Senin, 01 September 2008

Balimau Kasai Tradisi yang Berpotensi Wisata

*juga kebanggaan Riau

BANGKINANG -- tradisi Balimau Kasai yang selaludilakukan masyarakat Kampar dalam menyambut ramadhan setiap tahunnya merupakan tradisi yang mempunyai potensi wisata. ‘’Dan ini harus tetap dilestarikan oleh masyarakat Kampar, karena tidak hanya menjadi satu kebanggaan namun juga menjadi alat yang bisa menyatukan masyarakat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam acara Balimau Kasai tingkat kabupaten Kampar yang dilaksanakan di desa Batu Belah kecamatan Kampar (31/8).

Acara Balimau Kasai ini hendanya disikapi masyarakat dengan baik, karena makna dari Balimau Kasai ini tidak semata mata untuk kegiatan mandi dan aneka kegiatan perlombaan saja namun juga bagaimana antara masyarakat saling meningkatkan silaturahmi satu sama lainnya, meningkatkan rasa persaudaraan sehingga akan tercipta masyarakat yang kompak.

Apalagi masyarakat Kampar dikenal dengan agamanya hendaknya benar benar menjadikan moment Balaimau kasai ini untuk saling memaafkan satu sama lainnya sehingga dapat menyambut kemuliaan ramadhan yang suci dengan hati yang bersih karena sudah saling memaafkan.

Sementara itu bagi kabupaten Kampar kegiatan Balimau kasai ini menjadi ciri khas dari daerah yang kedepannya bisa dikembangkan menjadi potensi wisata, karena kegiatan Balimau Kasai ini juga dilaksanakan tidak hanya di Batu Belah saja namun juga di daerah lain di kampar, karena kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat di desa masing masing.

Untuk kegiatan yang besar saja setidaknya dilaksanakan di Batu Belah kecamatan Kampar, Desa Buluh Cina kecamatan Siak Hulu, desa Lipat Kain di kecamatan Kampar Kiri, desa Belimbing kecamatan Bangkinang Barat, desa Petapahan kecamatan Tapung, dan kecamatan XIII Koto Kampar. ‘’ini akan menjadi kalender wisata setiap tahunnya, ‘’ujar Burhan.

Dalam acara yang dilaksanakan sejak siang tersebut juga dihadiri oleh unsure muspida kabupaten Kampar, dan calon wakil gubernur Riau H Raja Mambang Mit, dalam pidatonya Mambang menyatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi kebanggaaan masyarakat Kampar namun juga kebanggaan Riau dan ini hendaknya dapat dilesatrikan karena salah satu kekayaan daerah yang tidak ternilai harganya. Untuk itu Mambang meminta agar ini dijadikan perhatian oleh pemerintah karena bisa meningkatkan wisata daerah Riau.

Dalam acara Balimau kasai ini ketua panitia Damirus Sag menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan selama sepekan dan puncaknya pada hari minggu, kegiatan ini terdiri dari pasar murah untuk masyarakat, pengobatan massal bagi masyarakat miskin, penyantunan anak yatim, festival rebana, lomba pidato, sholat jenazah dan pada hari Balimaunya dilaksanakan lomba sampan hias yang diikuti oleh ratusan sampan***


Design by Amanda @ Blogger Buster