Senin, 07 Juli 2008

50 Persen Sarana Desa di Kampar Belum Memadai

50 Persen Sarana Desa di Kampar Belum Memadai

BANGKINANG (rdh) Keluhan yang disampaikan aparatur pemerintahan desa di kampar sulitnya memberikan pelayanan yang maksimal disebabkan karena kurangnya sarana dan prasarana di akui oleh wakil Bupati Kampar Teguh Sahono. ‘’Bahkan bisa dikatakan 50 persen desa yang ada di Kampar saat ini tidak memiliki sarana yang layak dan memadai selebihnya hanya memiliki kantor dengan peralatan seadanya bahkan sangat jauh dari yang diharapkan makanya sehingga menyulitkan, ‘’ujar Teguh saat membuka pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang manajemen Pemerintahan desa angkatan III tahun 2008 di taman rekreasi Stanum Bangkinang Senen (7/7).

Saat ini Kampar memiliki 250 desa dan kekurangan bukan hanya pada sarana dan prasarana saja namun juga kemampuan sumber daya manusia yang handal, padahal untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sudah snya desa memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai, agar pelayanan yang diberikan berjalan sebagaimana diharapkan, selain itu desa juga membutuhkan SDM yang mengerti organisasi manajemen dan jeli melihat potensi potensi yang ada di desa.

Untuk mengantasipasi masalah ini maka pemerintah Kampar sudah menyusun berbagai program yang diharapkan dapat menyentuh persoalan ini secara langsung, langkah pertama adalah membangun kantor desa untuk 50 persen desa yang masih membutuhkan, pembangunan kantor desa ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan pendataan desa mana yang terlebih dahulu membutuhkan.

Selain itu Pemkab Kampar juga melaksanakan program penyaluran dana langsung (block grant yang diperuntukkan bagi pembanguna sarana desa dalam skala kecil, dana ini diberikan langsung kepada desa dan pemerintah desalah yang melaksanakannya bersama masyarakat sehingga bisa juga dilaksanakan program swadaya.

‘’Dan untuk menunjang itu pemerintah juga melaksanakan kegiatan pelatihan aparatur pemerintahan desa dibidang manajemen aparatur pemerintahan desa, dan saya harapkan ini bisa diikuti dengan baik oleh semua aparatur desa sehingga nantinya bisa meningkatkan pengetahuan dalam melayani masyarakat, ‘’ujarnya.

Sementara itu kabag pemerintahan Setda kampar Drs.H.dendi Suhenri.Msi dalam kesemapatan tersebut menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini, adalah untuk memberi pengetahuan kepada Aparatur desa baik Kades, maupun aparatur lain berkaiatan dengan managemen pemerintahan desa sebagai mana yang diatur dengan UU no 75 tahun 2005 tentang desa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 6-10 Juli 2008 bertempat di Taman Rekreasi Stanum Bangkinang, yang diikuti oleh 60 orang kades atau Aparatur Desa lain yang ditunjuk. Hadir pada acara tersebut, waka Polres kampar Kompol A.Nasution, Asisten Pemerintahan Drs.H.Nazaruddin, Sekretaris bappeda Kampar Drs,.Aprizal Abra dan dinas instansi terkait. (***

PWK PKS Kucurkan Bantuan Permodalan Perempuan

Program secara nasional

BANGKINANG (rdh) untuk membantu para perempuan di Kampar dalam menjalankan usahanya terutama usaha kecil dan mikro, maka Pos Wanita Keadilan (PWK) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar memberikan bantuan dalam pembiayaan permodalan. ‘’Kegiatan ini juga bersempena dengan program nasional Nasional Pos Wanita Keadilan dengan tema “Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat”., ‘’ujar Menurut ketua panitia, Yulisya Fitriyani, A.Md, di Halaman Sekretariat DPC PKS Kecamatan Bangkinang (7/6).

Pembiayaan permodalan tersebut diberikan untuk beberapa kelompok usaha yang dibina PKS, setiap kelompok mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta yang diharapkan mampu membantu mereka menjalankan usahanya, apalagi usaha yang dibantu juga usaha kecil Ibu ibu untuk meningkatkan ekonomi Keluarga.

Ketua Ketua PWK Kampar yang diwakili oleh Nurhayati menyatakan bahwa PKS akan tetap berkomitmen untuk mengembangkan usaha-usaha para ibu dalam menambah income keluarga. PKS tidak hanya mengajak masyarakat, terutama kaum ibu untuk melakukan aktifitas politik praktis, akan tetapi juga memberikan bekal ilmu agama dan modal usaha bagi ibu-ibu yang ingin meningkatkan produktifitasnya dalam berkarya. Nurhayati menambahkan, “Peran ibu menjadi sangat penting dalam keluarga, untuk itu PWK PKS Kabupaten Kampar sangat serius mendampingi para ibu dan kaum wanita untuk maju dan berkembang agar tercipta Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat.”

Dalam kondisi masyarakat dan ekonomi saat ini maka peran perempuan sebagai seorang Ibu dan Istri juga ditambah dengan peran sebagai pendukung ekonomi, karena beban hidup terkadang memaksa perempuan untuk ikut mencari uang. ‘’Dan perempuan memang bisa melakukan itu, untuk itu kita memberikan dukungan berupa permodalan sehingga kemampuan ini lebih dimaksimalkan , ‘’ ujarnya.

