Kamis, 18 September 2008

Anak Dititipkan ke Nenek..Ayah Sibuk dengan Istri MUda

Kisah warga yang Menikah Lagi dan anak Sendiri Ditelantarkan


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dimana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan berbagi dengan yang lain namun tidak bagi AMR, warga Rumbo kecamatan Rumbio jaya, lelaki yang baru saja menikah lagi dengan seorang gadis malah asyk saja dengan istri mudanya sehingga mengabaikan dan menelantarkan anak anaknya sehingga AMRpun dilaporkan ke polres kampar dengan aduan penelantaran anak.


‘’saat ini kami masih memeriksa AMR untuk pengembangan lebih lanjut, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH SIK melalui Kanit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kampar Aiptu Supratini kepada Riau Pos di Bangkinang (18/9).


Dijelaskan Supratini, kejadian ini berawal dari kematian Istri AMr seminggu usai melahirkan anaknya yang ketiga 10 bulan yang lalu, sebelumnya pasangan ini sudah mempunyai dua anak yang berusia 7 tahun dan 12 tahun. Kematian Istri tentu saja membuat keluarga ini terpukul apalagi ada anak yang masih bayi ditinggalkan, untuk sementara bayi itu dipelihara neneknya dari almarhum istrinya.


Karena tidak tahan menjablai AMR akhirnya menikah lagi dengan gadis pujaannya, sayangnya kehadiran istri barunya ini tidak diterima oleh anaknya yang sulung, akhirnya sang anakpun ikut dengan bibinya yang merupakan adik ibu kandungnya yang sudah meninggal.


Rupanya protes anaknya terhadap istri mudanya mmbuat AMR benar benar lepas dari keluarga, iapun tidak lagi memperdulikan anaknya , ia asyik saja dengan istri mudanya sehingga anaknya dilupakan dan mereka tidak pernah dijenguk apalagi dibiayai.
‘’Ini tentu saja membuat anak anaknya terlantar, apalagi keluarga tempat mereka menumpang bukanlah keluarga yang mampu, ‘’ujarnya. Akhirnya sang nenek yang merupakan mantan mertua AMr melaporkan AMR ke polres.


Atas ketidakperduliannya kepada anaknya sendiri, maka menurut Tini Amr dikenakan pasal Penelataran, kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara (rdh)

Rabu, 17 September 2008

Kasus Anak Harus Perhatian Semua Pihak


*KPAID Kampar Dikukuhkan

BANGKINANG (RP), persoalan anak merupakan persoalan bersama yang harus menjadi perhatian semua pihak juga, untuk itu masyarakat termasuk pemerintah harus saling bahu membahu untuk mengatasi masalah anak. ‘’maka keberadaan KPAID tidak akan membawa manfaat yang maksimal kalau tidak didukung oleh masyarakat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam acara pengukuhan anggota KPAID Kampar di aula Bupati Kampar di Bangkinang (17/9).

Pemerintah Kampar menurut Burhan juga merasakan keprihatinan yang besar terhadap meningkatkan kasus kekerasan pada anak, maupun kasus pencabulan dan kasus kasu lainnya yang menimpa anak anak kampar selama ini, karena dari data yang ada kasus pada anak ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dan salah satu upaya pemerintah dan juga berdasarkan UU dan aturan yang ada adalah dengan membentuk KPAID Ini.


‘’kita harapkan KPAID bisa membantu pemerintah dalam mengurangi angka kasus pada anak anak di Kampar, ‘’ujarnya.

Sementara itu Ketua KPAID RIau Dra Hj Rosnaniar dalam pengarahannya menyatakan, di kampar berdasarkan data kepolisian Kampar angka kasus kejahatan pada anak meningkat 100 persen setiap tahunnya, dan selama ini KPAID Riaulah yang turun ke kampar untuk kasus anak. ‘’namun dengan adanya KPAID di kabupaten maka beban ini dapat dibagi, dan langkah pertama diharapkan KPAID dapat mensosialisasikan undang undang perlindungan anak kepada masyarakat, ‘’ ujarnya.


