentuk rekening tabungan berjumlah Rp.30.527.713.745,30 sedangkan dalam bentuk rekening siap salur sebesar Rp.1.209.175.589.07 total berjumlah Rp.31.736.889.334,37.

Dari rapat evaluasi dana bergulir ini diketahui bahwa tahun 2006 jumlah penyaluran Rp.214.815.816.500,- tahun 2007 sebesar rp.240.532.532.565.500, tahun 2008 januari 2008 sebesar Rp.242.807.355.500,- februari 2008 Rp.244.905.565.500, maret 2008 sebesar Rp.247.505.097.056, April 2008 sebesar Rp.251.423.097.056,dan Mei 2008 sebesar Rp.254.955.597.056 dan juni 2008 disalurkan sebesar Rp.258.483.597.056.

Berkaiatan kondisi tersebut, dalam kesemapatan tersebut Bupati minta dengan tegas baik pimpinan Satker maupun pihak Bank penyalur, lebih meningfkatkan pengawasan dan lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi kepada calon nasabah.

Bupati juga minta agar lebih diintensifkan melakukan pembinaan kepada masyarakat penerima dana bergulir ini, sehingga pengembalian yang tepat waktu dapat dilakukan oleh masyarakat peminjam

Disamping itu berbagai upaya yang harus dilakukan dalam penyelesaian kredit anatar lain, dengan melakukan panagihan secara intensif, tidak menyalurkan kredit kepada nasabah yang menyambung dari klasifikasi kolektibiliti 3 dan 4 serta melakukan pemotongan Bunga (rdh)

Design by Amanda @ Blogger Buster