Jumat, 04 Juli 2008

Polisi Tidak Usut Semua Kasus Tanah di kampar

BANGKINANG (rdh walaupun kasus sengketa tanah banyak masuk ke kantor kepolisian Kampar namun bukan berarti semua kasus tersebut ditindaklanjuti sebagai laporan polisi, karena pihak kepolisian kampar akan meninjau terlebih dahulu bagaimana status dan kondisi kasus tersebut. ‘’Jadi walaupun kasus yang masuk itu seperti minum obat saking banyaknya namun tidak semunya kita tindaklajuti, kita pelajari dulu bagaimana kasus yang bisa dijadikan sebagai laporan polisi dan mana yang kita kembalikan saja kepada masyarakat, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqin SH SIK melalui Kasat Reskirm AKP Wiwin Firta Y.A.P SIK di Bangkinang (4/7).

Pihaknya menuurt Wiwin memang harus hati hati dalam menyikapi kasus pertanahan ini apalagi di Kampar hokum pertanahan bukan hanya menggunakan hokum pemerintah saja namun juga terkait dengan hokum ada yang dipakai masyarakat kampar, apalagi kalau sudah menyangkut dengan tanah ulayat. ‘’sehingga nantinya kita tidak salah langkah, karena ada persoalan tanah yang harus diselesaikan di tingkat adat terlebih dahulu melalui Ninikmamak dan pucuk persukuannya masing masing, ada pula yang harus diselesaikan dalam tingkatan keluarga kalau berhubungan antara satu keluarga atau antar keluarga, ‘’ujarnya.

Untuk itu biasanya pihaknya akan meminta masyarakat menyelesaikannya terlebih dahulu dengan Ninik mamak dan keluarga sebelum melapor kepada polisi, dan kalau memang bisa diselesaikan dengan mereka saja maka persoalan sudah dianggap selesai namun kalau memang sudah terlalu rumit dan menjangkau hal pidana maka barulah ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Selain itu langkah hati hati pihak kepolisian ini juga untuk mengantisipasi penipuan, karena dikhawatirkan munculnya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena dalam setiap permasalahan lahan yang terjadi antara terlapor dan pelapor terkadang tidak memliki bukti-bukti yang jelas. Bahkan terkadang terlapor hanya berbekalkan surat dari ninik mamak saja yang kabsahannya secara hukum tidak menguatkan.

" Makanya setiap laporan yang masuk akan di lidik dan sidik secara cermat, laporan yang masuk pun belum bisa di katgorikan laporan polisi. Kita akan proses dulu melalui introgasi, baru setelahnya bila memang sah kasus tersebut baru akan di tingkatkan mnjadi laporan polisi." Tegasnya

Untuk itu pihaknya menghimbau, bagi warga yang ingin melaporkan adanya permasalahan lahan apa pun modusnya, Sebaiknya melengkapi bukti-bukti surat kepemilikan, seperti surat kepemilikan tanah (SKT) atau sejenisnya, untuk memudahkan proses selanjutnya. **

Orang Tua DIminta tidak abaikan sekolah swasta

untuk penerimaan siswa baru

BANGKINANG (rdh) penerimaan siswa baru disekolah sekolah negeri sudah selesai.namun tentu saja tidak semua siswa yang mendaftar ke sekolah negeri apalagi sekolah favorit, untuk itu para orangtua yang anaknya tidak lulus dalam sekolah negeri diminta untuk tidak mengabaikan sekolah swasta.''karena pada dasarnya sekolah dimana
pun itu sama saja, tergantung bagaimana anak bisa mengikuti dan menyikapinya, apalagi saat ini sudah banyak sekolah swasta yang mutu dan kualitasnya bagus bagus dan tidak kalah dengan sekolah negeri, ''ujar ketua dewan pendidikan Kampar Drs Syafrudin Samiun di Bangkinang (4/7)

Memang diakuinya sekolah negeri mempunyai akses dan fasilitas yang lebih banyak dari pemerintah, namun itu tidak berarti mereka yang belajar disekolah swasta tidak berprestasi, karena faktor kelengkapan fasilitas hanya salah satu faktor yang mendukung keberhasilan namun yang lebih besar adalah faktor dari anak dan cara mengajar guru.

''satu hal yang tidak bisa ditampik adalah pendidikan di sekolah swasta memang jauh lebih mahal dari sekolah negeri,''ujarnya.Dengan tidak lulusnya anak ke sekolah negeri tidak harus membuat anak menjadi putus sekolah ,karena pendidikan itu sangat penting. ''untuk itu kita minta orang tua memberikan anak dorongan untuk tetap melanjutkan pendidikannya walaupun disekolah swasta,'' ujarnya.

