Kamis, 10 Juli 2008

DPRD Perjuangkan Jalan Baru ke Desa Tertinggal

Perkampungan Desa Siasan DIbentuk kembali

XIII KOTO KAMPAR (rdh) perkampunag Siasan yang merupakan salah satu desa di kabupaten Kampar yang berbatasan langsung dengan propinsi Sumatra Barat kembali dihuni dan peresmian pembentukan kampong ini menjadi desa baru dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kampar H Masnur SH di desa tersebut (9/7).

Desa Siasan sendiri saat ini memang masih mempunyai keterbatasan terutama soal akses jalan karena desa ini sudah ditinggalkan sejak tahun 1960, sehingga kondisi desa ini sangat tertinggal. Apalagi letaknya sangat jauh baik dari IBu kota kecamatan XIII Koto Kampar maupun kIbu kota XIII Koto Kampar.


Desa Siasan awalnya tergabung dalam kenegerian Koto Setingkai, namun 4 desa di ulak masuk dalam kawasan Kecamatan Kampar Kiri, sedangkan 4 desa lagi masuk pada kawasan XIII Koto Kampar. ‘’Dengan pembentukan desa ini masyarakat Siasan telah pula menunjuk ninik mamak yang disyahkan ninik mamak dari kenegrian koto
setingkat. ''dengan adanya ninik mamak ini, akan memudahkan anak kemenakan dalam menyelesaikan dan mencari solusi dari permsalahan yang terjadi, ‘’ ujar Masnur .
Minimnya masyarakat desa akan sarana baik fasilita umum apalagi sarana jalan maka DPRD kampar akan segera membicarakan hal ini dengan pihak eksekutif, untuk jalan DPRD sedang memperjuangkan untuk dibangun jalan ke desa ini dengan sistim multy years.

‘Apalagi melihat kondisinya, masyarakat disini memang kesulitan untuk mengembangkan potensi perekonomian, mengingat lahan yang ada merupakan kawasan hutan lindung. Masyarakat disini hanya bertani dan berkebun memenuhi kebutuhan hidup dari penghasilan memanen hasil karet diatas lahan seadanya, makanya perlu membuka akses jalan, ‘’ujarnya.

Masnur menambahkan, dengan terbentuknya sekaligus kembalinya masyarakat ke daerahnya, menjadikan Desa Siasan sebagai salah satu aset daerah di Kabupaten Kampar. ''Ini merupakan aset daerah yang harus diperjuangkan, untuk itu kita akan mengupayakan desa ini sejajar dengan desa lainnya, baik di sektor perekonomian, kesehatan dan pendidikan.'' Ujarnya ***
. ''

Pemkab Tak Perduli, Terpaksa Jual Tanah


Melihat perjuangan Akar band hingga Lolos ke Industri Musik nasional


Langkah menuju sukses memanglah sangat sulit apalagi didunia musik yang bagi sebagain orang tidak menjanjikan, seperti halnya pengakuan Via salah satu finalis Mama Mia dari Riau, begitu juga yang dirasakan oleh kelompok band ‘’ Akar ‘’ yang sudah berhasil masuk dalam industri musik nasional, namun sayangnya kekurangan dana untuk pendukung bagi band ini membuat mereka harus pontang panting, bahkan Band yang namanya diambil dari kata ‘’Anak kampar ‘’ ini terancam gagal.

‘’Padahal kita sudah masuk dapur rekaman dalam album kompilasi realease your song TAK PERNAH ‘’ yang diproduksi oleh Akar liar Jakarta, ‘’ ujar manager AKar Band HJ Dahlia di Bangkinang (10/7).

Dijelaskan Dahlia, awalnya AKar band ini band yang dibentuk oleh siswa SMA negeri 2 Bangkinang empat tahun yang lalu, yang terdiri dari Ijum (vocal), Okky (guitar), Andy (keyboard), Ekky (drum) dan Krisna ( Bass), dan setelah lulus sekolah Band ini memang masih solid dengan manager tersendiri.

Band inipun mencoba menjajaki musik daerah, dengan manggung di berbagai event yang ada di propinsi Riau, tak terhitung sudah berapa banyak penghargaan yang mereka sabet dalam berbagai perlombaan dan acara. Akhirnya beberapa bulan yang lalu mereka mengirimkan contoh lagu mereka ke management Akar Liar di Jakarta, dan ternyata dari 300 keping CD lagu yang dikirim oleh band lain maka akar Band ini terpilih dan ini band satu satunya dari Riau. ‘’Bukan hanya itu lagu akar Band yaitu TAK PERNAH ‘’ malah menjadi lagu hits dan lagu andalan kompilasi band tersebut.

Pihaknya sudah melakukan rekaman di Jakarta dan tanggal 12 dan 13 Juli mendatang akan dilakukan Lounching album tersebut di Jakarta, bahkan salah satu TV nasional yaiotu SCTV sudah menawarkan tampil secara live kepada band ini. ‘’Sayangnya kami kekurangan dana, karena selama ini kami hanya mengharapkan dana dari penjualan pecel lontong yang saya lakukan dan anak anak diluar manggung selalu ngamen mencari biaya mangggung dan kuliah, ‘’ujarnya.

pihaknya juga mengajukan permohonan kepada Pemkab Kampar namun tidak diperdulikan sama sekali, sehingga pihaknya benar benar merasa kecewa. Namun ia yakin langkah anak anak Akar ini akan sukses karena lagu ini sudah dipesan untuk NISP beberapa operator. ‘’terpaksalah untuk biaya ke Jakarta kami jual tanah pribadi, ‘’ujarnya. Memang perjuangan yang berat. ******

Peduli Lingkungan BMC gelar Penanaman Seribu Pohon

BANGKINANG (rdh) para penyuka kendaraan bermotor yang bernaung dibaawah bendera Bintang Motor Comoditiy (BMC) ternyata juga mempunyai minat dalam penyelamatan lingkungan, untuk itu mereka akan menggelar aksi menanam seribu pohon. ‘’kegiatan ini akan dilaksanakan di delapan desa di Tapung Raya, ini juga akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita juga mempunyai kegiatan yang postifif, ‘’ujar ketua BMC Tapung Herwin Prayitno di Bangkinang (10/7).

Diakuinya, selama ini banyak isu yang berkembang di masyarakat bahwa keberadaan club-club motor selama ini sering sebagai pemicu aksi ugal-ugalan di jalan raya, dan masyarakat juga mengaggap organisasi ini hanya membawa dampak negative bagi Kampar saja.

Makanya ,kegiatan ini diharapkan mampu menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa club-club motor juga bisa berbuat yang positif untuk masyarakat secara umum.

Aksi penanaman seribu pohon yang akan di pusatkan di Desa Sumber Makmur Kecamatan Tapung ini rencananya akan digelar pada akahir bulan Juli ini, disamping akan menghadirkan seluruh club motor yang ada di provinsi Riau dan juga Pengda IMI Riau, juga akan berusaha untuk menghadirkan para pejabat pemerintahan serta dunia usaha yang peduli dengan keselamatan lingkunagan., ini terinspirasi dari keperdulian semua pihak untuk menyelamatkan lingkungan dan juga membantu pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan hidup sebagaimana yang diamanahkan oleh konferensi PBB tentang perubahan iklim di Bali yang dikelanal dengan Bali Roadmap pada bulan Desember 2007 lalu

‘’ kegiatan ini disamping bisa mengangkat citra BMC sendiri, juga sangat berperan dalam membantu pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan hidup”, ujarnya singkat. ***

Design by Amanda @ Blogger Buster