Jumat, 20 Juni 2008

Kantor dan Rumah Burhan terlihat Sepi, Burhan di Jakarta

Melihat Kondisi Bupati Kampar usai Penetapan sebagai Tersangka


Pasca penetapan Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM sebagai tersangka dalam kasus Ilegal Logging oleh KPK, maka aktifitas Burhan di Kampar bisa dikatakan tidak ada. Karena terhitung sejak kamis (19/6) hingga kemarin (20/6) Burhan tidak muncul di Kampar. Balai Bupati yang menjadi kantor sementara Burhan disebabkan Kantor Bupati di Kawasan Bukit Candika sedang direnovasi juga terlihat sepi. Biasanya puluhan mobil berjejer di halaman parker Balai Bupati yang luas, namun kemarin hanya dua kendaraan roda empat yang terpakir disitu.

‘’Bapak tidak ada, sejak kemarin tidak ke Bangkinang, ‘’ujar salah seorang petugas Satpoll PP di Balai Bupati (20/6), para Satpol PP tampaknya agak takut dalam memberikan keterangan. Ketika ditanya tentang staff yang lain mereka menjawab tidak ada satupun yang berada di Bankinang. ‘’semuanya di Pekanbaru , mungkin pekerjaannya dilaksanakan di Pekanbaru, ‘’ujarnya. Dan menurutnyya ini sudah merupakan hal biasa dilakukan Burhan, tidak jarang staff Burhan pergi ke rumahnya di Pekanbaru.

sementara itu di kantor dinas dan instansi suasana murung sangat terasa, semua pegawai kasak kusuk membicarakan tentang penetapan Burhan ini, namun tidak ada yang berani berkomentar kepada wartawan. ‘’janganlah ditanya tentang itu, inikan sesnitif kita lihat saja bagaimana proses hukumnya, ‘’ujar salah seorang kepala dinas .

sementara itu Burhan sendiri dikabarkan sudah berangkat ke Jakarta sejak pagi (20/6) kemarin, keeberangkatan ini untuk suatu keperluan. Namun keperluannya apa tidak ada yang memberi tahu. ‘’Bapak ke Jakarta namun untuk apa kita tidak tahu, mungkin untuk urusan pekerjaan, ‘’ujar salah seorang ajudannya ketika dihubungi . Mereka juga terlihat takut takut untuk menyampaikan imformasi tentang keberadaan Burhan.Burhan sendiri hingga saat ini HPnya tidak bisa dihubungi. (rdh)

PP.Anshor Al-Sunnah Lahirkan 30 Hafidz Quran



Wisuda 30 Santri Hapal Al-Quran

AIRTIRIS (rdh) Kabupaten Kampar tampaknya boleh berbangga dalam bidang hafidz Quran, apalagi sejak kabupaten ini memiliki pesantren yang mengkhususkan dirinya dalam melatih santri untuk bisa menghapal al-Quran, dan kemarin (20/6) Pondok pesantren Anshor Al-Sunnah Tanjung Belit Kecamatan kampar mewisuda 30 orang santrinya yang telah hapal al Quran, dan wisuda ini dihadiri oleh wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP
Ketiga puluh santri tersebut masing-masing satu orang hafal 30 dan 20 Juzt, dua orang hafal 15 juz, tujuh orang dinyatakan hafal 10 Juz, dan sisanya sepuluh orang hafal 5 juz Al-Qur’an.
Wakil Bupati kampar Teguh Sahono SP usai menyerahkan ijazah kepada 16 Santri kelas VI PP Anshor Al-Sunnah dan 30 Santri yang hafal Al-Quran, mengatakan bahwa apa yang telah dicapai PP Ansor Al-Sunnah ini, merupakan prestasi yang membanggakan Kampar, Karena tidak banyak Ponpes di Kabupaten kampar yang mampu melahirkan santri yang hapal Al-Quran, mestipun santri tersebut belum menamatkan pembelajarannya di pondok ini.
Ponpes Anshor Al-Sunnah bak mutiara ditengah tumpukan batu, yang memiliki harga yang teramat mahal, yang dapat melahirkan rasa bangga bagi semua pihak tidak hanya bagi orang tua santri, pihak pondok,akan tetapi dapat menjadi kebanggaan kita semua di Kabupaten kampar ini.
Atas nama pemerintah kabupaten kampar, Teguh Sahono menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya kepada pihak Ponpes Anshor Al-Sunnah, dengan sistim pendidikan keagamaan yang berorientasi hafalan Al-Quran ini, sungguh merupakan prestasi yang sangat luar biasa, meskipun usia PP ini baru 7 tahun saja, untuk melahirkan santri yang hafal Al-Quran memerlukan waktu yang cukup panjang, dan tidak semua Pondok mampu melakukan itu semua.
Prestasi menghafal Al-Quran ungkap Teguh Sahono telah mendapat garansi (jaminan) dari Allah SWT, dapat mengayomi 70 orang muslim pada alam baqha nanti, yang menjelaskan betapa besarnya pahala dan safaatnya bagi orang yang hafal dan mengamalkan Al-Quran.
Teguh juha mengingatkan kepada orang tua untuk pandai memilih tempat menyekolahkan anak,dan mengetahui secara pasti kemauan dan kemampuan anak, sehingga bakat dan minatnya memiliki sinergisitas dengan tempat sekolahnya.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pasantren Anshor Al-Sunnah H. Horizon.Sag dalam laporannya menyatakan semua ini berkat dukungan dan doa segenap kaum muslimin, Ponpes yang dipimpinnya meskipun baru menamatkan dua kali santri yaitu tahun 2007 sebanyak 20 orang, dan tahun ini sebanyak 16 orang. ‘’ Alhamdulillah di Pondok Pasanteren ini mampu mengutus santrinya dua tahun berturut-turut yakni tahun 2007-2008, mewakili Propinsi Riau pada MTQ tingkat Nasional untuk kategori berpidato bahasa Arab’’ ujarnya
Saat ini, jumlah santri yang mengikuti pembelajaran di Pondok Pasanternnya, berjumlah 250 orang santri, dengan sistim pembelajaran diasramakan, keberhasilan sekolah tersebut berkat kerja keras semua pihak dan bantuan Pemprop Riau dan Pemkab kampar yang telah membantu sarana dan prasaran sekolah di pondok tersebut.
Hadir pada kesempatan tersebut Asisten I setda kampar Drs.H.Masri Ma’ahu selaku ketua yayasan, Kadis Perikanan kampar Ir.H.Syahmanar.S.Umar, para Camat dan Upika se Wilayah Kampar induk, tokoh masyarakat di Kelurahan Air Tiris***

