Rabu, 17 Desember 2008

Kampar Kiri Tuntut Merdeka dari Kampar



*Bentuk Kabupaten Kampar Hulu


BANGKINANG (RP), agenda sidang pemerintah kabupaten Kampar dengan DPRD kampar untuk membahas APBD Kampar 2009 kemarin (17/12)menjadi tertunda karena seribuan warga asal Kampar Kiri dan Siak Hulu memadati halaman gedung rakyat kampar tersebut, mereka melakukan orasi dan berteriak teriak agar DPRD Kampar segera membentuk pansus untuk membahas aspirasi masyarakat Kampar kiri-Siak Hulu untuk menjadi kabupaten sendiri lepas dari Kampar yaitu Kabupaten Kampar Hulu


Ribuan warga yang ingin merdeka dari kampar ini dikawal dengan ketat oleh pihak kepolisian dari polsek kampar kiri dan polres Kampar, mereka dating dengan menggunakan kendaraan truk dan mobil pribadi, awalnya keinginan mereka untuk masuk ke halaman gedung DPRD sempat dihalang-halangi oleh Satpol PP dan aparat polisi namun setekah aksi dorong mendorong pagar berjalan a lot dan dikhawatirkan anarkias maka masaa akhirnya dibiarkan masuk dan merekapun berorasi didepan gedung tersebut.


Koordinator Lapangan mewakili masyarakat dan panitia persiapan pembentukan Kabupaten Kampar Hulu (P3KKH), Eko Sutrisno SSos menjelaskan bahwa masyarakat Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu telah siap untuk pemekaran tersebut. Menurutnya keinginan untuk lepas dari kampar dan membentuk kabupaten sendiri sudah disampakan sejak 2 november 2006 yang lalu, hanya saja pemerintah dan DPRD Kampar sepertinya mengabaikan keinginan ini dan tidak memproses keinginan masyarakat.


Keinginan untuk membentuk kabupaten sendiri menurut Eko adalah keinginan yang wajar, reformasi dalam ruang lingkup kehidupan berbangsa dan bernegara yang diikuti dengan system pemerintahan daerah serta lahirnya kebijakan otonomi daerah telah menjadi momentum yang membangunkan masyarakat Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu siap memiliki identitas politik tersendiri.


‘’untuk itu pemerintah kabupaten Kampar diharap obyektif menilai bahwa Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu sudah mampu untuk membentuk pemerintahan otonomi dalam rangka meringankan beban dan tanggungan pemerintah Kabupaten Kampar. Kami yakin dan percaya, pemerintah bias membantu proses pembentukan Kabupaten Kampar Hulu dengan cara mereka sendiri, minimal dengan memberikan rekomendasi tertulis, agar perjuangan pembentukan Kampar Hulu tidak terkesan di haling-halangi. Jadilah wakil rakyat, bukan pejabat rakyat.


Para demonmstran juga meminta salah seorang anggota DPRD Kampar Repol yang berasal dari kampar kiri untuk menyampaikan orasi namun tindakan ini mala diartikan banyak pihak bahwa ada pihak dibelakang aksi ini, mereka akhirnya bubar setelah sore hamnpir tiba dan mereja memberi waktu paling lambat 2 minggu bagi DPRD Kampar untuk memberikan rekomendasi rencana pembentukan Kabupaten Kampar Hulu (rdh)

Selasa, 04 November 2008

Kampar Tanggap Darurat Jalan Tanjung Permai Kampar Kiri

*Hindari Rawan Pangan lima desa sekitarnya

BANGKINANG (RP), untuk menyelamatkan masyarakat lima desa dari ancaman rawan pangan di kecamatan Kampar Kiri Hulu maka pemerintah kabupaten Kampar melalui dinas PU Kimpraswil melakukan perbaikan jalan tanggap darurat di sepanjang jalan yang menghubungkan lima desa yaitu Desa Lubuk Bingau, desa Kebun Tinggi, desa Kampung dalam, desa Tanjung Permai dan desa Pangkalan Kapas di kecamatan Kampar Kiri Hulu.

‘’Jalan yang menghubungkan lima desa ini satu sama lain dan dengan Lipat Kain memang sempat terputus bahkan sempat putus total selama seminggu, menghindari rawan pangan kita langsung lakukan tanggap darurat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui Kadis PU Kampar Azmi ST kepada Riau Pos di Bangkinang (4/11).


Dijelaskan Azmi, Pemkab Kampar saat membaca imformasi melalui media ini (riau Pos) bahwa adanya jalan masyarakat yang putus langsung melakukan peninjauan dan evaluasi, saat itu ditemukan sepanjang 18,8 KM jalan yang menghubungkan lima desa ini dengan lipat kain sehingga untuk mendapatkan kebutuhan pokok masyarakat yang jumlah nya melebihi 200 KK ini harus ke Sumatra barat yang jaraknya sekitar 15 KM namun dengan medan yang terjal dan mendaki.


Upaya pemerintah pertama kali adalah melakukan koordinasi dengan rekanan yang langsuh menurunkan alat berat dan melakukan perbaikan jalan sebagai kegiatan tanggap darurat. ‘’Tanggap darurat disini adalah memperbaiki kondisi jalan sehingga bisa dilalui dan masih sebatas itu yang bisa dilakukan, karena anggaran untuk ini juga terbatas, sekitar 400 jutaan saja, dan alhamdulillah setelah beberapa hari beekrja sekarang sekitar 9,8 Km sudah bisa dilalui dan masyaraat dibeberapa desa sudah mendapatkan akses transportasi, ‘’ujarnya.


Miinimnya dana diakui Azmi memang sangat minim hanya saja bantuan dan swadaya masyarakat juga sangat membantu sehingga dengan biaya minim diperkirakan dalam waktu kurang sebulan ini jalan dari lima desa itu sudah dapat dilalui ke Lipat kain dan pada tahun 2009 mendatang pemkab Kampar akan anggarkan dalam APBd dan pemrov Riau dalam APBD 2009 juga akan anggarkan hal itu, (rdh)

Minggu, 19 Oktober 2008

Harga Sawit Anjlok, Petani jangan Jual Lahan


*Kondisi akan membaik

BANGKINANG (RP), Anjloknya harga sawit membuat para petani klimpungan dan merasakannya sebagai tragedi kiamat kecil. Dalam menghadapi situasi rumit seperti itu, Bupati Kampar Drs H Burhanudin Husin meminta para petani sawit untuk tetap sabar dan arif menerima keadaan. Percayalah kondisi ini akan berubah secara perlahan. ‘’Untuk itu saya minta seluruh petani sawit di Kabupaten Kampar untuk tidak melakukan tindakan keliru penuh kekecewaan dengan melakukan penjualan lahan dan kebun sawit, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, ‘’ ujar Burhanudin Husin dihadapan para Camat, Kacab Disdikpora dan KUA se-Kabupaten Kampar (18/10) dalam pertemuan yang digelar di aula kantor Bupati Kampar di Bangkinang


Menurutnya bila lahan kebun sawit yang dijual justru akan memperparah keaadaan. Artinya, bila lahan sawit yang dijual maka petani sawit akan jatuh miskin, karena dampak krisis global ini akan masih tetap dirasakan pada 2-3 bulan mendatang.


Burhan juga meminta seluruh Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Kampar agar menyampaikan hal ini kepada masyarakat diwilayahnya masing-masing serta terus berupaya mencegah agar petani sawit tidak memperjualbelikan lahan sawit. Masyarakat juga diminta percaya bahwa menghadapi krisis global yang bermula dari krisis keuangan di Amerika, sesungguhnya pemerintah telah mengambil langkah-langkah kongkrit dan salah satunya meningkatkan penjaminan suku bunga pada bank.


