Senin, 30 Juni 2008

Sekolah Diminta Bebaskan sekolah dari Pungli PSB

selalu jadi tradisi setiap tahun

BANGKINANG (rdh) Tahun ajaran baru untuk sekolah pada ajaran 2008/2009 sudah dimulai, dan para orang tua murid tentunya sibuk mendaftarkan anak anak mereka masuk ke sekolah yang baru. Untuk itu pihak sekolah diminta tidak lagi melakukan tradisi lama yaitu membiarkan pungutan liar mewarnai proses penrimaan murid baru tersebyr. ‘’Hendaknya Kampar harus mulai memberanikan diri melakukan perubahan, dengan tidak menerima atau melakukan pungli, karena itu akan mencoreng dunia pendidikan itu sendiri, ‘’ujar Ketua Dewan Pendidikan Kampar Syafrudin Samiun SSI MSI di Bangkinang (30/6).

Apalagi menurut Syafruddin, saat ini kondisi ekonomi masyarakat sudah semakin sulit dan ini tentukan akan membebani para orang tua, kalaupun sekolah melakukan pungutan hendaknya pungutan tersebut dilakukan dengan transparan dan sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam proses penerimaan. ‘’Yang tidak dibenarkan adalah pungutan yang dilakukan sebagai satu syarat untuk meluluskan siswa tersebut bisa belajar disekolah itu, ‘’ujarnya prihatin. Dan ini menurutnya selalu terjadi hanya saja sulit memberantas karena orang tua dan sekolah sama sama mau melakukannya.

Padahal menurutnya pihak sekolah justru harus membantu masyarakat dan siswa siswa untuk mendapatkan pendikan yang praktis dan ekonomis seperti yang diamanahkan konstitusi Negara, dan kalau memang sekolah terpakasa harus memberikan biaya tambahan bagi siswa maka harus dilakukan secara efesien dan tidak mencekik orang tua, misalkan dalam pembayaran uang seragam sekolah, pihak sekolah hendaknya mampu menekan angka biaya dan kalau bisa harganya jangan lebih tinggi dari pada harga di pasaran. Hal itu bisa dilakukan dengan catatan tidak ada keinginan pihak sekolah mengambil untung dari uang pakaian seragam tersebut.

Dewan Pendidikan Kampar menurutnya bisa memaklumi pungutan yang dibebankan kepada calon siswa hal ini mengingat bahwa dana yang dialokasikan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kampar masih sangat terbatas namun yang jelas pungutan tersebut harus jelas dan rasional. “ mengingat alokasi dana yang sangat terbatas dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang disediakan pemerintah kita juga bisa memaklumi adanya biaya tambahan yang dibebankan pihak sekolah kepada siswa, namun biaya tambahan tersebut jangan justru menghambat hak anak untuk mendapatkan pendidikan” terangnya.***

DPRD Kampar dapat hadiah BH dan CD

PT LH Diminta Kembalikan Lahan Warga


BANGKINANG (rdh) Perseteruan kepemilikan lahan antara PT Langgam Harmoni dengan masyarakat desa pangkalan Baru kecamatan Siak Hulu kembali berujung aksi di DPRD, bahkan saking berlarutnya masalah ini warga merasa kecewa dengan DPRD dan Pemkab Kampar yang dinilai lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut. Kekecewaan ini dilampiaskan warga dengan memberikan kado kepada DPRD kampar yang isinya (maaf ) BH dan celana dalam wanita.

Warga yang diberi kesempatan hearing dengan komisi I DPRD kampar di gedung DPRD Kampar di Bangkinang (30/6) menyatakan sebagai masyarakat mereka merasa kinerja DPRD dan Pemkab Kampar sangat lamban, karena pihak perusahaan terus sala memanen hasil sawit yang ditanam masyarakat. ‘’bahlan truk yang mengangkut mobil itu terus saja melintas didepan mata kami tanpa kami dapat mencegahnya, tentu saja sikap perusahaan ini memancing emosi, dan ini sudah berlangsung berbulan bulan‘’ujar Mukhlis salah seorang warga dalam hearing tersebut.

Aksi dari pihak perusahaan yang terus memanen hasil sawit ini tentu saja memancing emosi dari masyarakat, sebab selama ini belum ada satu kesepakatan antara masyarakat dengan pihak perusahaan, sementara ketika masyarakat yang melakukan kegiatan diarea yang dipersengketakan, masyarakat selalu mendapatkan ancaman , baik melalui Short Massage Service (SMS) maupun melalui telepon.

Masyarakat pangkalan baru juga tidak mengakui adanya hibah tanah seluas 500 hektar itu adalah hibah dari Ninik mamak kepada pihak perusahaaan, karena menurut mereka pemberian hibah tidak bisa begitu saja dilakukan Ninik mamak tanpa ada izin dari anak keponakan dan itu hanyalah permainan oknum saja.

Bukan hanya itu dari keterangan Camat Siak Hulu Syahrial Abdi ternyata izin usaha dari PT langgam Harmoni tidak ada, bahkan pihak kecamatan mempertanyakan legallitas keberadaan PT. Langgam Harmoni yang sampai sekarang tidak jelas izin usaha.

anggota komisi I Ir Alek Candra yang memimpin hearing menyatakan DRD sudah berusaha maksimal untuk menyelesaikan masalah ini dan pihaknya perlu mendengar keterangan dari pihak perusahaan, baru setelah itu akan dikeluarkan satu rekomendasi dari DPRD Kampar tentang masalah sengketa lahan ini.

“disini DPRD Kampar hanya bisa mengeluarkan satu rekomendasi,bukan untuik memutuskan status kepemilikan lahan, dan masalaha status masih ada lagi badan yang berwewenang untuk menanganinya” ujar Alek. Kecewa dengan sikap dan pernyataan ini salah seorang warga maju ke depan dan menyerahkan kado kepada alex yang isinya pakaia dalam perempuan yang merupakan lambing kelemahan DPRD dalam membela kepentingan rakyat ***

90 % Dana Bergulir Kampar sudah kembali


KIP Taja Temu Ramah Petani Kecil

BANGKINANG (rdh), untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama para petani kecil, maka pemerintah kabupaten Kampar melalui Bank BPR Sarimadu Bangkinang melaksanakan program dana bergulir, program yang memberikan bantuan permodalan kepada petani dan nelayan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2002 yang lalu, dan ternyata dari Rp 27 miliar yang disalurkan tingkat pengembaliannya sudah mencapai Rp 23 miliar. ‘’Ini artinya tingkat pengembalian sudah mencapai 90 persen dan teryata sisanya Rp 4 miliar tersebut sedang berjalan (Out Standing), ini adalah suatu bentuk kesuksesan dalam penyaluran kredit dan peningkatan ekonomi masyarakat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs. Burhanuddin Husin, MM melalui Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono, SP pada acara Temu Karya Kelompok Petani Kecil (KPK) se-kabupaten Kampar yang ditaja oleh Kantor Informasi Penyuluhan (KIP) Kabupaten Kampar (30/6) di wisma Pantian Ragi Bangkinang.

Ditambahkan Teguh, banyaknya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam peningkatan kesejahteran petani, maka program dana bergulir merupakan salah satu solusi yang diharapkan bisa memecahkan persoalan berat tersebut, untuk itu dalam pengelolaan dana bergulir hendaknya dilakukan denganntepat sasaran sehingga benar benar dapat membantu dan juga menghindari hal-hal yang tidak diingini. ‘’Dan KIP sebagai lembaga pemerintah yang mengayomi masyarakat diminta benar benar mampu mengelola program ini dengan baik, ‘’ujarnya

Pemkab kampar menurutnya sangat menaruh perhatian dan harapan besar kepada para PPL dan petani yang dpaat menjadi pelaopor dibidang pertanian, mereka diminta untuk terus berkarya dan berbagi pengalaman, dan mengajak saudara yang lainnya yang belum berhasil . ‘’ jadikan KPK ini sebagai wadah belajar mengajar sebagai unit produksi dan wadah kerja sama. Kegiatan stimulant ini hendaknya merupakan ajang bagi masyarakat untuk meningkatakan SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani dan pada akhirnya kita dapat keluar dari banyaknya cobaan dan himpitan ekonomi” ujar Teguh.

Sementara itu Kepala Kantor Informasi Penyuluhan (KIP) Kabupaten Kampar Ir Ali Jabar dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa kegitan temu karya ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban antar petani dan antar petani dan Pemerintah, tukar menukar informasi dan tekhnologi pertanian dan menyebarluaskannnya. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang berasal dari Kelompok tani se-kabupaten Kampar dengan hasil-hasil karya unggul mereka masing-masing (rdh)

Senin, 23 Juni 2008

Cerianya Lulus UN




Hasil Kelulusan Ujian Nasional yang diumumkan minggu yang lalu memberikan kegembiraan bagi para siswa siswi SMA di Kampar. Tampak mereka melaksanakan aksi coret coret baju sebagai ungkapan kegembiraan. Sesuatu yang harusnya dirubah. Namun bagaimanapun ..Selamat Ya...

Warga Lima Desa Kembali Datangi DPRD Kampar

Terkait dengan persoalan sengketa lahan PT Argo dan PT Seraya

BANGKINANG (rdh) merasa kurang puas akan hearing yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan DPRD Kampar, warga lima desa dari kecamatan Kampar Kiri dan siak Hulu kembali mendatangi DPRD Kampar senin (23/6) kemarin, mereka kembali meminta penjelasan dan ketegasan dari pemerintah Kabupaten Kampar dan DPRD Kampar tentang penyelesaian kasus sengketa lahan antara warga dengan PT Rimba Seraya Utama dan PT Agro Abadi.

