Kamis, 03 Juli 2008

DPRD Rekemondasikan Masyarakat Tempuh Jalur Hukum




Dari kasus PT Langgam Harmoni dengan Warga Siak Hulu

BANGKINANG (rdh) DPRD Kampar melalui Komisi I akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat desa Pangkalan Baru kecamatan Siak Hulu dengan PT Langgam Harmoni. ‘’Rekomendasi yang kita berikan adalah agar masyarakat menempuh jalur hokum untuk menyelesaikan kasus ini, ‘’ujar anggota komisi I DPRD Kampar Ir Alex Chandra di kantor DPRD Kampar di Bangkinang (3/7).

Dijelaskan Alex, sikap ini diambil karena setelah dipelajari DPRD ternyata kasus ini memang merupakan kasus hokum dan ini terjadi di masyarakat itu sendiri, ada beberapa pihak yang saling mengklaim dan menjual tanah tersebut bahkan penjualan itu dilakukan secara tumpang tindih dan akhirnya menimbulkan sengketa. ‘Untuk itu penyelesaian melalui jalur hokum akan lebih tepat dalam menyelesaikan kasus ini, ‘’ujarnya.

Menurut Alex, sebelum nya DPRD sendiri juga sudah pernah mengeluarkan rekomendasi ketika hearing pertama kali dilakukan antara komisi I dengan warga, rekomendasi ini berisi tiga point: pertama masyarakat diminta menyelesaikan persoalan antara Ninik mamak dengan keponakan karena ini menyangkut hibah tanah ulayat oleh Ninik mamak kepada perusahaan., dan ini yang mnjadi awal persoalan.

Poin kedua adalah persoalan antara pengurus KUD yang lama dengan pengurus KUD yang baru , karena pengurus KUD yang lama mempunyai kebijakan tentang lahan ini yang tidak diakui oleh pengurus KUD yang baru dan yang ketiga antara kades lama dengan kades baru yang persaoalannya sama dengan pengurus. ‘’Namun dalam hearing selanjutnya masyarakat tidak bias melaksanakan rekomendasi itu, artinya persoalan sebenarnya ada pada masyarakat, untuk itu kita minta masyarakat menyelesaikan dulu diantara mereka, kalau memang sulit sebaiknya menempuh jalur hokum. ‘’ujarnya.

DPRD menurutnya berusaha maksimal membantu hanya saja dalam kasus Ini persoalannya ada pada masyarakat, kalau dengan menempuh jalur hokum maka aparat hokum akan bias menentukan siapa yang salah dan siapa yang berhak, apalagi saat ini masyarakat juga sudah menyampaikan masalah ini kepada Kajati dan Kajati sedang dalam melaksanakan proses penyelesaian **


D

Antusias Minat Warga Ikuti Sunat Massal K3S





KAMPAR TIMUR (rdh) Kegiatan sunat missal yang digelar oleh Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Kampar ternyata mendapat respon yang positif dari masyarakat, terbukti dari kegiatan yang dilaksanakan di sembilan kecamatan hamper semua kecamatan melampaui target, sunat missal yang juga dilaksanakan atas kerjasama K3s bersama dengan TP-PPK Kampar, gabungan organisasi wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan Dinas Kesehatan memang diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu.

‘’Kita memang menyambut positif kegiatan ini, karena ini sangat membantu masyarakat kita yang kesulitan, ‘’ujar kepala puskesmas Kampar Timur dr Hj FFauziah k(3/7) disela sela melaksanakan kegiatan sunat missal tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Tambang Drg Helda S Munir, saking banyaknya peserta pihaknya menurunkan 15 orang petugas, namun tidak menganggu pelayanan di puskesmas.

Kegiatan sunnat massal ini dilaksanakan secara serentak di di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Kampar Timur dan Tambang, masyarakat menyambut baik dan berharap kedepannya kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun.
Ketua KKKS Kabupaten Kampar Hj. Mimi Gusneti Burhanuddin diwakili Ketua GOW Hj. Irhamah Yazid, BA menyatakan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan program KKKS dan lima organisasi lainnya yang tidak pernah luput setiap tahunnya.
Dan pihaknya merasa bangga dengan respon masyarakat yang baik apalagi dalam setiap kegiatan berlangsung meriah, dan kedepan ini akan menjadi perhatiannya dan akan diusahakan ditingkatkannya.

Sementara itu Sekretaris KKKS Asri dalam sunat massal yang telah di gelar di 9 kecamatan, setidaknya 600 orang akan sunat . Ini adalah target terbanyak namun jika target ini terlampaui maka akan di cari solusi lain. Namun yang jelas pihaknya akan berupaya menampung keinginan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. ***

Tak Hadiri Hearing, PT Raka Dituding Lecehkan DPRD

BANGKINANG (rdh) untuk menyelesaikan persoalan sengketa lahan antara masyarakat desa Koto Garo dan perusahaan PT Raka maka DPRD Kampar melalui komisi I mengundang pihak perusahaan dan instnasi terkait untuk membahas masalah tersebut, namun sayanyanya undangkan ini tidak digubris oleh pihak perusahaan dan mereka tidak menghadiri hearing, kondisi ini tentu saja membuat anggota komisi I mencak mencak. ‘’Padahal kita sudah melayangkan surat unutk hearing ini sejak seminggu yang lalu Kalau memang perusahaan berada pada pihak yang benar kenapa mereka justru takut untuk menghadiri rapat dengar pendapat bersama komsii I” ujar salah seorang anggota Komisi I Nurmailis Syaiful di ruangan hearing (3/7)

Padahal saat itu pihak legislative yaitu komisi I sudah hadir, begitu juga dengan beberapa anggota DPRD Kampar Dapil Tapung, perwakilan masayarakat, pihak BPN dan Dinas Kehutanan Kampar, agenda dalam hearing ini adalah mendengarkan penjelasan dari versi perusahaan, karena sengketa ini sempat menimbulkan hebih beberapa waktu yang lalu dengan ekssodusnya warga desa koto Garo ke Pekanbaru dan minta perlindundan dari pemrov Riau.

‘’tidak hadinya PT Raka dalam hearing ini mengindikasikan bahwa perusahaaan tidak beriktikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas, mereka melecehkan DPRD Kampar sebagai lembaga perwakilan rakyat” ucap Syaiful geram. Akhirnya karena sudah menunggu berapa lama dan pihak perusahaan juga tidak menghadiri maka hearing urung dilaksanakan

Syaiful menyatakan komisi I melalui pimpinan DPRD Kampar akan segera mengundang kembali PT Raka untuk hadir dalam hearing berikutnya, ia menghimbau dan sangat mengharapkan kedatangan perwakilan pihak perushaan untuk memberikan keterangan kepada DPRD Kampar melalui komisi I. “ dalam heraing yang akan datang saya berharap agar pihak perushaan dapat hadir, agar masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas” harapnya lagi

Syaiful juga meminta masyarakat memandang dengan adil, selama ini tidaklah mudah menyelesaikan masalah yang ada, salah satu hambatannya adalah seperti yang mereka alami, banyak pihak pihak terkait yang enggan berkomunikasi dan tidak punya niat bai untuk menyelesaikan ***

Design by Amanda @ Blogger Buster