Kongkritnya bila saat ini ada simpanan nasabah di bank sebesar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta maka pihak pemerintah menjamin dana simpanan tersebut dan akan sanggup membayar sebesar Rp 100 juta Sesungguhnya sejak terjadi krisis moneter tahun 1997-1998 yang merupakan krisis multidimensi dan perekonomian kita semakin terpuruk serta datangnya badai krisis global merupakan bukti bahwa ternyata negara kita yang besar dan kaya potensi sumber daya alam ini tidak mempunyai ketahanan ekonomi.


‘’ Ketahanan ekonomi tersebut tidak hanya beban pemerintah, tetapi merupakan beban dan tanggungjawab seluruh bagian dari bangsa yang besar ini,’’ ujarnya (rdh)

Kamis, 18 September 2008

Anak Dititipkan ke Nenek..Ayah Sibuk dengan Istri MUda

Kisah warga yang Menikah Lagi dan anak Sendiri Ditelantarkan


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dimana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan berbagi dengan yang lain namun tidak bagi AMR, warga Rumbo kecamatan Rumbio jaya, lelaki yang baru saja menikah lagi dengan seorang gadis malah asyk saja dengan istri mudanya sehingga mengabaikan dan menelantarkan anak anaknya sehingga AMRpun dilaporkan ke polres kampar dengan aduan penelantaran anak.


‘’saat ini kami masih memeriksa AMR untuk pengembangan lebih lanjut, ‘’ujar Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH SIK melalui Kanit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kampar Aiptu Supratini kepada Riau Pos di Bangkinang (18/9).


Dijelaskan Supratini, kejadian ini berawal dari kematian Istri AMr seminggu usai melahirkan anaknya yang ketiga 10 bulan yang lalu, sebelumnya pasangan ini sudah mempunyai dua anak yang berusia 7 tahun dan 12 tahun. Kematian Istri tentu saja membuat keluarga ini terpukul apalagi ada anak yang masih bayi ditinggalkan, untuk sementara bayi itu dipelihara neneknya dari almarhum istrinya.


Karena tidak tahan menjablai AMR akhirnya menikah lagi dengan gadis pujaannya, sayangnya kehadiran istri barunya ini tidak diterima oleh anaknya yang sulung, akhirnya sang anakpun ikut dengan bibinya yang merupakan adik ibu kandungnya yang sudah meninggal.


Rupanya protes anaknya terhadap istri mudanya mmbuat AMR benar benar lepas dari keluarga, iapun tidak lagi memperdulikan anaknya , ia asyik saja dengan istri mudanya sehingga anaknya dilupakan dan mereka tidak pernah dijenguk apalagi dibiayai.
‘’Ini tentu saja membuat anak anaknya terlantar, apalagi keluarga tempat mereka menumpang bukanlah keluarga yang mampu, ‘’ujarnya. Akhirnya sang nenek yang merupakan mantan mertua AMr melaporkan AMR ke polres.


Atas ketidakperduliannya kepada anaknya sendiri, maka menurut Tini Amr dikenakan pasal Penelataran, kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara (rdh)

Rabu, 17 September 2008

Kasus Anak Harus Perhatian Semua Pihak


*KPAID Kampar Dikukuhkan

BANGKINANG (RP), persoalan anak merupakan persoalan bersama yang harus menjadi perhatian semua pihak juga, untuk itu masyarakat termasuk pemerintah harus saling bahu membahu untuk mengatasi masalah anak. ‘’maka keberadaan KPAID tidak akan membawa manfaat yang maksimal kalau tidak didukung oleh masyarakat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam acara pengukuhan anggota KPAID Kampar di aula Bupati Kampar di Bangkinang (17/9).

Pemerintah Kampar menurut Burhan juga merasakan keprihatinan yang besar terhadap meningkatkan kasus kekerasan pada anak, maupun kasus pencabulan dan kasus kasu lainnya yang menimpa anak anak kampar selama ini, karena dari data yang ada kasus pada anak ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dan salah satu upaya pemerintah dan juga berdasarkan UU dan aturan yang ada adalah dengan membentuk KPAID Ini.


‘’kita harapkan KPAID bisa membantu pemerintah dalam mengurangi angka kasus pada anak anak di Kampar, ‘’ujarnya.

Sementara itu Ketua KPAID RIau Dra Hj Rosnaniar dalam pengarahannya menyatakan, di kampar berdasarkan data kepolisian Kampar angka kasus kejahatan pada anak meningkat 100 persen setiap tahunnya, dan selama ini KPAID Riaulah yang turun ke kampar untuk kasus anak. ‘’namun dengan adanya KPAID di kabupaten maka beban ini dapat dibagi, dan langkah pertama diharapkan KPAID dapat mensosialisasikan undang undang perlindungan anak kepada masyarakat, ‘’ ujarnya.


Langkah sosialisasi menurut Rosnaniar sangat penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang undang-undang dan aturan ini, sehingga banyak dari mereka yang tidak mau mengadu atau melaporkan kasus yangt menimpa mereka sehingga banyak dari kasus itu didiamkan saja. ‘’Inilah yang harus diatasi, karena banyak dari kasus kasus ini yang tidak terungkap, ‘’ujarnya.

Tujuh pengurus KPAID yang dilantik adalah M Amin Sag dari Unsur PNS, Rahmawati SE MSI dari unsure akademisi, Adynata MAg dari unsure tokoh agama, Hafiz Tohar dari unsure Orsos/ormas, Ir Abdul Ghafar dari unsure Pengusaha/swasta, Rina dianti hasan dari unsure Media massa dan Netty mindrayani dari unsure LSM (rdh)

Jumat, 12 September 2008

Hanya 300 KK di Kasikan yang Dialiri LIstrik

*Dari ribuan KK yang ada

TAPUNG HULU --dalam perkembangan pembangunan yang terjadi di Kampar saat ini masih ada desa yag mengeluhkan minimnya fasilitas penerangan, salah satunya adalah desa Kasikan yang berada kecamatan Tapung Hulu, karena ternyata dari lebih seribu KK yang ada di desa tersebut hanya 300 KK saja yang mempunyai kilometer listrik sedangkan yang lainnya tidak mendapatka fasilitas penerangan. ‘’Yang lain itu ada yang menumpang pada yang lain ada juga yang memakai lampu tradisional, ‘’uja Kades Kasikan H Bakar Siddiq dalam acara safari ramadhan pemerintah Kampar di di Masjid Nurul Iman Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu (11/9).

Dalam safari Ramadhan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP, Asisten II Setda Kampar Drs H Masri Maahu, para kepala dinas/badan dan instansi yang ada di lingkungan Pemkab Kampar , Camat Tapung Hulu dan masyarakat desa Kasikan.

Bakar menjelaskan, selama ini pihak aparatur desa sudah berusaha untuk mendapatkan pelayanan listrik ini apalagi masyarakat sudah lama mendambakan lusrik, sayangnya ketika diurus ke PLN Bangkinang pengurusannya berbelit belit dan lama, masyarakatpun akhirnya terpaksa bersabar dan menjadi daftar tunggu yang sudah lama dan hingga saat ini belum juga mendapatkan giliran untuk listrik tersebut. ‘’Untuk itu kami minta perhatian dan bantuan pemerintah agar desa ini segera mendapatkan listrik, dan ini juga penting untuk anak anak yang belajar ‘’ujarnya.