Dalam hearing kali ini, masyarakat yang mengatasnamakan Forum Kesatuan Masyarakat Lima Desa (FKM-LIDES) menuntut PT RImba Seraya dan PT Agro Abadi untuk menghentikan kegiatannya pada wilayah desa yang dikuasainya. ‘’Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus segera mencabut izin HPHTI PT RSU karena tidak ada konstribusi terhadap masyarakat bahkan malah menimbulkan gejolak dan anarkis ditengah masyarakat, meminta kepada pihak KPK RI agar memeriksa penggunaan dana reboisasi oleh PT RSU dan menindak tegas terhadap pelanggaran alih fungsi izin PT RSU..’’ ujar Nazar salah seorang warga dalam hearing tersebut

Menurutnya, ada tujuh kesalahan fatal yang dilakukan dua perusahaan besar ini, Pertama pihak perusahaan telah melanggar peraturan pemerintah No 07 Tahun 1990 tentang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI), kedua melanggar UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, ketiga melanggar UU No 18 tahun 2004 tentang perkebunan, keempat melanggar UU No 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, kelima melanggar peraturan pemerintah No 27 tahun 1999 tentang analisis Dampak Lingkungan, keenam melanggar Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 17 Tahun 2001 tentang Jenis Usaha atau kegiatan di lengkapi AMDAL, ketujuh melanggar surat keputusan Menteri pertanian No 357/KPTS/IIK.350/5/2005 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan,’’bebernya

Untuk itu masyarakat meminta pemerintah bersikap tegas, karena sikap perusahaan yang hanya mau menang sendiri sudah membuat warga resah, apalagi sikap dari perusahaan yang mendatangkan preman untuk menakut-nakuti warga mmebuat warga emosi bahkan sudah pernah terjadi bentrokan fisik antara mereka. ‘’ini jangan dibiarkan berlarut laruk kalau tidak dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru, ‘’ujarnya.

Ketua DPRD Kampar H Masnur kepada wartawan menyatakan pihaknya masih akan mempelajari kasus ini sebelum mengambil keputusan***

Ponpes Bisa Atasi Masalah Sosial di Masyarakat


Ponpes Ansarullah Selalu Lulus 100 Persen dalam UN

KAMPAR TIMUR (rdh) maraknya masalah social dimasyarakat saat ini seperti kasus kriminalitas seperti pembunuhan, pencurian, pencabulan dan masalah sosialnya menimbulkan keprihatinan pemerintah, untuk itu Bupati Kampar mengajak semua masyarakat untuk sama sama menyikapi masalah ini, salah satunya diharapkan peran ini kepada pondok pesantren. ‘’Karena pondok pesantren merupakan wadah yang bisa memberikan pencerahan iman dan fikiran bukan hanya bagi santrinya saja namun juga bagi masyarakat sekitarnya, untuk itu ponpes harus mampu laksanakan peran ini dengan sebaik baiknya, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui asisten II Setda Kampar Drs H Masri Maahu dalam acara Milad dan wisuda santri Ponpes Ansarullah di Desa Pulau Birandang kecamatan Kampar Timur (23/6) kemarin.

Dalam acara milad dan wisuda itu juga hadir Anggota DPRD Riau Edi Basri, Anggota DPRD Kampar H Ilyas HU, Camat Kampar Timur, UPIKa Kampar Timur dan pemuka adat dan tokoh masyarakat di Kampar Timur.

Kehadiran Ponpes tidak hanya diharapkan memberikan ilmu agama kepada santri saja namun juga membawa dan menghidupkan suasana keagamaan di masyarakat sekitar, karena untuk bisa mengatasi masalah social ini hanya bisa dengan membentengi masyarakat dengan nilai nilai keagamaan dan disinilah peran pesantern. ‘’Jadi bukan hanya sekedar mencetak santri saja namun juga mengayomo masyarakat, pesantren dituntut mampu membawa pesantren kearah yang lebih baik,’’ujarnya. Begitu juga dengan persoalan social bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja namun tanggung jawab semua pihak.

Sementara itu pimpinan Ponpes Ansarullah Ustd Drs Khaidir dalam penyampaiannya menyatakan sejak berdiri Ponpes ini tahun 2002 sudah membina banyak santri, bukan hanya dalam pelajaran agama saja namun juga dalam keahlian hafalan Quran dan selama ini santrinya sudah banya berperan dalam berbagai event seperti MTQ mulai dari tingkat kecamatan hingga propinsi Riau.

‘Bukan hanya ini sejak meluluskan ini Aliyah selama dua tahun dan Tsanawiyah selama 5 tahun santrinya selalu lulus UN 100 persen, ini menunjukkan bahwa santri kita mempunyai prestasi yang bagus secara akadems, ‘’ujarnya. saat ini Ponpes ini mempunyai pendidikan mulai dari tingkatakan Madrasah Diniyah awaliyah (MDA), Madrsasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) serta Majlis Taklim Mesjid Ansarullah dan Grup rebana Ansarullah ***

FWK Gelar Pelatihan Jurnalitik Untuk Siswa SLTA

Untuk kenalkan dunia wartawan kepada siswa


BANGKINANG (rdh), menjalankan tugasnya sebagai himpunan wartawan yang beertugas di Kampar, maka forum wartawan Kampar (FWK) menggelar kegiatan pelatihan Jurnalistik bagi seluruh siswa siswi SLTA se kabupaten Kampar di wisma Bangkinang Baru (24/6).
‘’Kegiatan ini untuk lebih mendekatkan dunia wartawan kepada para siswa SLTAyang ada di kampar, serta memberitahukan sedikit banyaknya peranan pers dalam menunjang kebijakan pembangunan yang akan atau sedang dilakukan oleh pemerintah, ‘’ujar Ketua panitia pelaksana Abu Bakar BN di Bangkinang (23/6).

Dijelaskannya kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu program dari FWK, dan rencananya akan dilaksanakan pada setiajavascript:void(0)
Mempublikasikan Postingp kecamatan yang ada di Kampar, untuk tahap awall akan dilaksanakan ditiga kecamatan yaitu Kecamatan Bangkinang, kecamatan Bangkinang Seberang dan kecamatan Salo, untuk kecamatan lain akan dilaksanakan menyusul dengan kegiatan dilaksanakan disekolah yang ada di kecamatan masing masing.

Kegiatan ini tampaknya mendapatkan sambutan yang luar biasa dari sekolah yang diundang, terbukti dengan banyaknya sekolah yang menyatakan bersedia ikut bahkan nama nama yang mereka kirimkan sebagai peserta melebihi jumlah peserta yang diminta, untuk itu pihaknya merencanakan akan melaksanakan kegiatan ini setiap tahunnya sehingga akan memberikan pembinaan yang lebih baik bagi kemampuan jurnalistik para siswa ini.

Sementara itu tu ketua FWK Mahnizar mengatakan, bahwa selain kegiatan jurnlistik, FWK juga akan menggelar pendistribusian Sembako bagi masyarakat miskin kepada desa-desa yang ada di Kabupaten Kampar, dan alhamdulilllah kegiatan pendistribusian Sembako ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.***

Minggu, 22 Juni 2008

PPP Kampar Buka Pendaftaran Caleg

Untuk Pemilu 2009

BANGKINANG (rdh), Walaupun pemilu legislative masih akan berlangsung selama satu tahun lagi, namun pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan pembangunan (PPP) kabupaten Kampar sudah mulai bersiap diri, salah satunya dengan membuka pendaftaran bagi siapa saja dari masyarakat umum yang berniat untuk maju sebagai anggota legisatif dari partai tersebut. ‘’ ini menunjukkan bahwa partai kita memang partai yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan membangun partai ini secara bersama, ‘’ujar Ketua lembaga pemenangan pemilu legislatif(LP2L) DPC
PPP kampar Drs H Mardzuki Malik MM di Bangkinang (22/6).
Dijelaskannya berdasarkan hasil rapat penggurus DPC maka pendaftaran ini akan dibuka sejak Jumat,20 Juni hingga 30 Juni 2008 di sekretariat DPC PPP kampar dan bagi
masyarakat yang masyarakat yang berminat dapat datang dari panitia membukanya dari pukul 09. 00 wib hingga 16.00 wib.
Berdasarkan surat lembaga pemenangan pemilu legislatif(LP2L) DPC PPP kampar dengan nomor surat 07/Lp2L-PPP/K/VI/2008 itu menindaklanjuti surat dari DPP PPP dengan nomor 1042/Pem/DPP/VI/2008 tentang pemberitahuan pendaftaran calon anggota DPRD propinsi dan DPRD Kabupaten /kota yang pendaftaranya dilaksanakan di DPW PPP untuk calon anggota DPRD propinsi dan di DPC PPP untuk calon anggota DPRD Kabupaten/kota. Sedangkan dari 20 juni hingga 30 Juni di sekretariat DPC PPP Kampar dari pukul 09.wib hingga pukul 16.00 wib yang akan diterima oleh panitia pencalonan DPC PPP kampar
Marzuki juga menambahkan dengan dibukanya pendaftaran calon legislatif oleh DPC PPP kabupaten Kampar diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan bagi yang berminat dapat mengajukan dan mendaftarkan dirinya secara langsung dan tak bisa
diwakili sehingga keinginan mendftarkan diri benar-benar terlihat komitmenya sepenuh hati dan persyaratan pendaftaran sudah disiapkan oleh panitia pendaftaran caleg termasuk untuk caleg dari kader PPP sendiri***