Langkah sosialisasi menurut Rosnaniar sangat penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang undang-undang dan aturan ini, sehingga banyak dari mereka yang tidak mau mengadu atau melaporkan kasus yangt menimpa mereka sehingga banyak dari kasus itu didiamkan saja. ‘’Inilah yang harus diatasi, karena banyak dari kasus kasus ini yang tidak terungkap, ‘’ujarnya.

Tujuh pengurus KPAID yang dilantik adalah M Amin Sag dari Unsur PNS, Rahmawati SE MSI dari unsure akademisi, Adynata MAg dari unsure tokoh agama, Hafiz Tohar dari unsure Orsos/ormas, Ir Abdul Ghafar dari unsure Pengusaha/swasta, Rina dianti hasan dari unsure Media massa dan Netty mindrayani dari unsure LSM (rdh)

Jumat, 12 September 2008

Hanya 300 KK di Kasikan yang Dialiri LIstrik

*Dari ribuan KK yang ada

TAPUNG HULU --dalam perkembangan pembangunan yang terjadi di Kampar saat ini masih ada desa yag mengeluhkan minimnya fasilitas penerangan, salah satunya adalah desa Kasikan yang berada kecamatan Tapung Hulu, karena ternyata dari lebih seribu KK yang ada di desa tersebut hanya 300 KK saja yang mempunyai kilometer listrik sedangkan yang lainnya tidak mendapatka fasilitas penerangan. ‘’Yang lain itu ada yang menumpang pada yang lain ada juga yang memakai lampu tradisional, ‘’uja Kades Kasikan H Bakar Siddiq dalam acara safari ramadhan pemerintah Kampar di di Masjid Nurul Iman Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu (11/9).

Dalam safari Ramadhan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP, Asisten II Setda Kampar Drs H Masri Maahu, para kepala dinas/badan dan instansi yang ada di lingkungan Pemkab Kampar , Camat Tapung Hulu dan masyarakat desa Kasikan.

Bakar menjelaskan, selama ini pihak aparatur desa sudah berusaha untuk mendapatkan pelayanan listrik ini apalagi masyarakat sudah lama mendambakan lusrik, sayangnya ketika diurus ke PLN Bangkinang pengurusannya berbelit belit dan lama, masyarakatpun akhirnya terpaksa bersabar dan menjadi daftar tunggu yang sudah lama dan hingga saat ini belum juga mendapatkan giliran untuk listrik tersebut. ‘’Untuk itu kami minta perhatian dan bantuan pemerintah agar desa ini segera mendapatkan listrik, dan ini juga penting untuk anak anak yang belajar ‘’ujarnya.

Selain persoalan listrik, persoalan sarana jalan juga menjadi kendala yang berat bagi masyaakat, karena dari 5 KM jalan yang menghubungkan desa ini dengan desa lain hanya 2,8 KM saja yang beraspal, sisanya masih jalan tanah. ‘’jalan tersebut kalau musim kemarau berdebu dan kalau musim hujan berlumpur sehingga masyarakat selalu kesulitan untuk menuju ke desa lain dan kecamatan untuk berbagai urusan, ‘’ujarnya.

Bupati Kampar Teguh Sahono SP menanggapi hal ini menyatakan persoalan yang disampaikan oleh Kades tersebut menyatakan persoalan listrik pada dasarnya tidak lagi menjadi persoalan Kampar saja namun juga sudah menjadi persoalan nasional, namun ia akan segera meminta instansi terkait untul segera berkoordinasi dengan PLN Bangkinang untuk desa desa yang belum dialiri listrik ini.


‘Begitu juga dengan persoalan jalan yang belum diaspal, kita akui masih banyak jalan di desa desa di Kampar yang perlu segera ditingkatkan, hanya saja dengan kemampuan yang ada kita akan berusaha memenuhinya secara bertahap tahap, ‘’ujarnya (rdh)

Rabu, 10 September 2008

Kampar Mulai Terancam Banjir


*Camat dan Kades Diminta Memberikan Data


BANGKINANG (RP), Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu belakangan ini membuat debet air sungai kampar meluap tinggi, bahkan dari pantauan di beberapa wilayah seperti sepanjang sungai di desa Sei Tarap, desa Muara Bungo dan Pulau Birandang di kecamatan Kampar Timur air sungai hampir mencapai tebing sungai Kampar

Kondisi yang sama juga terjadi di desa Kampung terandam kecamatan Tambang, desa teratak dan desa Alam Panjang kecamatan Rumbio Jaya bahkan beberapa rumah di kecamatan Tapung Hilir juga sudah mulai terendam banjir.

