Minggu, 06 Juli 2008

Panwaslih Kampar Mulai Berbenah

Minta Tenaga Adminitrasi kepada pemerintah

BANGKINANG (rdh) untuk menyukseskan pemilihan GUbernur Riau yang akan berlangsung tidak lama lagi maka Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah Riau kabupaten Kampar mulai berbenah salah satunya dengan mempersiapakan admnistrasi kerja pendukung kegiatan Panwaslih Kabupaten Kampar. ‘’ini tentunya sesuai dengan tugas kerja dan fungsi kita memerlukan tenaga adminsitrasi dan langkah pertama yang kita laksanakan adalah meminta tenaga adminitrasi kepada pemerintah kampar, ‘’ujar Ketua Panwaslih Riau Kabupaten Kampar, Aprizal SE di Bangkinang (6/6).

Dijelaskan Aprizal, ssesuai dengan surat Panwaslih Propinsi Riau nomor 01/PWS-Prop/A/VII/2008 tanggal 01 juli 2008 yang mengintruksikan kepada Panwaslih Riau Kabupaten Kampar untuk mengusulkan kepada Pemkab Kampar (Bupati) permintaan PNS ditugaskan pada Kantor Panwaslih Untuk kabupaten kota se-Riau, pihaknya maka pihaknya mengusulkan permintaan empat orang tenaga dari PNS sebagai sekretaris, Bendahara dan dua orang Staf yang ditugaskan dan membantu anggota panwaslih Kabupaten Kampar dibidang admnistrasi dan pengelolaan keuangan ‘’ini penting untuk demi kelancaran dan tertib admnistrasi dalam pengelolaan keuangan daerah panwaslih, ‘’ujarnya.

Selain itu pihaknya dalam waktu dekat juga akan segera membentuk pengurus panwaslih kecamatan di 20 kecamatan di Kabupaten Kampar dengan komposisi sebanyak 3 orang anggota. Penerimaan calon anggota Panwaslih tingkat kecamatan se-Riau ini, bertujuan untuk memenuhi ketentuan pasal 57 ayat (3) undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan pasal 105 ayat (2) peraturan pemerintah nomor 6 tahun 2005 dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah propinsi Riau tahun 2008.

“Untuk pembukaan calon anggota Panwaslih tingkat kecamatan se- Riau ini, kita di Kampar telah menyampaikan pengumuman ini kepada masyarakat yang berminat, sesuai dengan brosur yang telah kita sebarkan yang tertera ketentuan dan persyaratannya, silakan baca dan pahami, jika berminat silakan mendaftarkan diri”, himbaunya.

Aprizal Tambahkan, sebagai persyaratan yang ditetapkan Panwaslih Riau, maka sebagai persyaratannya dinataranya adalah Poto copy KTP yang masih berlaku dilegalisir, Poto capy ijazah terakhir minimal SLTA yang dilegalisir PT dan Diknas.

Kemudian daftar riwayat hidup yang ditandatangani yang bersngkutan diatas matrei Rp 6000,- dan sejumlah persyaratan lainnya yang dapat ditanyakan lansung kepada Panwaslih Riau Kabupaten Kampar, sesuai dengan yang disebutkan dalam brosur tersebut. “Bagi calon angggota Panwaslih kabupaten kota yang tidak lulus seleksi dapat mendaftarkan dirinya ditingkat kecamatan sampai tanggal 8 juli 2008 atau silakan kontak person nomor 0811761435 atas nama saya sendiri”, ujarnya ***

Bendahara kelompok Tani Diranpok Pake Senpi

Uang Rp 30 Juta lesap

BANGKINANG (rdh)aksi perampokan kembali terjadi di Kampar, kali ini yang menjadi korban adalah bendahara kelompok tani Setia Jaya KUD Kayu Aro, Budi (30 th) warga desa sungai Grao kecamatan Tapung itu dirampok oleh empat orang dengan menggunakan senjata api, dan mereka berhasil membawa uang sebesar Rp 30 juta milik koperasi dan langsung melarikan diri kea rah Bukit paying kecamatan Bangkinang Seberang.

Kapolres Kampar AKBP MZ MUttaqien SH SIK menyatakan perampokan itu terjadi pada hari sabtu (5/6) sekitar pukul 12:45 siang, saat itu Korban mengambil mengambil uang di KUD Kayu Aro untuk di bagi-bagikan kan kepada petani. Naas sesampai di rumahnya, korban di hadang empat orang laki-laki tidak di kenalnya dengan menggunakan senjata laras pendek langsung masuk rumah dan melakukan tembakan ke atas.

‘’Bahkana pelaku juga sempat melakukan ancaman dengan granat berbentuk mirip nanas kecil hingga membuat korban ketakukan Kesempatan tersebut tentu langsung di gunakan untuk menggasak uang korban dan selanjutnya mereka kabur tanpa mendapat rintangan apa apa.