Dan ia juga berharap dengan tidak lulusnya anak disekolah negeri tidak membuat orang tuanya menempuh jalur belakang seperti memaksa atau menyogok pihak sekolah.

Sementara itu salah satu sekolah negeri di Bangkinang SMA negeri 2 Bangkinang menyatakan memang mereka harus meluluskan lebih banyak daripada menerima, menurut kepala sekolah SMA negeri 2 Bangkinang Drs Latif Hasyim MM sekolah favorit tersebut menerima pendaftaran sebanyak 600 lebih siswa, namun yang mereka terima dan lulus hanyalah sekitar 250 orang, ini memang disebabkan kuota dan kondisi sekolah, apalagti SMA negeri 2 merupakan sekolah favorit dan merupakan sekolah berprestasi nasional di kampar. ‘’kita sebenarnya juga ingin memberikan kesempatan seluas luasnya namun bagaimana lagi kemampuan sekolah hanya begitu, ‘’ujarnya ***

Persoalan Lama dan Mengenai Tanah Ulayat

Melihat akar maraknya persoalah tanah di Kampar


Pemerintah kabupaten Kampar baik eksekutif maupun legislatif kembali dipusingkan dengan maraknya persoalan sengketa tanah di Kampar, bahkan banyak dari persoalan tanah tersebut yang berujung kepada aksi demo massa dan aksi anarkis. ''Padahal kalau diurut urut ini merupakan kasus lama juga yang sudah berlangsung bertahun tahun dan belum tuntas hingga saat ini, '' ujar Kepala bagian Pemerintahan Dendi Zulheiri melalui Kasubag pemerintahan umum dan otonomi desa (PUOD) T Nurbit SIP MH kepada Riau Pos di Bangkinang (2/7) yang lalu.ゥ

DIcontohkan Nurbit, persoalan antara masyarakat dengan PTArara Abadi itu sudah berjalan bertahun tahun dan sampai saat ini belum ada penyelesaiannya, begitu juga sengketa antara Warga Siak Hulu dengan PTLanggam Harmoni, warga dengan PT Raka dan sebagainya.ゥ

Sulitnya penyelesaian ini menurut Nurbit karena masing masing pihak saling mengklaim tanah itu milik mereka dan masing masing punya argument, warga memberikan argument bahwa itu adalah tanah ulayat dan mereka sebagai anak kemenakan tentunya berhak untuk memilikinya karena tanah ulayat ini dalam hukum dan ketentuan adat memang diperuntukkan bagi kesejahteraan anak kemenakan, sedangkan pada sisi yang lain pihak perusahaan juga punya argument yang kuat bahwa mereka sudah melakukan jual beli dan mendapatkan izin dari pemerintah, termasuk jual beli itu dengan ninik mamak. ''ini yang membuat rumit karena persoalan masih melingkar dan bolak balik dari itu ke itu saja, ''ujarnyaゥpersoalan tanah ulayat memang menjadi persoalan yang paling mendasar, karena dulunya tanah yang ada di Kampar merupakan tanah ulayat yang penguasaanya secara komunal (berkelompok) ゥ

Namun seiring dengan dikeluarkannya peraturan menteri agraria tentang keberadaan tanah ulayat maka pemerintah hanya mengakui adanya tanah ulayat itu dengan tiga kondisi, pertama tanah itu masih ada, dua lembaga adatnya masih ada, tiga hukum adatnya masih ada dan masih berlaku dan diakui oleh komunitas tersebut.ゥ''sekarang itu masih terpenuhi atau tidak? ''ujarnya.

selain itu karena penguasaan secara komunal maka tanah tidak boleh dimiliki perorangan apalagi bersertifikat. ''kalau sudah disertifikat maka itu tidak bisa disebut lagi sebagai tanah ulayat dan kewenangannya juga sudah hilang. ''namun inilah yang sulit menyampaikan dan memberikan pengertian kepada masyarakat, ada oknum didalam masyarakat itu yang mengalihkan tanah ulayat bahkan ada yang membuat sertifikat namun nantinya mereka yang meminta dan mengadakan aksi itu kembali, ''ujarnya.ゥ

Untuk itu ia berharap semua pihak yang terlibat dalam sengketa tanah di kampar hendaknya menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin dan tentu saja mengacu kepada aturan yang berlaku, kalau memang persoalannya adalah tanah ulayat maka selesaikan secara adat dan perjelas dulu status tanah ulayat tersebut ****

Dinkes Minta Puskesmas Kamput Digesa

BANGKINANG (rdh) Pengerjaan pembangunan Puskesmas Kampar Utara yang dilakukan tahun ini diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun, karena kebutuhan masyarakat yang sudah mendesak akan keberadaan puskesmas, selama ini masyarakat Kampar Utara masih mendapatkan pelayanan dari puskesmas Pembantu (pustu). ‘’Untuk itu walaupun kita tahu akhir pengerjaan proyek pada akhir tahun namun kita harapkan sebelum akhir tahun pengerjaan proyek itu sudah selesai, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui kepala dinas kesehatan kampar H. Ahmad Hanafi SKM M. di Bangkinang (4/7).

