Jumat, 01 Agustus 2008

MUI Kampar Keluarkan Empat Seruan

Sikapi tingginya Asusila di Kampar

BANGKINANG (rdh)tingginya kejadian asusila di Kampar akhir akhir ini membuat banyak pihak yang prihatin dan akhirnya menimbulkan keresahan pada masyarakat. Menyikapi hal ini Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kampar akhirnya mengeluarkan empat seruan kepada masyarakat .

Seruan yang dikeluarkan berdasarkan hasil rapat pada 28 Juli 2008 yang lalu tersebut menyatakan : pertama keprihatinan yang tinggi terhadap kondisi yang ada di masyarakat Kampar saat ini, karena harusnya tindakan pencabulan, perjudian dan penyakit pekat lainnya tidak terjadi di Kampar, apalagi kalau menimbang Kampar sebagai serambi Mekkahnya Riau dengan filosofis ‘’adat basandikan syarak , syarak Basandikan Kitabullah’’ harusnya semua ini tidak terjadi.

Yang kedua, MUI meminta agar dilakukan upaya preventif dan menanggulangi penyakit masyarakat tersebut secara terus menerus apalagi adanya peningkatkan tindak asusila akhir akhir ini.

Ketiga Mui juga MUI menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah,mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa supaya lebih meningkatkan upaya penanggulangan penyakit masyarakat yang terdapat di dalam daerah kabupaten kampar

Dan yang keemapat adalah MUI meminta kepada seluruh tokoh masyarakat,alim ulama,ninik mamak,cerdik pandai dan segenap lapisan masyarakat agar bekerjasama membantu pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi penyakit masyarakat di daerah kabupaten Kampar
Sekretaris MUI Kampar H.Johar Arifin,LC.MA

menyatakan selama ini MUI sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat tentang adanya warung remang remang dan dalam kunjungan MUI ke beberapa kecamatan di Kampar, sepertti Tapung MUI juga banyak menemukan adanya lokasi pelacuran,warung-warung remang,pesta band atau orgen tunggal malam hari dengan joget dan tari setengah telanjang. ‘’hal hal seperti ini yang harus segera diantsipsi oleh pemerintah dan amsyarakat ‘’ujarnya.

Design by Amanda @ Blogger Buster