Warga Gobah Keluhkan Sarana Jalan yang Rusak

Padahal sudah Usulkan Bertahun tahun


TAMBANG (rdh) Walaupun pemerintah kabupaten kampar sudah menggembor gemborkan pembangunan sarana fisik seperti jalan namun masih banyak masyarakat Kampar yang merasa belum merasakan pembangunan ini seperti masyarakat desa Gobah kecamatan Tambang. ‘’Padahal desa ini juga bagian dari kampar namun sampai sekarang belum memiliki jalan yang layak, sehingga akses masyarakat untuk keluar dari desa sangat sulit, kalau hujan berlumpur kalau kemarau berdebu, ‘’ujar tokoh masyarakat desa Gobah Yuslim SE AKt di Tambang (22/6).
Dijelaskan Yuslim, masyaakat desa Gobah juga sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah agar dibangun jalan menuju desa tersebut, dan bukan hanya itu saja sudah cukup banyak pejabat yang datang ke desa tersebut mulai dari Camat, kepala dinas, asisten, sekda, Bupati, bahkan pejabat di pemrov Riau sayangnya tidak ada yang memberikan perbaikan kepada perbaikan jalan tersebut hingga saat ini jalan tersebut masih rusak. ‘bahkan pelantikan kepala desa dilaksanakan Bupati sayangnya tidak juga membawa perubahan, ‘’ujarnya.
Dulunya sudah ada rencana unutuk membangun jalan ke desa itu, namun entah mengapa hanya beberapa kilometer saja pembangunan terhenti, sehingga jalan ini kondisinya baru sdikit yang sudah dibangun dan selebihnya jalan tanah yang menyedihkan.
Untuk itu Yuslim meminta agar pemerintah Kampar memberikan perhatian kepada pembangunan jalan di desa ini karena desa Gobah merupakan salah satu desa dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Sebagian besar masyarakat menyandarkan hidupnya kepada bertani dan nelayan dan mereka tentu saja memerlukan sarana jalan sebagai akses untuk bisa memasarkan produk yang mereka miliki. ‘’Kami harapkan pemerintah memberikan perhatian dengan kondisi ini, karena selain memudahkan masyarakat sarana jalan yang baik akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat karena akses lebih cepat, ‘’ujarnya ****
Pahlawan Adipura



Keberhasilan kabupaten Kampar meraih penghargaan Adipura tahun 2008 adalah berkat kegigihan dan kerja keras mereka.Para penyapu jalan yang sepatutnya diberikan penghargaan. Karena merekalah Pahlawan Adipura

Kasus Penipuan Tanah Marak di Kampar

Kapolres: Bagai minum Obat Kasus Tanah Setiap Hari



BANGKINANG (rdh) selain kasus pencabulan dan kriminalitas di Kampar, di kabupaten Kampar juga marak dengan kasus penipuan jual beli tanah dan kebanyakan yang menjadi korban adalah masyarakat yang tidak memahami aturan hokum yang selalu dijadikan tameng. Saking banyaknya kasus tanah ini Kapolres Kampar mengumpamakan seperti makan obat. ‘’laporan kasus ini persis seperti makan obat, tiga kali sehari laporannya masuk ke Polres Kampar, belum lagi dipolsek, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP MZ Mutaqien SH SIK di Bangkinang (21/6).
Dan yang lebih memprihatinkan banyak dari kasus ini yang berujung kepada konflik dan menimbulkan korban bagi masyarakat. Salah satu kasus penipuan yang ada adlah penipuan yang dialami oleh Syafri (42 th) petani yang merupakan warga desa Muara Mahad ini melaporkan penipuan yang dialaminya oleh tersanga A Syafii (55 th) yang juga warga desa Muara Mahat Baru. Modusnya Syafri membeli tanah untuk perkebunan sawit kepada Tersangka ratusan juga, namun saat mengerjakan pengolahan lahan tersebur datanglah Anwarsyah yang mengamuk dan mengatakan itu tanah miliknya, dan setelah diusut-usut ternyata memang Sayfri ditipu oleh tersangka ‘’dalam kasus ini Syafri rugi setidaknya Rp 100 hinga Rp 300 juta, ‘’ujar Muttaqien. Dan ini banya terjadi pada lokasi kawasan hutan Tahura, Kawasan HTI dan Hutan Tesso Nilo.
Modus dengan penjualan tanah dengan harga yang murah sangat banyak terjadi, untuk itu masyrakat diminta untuk hati hati dengan iming-iming penjualan tanah, apalagi sampai dibujuk bujuk dengan alasan membentuk kelompok tani atau perorangan. ‘kalaupun ingin membeli tanah hendaknya dicek benar bukti bukti kepemilikan, jangan hanya sampai SKT/SKGR saja, karena kalau diproses surat surat ini bukan alat bukti hokum sesuai dengan pasal 184 KUHAP dan ini yang membuat banyak masyarakat kecewa, ‘ujarnya.
Persoalan tumpang tindih kepemilikan tanah ini memang selalu menjadi persoalan besar, apalagi kalau dikaitkan dengan tanah ulayat dan hutan, banyak juga masyarakat yang sudah membeli tanah padahal tanah tersebut termasuk wilayah hutan dan tidak bisa dikelola tanpa ada Pelepasan kawasan hutan dari Menteri kehutanan. ‘’Untuk kasus ini masyarakat diminta ekstra hati hati, kalau perlu datang dulu ke BPN dan cek dulu titik koordinatnta sehingga pasti apakah masuk wilayah hutan atau tidak, kalau tidak nantinya bisa dikenakan tindak pidana pasal 50 ayat 3 UU 41/99 dengan ancaman kurungan 10 th dan denda 10 Milyar. ‘’sekali lagi kami imbau masyarakat untuk hati hati, agar jangan ingin mendapatkan untung malah terbentur hokum dan masuk kurungan, ‘’imbaunya******

KONI Kampar Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan

Memaksimalkan pengembangan organisasi Olahraga

BANGKINANG (rdh) Untuk memaksimalkan pengembangan olahraga di Kampar maka Komite olahraga nasional Indonesia (KONI) Kampar menggelar acara pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) pengelolaan Anggaran KONI Kabupaten Kampar Tahun 2008 di Hotel Indra Pura Pekanbaru (20/6) yang lalu.
Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Asisten III Setda Kampar Drs H Zulfan Hamid menyatakan pengembangan olahraga tidak hanya cukup dengan pelatihan saja namun juga harus dibarengi dengan keuangan yang baik pula sehingga kebutuhan atlit dan cabang olahraga tersebut dapat dipenuhi.
Pemerintah Kampar untuk mengembangkan prestasi olahraga di Kampar Pemkab memberikan bantuan hibah sebesar 7,8 Miliar Rupiah kepada KONI Kampar yang bertujuan untuk memacu prestasi atelit yang dimiliki induk organisasi olahraga tersebut, dan ini juga suatu dukungan kepada para atlit dalam semua cabang untuk bisa mengharumkan nama kabupaten Kampar di pentas kompertisi olahraga.
“ Dan diharapkan penggunaan dana hibah yang diberikan kepada KONI untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga di Kampar harus menganut asas produktif, egektif dan efisien serta hemat” ungkap Zulfan.
Dan sesuai dengan mekanisme perubahan penganggaran dalam APBD Kampar Tahun 2008 ini adalah pengalihan dana bantuan olahraga yang selama ini melalui secretariat berubah kedalam status dana hibah dimana penerima hibah mempunyai kewajiban untuk memanfaatkan sesuai dengan peruntukannya serta harus mengadministrasikan secara baik dan membuat laporannya kepad Pemkab Kampar.
Sementara itu sekretaris umum KONI RIau Drs H Darmansyah Husin menyatakan berdasarkan peraturan dan perundang undangan yang berlaku objek pemeriksaan keuangan adalah langsung kepada penerima bantuan dana hibah, sehingga dengan adanya pengalokasian dana KONI dalam APBD Kampar dapat dijalankan secara baik dan bisa mengembangkan dan membangkitkan prestasi olahraga di Kampar.
“ melalui adanya pengalokasian Dana KONI dalam APBD Kampar serta merta juga harus dapat memacu prestasi olahraga di Kampar apalagi menjelang pelaksanaan Porda Riau mendatang, Kampar harus dapat memperbaiki peringkat atau bahkan mendapatkan juara umum” jelasnya.****

Jumat, 20 Juni 2008

Kantor dan Rumah Burhan terlihat Sepi, Burhan di Jakarta

Melihat Kondisi Bupati Kampar usai Penetapan sebagai Tersangka


Pasca penetapan Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM sebagai tersangka dalam kasus Ilegal Logging oleh KPK, maka aktifitas Burhan di Kampar bisa dikatakan tidak ada. Karena terhitung sejak kamis (19/6) hingga kemarin (20/6) Burhan tidak muncul di Kampar. Balai Bupati yang menjadi kantor sementara Burhan disebabkan Kantor Bupati di Kawasan Bukit Candika sedang direnovasi juga terlihat sepi. Biasanya puluhan mobil berjejer di halaman parker Balai Bupati yang luas, namun kemarin hanya dua kendaraan roda empat yang terpakir disitu.