Saat ini menurut Muttaqien anggota kepolisian sedang menyebar di lapangan untuk mengejar pelaku yang bersenjatakan api laras pendek, karena tersangka menggunakan senajata api laras pendek dua buah, dalam aksinya mereka menggunakan Honda jenis Revo dan Rx King warna hitam les kuning.

Bukan hanya itu kelompok juga diduga merupakan kelompok curas yang berkaitan dengan kelompk curas di TKP antar Provinsi kabupaten. Kapolres juga menambahkan, pihaknya sedang meakukan koordinasi dengan tim Buser Polda dan Poltabes untuk menyisir wilayah wilayah terntu.

“ Bila cukup bukti Overmach kita tim gabungan Buser Polda, Pltabes dan Polres akan melakukan tembak di tempat dengan proposional dan terukur.” Janji Muttaqien ***

Kampar Punya Banyak Masalah Lahan dengan Perusahaan

Dengan PT Arara Abadi yang paling banyak


BANGKINANG (rdh)persoalan sengketa lahan yang banyak terjadi di kampar diakibatkan adanya masalah dengan perusahaan perkebunan , dan dari sekian banyak perusahaan yang bermasalah maka PT Arara Abadi yang paling banyak mempunyai masalah dengan masyarakat dan Pemkab kampar, dari data di bagian pemerintahah Setda Kampar disebutkan untuk masalah untuk PT Arara Abadi saja ada 16 kasus yang bermasalah saat ini.

Kabag Pemerintahan Dendi Zulheri melalui Kasubid Pemerintah Umum dan Otonomi Desa, Nurbit SIP MH menjelaskan hamper semua masalah yang ada antara perusahaan dan masyarakat atau antara perusahan dengan perusahaan sampai saat ini belum tuntas, selain masalahnya yang semrawut juga pihak perusahaan sangat sulit diajak komunikasi. Pernyataan Nurbit ini didukung oleh kenyataan sudah berulang kali hearing yang dilakukan DPRD Kampar atau pemanggilan oleh pihak pemerintah tidak dihadiri oleh pihak perusahaan

Kembali kepada banyaknya perusahaan bermasalah, persoalan PT Arara Abadi diantaranya PT AA-Koperasi Petani Karya Mandiri Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung seluas 450 Ha, PT AA-Koperaso Petani Gotong Royong Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung seluas kurang lebih 12.000 HA, PT AA-Masyarakat Bencah Kelubi Desa Bencah Kelubi Kecamatan Tapung seluas 600 Ha, PT AA-Koperai Koto Bandan Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung seluas 3.500 Ha, PT AA-Masyarakat Kota Batak Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung seluas 300 Ha, PT AA-Laskar Melayu Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir seluas 100 Ha , PT AA-dengan masyarakat Redzone Tapung Kecamatan Tapung Hilir seluas 1.000 Ha, PT AA-Akiong petak 16 dan Redzone Kecamatan Tapung Hilir seluas kurang lebih 30 Ha, PT AA- PT Bina Fitri Jaya Konspirasi dengan masyarakat Kota Garo Desa Kota Garo Kecamatan tapung Hilir seluas 200 Ha, PT AA-Koperasi Karya Baru Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir berbatasan dengan rantau Bais Minas Kabupaten Siak seluas 75,7 Ha, PT AA-KUD Karya Batu Sindotim Comp 014 petak 113 Kecamatan Tapung Hilir PT AA-PT Bina Fitri Jaya sindotim petak M/07/TP Kecamatan Tapung Hilir seluas 83.81 Ha, PT AA-Nirwan Sindotim Petak 103 seluas 10 Ha, PT AA-Ninik Mamak Kenegrian Lipat Kain Desa Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri

Sementara perusahaan yang lain juga banyak masalah diantaranya Selain PT AA, perusahaan yang sering terlibat dengan masyarakat yakni PT PSPI sebanyak 6 kasus. ‘’PT PSPI unit petapahan-PTPN V Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung seluas 2.500 Ha, PT PSPI unit petapahan-Kelompok Tani Rakyat Bersatu Kampar dan Kelompok Tani SAHRI Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung, PT PSPI Lipat Kain-Pemerintahan Desa Kebun Durian Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan, PT PSPI-Masyarakat Petapahan Desa Petapahan Kecamatan tapung seluas 5.400 Ha, PT PSPI-H IDRUS Desa Petapahan Kecamatan Tapung seluas 250 Ha, PT PSPI-ninik mamak kenegrian III Koto Sibelimbing Desa Siabu Kecamatan Salo seluas 6.000 Ha.’’

