Minggu, 10 Agustus 2008

Seluruh KB dan PlayGrup Di Kampar Timur Mendapat Vitamin A


*PIHak medis jemput bola


KAMPAR TIMUR (RP), untuk meningkatkan kesehatan mata terutama anak anak maka pemerintah memberikan vitamin Asecara gratis bagi anak anak di Indonesia, dan dikecamatan Kampar Timur pemberian Vitamin A ini tidak hanya dilaksanakan di Pos yandu dan puskesmas saja namun juga dilaksanakan di Kelompk Bermain (KB) dan Playgrup yang ada dikecamatan tersebut.



Untuk pelaksanaan ini pihak Puskesmas Kampar Timur langsung menurunkan tenaga medis dari puskemas ke Kelompok bermain dan playgrup yang ada. ‘’Kita memang sengaa mengambil sikap menjemput bola agar semua anak anak dan balita mendapatakan vitamin ini, ‘’ujar kepala puskesmas Kampar Timur dr Hj Fauziah saat memberikan vitamin A ini kepada siswa kelompok bermain Arafah di desa Pulau Rambai kecamatan Kampar Timur (9/8) yang lalu.



Dijelaskan Fauziah, pemberian vitamin A ini sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan anak terutama mata mereka, dan ini adalah program secara nasional sehingga semua anak Indonesia dalam bulan Februari dan Agustus selalu mendapatkan Vitamin A secara gratis.
Pemberian Vitamin ini biasanya dilaksanakan di puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di desa desa juga diberikan di pos yandu yang ada. Hanya saja tahun ini Puskesmas Kampar Timur langsung turun ke KB dan playgrup. ‘’ini karena tidak semua orang tua yang membawa anaknya ke pos yandu, apalagi kalau anaknya sudah mendapatkan semua suntikan imunisasi atau sudah lebih dari dua tahun, biasanya orang tuanya malas untuk membawa anak ke posyandu, sementara mereka masih membutuhkan vitamin A, untuk itu kita datangi langsung ke sekolah meereka, ‘ujar Fauziah.



Pemberian Vitamin A ini dilaksanakan di sembilan desa yang ada di Kampar Timur, Fauziah juga meminta para orang tua yang anaknya masih balita dan anak anak untuk segera mendapatkan vitamin ini dipuskesmas atau pustu, karena tidak semua juga anak anak tersbeut yang belajar di kelompok bermain atau sekolah di playgrup.



Selain melakukan pemberian vitamin A, pihak puskesmas juga melakukan penimbangan berat badan para siswa dan pemeriksaan sederhana kondisi anak anak tersebut. (rdh)

Kamis, 07 Agustus 2008

Desa Lain Diharapkan Mencontoh Pola Desa Sungai Putih


Sebagai desa Siaga Terbaik di Kampar

KAMPAR TIMUR (rdh) Kepala dinas kesehatan Kampar H Hanafi M Kes meminta agar tenaga medis baik dokter, bidang dan perawat yang ada 249 desa lain yang ada di Kampar diminta untuk mencontoh pola yang digunakan desa Sungai Putih untuk pengebangan desa Siaga, karena desa Sungai Putih kecamatan Kampar Timur ini merupakan desa siaga terbaik dan menjadi desa percontohan bagi seluruh desa yang ada di kabupaten Kampar. ‘’untuk itu semua tenaga medis di desa dan kecamatan lain harus belajar kepada desa ini. ‘’ujar Hanafi (7/8) disela sela mengikuti menyaksikan kegiatan pelayanan Pos Yandu balita, Lansia, dan donor darah yang digelar Puskesmas Kampar Timur bekerja sama dengan PMI Ranting Kampar Timur, PMI Cabang Kampar dan Dinas Kesehatan.


Dalam acara itu hadir Kepala Puskesmas Kamprtimur dr H Fauziah, Kepala Markas PMI Cabang Kampar Mawardi Sag, aparat desa dan tokoh masyarakat setempat.