Pemerintah Kampar dalam hal ini kepala BSPPM Kampar Drs M Saleh melalui Kasi Kesra Drs Darusmar MSI ketika dikomfirmasi Riau Pos (10/9) menyatakan memang sudah ada kenaikandebet sungai Kampar dan ini tentu saja brpotensi untuk banjir. Banjir sendiri memang setiap tahunnya selalu dihadapi Kampar karena Kampar merupakan muara dari sungai yang hulunya berada di Pangkalan Baru dan Sumatra Barat. ‘’sebaiknya masyarakat juga bersiap siap untuk menghadapi banjir ini, apalagi bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai Kampar , ‘’ujarnya.

Hanya saja Darusmar menyebutkan hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Camat atau kepala desa kepada BSPPM terkait dengan banjir ini, karena kalau ada banjir biasanya akan adan laporan tentang kondisi banjir di desa masing masing. ‘’artinya banjir memang belum sampai kepada tingkat masuk ke perkampungan masyarakat ‘’ujarnya.

Untuk itu ia juga berharap para aparatur desa dan kecamatan untuk terus memantau Kondisi yang ada di wilayah dan segera memberittahukan kepada kabupaten sehingga nantinya bisa dilaksanakan koordinasi untuk antisipasi.

Tahun 2008 ini banjr pernah terjadi pada maret 2008 yang lalu dimana lebih dari 10kecaatan dengan leih 45 desa yang terendam oleh banjir, kecamatan yang rawan banjir adalah kecamatan Kampar Kiri Hulu, kecamatan Kampar Kiri Hilir, kecamatan Gunung Sahilan,kecamatan Tambang, kecamatan Siak Hulu, kecamatan XIII Koto Kampar dan beberapa kecamatan lainnya (rdh)



Macet, Bupati Minta Satker selektif beri rekomendasi

*Terkait penyaluran dana bergulir

BANGKINANG (RP) Bupati kampar Drs. H. Burhanuddin Husin. MM mengingatkan para pimpinan satuan kerja dilingkungan pemkab kampar, untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memberikan rekomendasi kepada calon penerima dana bergulir.

Hal itu disamapaikan Burhanuddin dalam arahannya pada rapat evaluasi dan pergulir ekonomi kerakyatan yang berlangsung di aula Kantor Koperasi dan UKM kab.kampar Bangkinang Selasa (9/9).

Kehati-hatian memberikan rekomendasi, dan peningkatan pengawasan dan pembinaan menjadi kunci utama dalam mengembalikan dana bergulir yang diberikan kepada masyarakat.

Sejauh ini dari data yang diperoleh dari bagian perekonomian Setda kampar, pertanggal 9 September 2008, tercatat tingginya tunggakan nasabah yang mencapai Rp.67.735.361.765,86 atau setara 50,6 % dari jumlah yang telah disalurkan.

Dari data tersebut dana bergulir yang dianggarkan dalam APBD kabupaten kampar sejak tahun 2002 pada bagian Perekonomian mencapai 40.000.000,- tahun 2003 sebesar Rp.125.000.000,- jumlah Rp.165.000.000,- Sedang sumber dana dalam bentuk proyek dinas dianatarnya dana proyek KIP sebesar Rp.1.200.000.000,- dan dana Proyek Koperasi dan UKM sebesar Rp.1.400.000.000,- jumlah Rp.2.600.000.000,-.

Masih dari data tersebut dijelaskan ringkasan Evaluasi dana bergulir ekonomi kerakyatan pertanggal 9 September 2008, tercatat sebanyak Rp.258.483.597.056,00 tersebar pada 9542 nasabah.

Sedangkan penagihan yang telah dilaksanakan baru mencapai angka sebesar Rp.126.655.684.077,00, sedangkan baki debet (yang beredar dimasyarakat) sebanyak Rp.133.764.530.756,00.