Tim Yustisi PETI Selesaikan Tugasnya di Kampar Kiri

Amankan 19 Rakit, 8 Mesin, 316 Drum

KAMPAR KIRI (rdh), akhirnya penertiban yang dilakukan Tim Yustisi Kampar untuk penertiban penambangan emas tanpa Izin (PETI ) selesai juga, seluruh rakit dan peralatan milik penambang sudah diangkut dan sungai dibersihkan dari aktifitas penambangan. ‘’dan hingga akhir penertiban ini kita sudah mengamankan barang bukti sebanyak 19 rakit, 8 mesin serta 316 drum diamankan di Mapolres Kampar, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttqien SH SIK di Bangkinang (20/6).
Muttaqien menjelaskan, melanjutkan imformasi dari Distamben yang ditulis media ini sebelumnya, penertiban yang dilakukan disepanjang sungai Kuantan singigi, sungai Subayang dan Sungai Kampar Kiri pihaknya tidak main main, siapapun yang melakukan penambangan akan ditertibkan dan kalau mereka masih tidak mau menuruti aturan maka akan dikenakan sanksi dan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. ‘’Ini adalah komitmen kita dengan pemerintah Kampar, untuk itu barang bukti yang ada sebelumnya di kecamatan bersama tim Yustisi kita kumpulkan menjadi satu dan semuanya saat ini kita amankan di Mapolres Kampar, ‘’ujarnya.
Dijelaskannya saat penertiban di hari pertama, Tim yustisi berhasil menemukan 52 rakit di sungai Kuantan Sengingi yang panjangnya 5 Kilo meter dari perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kabupaten Kuantan Sengigni. ‘’kita sudah jalankan prosedur yang ada, namun masyarakat memilih membakar rakit mereka, sehingga jumlah yang bias kita angkut sebagai barang bukti tinggal 19 saja. Hal ini kita bias maklumi, dan kita sudah berusaha untuk tidak bersikap anarkis terhadap para penambang.’’
Dari penertiban tersebut, hanya aksi pembakaran rakit saja yang terjadi. ‘’ tim terus berjaga disekitar lokasi hingga proses pembongkaran rakit selesai. Dan pihak polsek juga melaporkan tidak ada tindakan anarkis baik dari warga ataupun pihak penambang sendiri.
Kedepannya, Muttaqien menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan guna menetralkan sungai Kuantan Sengingi aman dari pencemaran limbah. ‘’akibat dari penambang menggunakan merkuri dan air raksa menyebabkan sungai menjadi tercemar bahkan warnanya ketika di simpang kuala antara sungai Kuansing dengan sungai subayang terlihat jelas perbedaannya.***

Design by Amanda @ Blogger Buster