Sementara itu Istri Wakil Bupati kampar Ny Ibu Sitta Teguh Sahono, dalam menutup acara mengingatkan kepada para ibu akan pentingnya peran Ibu dalam membina keluarga yang harmonis dan sejahtera. Untuk itu, diharapkan sinergi peran antara Ibu, Ayah dan Anak, karena dari sinilah sebenarnya pilar-pilar kekuatan sebuah bangsa. ***

Kades Harus Kondisikan Tempat dan Waktu untuk Semua Kandidat

Kades Tidak Boleh Berat sebelah pada Sosialisai Pilgubri

BANGKINANG (rdh)salah satu rangkaian kegiatan dalam pemilihan gubernur Riau mendatang adalah kegiatan sosialisasi atau kampanye, untuk itu pemerintah desa dalam hal ini kepala desa (Kades) diminta untuk memberikan tempat dan kondisi yang sama untuk semua kandidat yang maju dalam Pilgubri tersebut. ‘’Kades harus mengkondisikan tempat dan waktu yang sama untuk semua kandidat, dan tidak boleh ada yang memihak saalah satu kandidat karena harus adil, ‘’ujar wakil Bupati Kampar Teguh Sahono kepada para kepala desa dan aparatur desa saat membuka pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang manajemen Pemerintahan desa angkatan III tahun 2008 di taman rekreasi Stanum Bangkinang Senen (7/7).

Ditegaskan Teguh, seluruh masyarakat apalagi kades di kampar harus menyukseskan pilgubri ini, untuk itu kades sebagai pemimpin masyarakat yang berhubungan langsung dengan masyarakat harus bisa menunjukkan sikpa netral dan tidak berpihak kepada salah satu calon, meskipun jabatan seorang kades adalah jabatan politis, pihaknya tidak menginginkan adanya kades yang terlibat dalam kegiatan politik praktis. ‘’jadi tidak ada kades yang berat sebelah apalagi sampai terlibat langsung dalam mendukung salah seorang calon, ‘’ujarnya.

Kades harus dapat mengkondisikan tempat dan waktu untuk semua kandidat dalam bersosialisasi, sehingga masyarakat dapat nantinya menilai dengan baik siapa yang pantas maju . Kades juga diminta untuk dapat memehami rambu-rambu dan batasan – batas yang dimiliki oleh seorang kades, sehingga nantinya tidak akan menimbulkan masalah.
Kades juga dilarang untuk mengajak masyarakat untuk memilih salah satu calon atau berkampanye apalagi sampai menjelek jelekkan calon yang lain, kadesa harus memberikan pengertian dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memilih sesuai dengan hati nurani.

Terakhir Teguh meminta agar kades juga memeriksa dengan cermat warganya yang belum terdaftar sebagai pemilih karena ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagin suksesnya Pilgubri tersebut. ‘’Dan ini juga bisa menghilangkan hak masyarakat dalam menyampaikan pilihan mereka, ‘’ujarnya ***

Transaksi Narkoba, Angga diCiduk Polisi

1 ons ganja berikan untung Rp 200 ribu

BANGKINANG (rdh) , pihak kepolisian kampar kembali berhasil menggagalkan transaski ganja di Rantau Berangin, dalam penangkapan yang dilasanakan minggu dini hari yang lalu (6/7) polisi menangkap seorang warga Bangkinang Barat Angga (23 th) bersama barang bukti berupa enam paket kecil daun ganja kering siap edar uang hasil penjualan Rp 153 ribu dan satu buah Hp Nokia. tersangka dan barang bukti juga telah di amankan. Untuk selanjutnya trsangka masih terus di kembangkan dalam pemeriksaannya.

Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien SH SIK(7/7) menyatakan awal penangkapan ini dimulai dengan adanya informasi akan adanya adanya transaksi di daerah Rantau berangin Kecamatan Bangkinang barat, dari infrormasi tersebut tim turun guna menindak lanjutinya.

Sesampai di tengah jalan tepatnya di Simpang Ladang, tim memberhentikan orang yang di anggap mencurigakan. Setelah di lakukan penggeledehan polisi berhasil menemukan enam paket kecil ganja kering yang di bungkus dalam kotak rokok Sampoerna seharga Rp 10 ribu di dalam saku celana tersangka sebelah kanan.

Tim pun segera menggiring tersangka ke Mapolres Kampar untuk di lakukan pemeriksaan, dari pemeriksaan tadi polisi berhasil satu nama lagi yang masih lidik berinisial RZ. Meski begitu pihak kepolisian masih mendalami siapa RZ dan di cari keberadaannya.
‘’ Tersangka adalah seorang pengedar yang sudah lama di intai, untuk pemeriksa sementara tersangka Angga mendapatkan barng tersebut dari RZ yang masih dalam pengembangan. Tersangka pun sudah tiga kali melakukan transaksi dengan RZ dengan satu ons di beli dengan harga Rp 350 ribu ‘’jelasnya

Namun angga juga mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit, setidaknya dari penjualan setiap onsnya ia mendapatkan keuntungan setidaknya Rp 200 ribu, dengan sistem penjualan trsangka di buat dalam paket kecil seharga Rp 10 ribu. , Tersngka pun di ancam dengan pasal 82 jo 78 UU RI No 22/1997 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun.***

Design by Amanda @ Blogger Buster