Ditambahkannya sisa dana pada BPR posisi 30 Juni 2008 dalam bentuk rekening tabungan berjumlah Rp.30.527.713.745,30 sedangkan dalam bentuk rekening siap salur sebesar Rp.1.209.175.589.07 total berjumlah Rp.31.736.889.334,37.

Dari rapat evaluasi dana bergulir ini diketahui bahwa tahun 2006 jumlah penyaluran Rp.214.815.816.500,- tahun 2007 sebesar rp.240.532.532.565.500, tahun 2008 januari 2008 sebesar Rp.242.807.355.500,- februari 2008 Rp.244.905.565.500, maret 2008 sebesar Rp.247.505.097.056, April 2008 sebesar Rp.251.423.097.056,dan Mei 2008 sebesar Rp.254.955.597.056 dan juni 2008 disalurkan sebesar Rp.258.483.597.056.

Berkaiatan kondisi tersebut, dalam kesemapatan tersebut Bupati minta dengan tegas baik pimpinan Satker maupun pihak Bank penyalur, lebih meningfkatkan pengawasan dan lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi kepada calon nasabah.

Bupati juga minta agar lebih diintensifkan melakukan pembinaan kepada masyarakat penerima dana bergulir ini, sehingga pengembalian yang tepat waktu dapat dilakukan oleh masyarakat peminjam

Disamping itu berbagai upaya yang harus dilakukan dalam penyelesaian kredit anatar lain, dengan melakukan panagihan secara intensif, tidak menyalurkan kredit kepada nasabah yang menyambung dari klasifikasi kolektibiliti 3 dan 4 serta melakukan pemotongan Bunga (rdh)

Selasa, 02 September 2008

Kapolres Nyatakan Keprihatinan atas Dampak Balimau


*Tradisi harusnya disikapi dengan Bijak

BANGKINANG (RP), Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien menyatakan keprihatinnay atas kejadian tenggelamnya tiga korban di lokasi Balimau Kasai di desa Buluh Cina kecamatan siak Hulu (31/8), karena ini menurutnya membuat kegiatan yang harusnya membawa hikmah malah menjadi membawa petaka. ‘’sangat kita sayangnya apalagi ini adalah tradisi yang sebenarnya bagus namun malah menjadi ternodai, ‘’ujarnya
Dijelaskan Muttaqien pada dasarnya acara Balimau Kasai ini sangat bagus karena bermakna penyucian diri dengan saling memaafkan satu sama lainnya, dan terakhir dengan mandi untuk membersihkan fisik menyambut bulan ramadhan. Sayangnya nilai ini sudah bergeser, saat ini Balimau Kasai malah banyak yang berubah kearah hura hura, seperti mandu bersama, kebut kebutan di Jalan raya dan sebagainya sehingga membuat acara Balimau Kasai ini tidak lagi sesuai.

Sebagai aparat keamanan pihaknya sudah mencoba melaksanakan antisipasi dengan sebaik baiknya, misalnya untuk kegiatan Balimau kasai yang dilaksanakan di Batu belah dan sepanjang sungai Kampar dari XIII Koto Kampar ke Tambang dengan melakukan operasi oleh pihak Polwan dan polisi, menggunakan perahu karet para polisi ini menyisiri sungai untuk melihat situasi. Untuk di kecamatn Siak Hulu ini korban menurutnya adalah atlit renang yang harusnya bisa menjaja diri, namun ini adalah musibah.

Begitu juga dijalan raya, pihaknya sudah melakukan pengawasan langsung dijaan raya dengan menurunkan semua personil dalam satlantas, dan harus diakui aksi kebut kebutan sangat tinggi dalam hari Balimau sementara itu arus sangat padat. Dalam data sementara korban yang meninggal dijalan raya terdapat di Siak Hulu dan beberapa diantaranya masu rumah sakit.

‘’Inikan sikap keliru untuk mengekspresikan kegembiraan menyambut ramadhan, harusnya masyarakat tidak perlu kebut kebutan sheingga akhirnya malah mengorban nyawa mereka sendiri,’’ujarnya prihatin.