‘’Bapak tidak ada, sejak kemarin tidak ke Bangkinang, ‘’ujar salah seorang petugas Satpoll PP di Balai Bupati (20/6), para Satpol PP tampaknya agak takut dalam memberikan keterangan. Ketika ditanya tentang staff yang lain mereka menjawab tidak ada satupun yang berada di Bankinang. ‘’semuanya di Pekanbaru , mungkin pekerjaannya dilaksanakan di Pekanbaru, ‘’ujarnya. Dan menurutnyya ini sudah merupakan hal biasa dilakukan Burhan, tidak jarang staff Burhan pergi ke rumahnya di Pekanbaru.

sementara itu di kantor dinas dan instansi suasana murung sangat terasa, semua pegawai kasak kusuk membicarakan tentang penetapan Burhan ini, namun tidak ada yang berani berkomentar kepada wartawan. ‘’janganlah ditanya tentang itu, inikan sesnitif kita lihat saja bagaimana proses hukumnya, ‘’ujar salah seorang kepala dinas .

sementara itu Burhan sendiri dikabarkan sudah berangkat ke Jakarta sejak pagi (20/6) kemarin, keeberangkatan ini untuk suatu keperluan. Namun keperluannya apa tidak ada yang memberi tahu. ‘’Bapak ke Jakarta namun untuk apa kita tidak tahu, mungkin untuk urusan pekerjaan, ‘’ujar salah seorang ajudannya ketika dihubungi . Mereka juga terlihat takut takut untuk menyampaikan imformasi tentang keberadaan Burhan.Burhan sendiri hingga saat ini HPnya tidak bisa dihubungi. (rdh)

PP.Anshor Al-Sunnah Lahirkan 30 Hafidz Quran



Wisuda 30 Santri Hapal Al-Quran

AIRTIRIS (rdh) Kabupaten Kampar tampaknya boleh berbangga dalam bidang hafidz Quran, apalagi sejak kabupaten ini memiliki pesantren yang mengkhususkan dirinya dalam melatih santri untuk bisa menghapal al-Quran, dan kemarin (20/6) Pondok pesantren Anshor Al-Sunnah Tanjung Belit Kecamatan kampar mewisuda 30 orang santrinya yang telah hapal al Quran, dan wisuda ini dihadiri oleh wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP
Ketiga puluh santri tersebut masing-masing satu orang hafal 30 dan 20 Juzt, dua orang hafal 15 juz, tujuh orang dinyatakan hafal 10 Juz, dan sisanya sepuluh orang hafal 5 juz Al-Qur’an.
Wakil Bupati kampar Teguh Sahono SP usai menyerahkan ijazah kepada 16 Santri kelas VI PP Anshor Al-Sunnah dan 30 Santri yang hafal Al-Quran, mengatakan bahwa apa yang telah dicapai PP Ansor Al-Sunnah ini, merupakan prestasi yang membanggakan Kampar, Karena tidak banyak Ponpes di Kabupaten kampar yang mampu melahirkan santri yang hapal Al-Quran, mestipun santri tersebut belum menamatkan pembelajarannya di pondok ini.
Ponpes Anshor Al-Sunnah bak mutiara ditengah tumpukan batu, yang memiliki harga yang teramat mahal, yang dapat melahirkan rasa bangga bagi semua pihak tidak hanya bagi orang tua santri, pihak pondok,akan tetapi dapat menjadi kebanggaan kita semua di Kabupaten kampar ini.
Atas nama pemerintah kabupaten kampar, Teguh Sahono menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya kepada pihak Ponpes Anshor Al-Sunnah, dengan sistim pendidikan keagamaan yang berorientasi hafalan Al-Quran ini, sungguh merupakan prestasi yang sangat luar biasa, meskipun usia PP ini baru 7 tahun saja, untuk melahirkan santri yang hafal Al-Quran memerlukan waktu yang cukup panjang, dan tidak semua Pondok mampu melakukan itu semua.
Prestasi menghafal Al-Quran ungkap Teguh Sahono telah mendapat garansi (jaminan) dari Allah SWT, dapat mengayomi 70 orang muslim pada alam baqha nanti, yang menjelaskan betapa besarnya pahala dan safaatnya bagi orang yang hafal dan mengamalkan Al-Quran.
Teguh juha mengingatkan kepada orang tua untuk pandai memilih tempat menyekolahkan anak,dan mengetahui secara pasti kemauan dan kemampuan anak, sehingga bakat dan minatnya memiliki sinergisitas dengan tempat sekolahnya.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pasantren Anshor Al-Sunnah H. Horizon.Sag dalam laporannya menyatakan semua ini berkat dukungan dan doa segenap kaum muslimin, Ponpes yang dipimpinnya meskipun baru menamatkan dua kali santri yaitu tahun 2007 sebanyak 20 orang, dan tahun ini sebanyak 16 orang. ‘’ Alhamdulillah di Pondok Pasanteren ini mampu mengutus santrinya dua tahun berturut-turut yakni tahun 2007-2008, mewakili Propinsi Riau pada MTQ tingkat Nasional untuk kategori berpidato bahasa Arab’’ ujarnya
Saat ini, jumlah santri yang mengikuti pembelajaran di Pondok Pasanternnya, berjumlah 250 orang santri, dengan sistim pembelajaran diasramakan, keberhasilan sekolah tersebut berkat kerja keras semua pihak dan bantuan Pemprop Riau dan Pemkab kampar yang telah membantu sarana dan prasaran sekolah di pondok tersebut.
Hadir pada kesempatan tersebut Asisten I setda kampar Drs.H.Masri Ma’ahu selaku ketua yayasan, Kadis Perikanan kampar Ir.H.Syahmanar.S.Umar, para Camat dan Upika se Wilayah Kampar induk, tokoh masyarakat di Kelurahan Air Tiris***

Tim Yustisi PETI Selesaikan Tugasnya di Kampar Kiri

Amankan 19 Rakit, 8 Mesin, 316 Drum

KAMPAR KIRI (rdh), akhirnya penertiban yang dilakukan Tim Yustisi Kampar untuk penertiban penambangan emas tanpa Izin (PETI ) selesai juga, seluruh rakit dan peralatan milik penambang sudah diangkut dan sungai dibersihkan dari aktifitas penambangan. ‘’dan hingga akhir penertiban ini kita sudah mengamankan barang bukti sebanyak 19 rakit, 8 mesin serta 316 drum diamankan di Mapolres Kampar, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttqien SH SIK di Bangkinang (20/6).
Muttaqien menjelaskan, melanjutkan imformasi dari Distamben yang ditulis media ini sebelumnya, penertiban yang dilakukan disepanjang sungai Kuantan singigi, sungai Subayang dan Sungai Kampar Kiri pihaknya tidak main main, siapapun yang melakukan penambangan akan ditertibkan dan kalau mereka masih tidak mau menuruti aturan maka akan dikenakan sanksi dan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. ‘’Ini adalah komitmen kita dengan pemerintah Kampar, untuk itu barang bukti yang ada sebelumnya di kecamatan bersama tim Yustisi kita kumpulkan menjadi satu dan semuanya saat ini kita amankan di Mapolres Kampar, ‘’ujarnya.
Dijelaskannya saat penertiban di hari pertama, Tim yustisi berhasil menemukan 52 rakit di sungai Kuantan Sengingi yang panjangnya 5 Kilo meter dari perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kabupaten Kuantan Sengigni. ‘’kita sudah jalankan prosedur yang ada, namun masyarakat memilih membakar rakit mereka, sehingga jumlah yang bias kita angkut sebagai barang bukti tinggal 19 saja. Hal ini kita bias maklumi, dan kita sudah berusaha untuk tidak bersikap anarkis terhadap para penambang.’’
Dari penertiban tersebut, hanya aksi pembakaran rakit saja yang terjadi. ‘’ tim terus berjaga disekitar lokasi hingga proses pembongkaran rakit selesai. Dan pihak polsek juga melaporkan tidak ada tindakan anarkis baik dari warga ataupun pihak penambang sendiri.
Kedepannya, Muttaqien menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan guna menetralkan sungai Kuantan Sengingi aman dari pencemaran limbah. ‘’akibat dari penambang menggunakan merkuri dan air raksa menyebabkan sungai menjadi tercemar bahkan warnanya ketika di simpang kuala antara sungai Kuansing dengan sungai subayang terlihat jelas perbedaannya.***

Kamis, 19 Juni 2008

KPK Bupati Kampar sebagai Tersangka





Janji KPK mengumumkan kembali tersangka baru terkait kasus Azmun terpenuhi sangat cepat. Setelah siang tadi mengumumkan dua tersangka, kali ini Bupati Kampar Burhanuddin Husin juga jadi tersangka.

PEKANBARU (audi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)kembali mengumumkan tersangka baru kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan pengeluaran izin kehutanan Kabupaten Pelalawan. Setelah tadi siang, Rabu (18/6) dua antan Kadis Kehutanan Riau, masing-masing Suhada Tasman dan Asral Rachman ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka yang diduga merugikan negara Rp 1,28 miliar tersebut, kini giliran mantan Kadis Kehutanan Riau tahun 2005-2006 Burhanuddin Husin yang naik status dari saksi menjadi tersangka.


"Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan bukti-bukti lapangan dan keterangan sejumlah saksi, ada satu lagi tersangka baru dalam kasus yang terkait dengan Bupati Pelawan, yakni mantan Kadis Kehutaan Riau dengan inisial BH yang menjabat tahun 2005 hingga 2006," ujar juru bicara KPK Johan Budi kepada riauterkini yang menghubunginya, Rabu (18/6) malam.