Selain persoalan listrik, persoalan sarana jalan juga menjadi kendala yang berat bagi masyaakat, karena dari 5 KM jalan yang menghubungkan desa ini dengan desa lain hanya 2,8 KM saja yang beraspal, sisanya masih jalan tanah. ‘’jalan tersebut kalau musim kemarau berdebu dan kalau musim hujan berlumpur sehingga masyarakat selalu kesulitan untuk menuju ke desa lain dan kecamatan untuk berbagai urusan, ‘’ujarnya.

Bupati Kampar Teguh Sahono SP menanggapi hal ini menyatakan persoalan yang disampaikan oleh Kades tersebut menyatakan persoalan listrik pada dasarnya tidak lagi menjadi persoalan Kampar saja namun juga sudah menjadi persoalan nasional, namun ia akan segera meminta instansi terkait untul segera berkoordinasi dengan PLN Bangkinang untuk desa desa yang belum dialiri listrik ini.


‘Begitu juga dengan persoalan jalan yang belum diaspal, kita akui masih banyak jalan di desa desa di Kampar yang perlu segera ditingkatkan, hanya saja dengan kemampuan yang ada kita akan berusaha memenuhinya secara bertahap tahap, ‘’ujarnya (rdh)

Rabu, 10 September 2008

Kampar Mulai Terancam Banjir


*Camat dan Kades Diminta Memberikan Data


BANGKINANG (RP), Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu belakangan ini membuat debet air sungai kampar meluap tinggi, bahkan dari pantauan di beberapa wilayah seperti sepanjang sungai di desa Sei Tarap, desa Muara Bungo dan Pulau Birandang di kecamatan Kampar Timur air sungai hampir mencapai tebing sungai Kampar

Kondisi yang sama juga terjadi di desa Kampung terandam kecamatan Tambang, desa teratak dan desa Alam Panjang kecamatan Rumbio Jaya bahkan beberapa rumah di kecamatan Tapung Hilir juga sudah mulai terendam banjir.

Pemerintah Kampar dalam hal ini kepala BSPPM Kampar Drs M Saleh melalui Kasi Kesra Drs Darusmar MSI ketika dikomfirmasi Riau Pos (10/9) menyatakan memang sudah ada kenaikandebet sungai Kampar dan ini tentu saja brpotensi untuk banjir. Banjir sendiri memang setiap tahunnya selalu dihadapi Kampar karena Kampar merupakan muara dari sungai yang hulunya berada di Pangkalan Baru dan Sumatra Barat. ‘’sebaiknya masyarakat juga bersiap siap untuk menghadapi banjir ini, apalagi bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai Kampar , ‘’ujarnya.

Hanya saja Darusmar menyebutkan hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Camat atau kepala desa kepada BSPPM terkait dengan banjir ini, karena kalau ada banjir biasanya akan adan laporan tentang kondisi banjir di desa masing masing. ‘’artinya banjir memang belum sampai kepada tingkat masuk ke perkampungan masyarakat ‘’ujarnya.

Untuk itu ia juga berharap para aparatur desa dan kecamatan untuk terus memantau Kondisi yang ada di wilayah dan segera memberittahukan kepada kabupaten sehingga nantinya bisa dilaksanakan koordinasi untuk antisipasi.

Tahun 2008 ini banjr pernah terjadi pada maret 2008 yang lalu dimana lebih dari 10kecaatan dengan leih 45 desa yang terendam oleh banjir, kecamatan yang rawan banjir adalah kecamatan Kampar Kiri Hulu, kecamatan Kampar Kiri Hilir, kecamatan Gunung Sahilan,kecamatan Tambang, kecamatan Siak Hulu, kecamatan XIII Koto Kampar dan beberapa kecamatan lainnya (rdh)



Macet, Bupati Minta Satker selektif beri rekomendasi

*Terkait penyaluran dana bergulir

BANGKINANG (RP) Bupati kampar Drs. H. Burhanuddin Husin. MM mengingatkan para pimpinan satuan kerja dilingkungan pemkab kampar, untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memberikan rekomendasi kepada calon penerima dana bergulir.

Hal itu disamapaikan Burhanuddin dalam arahannya pada rapat evaluasi dan pergulir ekonomi kerakyatan yang berlangsung di aula Kantor Koperasi dan UKM kab.kampar Bangkinang Selasa (9/9).

Kehati-hatian memberikan rekomendasi, dan peningkatan pengawasan dan pembinaan menjadi kunci utama dalam mengembalikan dana bergulir yang diberikan kepada masyarakat.

Sejauh ini dari data yang diperoleh dari bagian perekonomian Setda kampar, pertanggal 9 September 2008, tercatat tingginya tunggakan nasabah yang mencapai Rp.67.735.361.765,86 atau setara 50,6 % dari jumlah yang telah disalurkan.

Dari data tersebut dana bergulir yang dianggarkan dalam APBD kabupaten kampar sejak tahun 2002 pada bagian Perekonomian mencapai 40.000.000,- tahun 2003 sebesar Rp.125.000.000,- jumlah Rp.165.000.000,- Sedang sumber dana dalam bentuk proyek dinas dianatarnya dana proyek KIP sebesar Rp.1.200.000.000,- dan dana Proyek Koperasi dan UKM sebesar Rp.1.400.000.000,- jumlah Rp.2.600.000.000,-.

Masih dari data tersebut dijelaskan ringkasan Evaluasi dana bergulir ekonomi kerakyatan pertanggal 9 September 2008, tercatat sebanyak Rp.258.483.597.056,00 tersebar pada 9542 nasabah.

Sedangkan penagihan yang telah dilaksanakan baru mencapai angka sebesar Rp.126.655.684.077,00, sedangkan baki debet (yang beredar dimasyarakat) sebanyak Rp.133.764.530.756,00.

Ditambahkannya sisa dana pada BPR posisi 30 Juni 2008 dalam bentuk rekening tabungan berjumlah Rp.30.527.713.745,30 sedangkan dalam bentuk rekening siap salur sebesar Rp.1.209.175.589.07 total berjumlah Rp.31.736.889.334,37.

Dari rapat evaluasi dana bergulir ini diketahui bahwa tahun 2006 jumlah penyaluran Rp.214.815.816.500,- tahun 2007 sebesar rp.240.532.532.565.500, tahun 2008 januari 2008 sebesar Rp.242.807.355.500,- februari 2008 Rp.244.905.565.500, maret 2008 sebesar Rp.247.505.097.056, April 2008 sebesar Rp.251.423.097.056,dan Mei 2008 sebesar Rp.254.955.597.056 dan juni 2008 disalurkan sebesar Rp.258.483.597.056.

Berkaiatan kondisi tersebut, dalam kesemapatan tersebut Bupati minta dengan tegas baik pimpinan Satker maupun pihak Bank penyalur, lebih meningfkatkan pengawasan dan lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi kepada calon nasabah.

Bupati juga minta agar lebih diintensifkan melakukan pembinaan kepada masyarakat penerima dana bergulir ini, sehingga pengembalian yang tepat waktu dapat dilakukan oleh masyarakat peminjam

Disamping itu berbagai upaya yang harus dilakukan dalam penyelesaian kredit anatar lain, dengan melakukan panagihan secara intensif, tidak menyalurkan kredit kepada nasabah yang menyambung dari klasifikasi kolektibiliti 3 dan 4 serta melakukan pemotongan Bunga (rdh)

Selasa, 02 September 2008

Kapolres Nyatakan Keprihatinan atas Dampak Balimau


*Tradisi harusnya disikapi dengan Bijak

BANGKINANG (RP), Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien menyatakan keprihatinnay atas kejadian tenggelamnya tiga korban di lokasi Balimau Kasai di desa Buluh Cina kecamatan siak Hulu (31/8), karena ini menurutnya membuat kegiatan yang harusnya membawa hikmah malah menjadi membawa petaka. ‘’sangat kita sayangnya apalagi ini adalah tradisi yang sebenarnya bagus namun malah menjadi ternodai, ‘’ujarnya
Dijelaskan Muttaqien pada dasarnya acara Balimau Kasai ini sangat bagus karena bermakna penyucian diri dengan saling memaafkan satu sama lainnya, dan terakhir dengan mandi untuk membersihkan fisik menyambut bulan ramadhan. Sayangnya nilai ini sudah bergeser, saat ini Balimau Kasai malah banyak yang berubah kearah hura hura, seperti mandu bersama, kebut kebutan di Jalan raya dan sebagainya sehingga membuat acara Balimau Kasai ini tidak lagi sesuai.

