Selasa, 08 Juli 2008

Pemilu 2009, Kampar Terbagi Enam Dapil

BANGKINANG (rdh) dalam pemilihan legislative yang akan dilaksanakan pada April 2009 mendatang, daerah pemilihan di Kampar menjadi enam wilayah, jumlah ini meningkat dari pemilu tahun 2004 yang lalu yang hanya lima Dapil. Ketua KPUD Kampar H Nurhamin Spt MH melalui anggota KPUD Kampar Novrizal Sag M Is (8/6)
menjelaskan rancangan Daerah pemilihan dibagi menjadi enam untuk 20 kecamatan. ‘’ dengan perkiraan pemilih sebanyak 606. 254 orang pemilih, sehingga jumlah kursi nantinya di legislative menjadi 45 kursi dengan 35 kursi tahap I dan 10 kursi pada tahap II. ‘’ujarnya.

Dijelaskannya ke enam Dapil tersebut adalah Dapil I yang meliputi wilayah Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Kampar Kiri Hulu , Kecamatan Kampar Kiri Tengah, camatan Gunung Sahilan, Kecamatan Kampar Kiri Hilir dengan jumlah pemilih untuk dapil ini sebanyak 81. 327 pemilih. ‘’harga satu kursi mencapai 7.662 pemilih dengan 7 Kursi, yang terdiri dari 3 kursi tahap I dan 4 kursi tahap II, ‘’ujarnya

Untuk Dapil II meliputi dua kecamatan yaitu Kecamatan Siak Hulu dan kecamatan Perhentian Raja yang mempunyai pemilih: 77. 753 pemilih . Kecamatan ini mempunyai jatah enam kursi dengan harga satu kursi: 8. 945 pemilih, pembagian kursi dengan dengan empat kursi tahap I dan satu kursi tahap II

Dapil III meliputi wilayah Kecamatan Tambang, Kecamatan Kampar Utara, Kecamatan Rumbio Jaya, Kecamatan Kampar Timur, Kecamatan Kampar, dengan jumlah pemiliha: 129. 019pemilih, sehingga nantinya akan mendapatkan 9 kursi dengan 7 kursi Tahap I dan 2 kursi tahap II. ‘’Harga kursi di dapil ini paling besar yaitu 9. 849 pemilih , jumlah kursi pada Dapil III ini berkurang satu kursi pada tahun 2004 yang lalu yang mencapai 10 kursi, ‘’jelasnya.

Perubahan juga terjadi pada pembagian Dapil di wilayah Tapung kalau pada pemilu 2004 hanya satu Dapil makan pemilu tahun 2009 menjadi dua dapil, yaitu Dapil IV dengan wilayah Kecamatan Tapung Hulu yang mempunyai pemilih sebanyak 72. 423 pemilih, walaupun satu kecamatan karena jumlah penduduknya banyak maka jatah kursi dilegislatif mencapai 5 kursi dengan harga satu kursi 8. 028 pemilih namun hanya untuk tahap I saja. Selanjutnya Dapil V dengan wilayah pemilihan Kecamatan Tapung dan
Kecamatan Tapung Hilir yang memiliki jumlah pemilih sebanyak 116. 689 pemilih. Kursi legislative yang tersedia untuk dapil ini sebanyak 9 kursi dengan 8 kursi untuk tahap I dan 1 kursi untuk tahap 2, harga satu kursi mencapai 8. 321 pemilih.

Sedangkan Dapil terakhir atau Dapil VI meliputi wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar, Kecamatan Bangkinang Barat, Kecamatan Salo, Kecamatan Bangkinang, Kecamatan
Bangkinang Seberang. Wilayah ini mempunyai pemilih sebanyak 129. 013 pemilih dengan jatah kursi di legislate sebanyak 9 kursi dengan 7 kursi tahap I dan dua kursi tahap II. Harga kursi mencapai 9. 473 pemilih ***

Rifal Didatangi Pria Berjubah tiba tiba sudah dikhitan

Melihat khitanan gaib bocah Bangkinang Barat

Peristiwa unik memang sudah banyak yang terjadi di masyarakat, salah satunya dialami oleh bocah berumur tiga tahun Rifal al-Ikram warga desa Pasir Sialang kecamatan Bangkinang seberang. Rifal menghebohkan warga kampungnya karena mengalami khitan secara ghaib dan ia tidak merasakan apa apa.

Dari penuturan Ibu Rifal Nuryani di Bangkinang (8/6) kejadian pada minggu sore yang lalu, saat itu anaknya Rifal ditinggal bermain dengan dua orang temannya , sedang asyik bermain tiba tiba saja Rifal memegang alat kelaminnya, dua temannya juga mengikuti meliht kearah kelamin Rifal yang kebetulan celananya robek. Sri sang kakak yang juga berada ditempat itu melihat dan langsung memarahi adiknya karena mempermainkan alat kelaminnya sendiri.

Namun mereka terkejut karena alat kelamin Rifal sudah berubah seperti layaknya alat kelamin yang sudah disunat .
‘’Katanya ada lelaki yang berjubah datang padanya dan menyunatnya, namun saat ditanya kepada dua temannya mereka mengakui tidak melihat apa apa, ‘’ujarnya lagi. Rifal juga tidak menyatakan sakit saat kelaminya disunat secara ghaib tersebut.