Munculnya nama BH (Burhanuddin Husin.red) sebagai tersangka, lanjut Johan berdasarkan bukti-bukti kuat yang telah didapat penyidik KPK. Hanya saja Johan menolak membeberkan bukti-bukti yang dimaksud.

Burhanuddin Husin yang kini menjadi Bupati Kampar, ditetapkan tersangka tidak dalam kapasitas sebagai bupati, melainkan sebagai mantan Kadis Kehutanan Riau.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini, Johan menyebutkan bahwa peluangnya masih ada. "Kasus ini masih dalam pengembagan, tetap terbuka adanya tersangka baru," tegasny.


Perkembangan status tersangka, lanjut Johan, dipengaruhi dari dua hal. Pertama karena adanya bukti baru yang ditemukan penyidik, juga dari perkembangan fakta dari keterangan saksi-saksi dala sidang Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar yang telah berlangsung empat kali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Mengenai penahanan ketiga tersangka, Johan mengatakan sejauh ini penyidik merasa belum diperlukan. "Sekarang belum perlu ditahan, tapi sewaktu-waktu diperlukan diperlukan penyidik akan langsung kita tahan," demikian penjelasannya. (riauterkini)

Minta Kejelasan Status Lahan, Warga Lima Desa Datangi DPRD Kampar



BANGKINANG (rdh), Banyaknya persoalan status lahan yang tidak jelas di kecamatan Kampar Kiri dan Siak Hulu membuat puluhan masyarakat dari lima desa di kecamatan tersebut mendatangi Kantor DPRD Kampar kamis (19/6) kemarin, mereka datang untuk minta kejelasan status lahan mereka yang merasa diabaikan oleh pihak bapak angkat, yaitu PT Agro abadi dan PT Rimba Saraya Utama’ .

Lima desa tersebut adalah Desa Kapau Jaya, desa Mentulik, desa Pantai Gading, Desa Pantai Raja dan desa sungai Bunga, dan mereka diterima komisi I yang dipimpin oleh ketua KOmisi I H A Zaidun Dalam hearing tersebut, kepala desa Kapau Jaya Rusman Yatim menhelaskan, masyarakat desanya saat ini bingung dan resah dengan status lahan yang ada di kawasannya, karena dari 12.600 hektar lahan yang dikelola oleh PT Argo masyarakat bingng berapa luas lahan yang dimiliki oleh PT Argo dan berapa yang menjadi milik masyarakat, karena kawasan tersebut dengan menggunakan pola KPPA.

‘’sebelumnya memang ada pihak perusahaan yang menganti rugi lahan milik masyarakat, namun lahan yang baru diganti rugi pihak PT Argo tidak sesuai dengan data yang ada dimasyarakat dan masalah belum tuntas, anehnya pihak perusahaan telah menanamkan sawit dilahan tersebut dan luasnya mencapai 500 hektar, tampaknya perusahaan ingin memperluas wilayahnya tanpa ada kejelasan, ‘ujarnya.

Kondisi ini tentu saja membuat bingung masyarakat apalagi masyarakat yang sudah mendapat izin prinsip masih kesulitan dalam mengelola lahan seluas 2000 hektar lebih. ‘’namun kalau memang sudah jelas status keberadaan perusahaan ini kita bisa saja bekerjasama dan atau mencari mitra yang lain, namun tidak ada kejelasan dari pemerintah selama ini, ‘’ ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Koperasi Desa Mentulik Ali Nazar menjelaskan, pihaknya juga merasa bingung dengan keberadaan PT Rimba Saraya Utama dan PT Agro di kawasan desa mereka, karena dua perusahaan ini dinilai memperluas kawasan perkebunan mereka dengan seenaknya dan masyarakat tidak mendapat penjelasan baik dari pihak pemerintah maupun dari pihak perusahaan. Dijelaskannya dari izin HPHTI PT Rimba Saraya Utama dan PT Agro tahun tahun 1991 hanyalah seluas 5.500 Hektar namun anehnya tahun 1996 izin tersebut sudah melonjak menjadi 12.600 hektar. ‘’Kami sudah tanyakan kepada pemerintah Kampar bahkan ke Kanwil kehutanan namun jawaban tidak ada hingga saat ini, ‘’ujarnya.

Pihak perusahaan juga dinilai telah ingkar janji kepada masyarakat yang menjanjikan akan membagikan lahan perkebunan kelapa sawit, namun itu tinggal janji belaka dna pihak perusahaan tidak beergeming, bahhkan walaupun amsyarakat sudah memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2006, untuk menyerahkan lahan tersebut namun pihak perusahaan mangkir dari janjinya

Selain itu dari 1.400 lahan Sawit yang akan dikelola PT Agro di 5 Desa Kecamatan Kampar Kiri dan sekitarnya, hanya 300 Ha yang tertanam dan hanya 150 Ha yang berhasil menjadi tanaman. ‘’kami juga telah melakukan pertemuan dengan pihak Agro secara langsung ke Pancaeka di Pekanbaru serta melakukan 2 kali pertemuan di Hotel Indrapura pekanbaru sesuai janji yang mereka utarakan. Namun dari 1.200 Ha lahan Sawit yang akan di berikan kepada masyarakat hingga saat ini baru terealisasi 400 Ha saja, itupun diatas lahan rawa yang sering terkena banjir dan kami menolaknya.’’

Bukan hanya itu maasyarakat juga menuding pihak PT Agro telah mendatangkan preman dari kecamatan Siak Hulu dan Kubang Raya yang mengancam masyarakat. ‘’melihat pihak perusahaan melakukan upaya tersebut, masyarakatpun terpancing emosi dan bentrok terjadi, masyarakat membakar salah satu Camp milik perusahaan. Namun dari kejadian itu, 2 orang masyarakat kami di culik tengah malam dirumahnya.’’ adunya.
Mennaggapi hal ini ketua Komisi I A Zaidun SH menyatakan, pihaknya akan segera memanggil pemerintah Kampar untuk meminta penjelasan tentang persoalan ini, dan DPRD akan meminta pemkab Kampar segera turun ke lapangan guna mencari data dan kondisi yang ada untuk selanjutnya dicarikan solusinya ****

Pemkab Kumpulkan Barang Bukti PETI di Bangkinang

Tunggu pemiliknya datang

BANGKINANG (rdh) penertiban penambang emas tanpa izin (PETI) di Kampar Kiri ternyata menyisakan banyak bukti, dan bukti bukti tersebut saat ini sudah diamankan di Kejaksaan Bangkinang. Barang Bukti ini menunggu pemiliknya untuk datang menjemput namun kalau tidak maka akan disita oleh pemeirntah kabupaten Kampar. ‘’Karena kita sudah memberi kesempatan kepada pemiliknya selama tiga hari dengan menunggu di kecamatan Kampar Kiri, namun karena sudah lewat batas waktu maka barang bukti itu kita amankan, ‘ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Kepala dinas pertambangan dan energi Eli Berty SE di Bangkinang (19/6).

dijelaskan Eli, Barang Bukti tersebut terdiri dari mesih sedot yang berjumlah tujuh buah dan ratusan drum yang digunakan penambang dalam kegiatan mereka, awalnya pada masa penertiban yang berlansung selama tiga hari yaitu tanggal 16, 17 dan 18 Juni 2008 pihaknya mengumpulkan semua barang bukti berupa rakit dan peralatanya di Kantor Camat Kampar Kiri, disana pihak distamben menunggu pemilik. ‘’dan selama tiga hari itu ada enam pemilik mesin yang datang ke sana untuk mengambil peralatan mereka, kita kembalikan kepada pemiliknya hanya saja mereka harus tanda tangani pernyataan bahwa mereka tidak akan mengulangi lagi kegiatan penambangan tersebut, ‘’ujarnya

pihak pemerintah menurut Eli tidak ingin menyusahkan para penambang karena modal untuk itu juga cukup mahal, hanya saja kegiatan mereka tidak dapat dibenarkan karena merusak lingkungan. Untuk itu pemerintah memebri kesempatan kepada pemilik untuk mengambil peralatan mereka kembali. hanya saja tidak boleh mempergunakannya kembali.
Eli juge menyayangkan adanya pembakaran rakit oleh penambang saat petugas menertibkan, karena itu hanya akan merugikan para penambang saja, karena pemerintah tidak bermaksud menyita. dengan dibakarkan rakit tersbeut tentu saja yang rugi penambang karena kalau rakit dibuka masih bisa dimanfaatin untuk yang lain.

Untuk itu pihaknya berharap kedepan kegiatan penambangan yang dilakukan hendaknya memeprhatikan aspek lingkungan dan legalitas sehngga tidak akan merugikan masyarakat itu sendir ****

Kades Jangan Jadi Sorotan Negatif Masyarakat




BINUANG(rdh) Kepala Desa harus menjadi suri tauladan bagi masyarakat desa dan saat melaksanakan tugas serta kewajiban dapat memberikan pelayanan yang baik. Demikian pesan yang disampaikan Bupati Kampar melalui Asisten Pemerintahan Setda Kampar Drs Drs. Nazaruddin saat melantik sdr. M Nasir Nur sebagai Kepala Desa Binuang Kecamatan Bangkinang Seberang, Kamis (19/6) di halaman Kantor Desa setempat.