Menurutnya, dari 20 kecamatan yang ada di kabupaten Kampar kecamatan Kampar Utara merupakan kecamatan yang belum mempunyai puskesmas, selama ini mereka masih berinduk kepada puskesmas Rumbio Jaya yang terletak di Desa Teratak, tentu saja dengan perkembangan Penduduk yang ada saat ini dan kondisi geografis desa sudah sepatutnya pembangunan puskesmas di kecamatan itu digesa. ‘’Kita sudah memprogramkan peningkatan kesehatan dan salah satunya adalah dengan melengkapsi sarana puskesmas dan sarana kesehatan lainnya.

Memang diakui Hanafi, pembangunan yang sebenarnya sudah dicanangkan dari tahun sebelumnya mengalami hambatan, ini lebih disebabkan karena kemampuan rekanan yang terbatas dalam bidang permodalan dan naiknya harga material yang menyebabkan kendala itu muncul.

‘’Namun kali ini kita sudah wanti wanti kepada rekanan tidak ada lagi alas an tersebut untuk itu dalam proyek lelang kita minta rekanan benar benar mengajukan penawaran yang realistis dan tidak menganggu pelaksanaan, ‘’ujarnya.

Selain itu pihaknya menurut Hanafi juga sudah memberikan peringatan bagi rekanan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu akan diberikan denda sebanyak 5 % dan bukan hanya itu perusahaan tersebut juga terancam mendapatkan balcklist untuk kegiatan kegiatan dinas kesehatan selanjutnya ***

Listrik Byar pet, Pelayanan PDAM Terganggu

PDAM Minta Jalur Khusus

BANGKINANG (rdh) pemadaman listrik yang dilaksanakan oleh pihak PLN di kabupaten Kampar dalam satu bulan belakangan ini ternyata berimbas kepada pelayanan air bersih bagi masyarakat, karena pihak PDAM sebagai perusahaan penyedia air bersih juga menggunakan tenaga listri. ‘’dan seringnya aliran listrik padam menyebabkan penyluran alir terhambat dan sering macet, ‘’ujar Direktur PDAM Tirta Kampar Tasnur SE di Bangkinang (4/7).

Menurutnya dalam beberapa minggu terakhir ini pihaknya sering mendapatkan protes dari pelanggan yang menyebutkan aliran air di rumah mereka mati, tentu saja sebagai pihak penyalur air pihaknya merasa prihatin, karena mereka juga tidak berbuat apa apa, sehingga satu satunya yang bisa mereka lakukan hanyalah memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa ini disebabkan aliran listrik untuk itu masyarakat diminta memahami kondisi ini.

Namun disadarinya ini akan memberikan imbas yang juga kepada sikap pelanggan,dan mereka khawatir bahwa masyarakat akan enggan dan lalai dalam membayarkan tagihan apalagi pihaknya sudah menjanjikan akan memberikan pelayanan yang lebih baik dalam hal memenuhi kebutuhan air masyarakat. ‘’Namun kami minta masyarakat tetap dapat memahami kondisi ini dan tetap membayar tagihan sesuai dengan waktunya, ‘’ujar Tasnur.

Selain itu dirinya juga mencoba bernegosasi dengan pihak PLN untuk memberikan jalur khusus bagi PDAM sehingga nantinya tidak akan menganggu pelayanan PDAM kepada masyarakat.

Sementara itu Anto warga Vila Indah Bangkinang kepada Riau Pos menyatakan di kawasan perumahan tempat ia berada penyaluran air bersih selalu mengalami kemacetan., dan ini memang bisa dimaklumi karena listrik yang selalu padam, dengan seringnya pemadaman listrik bukan hanya kebutuhan air bersih yang menjadi terhambat namun juga aktifitas yang lain.

Hal senada juga disampaikan warga Jl Letda Boyak Bankinang Ijon Azza, menurutnya sebagai tekhnisi computer kleinnya sering komplein karena keterlambatan penyelesaian perbaikan computer. ‘’sekaranga airpun iku ikutan macet, karena ketergantungan kita kepada listrik sangat besar ‘’ujarnya (***

Design by Amanda @ Blogger Buster