Sebagai aparat keamanan pihaknya sudah mencoba melaksanakan antisipasi dengan sebaik baiknya, misalnya untuk kegiatan Balimau kasai yang dilaksanakan di Batu belah dan sepanjang sungai Kampar dari XIII Koto Kampar ke Tambang dengan melakukan operasi oleh pihak Polwan dan polisi, menggunakan perahu karet para polisi ini menyisiri sungai untuk melihat situasi. Untuk di kecamatn Siak Hulu ini korban menurutnya adalah atlit renang yang harusnya bisa menjaja diri, namun ini adalah musibah.

Begitu juga dijalan raya, pihaknya sudah melakukan pengawasan langsung dijaan raya dengan menurunkan semua personil dalam satlantas, dan harus diakui aksi kebut kebutan sangat tinggi dalam hari Balimau sementara itu arus sangat padat. Dalam data sementara korban yang meninggal dijalan raya terdapat di Siak Hulu dan beberapa diantaranya masu rumah sakit.

‘’Inikan sikap keliru untuk mengekspresikan kegembiraan menyambut ramadhan, harusnya masyarakat tidak perlu kebut kebutan sheingga akhirnya malah mengorban nyawa mereka sendiri,’’ujarnya prihatin.

Untuk itu selama ramdhan ini Muttaqien mengimbau gara masyarakat apabila sore hari untuk mengurangi aktfiitas dijalan raya karena ini adalah jam jam sibuk yang membuat tingkat kerawanan berlalu lintas sangat tinggi ***

Atlet dan Pelatih Panahan Riau Ditemukan Tewas



BULUH CINA (RP) - Niken Saputra (33) dan Safrina Lailan (16), asisten pelatih dan atlet PPLP Panahan Riau, yang terseret arus sungai Desa Buluh Cina, Ahad (31/8) lalu, akhirnya ditemukan tewas Senin (1/9). Niken yang terseret saat menyelamatkan Safrina ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB sedangkan Safrina lebih dahulu ditemukan dalam sekitar pukul 06.45 WIB.Pencarian kedua jasad keduanya kemarin menyita perhatian warga yang berbondong-bondong di tepian sungai. Apalagi hingga siang jasad Niken belum juga ditemukan.
Sementara jasad Safrina ditemukan warga yang sedang mencuci peralatan rumah tangga, sejak pukul 06.45 WIB. Kondisi ini menjadikan Tim SAR terus menyisir sungai mencari korban yang terserat arus saat melakukan Petang Balimau sehari sebelumnya itu.Sekitar pukul 13.30 WIB, sebuah speed berwarna putih, bermuatan kira-kira lima-enam orang terlihat bergerak menuju tempat kejadian. Tak lama berselang, salah seorang dari mereka menghubungi warga yang berada di tepian sungai sekitar anjungan pacu sampan melalui ponsel dan mengabarkan Niken sudah ditemukan. Warga yang dihubungi langsung mengabarkan pada tim SAR untuk segera mengangkat jenazah itu ke darat.
Mendengar desas-desus penemuan korban, warga yang berada di seberang berlarian menuju rakit untuk menyeberang. Beberapa saat, tim SAR yang membawa jenazah Niken terlihat dari kejauhan. Warga semakin penasaran dan berlarian menuju tim, saat mengangkat jenazah ke mobil ambulance. Niken sendiri ditemukan warga Umar S dalam kondisi tertelungkup. Korban hanya mengenakan celana katun panjang berwarna hitam dengan telanjang dada. Karena tidak punya keahlian untuk melakukan pertolongan, dia pun mengabarkannya kepada tim SAR. Umar mengatakan, kondisinya tidak terlalu parah, hanya bagian mata saja yang rusak dengan tubuh yang agak bengkak.
‘’Kami temukan jenazah dalam kondisi tertelungkup, mengapung di atas permukaan air, tidak jauh dari tempatnya tenggelam,’’ tutur Umar kepada Riau Pos, di sela-sela pengangkatan jenazah ke mobil ambulance. Dikatakannya, Safrina juga ditemukan warga Ruslaini (Guru MTs Desa Baru) yang sedang mencuci di tepian sungai. Kondisinya juga tidak terlalu parah. Ditemukannya kedua jenazah tersebut, selain melegakan warga desa juga pihak keluarga yang sudah pasrah menerima kenyataan pahit tersebut.
Niken Saputra tercatat sebagai staf di Sekretariat KONI dan Asisten Pelatih Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Panahan Riau. Almarhum meninggalkan seorang istri Desi Diana dan seorang anak lelaki Josad yang bersekolah di TK Pertiwi. Usai ditemukan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan dikebumikan di tanah pemakaman Kelurahan Tangkerang Barat, Jalan Kartama sekitar pukul 17.00 WIB.Pelatih PPLP Panahan Muslim yang menjadi pimpinan rombongan rekreasi tampak terpukul dengan mata berkaca-kaca. Dikatakannya, Niken sempat selamat dari arus yang menarik mereka ke bawah.
Melihat Safrina yang masih terseret arus, Niken yang telah diselamatkan Muslim justru melompat kembali untuk menolong gadis malang itu. Sayang, niat baiknya tidak berakibat baik baginya. Bahkan Niken lebih dulu lenyap ditelan air ketimbang Safrina yang akrab disapa Rina tersebut. ‘’Niken sempat menengadah ke langit sebelum di tarik arus ke bawah,’’ gumam Muslim dengan pandangan kosong dan wajah yang memerah.
Salah seorang atlet panahan Dides Irgantara (23) yang mengaku lebih dulu terseret arus mengatakan, dirinya sempat memperingatkan. Hanya saja Niken, Muslim, Nia dan Rina sudah terlalu jauh ke tengah dan langsung terseret arus. Awalnya, tidak hanya empat orang itu saja yang terseret arus tapi delapan orang. Mereka saling membantu satu sama lainnya.‘’Saya sudah berusaha memperingatkan, sebab saya baru lepas dari tarikan arus tersebut. Tapi mereka sudah jauh ke tengah sehingga sulit melawan arus yang begitu deras menarik ke bawah,’’ katanya.
Lebih jauh dijelaskan Dides, mereka tiba di Desa Buluh Cina sekitar pukul 11.00 WIB, Ahad (31/8). Jumlah anggota yang berangkat ke sana sebanyak 18 orang terdiri dari delapan atlet, dua pelatih dan orang tua atlet. Tidak hanya itu, salah seorang orang tua atlet yang juga terseret arus saat membantu anaknya. Keduanya selamat dari sergapan maut.Setelah kedua korban terbawa jauh, mereka berusaha menolak pompong yang digunakannya untuk mencari. 15 menit mencari dan berputra-putar di kawasan itu, keduanya tak juga ditemukan. Akhirnya, mereka meminta pertolongan kepada warga desa yang saat itu sedang melaksanakan lomba pacu sampan. Bersama warga, polisi dan tim SAR, mereka mencari jenazah semalaman dan ditemukan keesokan harinya.
Tampak Ketua Harian KONI Riau H Yuherman Yusuf dan jajarannya di rumah duka dan ikut serta pula menyolatkan Niken. Selain itu, juga terlihat beberapa insan olahraga baik atlet maupun pelatih serta Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Dispora Riau Drs H Sanusi Anwar. Sementara itu usai ditemukan jenazah Syafrina Lailan, Senin (1/9) siang sekitar pukul 11.53 WIB, tiba di rumah duka di Perumahan Sidomulyo Blok F, Nomor 182, Jalan Camar I, RT 04/RW 12, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai.
Sebelum dibawa ke rumah duka, jasad korban sempat diistirahatkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Riau, Jalan Ampi, Pekanbaru. Karena memang semasa hidupnya, Syafrina adalah salah satu atlet panahan Riau.Ibunda korban, Butet, yang mengenakan baju kurung warna hijau dan jilbab warna hitam lebih banyak diam. Bibirnya bergetar keras menyaksikan anak kebanggaan keluarga itu pulang ke rumah dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Saat dihampiri Riau Pos, tidak satu pun kata yang keluar dari bibirnya. Ibu empat anak ini lebih memilih diam dan duduk bersimpuh di samping tubuh anaknya yang terbungkus kain kafan.Tampak hadir melayat ke rumah duka perwakilan pengurus KONI Fadlah Suhaimi, Kepala SMAN 2 Siak Hulu Drs Abdul Hamid, pengurus masjid Muhajirin Asmadi S, dan sejumlah rekan-rekan almarhumah dari SMAN 2 Pekanbaru serta rekan sesama atlet.Suasana duka begitu menyelimuti rumah orang tua Syafrina siang itu.
Menjelang keberangkatan jenazah menuju peristirahatan terakhir, terlihat hadir drh Chaidir MM, mantan Ketua DPRD Riau yang datang seorang diri dan hanya ditemani ajudannya. Chaidir berjalan kaki beberapa puluh meter dari ujung gang menuju rumah duka. Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMAN 2 Siak Hulu, Drs Abdul Hamid yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata mengatakan, selama dua bulan bergabung di SMAN 2 Siak Hulu, korban merupakan anak yang cerdas dan baik.
‘’Korban merupakan seorang siswa yang sangat berbakat, dia pintar dan pandai bergaul. Begitu juga setiap akan mengikuti latihan korban selalu minta pamit kepada saya. Tapi sepekan yang lalu ada suatu keanehan yang saya rasakan dari korban, yakni korban sempat menyerahkan sepasang wayang kepada saya. Padahal saya sendiri tidak mengerti apa maksud dari semua itu,’’ ungkap Abdul Hamid.
Sementara itu Chaidir meminta keluarga yang ditinggalkan agar tabah. Sebelum memegang mikrofon, Chaidir menghampiri orang tua korban. Ia menyalami Butet yang tengah duduk di kursi plastik dalam keadaan lemah. Chaidir mengucapkan turut berduka cita yang mendalam dan mengharapkan ibunda Syafrina bisa tabah dalam menjalani cobaaan.‘
’Kita semua merasakan duka yang mendalam atas kepergian anak kita, saudara kita dan atlet kita ananda Syafrina. Semuanya ikut merasakan kehilangan. Riau telah kehilangan atlet masa depannya. Untuk itu marilah kita iringi keberangkatan almarhumah ini dengan doa. Mudah-mudahan ia diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Saya sekeluarga turut mendoakan almarhumah,’’ antara lain ucapan Chaidir dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu Chaidir bersama jemaah lainnya melaksanakan salat jenazah di masjid terdekat.(fed/ila/m)