Sebagai desa Siaga, desa ini sudah memiliki perangkat pelayanan yang memadai seperti pos obat desa (POD), serta 10 orang kader yang aktif yang di bimbing langsung oleh Kepala Puskesmas serta pimpinan Pustu, dan bidan desa, bukan hanya itu partisipasi masyarakat sangat besar sehingga slogan ‘’ siap antar jaga ‘’ bagi yang menderita sakit bebar benar terwujud.
Dan yang lebih membanggakan menurutnya desa siaga ini sudah menyediakan sumur bor dan tower air bersih sebagai program sanitasi air. Ini sangat penting menopang kesehatan lingkungan. Kita melihat Poskesdes di Provinsi lain di Samarinda, ternyata Poskesdes di Desa Sungai Putih ini relative lebih lengkap . ‘’Kampar patut berbangga dengan desa sungai putih ini, ‘’ujarnya.


Selain itu Poskesdes di desa ini dilakukan secara rutin pertiga bulan, dan tidak hanya kegiatan Posyandu, pelayanan lansia, juga selalu disertai kegaiatan sosial donor darah ‘’ini juga menggembirakan karena minat masyarakat Kampar secara umum untuk mendonorkan darah masih sanat rendah, untuk itu bantuan dan kerjasama dengan PMI kampar sangat membantu masyarakat baik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat juga untuk membantu mereka, ‘’ujarnya.


Kepala Puskesmas Kampar Timur dr H Fauziah melaporkan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulannya. Kegiatan yang dilakukan beragam, mulai dari Posyandu balita, Posyandu lansia, donor darah, bahkan tak jarang digelar pengobatan massal, hingga penyuluhan yang terus berkesinambungan.‘’Kami sangat berterimakasih kepada pengelola Poskesde yang sangat aktif bersama bidan desa dan kader serta PKK desa. Karena pro aktif masyarakat sangat tinggi, sehingga tak jarang keinginan untuk kegiatan donor darah datang dari masyarakat,’’ ujarnya ***

Rabu, 06 Agustus 2008

Ditipu Oknum, Disuruh Cari Daging Labi labi




Melihat Perjalanan Suku Kubu Jambi Hingga Sampai ke Kampar Riau

Hutan dan alam adalah rumah yang nyaman bagi masyarakat suku Kubu, suku asli Jambi –Sumatra. Makan dari hasil hutan dan berkembang dengan perjalanan hutan selalu membuat mereka nyaman, namun ada saja pihak yang ingin memanfaatkan orang orang lugu ini, seeperti yang dilakukan salah seorang oknum pengusaha di Jambi dan akhirnya..membuat ratusan masyarakat Kubu menjelejah rimba yang bukan tanahnya dan akhirnya terdampar di hutan Sungai Malau Kecamatan Bangkinang Barat kabupaten Kampar- Riau

‘kami diberi tahu oleh pengusaha katanya di kawasan hutan ini banyak labi-labi (penyu), dan mareka akan membayar mahal kalau kami bisa temukan labi labi tersebut, ‘’ujar Saleh Tung salah seorang warga suku kubu saat ditemukan di Hutan tersebut oleh Tokoh masyarakat Kuok H Kasru (5/8).


Dijelaskan Saleh Tung, ia dan rombongannya berjumlah 30 orang yang terdiri dari enam orang laki laki dewasa, 5 orang Ibu ibu, 3 orang gadis remaja dan 16 orang anak anak yang terdiri dari anak laki laki dan anak perempuan. Mereka datang dari Jambi dengan menyusuri hutan berjalan kaki, mereka memang biasa hidup dari hasil hutan dan mereka jual ke masyarakat atau touke.

‘’biasanya kami menjual hasil hutan seperti damar dan rotan, namun juga terkadang menjual binatang hutan hasil buruan, termasuk labi-labi’’jelasnya. Labi labi biasanya dibeli dengan harga yang mahal. Namun ia tidak bisa menjelaskan mahalnya berapa.