Pesan tegas disampaikan oleh Nazaruddin itu untuk mengingatkan kepada semua Kades agar jangan sampai masyarakat desanya memberikan sorotan negatif kepada mereka. “saya sampaikan demikian karena di beberapa kalangan masyarakat di desa ada yang memberikan pengaduan dan laporan mengenai perilaku aparatur desa. Bahkan laporan tersebut sampai ke pemerintahan kabupaten” kata Nazar.

Biasanya laporan itu mengenai pemberian pelayanan kepada masyarakat dan kebiasaan disiplin jam kerja. Bahkan ada sampai menyorot perilaku sosial Kades itu sendiri. “kepada Kades, biasanya yang terjadi sewaktu dalam pemilihan mereka terlihat baik, sopan danj jujur serta seolah-olah mengerti dalam persmasalahan desa tersebut namun setelah menjabat malah sebaliknya” sebut Nazar

Sebagai kita ketahui bahwa pemerintah desa merupakan pemerintahan terdepan menjadi unjung tombak dalam pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian Nazaruddin menganjurkan Kades untuk mempelajari dan mempedomani berbagi peraturan perundang-undangan tentang desa. Sehingga dalam pelaksanaan tugas dan wewenang tidak menyimpang dari aturan tersebut.

Disamping itu, Nazaruddin juga menyinggung permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kampar saat ini, sebagian besar permasalahan itu adalah berkenaan dengan kemiskinan, rendahnya sumber daya manusia dan terbatasnya ketersedian infrastruktur.

Mengenai kemiskinan yang ada di Kabupaten Kampar saat ini sebahagian besar disebabkan rendahnya kepemilikan dan penguasaan aset lahan pertanian dan perkebunan oleh masyarakat tempatan. Namun terbatasnya lapangan pekerjaan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolah dan memfaatkan sumber daya alam yang ada.

Pada kesempat itu, Asiten Pemerintahan Setda Kampar Drs. Nazaruddin meresmikan pemakaian gedung kantor Desa Binuang yang baru dan Puskemas Pembantu. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Camat Bangkinang Seberang dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Marzuki Malik dan anggota DPRD Kampar Ahmad Fikri Sag dan Yulizar***

Perjelas Status Tanah Ulayat, Lasta Lakukan Seminar Tanah Ulayat

Kerjasama Pusbadhi, Lasta dan DEphut

BANGKINANG (rdh), menyikapi banyaknya persoalan tanah yang terjadi di Kampar dalam kurun waktu 10 tahun belakanagan ini, maka lembaga adat sungai Tapung (LASTA) bekerjasama dengan LBH Pusbadhi dan Departemen kehutanan mengadakan seminar tentang tanah ulayat di Kabupaten Kampar. Seminar sehari yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan agustus tersebut juga akan meminta ketegasan pemerintah mengenai penyelesaian kasus tanah ulayat yang ada di kampar saat ini. ‘’Karena banyaknya persoalan sengketa tanah yang ada di Kampar saat ini disebabkan banyaknya tanah ulayat yang sudah berubah fungsi dari yang sudah ditentukan dalam hokum adapt, ‘’ujar Ketua panitia seminar Tanah ulayat Suhaili Dt Mudo di Bangkinang (19/6).
Suhaili yang juga ketua dari LASTA tersebut menyatakan, selama ini walaupun Kampar sudah mempunyai peraturan daerah (PERDA ) mengenai keberadaan tanah ulayat namun pada kenyataannya Perda tersebut tidak dilaksanakan dengan baik, bahkan apa yang diminta oleh Perda yaitu membuat batas batas tanah ulayat serta pemetaan hingga saat ini belum dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Kampar. ‘’untuk itu banyaknya persoalan sengketa lahan yang ada saat ini karena status tanah ulayat yang juga tidak jelas, padahal ada aturan pemeirntah dan kita mempunyai hokum adapt yang mengaturnya namun semuanya diabaikan saja, ‘’ujarnya.
Suhaili yang Rabu (18/6) mengadakan pertemuan dengan Menteri kehutanan di Jakarta menyatakan, Menteri kehutanan sudah menyatakan kesediaannya untuk membuka acara tersebut sekaligus menjadi pembicaranya, bahkan Menhut sendiri yang meminta agar seminar yang awalnya dijadwalkan pada bulan JUli 2008 ditunda ke bulan Agustis 2008. ‘’sedangkan untuk tanggal pasti kita akan berkoordinasi dengan panitia dari Dephut, ‘ujarnya.
Seminar ini nantinya diharapkan dapat memebrikan solusi bagaimana formulasi yang tepat untuk mengurangi persoalaan tana ulayat di Kampar yang berujung kepada sengketa lahan. Sebagai Ninik Mamak Suhaili mennegaskan, salah satu cara adalah dengan mengembalikan fungsi tanah ulayat ke fungsi sebenarnya sesuai dengan hokum dan ketentuan adapt, karena tanah ulayat ada untuk mensejahterakan anak kemenakan namun kenyataan yang ada banyak anak kemenakan yang malah menderita karena fungsi tanah ulayat sudah berubah.

Rabu, 18 Juni 2008

Candi MUara Takus



Situs Tertua di Indonesia

Candi Muara Takus berada di desa Batu Muara Takus kecamatan XIII Koto Kampar, Candi ini berada di lahan seluas 94 hektar, sayangnya saat ini sudah banyak yang hilang dan luasnya hanya mencapai 3 hektar saja.
Candi ini terdiri dari Candi Tua, Candi Bungsu dan Candi Mahligai. Konon pada abad ke VII di Candi ini mempunyai kebudayaan yang sangat tinggi, dan merupakan pusat pembelajaran agama Hindu di Dunia, disini pernah berdiri universitas Hindu. Sayangnya keberadaan Candi kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

PMI Kampar Gelar Kampanye Donor Darah

Sempena Hari Donor sedunia

BANGKINANG (rdh) Bersempena dengan hari donor sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2008 yang lalu, PMI Cabang Kampar menggelar Kampanyie donor darah disejumlah daerah yang ada di kabupaten Kampar. ‘’ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya kegiatan donor darah ini karena akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan, ‘’ujar Ketua PMI Kampar Drs H Zulher MS, melalui Kepala Markas PMI Kampar Mawardi Zakaria, Sag di Bangkinang (18/6).
Dijelaskan Mawardi, kampanye ini dilaksanakan dengan kejrasama berbagai pihak seperti kelompok masyarakat, lembaga dan instansi, maupun angkatan yang ada di Kampar, agenda kampanye ini adalah kegiatan donor darah PMI Kampar pada tanggal 16 juni 2008 lalu dilaksanakan donor darah di Kecamatan Perhentian Raja bekersama dengan Diskes Kampar dan KSM Kampar, bersempena kedatangan ibu Jusuf kala di kecamatan tersebut
‘’dan besok (hari ini) tanggal 19 juni 2008 PMI bekersama dengan Kodim 0313 KPR dalam rangka HUT Kodam I BB yang ke 58. Dan selanjutnya dilaksanakan di Mapolres Kampar tanggal 25 juli 2008 bersempena dengan hari bayangkara dan dilanjutkan di Polsek Tapung Hulu tanggal 26 juni 2008, semuanya dalam bentuk pelaksanaan kegiatan donor darah yang melibatkan personil dari angkatan tersebut, ‘’ujarnya.
Berikutnya, kegiatan donor darah akan dilaksanakan PMI Kampar bekersama dengan PT CPI wilayah Petapahan tanggal 28 juli 2008 dalam upaya kepedulian kemanusiaan PT CPI ditengah masyarakat sekitar perusahaan
Dijelaskan Menurut Mawardi, Kampanye ini untuk memotivasi masyarakat akan kesadarannya berdonor darah apalagi kebutuhan darah di Kampar sangat tinggi, “saat ini kebutuhan darah dikampar sangat tinggi dengan jumlah kebutuhan 115 s/d 160 kntong/bulan, sedangkan PMI baru mampu memenuhinya sekitar 60 persen kebutuhan/bulan”, ungkapnya.
Tingginya kebutuhan darah di Kampar ini disebabkan karena tingkat kbutuhan darah tersebut tidak memandang umur, baik bayi remaja maupun orang tua. sementara jumlah pendonor masih terbatas dan memiliki kriteria, seperti terbebas dari penyakit HIP/AIDS, Splis, Hipetitis, Diabetes dan tidak sedang menyusui bagi pendonor dara wanita. “Tapi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, perlu diingatkan bahwa donor darah tidak ada efek sampingnya, apalagi setetes darah anda akan menyelamatkan nyawa orang lain”, ajaknya