Untuk itu selama ramdhan ini Muttaqien mengimbau gara masyarakat apabila sore hari untuk mengurangi aktfiitas dijalan raya karena ini adalah jam jam sibuk yang membuat tingkat kerawanan berlalu lintas sangat tinggi ***

Atlet dan Pelatih Panahan Riau Ditemukan Tewas



BULUH CINA (RP) - Niken Saputra (33) dan Safrina Lailan (16), asisten pelatih dan atlet PPLP Panahan Riau, yang terseret arus sungai Desa Buluh Cina, Ahad (31/8) lalu, akhirnya ditemukan tewas Senin (1/9). Niken yang terseret saat menyelamatkan Safrina ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB sedangkan Safrina lebih dahulu ditemukan dalam sekitar pukul 06.45 WIB.Pencarian kedua jasad keduanya kemarin menyita perhatian warga yang berbondong-bondong di tepian sungai. Apalagi hingga siang jasad Niken belum juga ditemukan.
Sementara jasad Safrina ditemukan warga yang sedang mencuci peralatan rumah tangga, sejak pukul 06.45 WIB. Kondisi ini menjadikan Tim SAR terus menyisir sungai mencari korban yang terserat arus saat melakukan Petang Balimau sehari sebelumnya itu.Sekitar pukul 13.30 WIB, sebuah speed berwarna putih, bermuatan kira-kira lima-enam orang terlihat bergerak menuju tempat kejadian. Tak lama berselang, salah seorang dari mereka menghubungi warga yang berada di tepian sungai sekitar anjungan pacu sampan melalui ponsel dan mengabarkan Niken sudah ditemukan. Warga yang dihubungi langsung mengabarkan pada tim SAR untuk segera mengangkat jenazah itu ke darat.
Mendengar desas-desus penemuan korban, warga yang berada di seberang berlarian menuju rakit untuk menyeberang. Beberapa saat, tim SAR yang membawa jenazah Niken terlihat dari kejauhan. Warga semakin penasaran dan berlarian menuju tim, saat mengangkat jenazah ke mobil ambulance. Niken sendiri ditemukan warga Umar S dalam kondisi tertelungkup. Korban hanya mengenakan celana katun panjang berwarna hitam dengan telanjang dada. Karena tidak punya keahlian untuk melakukan pertolongan, dia pun mengabarkannya kepada tim SAR. Umar mengatakan, kondisinya tidak terlalu parah, hanya bagian mata saja yang rusak dengan tubuh yang agak bengkak.
‘’Kami temukan jenazah dalam kondisi tertelungkup, mengapung di atas permukaan air, tidak jauh dari tempatnya tenggelam,’’ tutur Umar kepada Riau Pos, di sela-sela pengangkatan jenazah ke mobil ambulance. Dikatakannya, Safrina juga ditemukan warga Ruslaini (Guru MTs Desa Baru) yang sedang mencuci di tepian sungai. Kondisinya juga tidak terlalu parah. Ditemukannya kedua jenazah tersebut, selain melegakan warga desa juga pihak keluarga yang sudah pasrah menerima kenyataan pahit tersebut.
Niken Saputra tercatat sebagai staf di Sekretariat KONI dan Asisten Pelatih Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Panahan Riau. Almarhum meninggalkan seorang istri Desi Diana dan seorang anak lelaki Josad yang bersekolah di TK Pertiwi. Usai ditemukan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan dikebumikan di tanah pemakaman Kelurahan Tangkerang Barat, Jalan Kartama sekitar pukul 17.00 WIB.Pelatih PPLP Panahan Muslim yang menjadi pimpinan rombongan rekreasi tampak terpukul dengan mata berkaca-kaca. Dikatakannya, Niken sempat selamat dari arus yang menarik mereka ke bawah.
Melihat Safrina yang masih terseret arus, Niken yang telah diselamatkan Muslim justru melompat kembali untuk menolong gadis malang itu. Sayang, niat baiknya tidak berakibat baik baginya. Bahkan Niken lebih dulu lenyap ditelan air ketimbang Safrina yang akrab disapa Rina tersebut. ‘’Niken sempat menengadah ke langit sebelum di tarik arus ke bawah,’’ gumam Muslim dengan pandangan kosong dan wajah yang memerah.
Salah seorang atlet panahan Dides Irgantara (23) yang mengaku lebih dulu terseret arus mengatakan, dirinya sempat memperingatkan. Hanya saja Niken, Muslim, Nia dan Rina sudah terlalu jauh ke tengah dan langsung terseret arus. Awalnya, tidak hanya empat orang itu saja yang terseret arus tapi delapan orang. Mereka saling membantu satu sama lainnya.‘’Saya sudah berusaha memperingatkan, sebab saya baru lepas dari tarikan arus tersebut. Tapi mereka sudah jauh ke tengah sehingga sulit melawan arus yang begitu deras menarik ke bawah,’’ katanya.
