Rabu, 06 Agustus 2008

Ditipu Oknum, Disuruh Cari Daging Labi labi




Melihat Perjalanan Suku Kubu Jambi Hingga Sampai ke Kampar Riau

Hutan dan alam adalah rumah yang nyaman bagi masyarakat suku Kubu, suku asli Jambi –Sumatra. Makan dari hasil hutan dan berkembang dengan perjalanan hutan selalu membuat mereka nyaman, namun ada saja pihak yang ingin memanfaatkan orang orang lugu ini, seeperti yang dilakukan salah seorang oknum pengusaha di Jambi dan akhirnya..membuat ratusan masyarakat Kubu menjelejah rimba yang bukan tanahnya dan akhirnya terdampar di hutan Sungai Malau Kecamatan Bangkinang Barat kabupaten Kampar- Riau

‘kami diberi tahu oleh pengusaha katanya di kawasan hutan ini banyak labi-labi (penyu), dan mareka akan membayar mahal kalau kami bisa temukan labi labi tersebut, ‘’ujar Saleh Tung salah seorang warga suku kubu saat ditemukan di Hutan tersebut oleh Tokoh masyarakat Kuok H Kasru (5/8).


Dijelaskan Saleh Tung, ia dan rombongannya berjumlah 30 orang yang terdiri dari enam orang laki laki dewasa, 5 orang Ibu ibu, 3 orang gadis remaja dan 16 orang anak anak yang terdiri dari anak laki laki dan anak perempuan. Mereka datang dari Jambi dengan menyusuri hutan berjalan kaki, mereka memang biasa hidup dari hasil hutan dan mereka jual ke masyarakat atau touke.

‘’biasanya kami menjual hasil hutan seperti damar dan rotan, namun juga terkadang menjual binatang hutan hasil buruan, termasuk labi-labi’’jelasnya. Labi labi biasanya dibeli dengan harga yang mahal. Namun ia tidak bisa menjelaskan mahalnya berapa.

Mengetahui ini maka Saleh Tung membawa keluarganya menelusuri hutan dari Jambi hingga sampai ke Riau. Namun sayangnya mereka belum menemukan labi labi yang mereka cari. Padahal mereka sudah lebih dua minggu menyusuri hutan dan hidup dengan seadanya, apalagi banyak anak anak yang mengikuti mereka. Bukan hanya itu bukan hanya Saleh Tung dan rombongannya saja yang mendapatkan imformasi itu namun juga ratusan masyarakat kubu lainnya dan saat ini mereka tersebar dihutan sungai Malau hingga sungai Arau XIII Koto Kampar.

Kehadiran sukuKubu di Kuok dan XIII Koto Kampar ini membuat warga Kuok resah, mereka sebagian besar adalah petani yang bekerja di hutan dan memotong (menyadap karet dikebun. Kehadiran suku kubu ini membuat masyarakat takut,karena mereka dipersenjatai dengan tombak, panah beracun dan parang.’’wara khawatir kalau mereka merasa terusik lalu menganggu masyarakat ‘’jelas H Kasru.


Untuk itu H Kasru dan beberapa anggota masyarakat mencari suku Kubu ini kehutan mememukan mereka di Hutan dan membawanya ke Kuok untuk selanjutnya dipulangkan ke Jambi tim H Kasru menemukan sebanyak 30 orang warga Kubu yang terdiri dari Saleh Tung . Harusnya pemkab Kampar perduli ini’’ujarnya.****

Design by Amanda @ Blogger Buster