Sebenarnya keanehan sudah sering dialami olehRifal, seperti saat mengandung Rifal dirinya bermimpi ada cahaya terang masuk kerumahnya dan menyinari Rifal yang masih dalam tiga bulan dalam kandungan, waktu kelahiran Rifalpun pas pada saat khatib sedang naik ke mimbar memberikan khutbah Jumat.

Keluarganya yang heboh melihat perubahan alat kelamin Rifal segera membawa Rifal ke puskesmas untuk diperiksa dan pihak puskemas menyatakan kondisi kelaminya tidak masalah dan tidak mengalami infeksi sama sekali.

Dijelaskanya sejak kecil Rifal sudah agak berbeda dengan anak anak yang lain, Rifal sangat perhatian kepada hal hal agama, bahkan Rifal sudah mengerjakan sholat sebagaimana layaknya muslim dewasa. ‘’Bahkan Rufal nangis kalau tidak diajak sholat jumat, ‘’ujarnya bangga.

Rifal juga menunjukkan kecerdasan yang lebih dari anak anak yang lain, untuk itu peristiwa ini diharapkan akan mampu membawa kebaikan untuk Rifal, bahkan ia berharap suatu saat Rifal akan menjadi orang besar dan berguna****

Permasalahan Hukum Berawal dari Administrasi Kacau

Aparat harus mengacu pada ketentuan

BANGKINANG (rdh) Bupati kampar Drs.H.Burhanuddin Husin.MM diwakili Asisten Ekonomi Setda kampar Drs.H.Masri Ma’ahu.Msi mengatakan bahwa terjadinya permasalahan hukum berawal dari suatu proses Administrasi yang kacau.

‘’ , Sehingga administrasi yang tidak mengacu kepada aturan yang berlaku atau produk hukum daerah yang menjadi dasar program kegiatan tertentu, sehingga dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas, ‘’ . ujar Masri acara pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan produk hukum bagi pejabat dilingkungan Pemkab kampar yang berlangsung hari Selasa (8/7) di Wisma Bangkinang Baru Bangkinang.

Menurutnya Paradigma Otonomi daerah menuntut adanya pola kerja aparatur pemerintahan yang mau bekerja keras, transparan bersih dan berdasarkan aturan yang berlaku, yang memilki landasan hukum yang kuat, sehingga tidak terjadi kesalahan sekecil apapun.
Namun berbicara masalah produk hukum daerah, memang tidaklah mudah, karena memerlukan suatu analisa dan ilmu dalam menyusun produk hukum daerah itu sendiri. Untuk itulah Pemerintah kabupaten Kampar memandang perlu dilaksanakannya kegiatan pelatihan, dengan maksud untuk mempersiapkan aparatur pemerintah agar dapat menyusun, membentuk produk hukum daerah yang memenuhi syarat legal dan teknis peraturan perundang-undangan.

Dengan diselenggarakannya kegiatan Bimtek bagi aparatur pemerintah diberbagai satker, maka atas nama Pemerintah kabupaten kampar mengharapkan para peserta yang menjadi utusan masing satker, dapat mengikuti dengan penuh hati, sehingga nantinya dapat meraih pengetahuan menyusun, membentuk produk hukum dengan tujuan dan dasar hukum yang jelas dan tentunya tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi di Satker masing-masing.

Sementara itu kabag Hukum setda Kampar Tarmizi SH MH melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari satuan kerja Pemkab kampar, dan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 8-10 juli 2008.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan aparatur serta mengoptimalkan tugas dan fungsi legislasi pada setiap satker perangkat daerah, sehingga dengan mengikuti kegiatan ini para peserta akan mendapat pengetahuan langsung dari narasumber yang datang dari Biro Hukum Setda Riau, dan Fakultas hukum Universitas Islam Riau, Pengadilan negeri Bangkinang dan BAKD serta Bagian Hukum Setda kampar. ***

Sepanjang jalan Riau Sumbar

Tekan Lakalantas, Polres Kampar Tambah Rambu rambu


BANGKINANG (rdh) untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten kampar, pihak kepolisian kampar kembali melakukan pemasangan rambu rambu rawan kecelakaan lalu lintas, kali ini pemasangan rambu rawan lalu lintas ini dilakukan di sepanjang jal an Riau Sumbar dari desa Salo kecamatan Salo hingga desa Merangin (rantau berangin) kecamatan Bangkinang Barat.

Kapolres Kampar AKBP. MZ Mutaqqin, SH SIK mellaui Kaurbinops Iptu Maryanta (8/7) mengatakan bahwa pemasangan rambu-rambu rawan laka ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dibeberapa ruas jalan yang dianggap rawan dengan lakalantas di kabupaten Kampar, seperti jalan Raya Pekanbaru –Bangkinang, Tapung dan beberapa ruas jalan. ‘’Ini gunanya memberikan peringatan bagi para pengemudi untuk lebih hati hati dalam mengemudi, ‘’ujarnya. Program ini juga menjadi proagma kerja rutin dari satlantas Kampar.

Selama ini, selain ruas jalan raya Pekanbaru-Bangkinang, ruas jalan Riau sumbar dikecamatan Salo dan Bangkinang barat juga sangat rawan kecelakaan. Untuk itu pihaknya memasang 6 buah rambu-rambu rawan laka lantas.

Kepada pengemudi kenderaan roda dua maupun roda empat kaurbinops berharap dalam mengemudi agar berhati-hati dan juga tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi “kita mengharapkan kepada para pengemudi agar menaati peraturan lalu lintas dan tidak mengemudi kenderaannya dengan kecapatan tinggi ***

Design by Amanda @ Blogger Buster