Mengetahui ini maka Saleh Tung membawa keluarganya menelusuri hutan dari Jambi hingga sampai ke Riau. Namun sayangnya mereka belum menemukan labi labi yang mereka cari. Padahal mereka sudah lebih dua minggu menyusuri hutan dan hidup dengan seadanya, apalagi banyak anak anak yang mengikuti mereka. Bukan hanya itu bukan hanya Saleh Tung dan rombongannya saja yang mendapatkan imformasi itu namun juga ratusan masyarakat kubu lainnya dan saat ini mereka tersebar dihutan sungai Malau hingga sungai Arau XIII Koto Kampar.

Kehadiran sukuKubu di Kuok dan XIII Koto Kampar ini membuat warga Kuok resah, mereka sebagian besar adalah petani yang bekerja di hutan dan memotong (menyadap karet dikebun. Kehadiran suku kubu ini membuat masyarakat takut,karena mereka dipersenjatai dengan tombak, panah beracun dan parang.’’wara khawatir kalau mereka merasa terusik lalu menganggu masyarakat ‘’jelas H Kasru.


Untuk itu H Kasru dan beberapa anggota masyarakat mencari suku Kubu ini kehutan mememukan mereka di Hutan dan membawanya ke Kuok untuk selanjutnya dipulangkan ke Jambi tim H Kasru menemukan sebanyak 30 orang warga Kubu yang terdiri dari Saleh Tung . Harusnya pemkab Kampar perduli ini’’ujarnya.****

Jumat, 01 Agustus 2008

MUI Kampar Keluarkan Empat Seruan

Sikapi tingginya Asusila di Kampar

BANGKINANG (rdh)tingginya kejadian asusila di Kampar akhir akhir ini membuat banyak pihak yang prihatin dan akhirnya menimbulkan keresahan pada masyarakat. Menyikapi hal ini Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kampar akhirnya mengeluarkan empat seruan kepada masyarakat .

Seruan yang dikeluarkan berdasarkan hasil rapat pada 28 Juli 2008 yang lalu tersebut menyatakan : pertama keprihatinan yang tinggi terhadap kondisi yang ada di masyarakat Kampar saat ini, karena harusnya tindakan pencabulan, perjudian dan penyakit pekat lainnya tidak terjadi di Kampar, apalagi kalau menimbang Kampar sebagai serambi Mekkahnya Riau dengan filosofis ‘’adat basandikan syarak , syarak Basandikan Kitabullah’’ harusnya semua ini tidak terjadi.

Yang kedua, MUI meminta agar dilakukan upaya preventif dan menanggulangi penyakit masyarakat tersebut secara terus menerus apalagi adanya peningkatkan tindak asusila akhir akhir ini.

Ketiga Mui juga MUI menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah,mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa supaya lebih meningkatkan upaya penanggulangan penyakit masyarakat yang terdapat di dalam daerah kabupaten kampar

Dan yang keemapat adalah MUI meminta kepada seluruh tokoh masyarakat,alim ulama,ninik mamak,cerdik pandai dan segenap lapisan masyarakat agar bekerjasama membantu pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi penyakit masyarakat di daerah kabupaten Kampar
Sekretaris MUI Kampar H.Johar Arifin,LC.MA

menyatakan selama ini MUI sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat tentang adanya warung remang remang dan dalam kunjungan MUI ke beberapa kecamatan di Kampar, sepertti Tapung MUI juga banyak menemukan adanya lokasi pelacuran,warung-warung remang,pesta band atau orgen tunggal malam hari dengan joget dan tari setengah telanjang. ‘’hal hal seperti ini yang harus segera diantsipsi oleh pemerintah dan amsyarakat ‘’ujarnya.

Design by Amanda @ Blogger Buster