PKS Khawatirkan Pencabulan di Kampar

Minta Aparat dan Pemkab Tindak Tegas Pelaku Pencabulan


BANGKINANG (rdh), Maraknya kasus pencabulan terhadap anak akhir-akhir ini telah merisaukan banyak pihak, salah satunya Partai Keadilan Sejahtera, yang memandang ini sebagai suatu penurunan moral masyarakat serta penurunan rasa melindungi. ‘’Ini juga menunjukkan kampar sudah tidak aman lagi bagi anak anak, dan ini sudah suatu hal yang memprihatinkan karena kalau sudah tidak ada wilayah yang aman untuk anak lalu bagaimana mereka bisa mendapatkan perlindungan? ujar Ketua Bidang Advokasi dan Pelayanan Konstituen PKS Kampar, Asep Hidayat di Bangkinang (18/6).
Kondisi ini menurutnta harus menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah , karena kewajiaban pemerintahlah untuk melindungi anak anak dari kejahatan yang luarbiasa ini, salah satu upaya yang harus segera dilakukan pemerintah Kampar adalah dengan segera membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), , “Seharusnya pemerintah cepat membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kampar. Jadi, ada lembaga yang serius menangani persoalan anak.” ujarnya.
Sementara itu Ketua Bidang Kewanitaan PKS Kampar, Zurita Eliarti, menghimbau kepada aparat terkait untuk lebih serius menyelesaikan persoalan ini. Kasus ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ini sudah menyangkut masa depan anak bangsa. Harus ada penegakan hukum yang tegas dari aparat. Dan pemerintah mestinya memprioritaskan kasus ini agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan. ‘’Kami mengharapkan ketegasan dari aparat terkait. Disamping juga ada penanganan psikologis bagi anak korban pencabulan ini.” ujarnya tegas.
Zurita menambahkan, semua elemen masyarakat juga harus melakukan tindakan pencegahan. Pembinaan keagamaan lewat pengajian umum dan remaja mesti dihidupkan lagi. Mari kita bangun lingkungan yang ramah dan aman buat generasi muda kita. Sebagai solusi preventif, DPD PKS Kampar menawarkan kader-kadernya untuk melakukan pembinaan keagamaan kepada masyarakat Kabupaten Kampar. Karena visi PKS adalah sebagai partai dakwah yang kokoh untuk melayani dan memimpin bangsa. Bagi masyarakat yang menginginkan pengajian bersama kader PKS tinggal menghubungi struktur partai terdekat.

Warga Jangan Terpengaruh Trend soal Lahan

BupatiKampar Lantik lantik kades Gobah

GOBAH (rdh) Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM mengingatkan kepada masyarakat Desa Gobah Kecamatan Tambang untuk tidak mudah terpengaruh dalam mengalih fungsikan lahan, melainkan untuk tetap focus pada sebuah usaha yang mampu meningkatkan perekonomian.
Hal ini dijelaskannya dalam pelantikan Kades Gobah, Masrul Selasa (17/6). ‘’masyarakat kita saat ini cenderung mengikuti trend zaman dan kurang mempunyai pendirian dalam mengolah lahan yang ada. Salah satu contohnya, disaat sawit dianggap menguntungkan, masyarakatpun mengalihkan lahannya, begitu seterusnya pada tingkat usaha lainnya dan terkadang berujung pada penjualan lahan, tentunya hal ini akan menggangu sector perekonomian masyarakat yang tingkat kemiskinan di Kabupaten Kampar mencapai 23 persen.’’ ujar Burhan
Burhan juga menegaskan kepada masyarakat jika memang terpaksa menjual lahannya, untuk tidak menjual kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. ‘’akan lebih baik hal ini dibicarakan dengan pemerintah dan bila terpaksa lahan itu dijual kepada perusahaan daerah saja.’’
Kelemahan dari fenomena ini, salah satunya masyarakat cenderung kurang mengetahui bagaimana cara mengolah lahan sehingga mampu menghasilkan hasil yang maksimal dalam meningkatkan perekonomian. ‘’kepada dinas perkenunan dan pertanian, berikanlah pengetahuan kepada masyarakat akan bagaimana sebuah usaha pertanian dan perkebunan dapat ditingkatkan, sehingga dapat memperkecil angka kemiskinan yang terjadi saat ini.’’
Sementara itu, untuk masing-masing camat serta kades harus memperhatikan permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat didaerahnya. ‘’camat dan kades saya tekankan untuk memperhatikan status kepemilikan lahan. Selain itu, instansi yang menjadi perpanjangan pemerintah di tingkat bawah ini juga harus memperhatikan status kepemilikan lahan dan berhati-hati dalam mengeluarkan surat keterangan tanah (SKT) agar tidak terjadi tumpang tindih atas kepemilikan lahan yang selama ini sering terjadi.
Hadir pada pelantikan Kades Gobah diantaranya, Wakil Ketua DPRD Kampar Marzuki Malik, , Kabag Pemerintahan Dendi Zulheri, dan tokoh masyarakat setempat (rdh)

Selasa, 17 Juni 2008

Kampar Tertibkan Lansung PETI di Lipatkain




Kampar Kiri (rdh), Membuktikan janjinya kepada masyarakat Kampar bahwa pemerintah kabupaten Kampar sangat komit untuk memberantas penambangan emas tanpa Izin (PETI) maka senin (16/6) kemarin Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin dengan seluruh unsure muspida turun lansung ke sungai sungai Kuansing dan sungai Kampar Kiri di kecamatan Kampar Kiri untuk melakukan penertiban. Turut serta dalam rombongan ini Ketua DPRD Kampar H Masnur SH, Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH SIK, Ketua Pengadilan Negeri Prim Haryadi SH, Dandim KPR Letkol Inf Suratno dan kepala dinas terkait, serta 300 personil petugas dari satuan Satpol PP, Polri dan TNI di Kampar.
Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM usai apel persiapan untuk penertiban ini menyatakan kegiatan Penertiban PETI ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan di sungai Kampar Kiri dan Subayang dari pencemaran dan menyelamatkan Kampar dari penambangan illegal. sebelumnya pemerintah sudah melakukan tindakan persuasive dengan melakukan sosialisasi larangan penambangan ini. ‘’dan dalam sosialisasi itu kita sudah menyampaikan bahwa mereka sudah harus menghentikan kegiatan penambangan ini selambatnya tanggal 16 Juni yang jatuh pada hari ini, dan hari ini kita akan lakukan penertiban, ‘’ujarnya.
Untuk itu setiap penambangan yang masih beroperasi maka peralatannya akan ditarik ke kelurahanLipat kain untuk selanjutnya dicari pemiliknya, namun untuk penemuan pertama mereka akan diberi peringatan terlebih dahulu dan diminta untuk menandatangani perjanjian, bahwa mereka tidak akan melakukan penambangan liar lagi. ‘’dan kalau masih kita temukan lagi maka kita akan kenakan tindakan pidana, untuk itu petugas akan bekerja selama tiga hari untuk menyisir sungai dan membersihkan sungai Kampar kiri dari PETI ini, ‘’ujarnya. Burhan juga menjelaskan bahwa dari laporan camat setempat PETI yang beroperasi di Kampar awalnya berjumlah sebanyak 62 kelompok (rakit) namun setelah disosialisasikan yang aktif hanya 35 rakit saja.
Namun dalam penyisiran yang dilakukan sore kemarin selama penyisiran dari jembatan Kpr di sungai Kuansing Dusun Napan kelurahan Lipat Kain selatan kecamatan Kampar kiri hingga jembatan Lipat Kain sejauh 5 KM ditemukan setidaknya 52 rakit milik penambang, dan empat rakit diantaranya kosong dari peralatan.
Rakit rakit tersebut segera ditarik oleh petugas ke lipat kain, para pemilik rakit hanya memandang pasrah melihat hal ini, namun ada beberapa warga yang merasa kurang terima akhirnya malah membakar rakit milik mereka sehingga tidak bisa ditarik oleh petugas.
Burhan meminta agar masyarakat dapat melaksanakan penertiban ini, karena pada dasarnya kegiatan PETI ini tidak memberikan keuntungan kepada masyarakat melainkan hanya keuntungan hanya kepada pemilik modal, sedangkan masyarakat hanya pekerja. Sementara dampak dari kegiatan PETI ini adalah rusaknya lingkungan di sepanjang sungai Kampar Kiri yang selama ini menjadi tempat mencari kehidupan bagi para nelayan, serta untuk memenuhi kebutuhan air. ‘’tentunya butuh waktu yang lama untuk merecovery kondisi ini, ‘’ujarnya.
Sementara itu Ketua WALHI Riau Jhoni S Mundung di lokasi menyatakan mendukung dan menyambut positif langkah penertiban yang diambil oleh Pemkab Kampar, dengan penertiban ini setidaknya langkah awal untuk menyelamatkan lingkungan dan kehidupan masyarakat sudah dimulai. namun tidak hanya cukup dengan langkah itu saja. ‘’karena pemerintah juga harus mencari langkah lain untuk segera merehabilitasi kondisi air, untuk mengembalikan warna sungai yang sudah keruh ini dibutuhkan waktu setidaknya enam hingga tujuh tahun, kondisi ini yang harus difikirkan juga, ‘’sarannya. (rdh)

Ayah Tiri Cabuli Anak Tirinya

BANGKINANG (rdh) Nasib malang selalu menimpa anak anak tak berdaya, seperti nasib yang dialami oleh Bunga bocah 13 tahun warga warga Letnan Boyak kota Bangkinang kabupaten Kampar Riau. Bunga diperkosa ayah tirinya berinisial Ji (52) dari perkawinan tersangka dengan istri ketiganya MH (32). Ji sendiri tertangkap basah oleh istrinya sendiri yang kalap dan langsung melaporkan suaminya ke Mapolsek Bangkinang kota .
Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien SH SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bangkinang kota Iptu Firdaus menjelaskan, selama ini sang Ibu MH bekerja sebagai tukang cuci pakaian tetangga, sementara suaminya JI yang sudah punya dua istri sebelum dirinya adalah seorang kuli bangunan di kecamatan XIII Koto Kampar salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Korban. siang itu (16/6) MH yang baru pulang dari mencuci baju tetangga begitu masuk rumah melihat suaminya menindih anaknya ke dinding seakan akan sodomi, setelah dilihat benar-benar ternyata suaminya sedang melakukan hubungan dengan anak perempuannya yang masih belia. Pemandangan ini membuatnya Kalap dan histeris, langsung ia memaki maki suaminya dan kegiatan asyik itupun bubar dan suaminya langsung kabur. MH langsung mengumpat-umpat suaminya dan melaporkan ke polisi dan mengejar JI yang akhirnya tertangkap di XIII koto kampar.
“ Tersangka sedang di periksa, sementara korban akan di tangani pihak Unit Pemeriksa Penyelidik Anak (PPA). Juga sedang di ambil visum guna melengkapkan dalam pemeriksaan tersangka.” Jelas Firdaus.
MH yang diwawancarai terus saja memaki suaminya dan menyatakan akan memberikan hukuman yang sebeart beratnya karena lelaki yang diharapkan menjaga anaknya malah ternyata menghancurkan masa depan anaknya . ****