Lebih jauh dijelaskan Dides, mereka tiba di Desa Buluh Cina sekitar pukul 11.00 WIB, Ahad (31/8). Jumlah anggota yang berangkat ke sana sebanyak 18 orang terdiri dari delapan atlet, dua pelatih dan orang tua atlet. Tidak hanya itu, salah seorang orang tua atlet yang juga terseret arus saat membantu anaknya. Keduanya selamat dari sergapan maut.Setelah kedua korban terbawa jauh, mereka berusaha menolak pompong yang digunakannya untuk mencari. 15 menit mencari dan berputra-putar di kawasan itu, keduanya tak juga ditemukan. Akhirnya, mereka meminta pertolongan kepada warga desa yang saat itu sedang melaksanakan lomba pacu sampan. Bersama warga, polisi dan tim SAR, mereka mencari jenazah semalaman dan ditemukan keesokan harinya.
Tampak Ketua Harian KONI Riau H Yuherman Yusuf dan jajarannya di rumah duka dan ikut serta pula menyolatkan Niken. Selain itu, juga terlihat beberapa insan olahraga baik atlet maupun pelatih serta Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Dispora Riau Drs H Sanusi Anwar. Sementara itu usai ditemukan jenazah Syafrina Lailan, Senin (1/9) siang sekitar pukul 11.53 WIB, tiba di rumah duka di Perumahan Sidomulyo Blok F, Nomor 182, Jalan Camar I, RT 04/RW 12, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai.
Sebelum dibawa ke rumah duka, jasad korban sempat diistirahatkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Riau, Jalan Ampi, Pekanbaru. Karena memang semasa hidupnya, Syafrina adalah salah satu atlet panahan Riau.Ibunda korban, Butet, yang mengenakan baju kurung warna hijau dan jilbab warna hitam lebih banyak diam. Bibirnya bergetar keras menyaksikan anak kebanggaan keluarga itu pulang ke rumah dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Saat dihampiri Riau Pos, tidak satu pun kata yang keluar dari bibirnya. Ibu empat anak ini lebih memilih diam dan duduk bersimpuh di samping tubuh anaknya yang terbungkus kain kafan.Tampak hadir melayat ke rumah duka perwakilan pengurus KONI Fadlah Suhaimi, Kepala SMAN 2 Siak Hulu Drs Abdul Hamid, pengurus masjid Muhajirin Asmadi S, dan sejumlah rekan-rekan almarhumah dari SMAN 2 Pekanbaru serta rekan sesama atlet.Suasana duka begitu menyelimuti rumah orang tua Syafrina siang itu.
Menjelang keberangkatan jenazah menuju peristirahatan terakhir, terlihat hadir drh Chaidir MM, mantan Ketua DPRD Riau yang datang seorang diri dan hanya ditemani ajudannya. Chaidir berjalan kaki beberapa puluh meter dari ujung gang menuju rumah duka. Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMAN 2 Siak Hulu, Drs Abdul Hamid yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata mengatakan, selama dua bulan bergabung di SMAN 2 Siak Hulu, korban merupakan anak yang cerdas dan baik.
‘’Korban merupakan seorang siswa yang sangat berbakat, dia pintar dan pandai bergaul. Begitu juga setiap akan mengikuti latihan korban selalu minta pamit kepada saya. Tapi sepekan yang lalu ada suatu keanehan yang saya rasakan dari korban, yakni korban sempat menyerahkan sepasang wayang kepada saya. Padahal saya sendiri tidak mengerti apa maksud dari semua itu,’’ ungkap Abdul Hamid.
Sementara itu Chaidir meminta keluarga yang ditinggalkan agar tabah. Sebelum memegang mikrofon, Chaidir menghampiri orang tua korban. Ia menyalami Butet yang tengah duduk di kursi plastik dalam keadaan lemah. Chaidir mengucapkan turut berduka cita yang mendalam dan mengharapkan ibunda Syafrina bisa tabah dalam menjalani cobaaan.‘
’Kita semua merasakan duka yang mendalam atas kepergian anak kita, saudara kita dan atlet kita ananda Syafrina. Semuanya ikut merasakan kehilangan. Riau telah kehilangan atlet masa depannya. Untuk itu marilah kita iringi keberangkatan almarhumah ini dengan doa. Mudah-mudahan ia diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Saya sekeluarga turut mendoakan almarhumah,’’ antara lain ucapan Chaidir dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu Chaidir bersama jemaah lainnya melaksanakan salat jenazah di masjid terdekat.(fed/ila/m)