Senin, 01 September 2008

Balimau Kasai Tradisi yang Berpotensi Wisata

*juga kebanggaan Riau

BANGKINANG -- tradisi Balimau Kasai yang selaludilakukan masyarakat Kampar dalam menyambut ramadhan setiap tahunnya merupakan tradisi yang mempunyai potensi wisata. ‘’Dan ini harus tetap dilestarikan oleh masyarakat Kampar, karena tidak hanya menjadi satu kebanggaan namun juga menjadi alat yang bisa menyatukan masyarakat, ‘’ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam acara Balimau Kasai tingkat kabupaten Kampar yang dilaksanakan di desa Batu Belah kecamatan Kampar (31/8).

Acara Balimau Kasai ini hendanya disikapi masyarakat dengan baik, karena makna dari Balimau Kasai ini tidak semata mata untuk kegiatan mandi dan aneka kegiatan perlombaan saja namun juga bagaimana antara masyarakat saling meningkatkan silaturahmi satu sama lainnya, meningkatkan rasa persaudaraan sehingga akan tercipta masyarakat yang kompak.

Apalagi masyarakat Kampar dikenal dengan agamanya hendaknya benar benar menjadikan moment Balaimau kasai ini untuk saling memaafkan satu sama lainnya sehingga dapat menyambut kemuliaan ramadhan yang suci dengan hati yang bersih karena sudah saling memaafkan.

Sementara itu bagi kabupaten Kampar kegiatan Balimau kasai ini menjadi ciri khas dari daerah yang kedepannya bisa dikembangkan menjadi potensi wisata, karena kegiatan Balimau Kasai ini juga dilaksanakan tidak hanya di Batu Belah saja namun juga di daerah lain di kampar, karena kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat di desa masing masing.

Untuk kegiatan yang besar saja setidaknya dilaksanakan di Batu Belah kecamatan Kampar, Desa Buluh Cina kecamatan Siak Hulu, desa Lipat Kain di kecamatan Kampar Kiri, desa Belimbing kecamatan Bangkinang Barat, desa Petapahan kecamatan Tapung, dan kecamatan XIII Koto Kampar. ‘’ini akan menjadi kalender wisata setiap tahunnya, ‘’ujar Burhan.

Dalam acara yang dilaksanakan sejak siang tersebut juga dihadiri oleh unsure muspida kabupaten Kampar, dan calon wakil gubernur Riau H Raja Mambang Mit, dalam pidatonya Mambang menyatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi kebanggaaan masyarakat Kampar namun juga kebanggaan Riau dan ini hendaknya dapat dilesatrikan karena salah satu kekayaan daerah yang tidak ternilai harganya. Untuk itu Mambang meminta agar ini dijadikan perhatian oleh pemerintah karena bisa meningkatkan wisata daerah Riau.

Dalam acara Balimau kasai ini ketua panitia Damirus Sag menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan selama sepekan dan puncaknya pada hari minggu, kegiatan ini terdiri dari pasar murah untuk masyarakat, pengobatan massal bagi masyarakat miskin, penyantunan anak yatim, festival rebana, lomba pidato, sholat jenazah dan pada hari Balimaunya dilaksanakan lomba sampan hias yang diikuti oleh ratusan sampan***


Minggu, 10 Agustus 2008

Seluruh KB dan PlayGrup Di Kampar Timur Mendapat Vitamin A


*PIHak medis jemput bola


KAMPAR TIMUR (RP), untuk meningkatkan kesehatan mata terutama anak anak maka pemerintah memberikan vitamin Asecara gratis bagi anak anak di Indonesia, dan dikecamatan Kampar Timur pemberian Vitamin A ini tidak hanya dilaksanakan di Pos yandu dan puskesmas saja namun juga dilaksanakan di Kelompk Bermain (KB) dan Playgrup yang ada dikecamatan tersebut.