“ Tergoda karena Anak Saya Yang Menggoda”

Pengakuan tersangka JI , pelaku Pemerkosa anak Tiri di Kampar

BANGKINANG (dyt) Tersangka terlihat seperti tidak menyesali perbuatan yang di lakukan, duduk di kursi ruang pemeriksaan. Tersangka terus menerangkan kejadian yang di lakukan terhadap anak tirinya dengan gambling dan tidak ada rasa penyesalan sedikitpun.
Menurut tersangka sendiri, dirinya baru empat kali melakukan hal serupa terhadap korban. Dan itu pun menurut tersangka korban yang menggodanya, lantaran tidurnya bersama korban dan istrinya bertiga.
Pertama saat di kamar mandi, menurutnya saat itu tidak sampai membuka pakaian korban hanya menggesek-gesekkan di bagian belakang korba.” Pertama kali saya lakukan di kamar mandi tanpa membuka celana korban, memang sampai keluar.” Terangnya.
Dan setelahnya tersangka melakukan di dalam kamar terkadang sambil berdiri, samapi aksinya di ketahui oleh ibu korban dan melaporkan dirinya
Tersangka pun dalam melakukan aksinya memilih bagian belakang karena menurutnya tidak beresiko, dan saat dirinya melakukan hal tersebut tidak sampai masuk hanya di gesekan saja di bagian belakang korban.
“ Tidak sampai masuk, hanya saya gesek-gesek saja sampai saya mengelurkan cairan. Saya takut kalau di depan nanti keterusan masuk dan bisa hamil.” Jelas Tersangka.
Dan setiap melakukan hal tersebut juga, tersangka selalu mengeluarkan cairan dan di biarkan menempel di celana korban dan bahkan terkena bagian tubuh korban. Dan pernah setelah melakukannya tersangka memberi uang Rp 4000.
“ Saya puas terhadap istri saya, seks kami normal. Namun karena korban yang menggoda dengan menempelkan tangannya ke badan saya. Dari kesemuanya saya juga sudah tidak ingat lagi tanggal berapa saya pertama kali melakukannya dengan korban.” Pungkas Tersangka ***

Tambang Emas Rusakkan Lingkungan



PETI timbulkan Pencemaran di Sungai Kampar

KAMPAR KIRI (rdh) Penambangan emas tanpa izin (PETI ) yang berlangsung sejak awal tahun 2008 ini di sepanjang sungai Kampar Kiri dan sungai Subayang telah membuat sungai ini tercemar, penggunaan air raksa dan mercury oleh ratusan penambang tanpa izin membuat sungai yang dulunya jernih menjadi keruh dan berwarna kuning. Air sungai ini juga berbau dan menimbulkan gatal gatal apabila menyentuhnya.
‘’sungai ini dulunya jernih namun sekarang berubah warna, air menjadi rusak dan tercemar karena adanya mercury ini, ‘’ujar Ketua Walhi Riau Joni S Mundung kepada Riau Pos saat mengikuti penertiban PETI di sepanjang sungai KUansing dan Kampar Kiri di kecamatan Kampar Kiri (16/6).
Penambangan yang dilakukan dengan cara menyedot air sungai dan menyuling butiran emas ini dan mengikatnya dengan raksa dan mercury juga membuat sungai yang dulunya dalam dan mempunyai permukaan yang tenang, sekarang berubah menjadi dangkal dan berbukit bukit pasir sehingga menyulitkan masayarakat yang menggunakan sungai ini sebagai sarana transportasi.
Penambangan ini menurutnya dimulai dari sungai Kuasing yang menghilir terus ke sungai Kampar Kiri dan sungai Subayang, akibatnya ikan ikan yang dulunya menjadi sumber pencaharian penduduk banyak yang mati dan membuat nelayan kesulitan. masyarakat sudah menolak dan bahkan sempat terjadi perkelahian fisik antara masyarakat dengan penambang.
Namun para pemodal yang umumnya berasal dari jawa Barat dan Jambi ini sangat cerdik, mereka menggunakan beberapa masyarakat tempatan untuk tameng sehingga bentrokan terjadi antara masyarakat itu sendiri, mereka yang bekerja kepada penambang tentu saja tidak mau mata pencaharian mereka yang baru akan hilang begitu saja. ‘ini kondisi yang sulit, namun pemerintah harus tegas’’ujarnya.
akibat dari pencemaran ini adalah masyarakat mengalami gatal gatal usai mandi disungai tersebut, dan dikhawatirkan mereka akan mengalami penyakit lain. ‘’karena tidak akan terdeteksi dalam waktu cepat apabila air itu terminum, namun bisa menyebabkan kanker bahkan bayi yang dikandung menjadi cacat, ‘’ujarnya. Masyarakat sekitar sudah melapor ke pemerintah setempat beberapa waktu yang lalu dan senin (16/6) Pemkab Kampar melakukan penertiban.
Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan kondisi ini, setidaknya butuh waktu lima hingga enam tahun untuk menetralkan kondisi air ini, karena pencemaran yang sudah sangat tinggi tentu saja membutuhkan waktu yang lama pula. ‘’untuk itu pemerintah harusnya mencari upaya lain untuk bisa membantu mempercepat pemulihan ini, ‘’ujarnya. (rdh)

Senin, 16 Juni 2008

Bupati Abaikan SOT Kampar

Soal SOT, Burhan Yakin Kampar Belum Terlambat


BANGKINANG- Belum adanya pelaksanaan SOT di kabupaten Kampar walaupun sudah diwacanakan sejak awal tahun yang lalu disikapi dengan tenang oleh Bupati Kmapar Drs H Burhanuddin Husin MM, menurutnya Kampar tidak perlu risau dengan belum adanya SOT ini karena ini juga terjadi di seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau. ‘’kita berpedoman saja kepada kabupaten lain juga belum semuanya melaksanakan SOT, satu satunya kabupaten yang sudah melaksanakan SOTnya adalah ROHUL, sementara Pemrov saja baru mengajukan Perdanya kok ‘’ujar Burhan (16/6) pada kegiatan penertiban PETI di Kampar Kiri bersama unsure muspida di kecamatan Kampar Kiri.
Burhan menyatakan masyarakat Kampar tidak perlu mempolemikkan kondisi ini karena juga terjadi didaerah lain sehingga tidak perlu menimbulkan masalah masalah baru dengan adanya SOT ini, namun Burhan juga menyatakan Kampar akan tetap melaksanakan SOT hanya saja butuh waktu. ‘’tidk perlu buru-buru karena tidak mudah menentukan dan meletakkan orang yang tepat pada psosisi yang tepat pula, jadi jangan terlalu dipersoalkanlah, ‘’ujarnya. Pihaknya menurut Burhan masih melaksanakan evaluasi terhadap kinerja dari pejabat yang ada di Kampar saat ini.
Bahkan tidak akan menjadi suatu masalah kalau Kampar belum juga melaksanakan SOT tahun ini karena semua program dan kegiatan pelayanan kepada amsyarakat tetap dilaksanakan dengan baik, tapi Burhan menjanjikan setidaknya dalam dua bulan ke depan Kampar sudah akan memiliki SOT yang baru.
sementara itu belum dilaksanakan SOT di Kampar tampaknya menimbulkan polemic sendiri, karena menimbulkan keragu-aguan bagi sebagian pejabat. Apalagi untuk menyusun program dalam APB-perubahan. Bukan hanya itu belum adanya SOT ini menimbulkan menurunnya motivasi dan kinerja dari para aparatur pemerintahan di Kampar. ‘’karena kalau kita susun begini maka belum tentu akan sesuai dengan pejabat yang baru dan ini membuat ragu ragu, ‘’ujar salah seorang pejabat .
Bukan hanya itu Belum dilaksanaknnya SOT ini juga menimbulkan pertanyaan bagi anggota DPRD Kampar , karena peraturan daerah (perda) tentang SOT Kampar ini sudah selesai awal tahun yang lalu, sehingga dinilai lambannya Bupati mengesahkan SOT ini suatu kelemahan dalam pemerintahan Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM (rdh)

Kampar Hari Ini

Blog ini masih blogku juga, yang akan menggambarkan tentang kondisi Kampar hari ini versi berita yang ku tulis setiap harinya di Riau Pos, media tempatku berada.
Hanya saja..tentunya di Riau Pos tidak sementah ini, penulisan tidak seamburadul ini karena kalau di Riau Pos ada redakturku yang mengeditnya, namun juga tidak akan seberani ini, tidak akan sekritis ini karena di blog ini tidak ada redaktur yang mengedit dan memotongnya dengan alasan apapun. Jadi apapun dalam berita ini murni datangnya dari aku sendiri. Selamat Menikmati

Design by Amanda @ Blogger Buster