Selasa, 01 Juli 2008

DPRD Anggap Biasa Kado Pakaian dalam dari masyarakat

karena mereka tidak sanggup ngasih yang lain

BANGKINANG (rdh), usaha masyarakat desa Pangkalan baru kecamatan Siak Hulu untuk menyadarkan anggota DPRD Kampar agar lebih serius menangani kasus sengketa tahan mereka ternyata sia-sia, karena walaupun sudah memberikan hadiah pakaian dalam wanita yang terdiri dari BH dan Celana dalam wanita ternyata ditanggapi cuek saja oleh anggota DPRD Kampar.‘’Itu hal yang biasa, karena bias saja mereka tidak mempunyai apapun lagi untuk diberikan makanya mereka memberikan pakaian dalam itu, ‘’ujar anggota Fraksi PPP kampar Sibawaihi di Bangkinang (1/7).

Sibawaihi bahkan dengan enteng menyatakan sudah hal yang biasa biasa saja kalau masyarakat memberikan kado seperti itu kepada anggota DPRD lkarena memang masyarakat hanya mengikuti emosional saja dan hal ini tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Ketika ditanyakan tentang bagaimana harusnya DPRD membantu menyelesaikan masalah rakyat itu, Sibawaihi malah dengan emosional menyatakan itu bukanlah wewenang dan tanggung jawab DPRD, karena itu adalah tanggung jawabnya eksekuitf. ‘’harusnya tanyakan kepada eksekutif, bukankah menanyakan itu kepada DPRD, karena sekian banyak masalah tanah di Kampar ini tidak ada satupun yang bisa diselesaikan oleh eksekutif, ‘’ujarnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD yang lain, Sudirman Dt Perpatio misalnya menyatakan belum tentu pemberian kado itu dating dari masyarakat Kampar, itu hanya lah orang yang tidak bisa menahan emosional saja. ‘’dan belum bisa dikatakan itu kekecewaan masyarakat Kampar, karena kita punya duapuluh kecamatan dan yang memberi kado hanya dari satu kecamatan, jadi kekecewaan terhadap DPRD belum segitunya lah, ‘’ujarnya tenang. Sudirman sendiri tidak bisa memberikan solusi bagaimana menyelesaikan maslah tanah itu dengan lebih baik, menurutnya semua itu tergantung kepada DPRD saja, hanya saja masyarakat belum begitu memandang jelek lembaga DPRD hanya karena sebuah kado saja.

Jawaban yang agak menenangkan dating dari wakil Ketua DPRD Kampar IMron Joni Hasibuan SH, menurutnya DPRD Bukannya tidak mau bertindak cepat, namun kewenangan DPRD hanyalah sebatas memberikan rokemdasi dan pertimbangan kepada pemerintah, untuk itu pihaknya akan segera membicarakan ini dengan pihak eksekkutif Kampar. ‘’kita akan mendengarkan pandangan dari komisi I yang menangani hal ini dan nantinya akan disampaikan kepada eksekutif ‘’ujarnya.. Namun apapun itu ternyata kado itu sia sia ***

Kecamatan Kampar Kiri Tengah Gelar KBkes

KAMPAR KIRI TENGAH (rdh), kegiatan peningkatkan kesehatan masyarakat tampaknya selalu menjadi program utama pemerintah bahkan hingga ke kecamatan, seperti yang dilakukan pihak kecamatan Kampar Kiri tengah yang melakukan kegiatan aksi pencanangan kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan ke 22 tingkat Kabupaten Kampar yang di pusatkan di Desa Simalinyang, yang merupakan kegiatan tingkat kecamatannya. ‘’kegiatan ini salah satu bentuk keperdulian pemerintah dan TNI dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, ‘ujar Camat Kampar Kiri Tengah, Dedi Dampudi dalam mmebuka acara tersebut di Simalinyang (1/7).

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekedar memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat saja namun juga sarana untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan pemerintah dan TNI dan juga ’kegiatan TMKK ke-22 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlunya KB dalam upaya menciptakan masyarakat Kabupaten Kampar khususnya masyarakat Kampar Kiri Tengah yang sehat, bahagia, dan sejahtera.

Acara yang akan dilaksanakan ssejak tanggal 1 Juli hingga 28 september ini akan memberikan pengobatan masssal, suntik kB gratis dan pelayana kesehatan lainnya, dalam acara pembukaan kemarin hadir setidaknya 250 orang mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut, dengan rincian 100 orang pengobatan missal, 75 orang peserta KB dan pemberian suntik KB sebanyak 55 orang. ‘’kita harapkan semua masyarakat bisa merespon ini dan mengikutinya, ‘’ujarnya lagi

pencanangan kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan Ke 22 tingkat Kabupaten Kampar Di Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah, juga dihadiri camat gunung sahilan, dan camat kampar kiri hilir , Danramil, Camat, Kadis Kes, Kapolsek beserta ibu bhayangkara dan Akseptor Kabupaten. ***

Kades Jangan Jadi Sorotan Masyarakat


Dilantik delapan Kades di Kampar Kiri Hulu

GEMA (rdh) Menjadi Kepala Desa (Kades) harus dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat desanya dan saat melaksanakan tugas serta kewajiban juga memberikan pelayanan yang baik. ‘’jangan malah menjadi contoh dan sorotan masyarakat karena ulahnya, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Asisten Pemerintahan Setda Kampar Drs Nazaruddin saat melantik delapan Kepala Desa kecamatan Kampar Kiri Hulu (01/7) di halaman kantor Camat setempat.