Untuk pelaksanaan ini pihak Puskesmas Kampar Timur langsung menurunkan tenaga medis dari puskemas ke Kelompok bermain dan playgrup yang ada. ‘’Kita memang sengaa mengambil sikap menjemput bola agar semua anak anak dan balita mendapatakan vitamin ini, ‘’ujar kepala puskesmas Kampar Timur dr Hj Fauziah saat memberikan vitamin A ini kepada siswa kelompok bermain Arafah di desa Pulau Rambai kecamatan Kampar Timur (9/8) yang lalu.



Dijelaskan Fauziah, pemberian vitamin A ini sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan anak terutama mata mereka, dan ini adalah program secara nasional sehingga semua anak Indonesia dalam bulan Februari dan Agustus selalu mendapatkan Vitamin A secara gratis.
Pemberian Vitamin ini biasanya dilaksanakan di puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di desa desa juga diberikan di pos yandu yang ada. Hanya saja tahun ini Puskesmas Kampar Timur langsung turun ke KB dan playgrup. ‘’ini karena tidak semua orang tua yang membawa anaknya ke pos yandu, apalagi kalau anaknya sudah mendapatkan semua suntikan imunisasi atau sudah lebih dari dua tahun, biasanya orang tuanya malas untuk membawa anak ke posyandu, sementara mereka masih membutuhkan vitamin A, untuk itu kita datangi langsung ke sekolah meereka, ‘ujar Fauziah.



Pemberian Vitamin A ini dilaksanakan di sembilan desa yang ada di Kampar Timur, Fauziah juga meminta para orang tua yang anaknya masih balita dan anak anak untuk segera mendapatkan vitamin ini dipuskesmas atau pustu, karena tidak semua juga anak anak tersbeut yang belajar di kelompok bermain atau sekolah di playgrup.



Selain melakukan pemberian vitamin A, pihak puskesmas juga melakukan penimbangan berat badan para siswa dan pemeriksaan sederhana kondisi anak anak tersebut. (rdh)

Kamis, 07 Agustus 2008

Desa Lain Diharapkan Mencontoh Pola Desa Sungai Putih


Sebagai desa Siaga Terbaik di Kampar

KAMPAR TIMUR (rdh) Kepala dinas kesehatan Kampar H Hanafi M Kes meminta agar tenaga medis baik dokter, bidang dan perawat yang ada 249 desa lain yang ada di Kampar diminta untuk mencontoh pola yang digunakan desa Sungai Putih untuk pengebangan desa Siaga, karena desa Sungai Putih kecamatan Kampar Timur ini merupakan desa siaga terbaik dan menjadi desa percontohan bagi seluruh desa yang ada di kabupaten Kampar. ‘’untuk itu semua tenaga medis di desa dan kecamatan lain harus belajar kepada desa ini. ‘’ujar Hanafi (7/8) disela sela mengikuti menyaksikan kegiatan pelayanan Pos Yandu balita, Lansia, dan donor darah yang digelar Puskesmas Kampar Timur bekerja sama dengan PMI Ranting Kampar Timur, PMI Cabang Kampar dan Dinas Kesehatan.


Dalam acara itu hadir Kepala Puskesmas Kamprtimur dr H Fauziah, Kepala Markas PMI Cabang Kampar Mawardi Sag, aparat desa dan tokoh masyarakat setempat.


Sebagai desa Siaga, desa ini sudah memiliki perangkat pelayanan yang memadai seperti pos obat desa (POD), serta 10 orang kader yang aktif yang di bimbing langsung oleh Kepala Puskesmas serta pimpinan Pustu, dan bidan desa, bukan hanya itu partisipasi masyarakat sangat besar sehingga slogan ‘’ siap antar jaga ‘’ bagi yang menderita sakit bebar benar terwujud.
Dan yang lebih membanggakan menurutnya desa siaga ini sudah menyediakan sumur bor dan tower air bersih sebagai program sanitasi air. Ini sangat penting menopang kesehatan lingkungan. Kita melihat Poskesdes di Provinsi lain di Samarinda, ternyata Poskesdes di Desa Sungai Putih ini relative lebih lengkap . ‘’Kampar patut berbangga dengan desa sungai putih ini, ‘’ujarnya.


Selain itu Poskesdes di desa ini dilakukan secara rutin pertiga bulan, dan tidak hanya kegiatan Posyandu, pelayanan lansia, juga selalu disertai kegaiatan sosial donor darah ‘’ini juga menggembirakan karena minat masyarakat Kampar secara umum untuk mendonorkan darah masih sanat rendah, untuk itu bantuan dan kerjasama dengan PMI kampar sangat membantu masyarakat baik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat juga untuk membantu mereka, ‘’ujarnya.


Kepala Puskesmas Kampar Timur dr H Fauziah melaporkan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulannya. Kegiatan yang dilakukan beragam, mulai dari Posyandu balita, Posyandu lansia, donor darah, bahkan tak jarang digelar pengobatan massal, hingga penyuluhan yang terus berkesinambungan.‘’Kami sangat berterimakasih kepada pengelola Poskesde yang sangat aktif bersama bidan desa dan kader serta PKK desa. Karena pro aktif masyarakat sangat tinggi, sehingga tak jarang keinginan untuk kegiatan donor darah datang dari masyarakat,’’ ujarnya ***

Rabu, 06 Agustus 2008

Ditipu Oknum, Disuruh Cari Daging Labi labi




Melihat Perjalanan Suku Kubu Jambi Hingga Sampai ke Kampar Riau

Hutan dan alam adalah rumah yang nyaman bagi masyarakat suku Kubu, suku asli Jambi –Sumatra. Makan dari hasil hutan dan berkembang dengan perjalanan hutan selalu membuat mereka nyaman, namun ada saja pihak yang ingin memanfaatkan orang orang lugu ini, seeperti yang dilakukan salah seorang oknum pengusaha di Jambi dan akhirnya..membuat ratusan masyarakat Kubu menjelejah rimba yang bukan tanahnya dan akhirnya terdampar di hutan Sungai Malau Kecamatan Bangkinang Barat kabupaten Kampar- Riau

‘kami diberi tahu oleh pengusaha katanya di kawasan hutan ini banyak labi-labi (penyu), dan mareka akan membayar mahal kalau kami bisa temukan labi labi tersebut, ‘’ujar Saleh Tung salah seorang warga suku kubu saat ditemukan di Hutan tersebut oleh Tokoh masyarakat Kuok H Kasru (5/8).


Dijelaskan Saleh Tung, ia dan rombongannya berjumlah 30 orang yang terdiri dari enam orang laki laki dewasa, 5 orang Ibu ibu, 3 orang gadis remaja dan 16 orang anak anak yang terdiri dari anak laki laki dan anak perempuan. Mereka datang dari Jambi dengan menyusuri hutan berjalan kaki, mereka memang biasa hidup dari hasil hutan dan mereka jual ke masyarakat atau touke.

‘’biasanya kami menjual hasil hutan seperti damar dan rotan, namun juga terkadang menjual binatang hutan hasil buruan, termasuk labi-labi’’jelasnya. Labi labi biasanya dibeli dengan harga yang mahal. Namun ia tidak bisa menjelaskan mahalnya berapa.

Mengetahui ini maka Saleh Tung membawa keluarganya menelusuri hutan dari Jambi hingga sampai ke Riau. Namun sayangnya mereka belum menemukan labi labi yang mereka cari. Padahal mereka sudah lebih dua minggu menyusuri hutan dan hidup dengan seadanya, apalagi banyak anak anak yang mengikuti mereka. Bukan hanya itu bukan hanya Saleh Tung dan rombongannya saja yang mendapatkan imformasi itu namun juga ratusan masyarakat kubu lainnya dan saat ini mereka tersebar dihutan sungai Malau hingga sungai Arau XIII Koto Kampar.