19 januari 2007 PT Ciliandra Perkasa sial realisasi Kebun Pola KKPA Siabu Kampar, 5 Februari 2007 lalu, permasalahan lahan juga terjadi antara PTPNV dengan masyarakat Dusun Lubuk Rambah Desa Sinama Nenek Kecamatan Tapung Hulu.***

Harga Cabe Merah Naik Lagi Di Kampar

KAMPAR TIMUR (rdh), walaupun kenaikan harga BBM hanya terjadi sekali saja namun kenaikan harga kebutuha masyarakat tampaknya naik berulang kali, seperti adanya kenaikan harga sayur mayor di pasar tradisional Kampar desa Kampar kecamatan Kampar Timur. Harga cabe yang sebelumnya hanya Rp 2.500/ons atau Rp 25.000/kg naik menjadi Rp 3000/ons atau Rp 30 ribu/kg, bahkan menjelang siang harga sudah menjadi Rp 40 ribu/kg.

Kenaikan harga ini menurut pedagang disebabkan kenaikan BBM. ‘’karena BBM naik maka harga tentu saja naik, dan kenaikan tidak hanya bisa sekali saja sebab cabe yang dipanen beberapa waktu yang lalu belum membutuhkan biaya yang besar jadi kenaikan harga hanya disebabkan oleh ongkos transport saja, namun sekarang sudah termasuk biaya perawatan juga meningkat dan ditambah biaya transport maka harganya akan bertambah lagi, ‘’ujar Zul salah seorang pedagang sayur di pasar Kampar (6/6).

Menurutnya harga ini akan bertambah lagi nantinya beberapa bulan mendatang, karena naiknya BBM juga berakibat naiknya harga pupuk , apalagi akan bersamaan datangnya bulan Ramadhan dan hari raya. ‘ya kita harus siap siap saja naiknya harga tersebut, ‘’ujarnya lugas.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada Cabe saja namun juga sayur mayor yang lain seperti bawan merah, tomat, wortel, kentang, yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Zul juga menolak kenaikan ini hanyalah permainan pedagang semata, karena harusnya pemerintah juga turun tangan dalam mengatasi masalah ini. ‘’satu soal saja kenaikan harga ongkos kendaraan saat ini bervariasi sejak kenaikan BBM,pemerintah ternyata belum mampu menertibkan harga kenaikan yang gila gilaan, ‘’ujarnya. Untuk itu mereka merasa kesal karena selama ini pemerintah hanya menyalahkan pedagang saja, sementara pemerintah kampar dinilainta juga tidak berbuat apa apa untuk membantu pedagang ***

Pemerintah Diminta Koordinasi dengan Perangkat Adat

DPRD: untuk pengalihan lahan

BANGKINANG (rdh), Walaupun memberikan izin untuk pengalihan lahan atau adanya perusahaan yang ingin mengelolah lahan adalah hak pemerintah , namun hendaknya pemerintah tidak melupakan bagian lain yang juga mempunyai wewenang, dalam hal ini perangkat adat. ‘’Untuk itu pemerintah kalau ingin mengeluarkan izin hendaknya juga melakukan kooridinasi dengan perangkat adat karena bagaimanapun selain mereka punya wewenang atas lahan mereka juga yang lebih tahu batas lahan dan kepemilikan, ‘’ujar Wakil Ketua DPRD Kampar Imron Joni Hasibuan di Bangkinang (5/6) yang lalu

Imron sendiri sebagai salah satu pimpinan DPRD Kampar menyatakan keprihatinannya akan banyaknya kasus sengketa tanah di kampar, apalagi kalau berujung anarkis, dan yang lebih menyedihkan menurut Imron masyarakat selalu dalam posisi yang lemah dan dikalahkan. ‘’Dan harus diakui begitu banyak masyarakat yang mengadu ke DPRD hamper bisa dikatakan tidak ada yang selesai dengan tuntas, selain DPRD bukanlah instansi teknis juga wewenang DPRD hanyalah memberikan rekomendasi saja kepada pemerintah, ‘’ujarnya

Untuk itu DPRD meminta pemerintah Kampar dimintanya untuk mengantisipasi munculkan kasus baru dalam sengketa tanah ini agar jangan menambah banyak persoalan yang sudah ada, antisipasi yang diminta adalah selalu mengkoordinasikan sebelum memberikan izin kepada perusahaan untuk mengelola satu kawasan lahan. ‘’Karena kalau dari awal sudah ada saling keterbukaan dan dikoordinasikan dengan baik maka tidak akan ada masalah lagi, apalagi kalau kesepakatan sudah ada antara Perangkat adapt, masyarakat dan pemerintah, ‘’ujarnya.

Namun ia juga mengingatkan agar para perangkat adapt juga mau mengerti dan melaksanakan aturan dengan benar, karena banyak juga dalam kasus sengketa lahan disebabkan kesalahan Ninik mamak, diantaranya memberikan hibah tanpa kesepakatn bersama, bahkan ada oknum ninik mamak yang menjual dengan tumpang tindih. ‘’pemerintah dan masyarakat terutama perangkat adat harus saling intropeksi akan masalah ini, ‘’ujarnya ***

Design by Amanda @ Blogger Buster