Delapan Kades yang dilantik itu adalah Sukri Elvi Kades Deras Tajak, Dahlis Kades Tanjung Permai, Suharmis Kades Kota Lama, Fahrus Kades Dua Sepakat, Juater Kades Sungai Santi, Zul Benja Kades Subayang Jaya, Marasuddin Kades Terusan dan Saib Kades Tanjung Beringin. Pelantikan itu dihadiri Anggota DPRD Kampar Repol Sag, Kepala Bagian Humas Setda Kampar Tanzili Ali S Sos, Camat Kampar Kiri Hulu Lukluar dan Upika setempat.

Kepada kades-kades yang baru di lantik, Asisten Pemerintahan juga mengingatkan mereka di saat menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai apartur desa haruslah sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Dikatakan demikian karena di beberapa kalangan masyarakat desa ada yang memberikan pengaduan terhadap perilaku aparatur desa. Bahkan penganduan itu sampai ke pemerintahan kabupaten. “Biasanya pengaduan itu mengenai pemberian pelayanan kepada masyarakat dan kebiasaan disiplin jam kerja dan ada yang menyorot perilaku sosial Kades itu sendiri. “sebut Nazar
Sebagai kita ketahui bahwa pemerintah desa merupakan pemerintahan terdepan menjadi unjung tombak dalam pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian Nazaruddin menganjurkan Kades untuk mempelajari dan mempedomani berbagi peraturan perundang-undangan tentang desa. Sehinga dalam pelaksanaan tugas dan wewenang tidak menyimpang dari aturan tersebut.

Disamping itu, Nazaruddin juga menyinggung permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kampar saat ini, sebagian besar permasalahan itu adalah berkenaan dengan kemiskinan, rendahnya sumber daya manusia dan terbatasnya ketersedian infrastruktur.

Mengenai kemiskinan yang ada di Kabupaten Kampar saat ini sebahagian besar disebabkan rendahnya kepemilikan dan penguasaan aset lahan pertanian dan perkebunan oleh masyarakat tempatan. Namun terbatasnya lapangan pekerjaan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolah dan memfaatkan sumber daya alam yang ada ***

Perlu bangun Kemitraan Untuk menjamin Keamanan

Hut Bayangkara ke 62 di Kec.Tapung


Jajaran Kepolisian tidak akan dapat mengujudkan keamanan ditengah-tengah masyarakat, tanpa dukungan segenap komponen masyarakat dan instansi terkait, untuk itu perlu dibangun pola kemitraan dengan semua stake holder yang ada.

Demikian disampaikan kapolres kampar AKBP.MZ.Muttaqin usai menjadi inspektur upacara, bersempena HUT Bayangkara ke 62 di Kabupaten kampar bertempat di halaman kantor Mapolsek Tapung Selasa (1/7).

MZ.Muttaqin mengatakan bahwa sesungguhnya pola kemitraan menjadi hal yang mutlak harus dilaksanakan, agar tercapainya keamanan masyarakat sebagai mana diharapkan, terutama dalam mengawasi dan mengamankan kebijakan pembangunan,kemasyarakat yang dilakukan pemerintah Kabupaten kampar.

Menurut Kapolres bahwa pola kemitraan selama ini, belumlah dapat terbagaun sebagaimana diharapkan, maka bersempena dengan HUT Bayangkara ke 62 tahun 2008 ini, ia berharap kiranya pola kemitraan yang sesungguhnya dapat dibangun secara berkesinambungan dengan segenap komponen dan instansi terkait.
Peringatan HUT Bawangkara ke 62 tingkat kabupaten kampar, sebetulnya dipusatkan di beberapa mapolsek yaitu di Wilayah Mapolsek Kec.XIII Koto Kampar, Tapung dan tapung Hilir serta di Mapolres Kampar sendiri.

Kepolres kampar MZ.Muttaqin didampingi Bupati kampar Drs.Burhanuddin Husin diwakili sekda Kampar Drs.H.Zulher.Ms dan ketua DPRD kampar H.Masnur.SH dan ketua pengadilan Negeri bangkinang dan Komandan Batalyon 132 BS. Mengatakan bahwa HUT bayangkara ke 62 tahun ini sengaja dipusatkan dibeberapa mapolsek, dengan maksud untuk lebih menjalin kebersamaan dalam rangka membangun pola kemitraan tersebut.

Bahwa refrensip penegakan hukum di wilayah hukum Kabupaten kampar ujar Muttaqin pihaknya selalu menjunjung tinggi filosopi daerah yang dikenal dengan “ Tali Bapilin Tigo” yaitu kebersamaan anatara Umaroh, Ulama dan pemangku adat, yang saling bersinergi satu dengan yang lainnya.

Berkaitan hal tersebut kepada ninik mamak dan para ulama kapolres kampar mengharapkan, kiranya lebih mendoreong anak didik dan kemanakan untuk mengembangkan pendidikan agama secara dini, terutama dalam mengantisifasi berbagai kasus asusila yang banyak terjadi akhir-akhir ini, terutma bagi usia produktif dan orang rua sebagai pelaku kasus Aqsusila tersebut.

Bersempena peringatan HUT Bayangkara ke 62 kapolres kampar MZ.Muttaqin didampingi Sekda kampar Drs.H.Zulher.MS dan muspida Kampar meresmikan pemakaian musholah An-Nur Mapolsek Tapung yang ditandai dengan Penandatangan prasasti dan pembukaan selibung papan nama.

Sebelumnya diserahkan pula berbagai hadia kepada pemenang poskamling masing-masing kepada pemenang dianataranya kepada poskamling desa Suka Ramai SP II Kec.Tapung, Laboy Jaya Kec.bangkinang Seberang dan desa batu belah Kec.Tapung. (humas)

Design by Amanda @ Blogger Buster