Kehadiran sukuKubu di Kuok dan XIII Koto Kampar ini membuat warga Kuok resah, mereka sebagian besar adalah petani yang bekerja di hutan dan memotong (menyadap karet dikebun. Kehadiran suku kubu ini membuat masyarakat takut,karena mereka dipersenjatai dengan tombak, panah beracun dan parang.’’wara khawatir kalau mereka merasa terusik lalu menganggu masyarakat ‘’jelas H Kasru.


Untuk itu H Kasru dan beberapa anggota masyarakat mencari suku Kubu ini kehutan mememukan mereka di Hutan dan membawanya ke Kuok untuk selanjutnya dipulangkan ke Jambi tim H Kasru menemukan sebanyak 30 orang warga Kubu yang terdiri dari Saleh Tung . Harusnya pemkab Kampar perduli ini’’ujarnya.****

Jumat, 01 Agustus 2008

MUI Kampar Keluarkan Empat Seruan

Sikapi tingginya Asusila di Kampar

BANGKINANG (rdh)tingginya kejadian asusila di Kampar akhir akhir ini membuat banyak pihak yang prihatin dan akhirnya menimbulkan keresahan pada masyarakat. Menyikapi hal ini Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kampar akhirnya mengeluarkan empat seruan kepada masyarakat .

Seruan yang dikeluarkan berdasarkan hasil rapat pada 28 Juli 2008 yang lalu tersebut menyatakan : pertama keprihatinan yang tinggi terhadap kondisi yang ada di masyarakat Kampar saat ini, karena harusnya tindakan pencabulan, perjudian dan penyakit pekat lainnya tidak terjadi di Kampar, apalagi kalau menimbang Kampar sebagai serambi Mekkahnya Riau dengan filosofis ‘’adat basandikan syarak , syarak Basandikan Kitabullah’’ harusnya semua ini tidak terjadi.

Yang kedua, MUI meminta agar dilakukan upaya preventif dan menanggulangi penyakit masyarakat tersebut secara terus menerus apalagi adanya peningkatkan tindak asusila akhir akhir ini.

Ketiga Mui juga MUI menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah,mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa supaya lebih meningkatkan upaya penanggulangan penyakit masyarakat yang terdapat di dalam daerah kabupaten kampar

Dan yang keemapat adalah MUI meminta kepada seluruh tokoh masyarakat,alim ulama,ninik mamak,cerdik pandai dan segenap lapisan masyarakat agar bekerjasama membantu pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi penyakit masyarakat di daerah kabupaten Kampar
Sekretaris MUI Kampar H.Johar Arifin,LC.MA

menyatakan selama ini MUI sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat tentang adanya warung remang remang dan dalam kunjungan MUI ke beberapa kecamatan di Kampar, sepertti Tapung MUI juga banyak menemukan adanya lokasi pelacuran,warung-warung remang,pesta band atau orgen tunggal malam hari dengan joget dan tari setengah telanjang. ‘’hal hal seperti ini yang harus segera diantsipsi oleh pemerintah dan amsyarakat ‘’ujarnya.

Kamis, 31 Juli 2008

Nama yang Bagus untuk Harapan yang membahagiakan

Melihat Kebahagiaan Wakil Bupati Kampar Dapat Momongan Baru


Kamis (31/7) kemarin adalah hari yang membahagiakan bagi Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono SP dan keluarga, karena mereka mendapatkan Momongan baru yang diaqiqah dan sykurannya kemarin di di rumah dinasnya di Jl Letda MBoyak Bankinang. Putri ke empat dengan nama Maisa Kamila melengkapi kebahagiaan mereka selama ini.

Dari Pantauan di rumah dinas saat syukuran tamu tidak henti hentinya datang ke lokasi acara, pelaksanaan dilaksanakan memang sejak pagi hingga malam harinya, dan menurut salah seorang panitia ini dilaksanakan untuk bisa menampung masyarakat dan rekan rekan Teguh yang jumlahnya tentu tidak sedikit.

Para muspida juga terlihat menghadiri acara tersebut Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien, Ketua DPRD Kampar H Masnur SH , ketua PN Primharyadi SH dan ejabat teras kampar lainnya, wajah kegembiraan terlihat nyata diwajah Teguh Sahono SP tampak nyata dengan kunjungan rekan rekan dan tamu tamunya.

Sementara itu Istri Teguh Sahono NY Sita Teguh menjelaskan putrinya yang berumur 21 hari tersebut diberi Nama Maisa Kamila yang berarti kehidupan yang tenang dan bahagia, ini adalah ungkapan doa mereka agar Putrinya kelak tidak hanya menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan saja namun juga mengalami kehidupan yang tenang dan membahagian.

Maisa lahir dengan proses Cesar dirumah sakit Ibu dan anak Zainab Pekanbaru, proses cesar dilakukan karena posisi Maisa yang melintang. Sita sendiri selain sebagai pengurus PKK Kampar juga aktifis dalam PKS Kampar maka tidak heran beberapa jam sebelum Maisa lahir Sita masih berada di Tapung untuk satu kegiatan silaturahmi dengan masyarakat. ‘’semoga ke depan Maisa bisa benar benar membawa kehidupan yang tenang dan membahagiakan baik bagi dirinya sendiri maupun orang banyak, ‘’doanya.

Maisa sendiri terlihat tenang dalam gendongan Umminya yang sibuk melayani ucapan selamat dari tamu tamu yang hadir. Semoga harapan da doa bagi putri Maisa ini akan terkabul ****

Kamis, 10 Juli 2008

DPRD Perjuangkan Jalan Baru ke Desa Tertinggal

Perkampungan Desa Siasan DIbentuk kembali

XIII KOTO KAMPAR (rdh) perkampunag Siasan yang merupakan salah satu desa di kabupaten Kampar yang berbatasan langsung dengan propinsi Sumatra Barat kembali dihuni dan peresmian pembentukan kampong ini menjadi desa baru dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kampar H Masnur SH di desa tersebut (9/7).

Desa Siasan sendiri saat ini memang masih mempunyai keterbatasan terutama soal akses jalan karena desa ini sudah ditinggalkan sejak tahun 1960, sehingga kondisi desa ini sangat tertinggal. Apalagi letaknya sangat jauh baik dari IBu kota kecamatan XIII Koto Kampar maupun kIbu kota XIII Koto Kampar.


Desa Siasan awalnya tergabung dalam kenegerian Koto Setingkai, namun 4 desa di ulak masuk dalam kawasan Kecamatan Kampar Kiri, sedangkan 4 desa lagi masuk pada kawasan XIII Koto Kampar. ‘’Dengan pembentukan desa ini masyarakat Siasan telah pula menunjuk ninik mamak yang disyahkan ninik mamak dari kenegrian koto
setingkat. ''dengan adanya ninik mamak ini, akan memudahkan anak kemenakan dalam menyelesaikan dan mencari solusi dari permsalahan yang terjadi, ‘’ ujar Masnur .
Minimnya masyarakat desa akan sarana baik fasilita umum apalagi sarana jalan maka DPRD kampar akan segera membicarakan hal ini dengan pihak eksekutif, untuk jalan DPRD sedang memperjuangkan untuk dibangun jalan ke desa ini dengan sistim multy years.

‘Apalagi melihat kondisinya, masyarakat disini memang kesulitan untuk mengembangkan potensi perekonomian, mengingat lahan yang ada merupakan kawasan hutan lindung. Masyarakat disini hanya bertani dan berkebun memenuhi kebutuhan hidup dari penghasilan memanen hasil karet diatas lahan seadanya, makanya perlu membuka akses jalan, ‘’ujarnya.