Senin, 01 September 2008

Balimau Kasai Tradisi yang Berpotensi Wisata

*juga kebanggaan Riau

BANGKINANG -- tradisi Balimau Kasai yang selaludilakukan masyarakat Kampar dalam menyambut ramadhan setiap tahunnya merupakan tradisi yang mempunyai potensi wisata. ‘’Dan ini harus tetap dilestarikan oleh masyarakat Kampar, karena tidak hanya menjadi satu kebanggaan namun juga menjadi alat yang bisa menyatukan masyarakat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam acara Balimau Kasai tingkat kabupaten Kampar yang dilaksanakan di desa Batu Belah kecamatan Kampar (31/8).

Acara Balimau Kasai ini hendanya disikapi masyarakat dengan baik, karena makna dari Balimau Kasai ini tidak semata mata untuk kegiatan mandi dan aneka kegiatan perlombaan saja namun juga bagaimana antara masyarakat saling meningkatkan silaturahmi satu sama lainnya, meningkatkan rasa persaudaraan sehingga akan tercipta masyarakat yang kompak.

Apalagi masyarakat Kampar dikenal dengan agamanya hendaknya benar benar menjadikan moment Balaimau kasai ini untuk saling memaafkan satu sama lainnya sehingga dapat menyambut kemuliaan ramadhan yang suci dengan hati yang bersih karena sudah saling memaafkan.

Sementara itu bagi kabupaten Kampar kegiatan Balimau kasai ini menjadi ciri khas dari daerah yang kedepannya bisa dikembangkan menjadi potensi wisata, karena kegiatan Balimau Kasai ini juga dilaksanakan tidak hanya di Batu Belah saja namun juga di daerah lain di kampar, karena kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat di desa masing masing.

Untuk kegiatan yang besar saja setidaknya dilaksanakan di Batu Belah kecamatan Kampar, Desa Buluh Cina kecamatan Siak Hulu, desa Lipat Kain di kecamatan Kampar Kiri, desa Belimbing kecamatan Bangkinang Barat, desa Petapahan kecamatan Tapung, dan kecamatan XIII Koto Kampar. ‘’ini akan menjadi kalender wisata setiap tahunnya, ‘’ujar Burhan.

Dalam acara yang dilaksanakan sejak siang tersebut juga dihadiri oleh unsure muspida kabupaten Kampar, dan calon wakil gubernur Riau H Raja Mambang Mit, dalam pidatonya Mambang menyatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi kebanggaaan masyarakat Kampar namun juga kebanggaan Riau dan ini hendaknya dapat dilesatrikan karena salah satu kekayaan daerah yang tidak ternilai harganya. Untuk itu Mambang meminta agar ini dijadikan perhatian oleh pemerintah karena bisa meningkatkan wisata daerah Riau.

Dalam acara Balimau kasai ini ketua panitia Damirus Sag menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan selama sepekan dan puncaknya pada hari minggu, kegiatan ini terdiri dari pasar murah untuk masyarakat, pengobatan massal bagi masyarakat miskin, penyantunan anak yatim, festival rebana, lomba pidato, sholat jenazah dan pada hari Balimaunya dilaksanakan lomba sampan hias yang diikuti oleh ratusan sampan***


Design by Amanda @ Blogger Buster