Masnur menambahkan, dengan terbentuknya sekaligus kembalinya masyarakat ke daerahnya, menjadikan Desa Siasan sebagai salah satu aset daerah di Kabupaten Kampar. ''Ini merupakan aset daerah yang harus diperjuangkan, untuk itu kita akan mengupayakan desa ini sejajar dengan desa lainnya, baik di sektor perekonomian, kesehatan dan pendidikan.'' Ujarnya ***
. ''

Pemkab Tak Perduli, Terpaksa Jual Tanah


Melihat perjuangan Akar band hingga Lolos ke Industri Musik nasional


Langkah menuju sukses memanglah sangat sulit apalagi didunia musik yang bagi sebagain orang tidak menjanjikan, seperti halnya pengakuan Via salah satu finalis Mama Mia dari Riau, begitu juga yang dirasakan oleh kelompok band ‘’ Akar ‘’ yang sudah berhasil masuk dalam industri musik nasional, namun sayangnya kekurangan dana untuk pendukung bagi band ini membuat mereka harus pontang panting, bahkan Band yang namanya diambil dari kata ‘’Anak kampar ‘’ ini terancam gagal.

‘’Padahal kita sudah masuk dapur rekaman dalam album kompilasi realease your song TAK PERNAH ‘’ yang diproduksi oleh Akar liar Jakarta, ‘’ ujar manager AKar Band HJ Dahlia di Bangkinang (10/7).

Dijelaskan Dahlia, awalnya AKar band ini band yang dibentuk oleh siswa SMA negeri 2 Bangkinang empat tahun yang lalu, yang terdiri dari Ijum (vocal), Okky (guitar), Andy (keyboard), Ekky (drum) dan Krisna ( Bass), dan setelah lulus sekolah Band ini memang masih solid dengan manager tersendiri.

Band inipun mencoba menjajaki musik daerah, dengan manggung di berbagai event yang ada di propinsi Riau, tak terhitung sudah berapa banyak penghargaan yang mereka sabet dalam berbagai perlombaan dan acara. Akhirnya beberapa bulan yang lalu mereka mengirimkan contoh lagu mereka ke management Akar Liar di Jakarta, dan ternyata dari 300 keping CD lagu yang dikirim oleh band lain maka akar Band ini terpilih dan ini band satu satunya dari Riau. ‘’Bukan hanya itu lagu akar Band yaitu TAK PERNAH ‘’ malah menjadi lagu hits dan lagu andalan kompilasi band tersebut.

Pihaknya sudah melakukan rekaman di Jakarta dan tanggal 12 dan 13 Juli mendatang akan dilakukan Lounching album tersebut di Jakarta, bahkan salah satu TV nasional yaiotu SCTV sudah menawarkan tampil secara live kepada band ini. ‘’Sayangnya kami kekurangan dana, karena selama ini kami hanya mengharapkan dana dari penjualan pecel lontong yang saya lakukan dan anak anak diluar manggung selalu ngamen mencari biaya mangggung dan kuliah, ‘’ujarnya.

pihaknya juga mengajukan permohonan kepada Pemkab Kampar namun tidak diperdulikan sama sekali, sehingga pihaknya benar benar merasa kecewa. Namun ia yakin langkah anak anak Akar ini akan sukses karena lagu ini sudah dipesan untuk NISP beberapa operator. ‘’terpaksalah untuk biaya ke Jakarta kami jual tanah pribadi, ‘’ujarnya. Memang perjuangan yang berat. ******

Peduli Lingkungan BMC gelar Penanaman Seribu Pohon

BANGKINANG (rdh) para penyuka kendaraan bermotor yang bernaung dibaawah bendera Bintang Motor Comoditiy (BMC) ternyata juga mempunyai minat dalam penyelamatan lingkungan, untuk itu mereka akan menggelar aksi menanam seribu pohon. ‘’kegiatan ini akan dilaksanakan di delapan desa di Tapung Raya, ini juga akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita juga mempunyai kegiatan yang postifif, ‘’ujar ketua BMC Tapung Herwin Prayitno di Bangkinang (10/7).

Diakuinya, selama ini banyak isu yang berkembang di masyarakat bahwa keberadaan club-club motor selama ini sering sebagai pemicu aksi ugal-ugalan di jalan raya, dan masyarakat juga mengaggap organisasi ini hanya membawa dampak negative bagi Kampar saja.

Makanya ,kegiatan ini diharapkan mampu menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa club-club motor juga bisa berbuat yang positif untuk masyarakat secara umum.

Aksi penanaman seribu pohon yang akan di pusatkan di Desa Sumber Makmur Kecamatan Tapung ini rencananya akan digelar pada akahir bulan Juli ini, disamping akan menghadirkan seluruh club motor yang ada di provinsi Riau dan juga Pengda IMI Riau, juga akan berusaha untuk menghadirkan para pejabat pemerintahan serta dunia usaha yang peduli dengan keselamatan lingkunagan., ini terinspirasi dari keperdulian semua pihak untuk menyelamatkan lingkungan dan juga membantu pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan hidup sebagaimana yang diamanahkan oleh konferensi PBB tentang perubahan iklim di Bali yang dikelanal dengan Bali Roadmap pada bulan Desember 2007 lalu

‘’ kegiatan ini disamping bisa mengangkat citra BMC sendiri, juga sangat berperan dalam membantu pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan hidup”, ujarnya singkat. ***

Rabu, 09 Juli 2008

Pemkab Rohul Diminta Hormati Putusan Pusat

yang bikin resah masyarakat itu ya Pemkab Rohul

BANGKINANG (rdh) sikap pemerintah kabupaten Rokan Hulu yang bersikeras untuk memasukkan lima desa sebagai bagian dari Rokan hulu dalam pilkada gubri mendatang dianggap pemerintah Kampar sebagai suatu sikap yang tidak menghormati pemerintah pusat dan pemrov Riau. ''harusnya kita menghormati apa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat melalui mendagri, apalagi ini hanyalah persoalan pemilih dalam pilkada gubri saja dan tidak membahas tapal batas, '' ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melalui pemerintahan Umum dan Otonomi desa (PUOD) Kampar NUrbit SIP MH di ruang kerjanya di Bangkinang (9/7).

Selain itu UU no 53 tahun 1999 tentang pemekaran kabupaten yang dijadikan pemkab Rohul untuk bertahan adalah undang - undang yang membahas tentangt tapal batas dan itupun tidak menyebutkan bahwa lima desa yaitu desa Rimba Jaya, Rimbo Makmur, desa Tanah Datar, desa Intan Jaya dan desa Muara Intan, masuk dalam wilayah Rohul namun akan ditetapkan kemudian oleh Mendagri. sehingga sikap yang ditunjukkan pemerintah Rohul bukanlah sikap yang bijak.

Sedangkan alasan pembinaan yang dilakukan pemkab Rohul terhadap lima desa maka ditegasknnya pemerintah Kampar juga sudah melakukan berbagai pembinaan kepada lima desa yang berada dikecamatan Tapung Hulu tersebut. Bahkan setiap tahunnya dalam anggaran APBD Kampar dianggarkan bermilyar miliar untuk pembangunan sarana dan setiap desa juga mendapatkan bantuan dana blockgrant Rp 100 juta/desa /tahun. ‘’jadi itu bukanlah alasan yang tepat, karena kita sama sama membina dan harus diingat lima desa itu sudah terlebih dahulu ada daripada kabupaten Rohul sendiri, ‘’ujarnya.

Nurbit juga menyatakan sebagai pemerinta daeah harusnya bisa taat kepada pemerintah yang lebih tinggi dan menghormati azas asas tata Negar, sudah nyata nyata Mendagri mengeluarkan surat nomor 136/957/PUM tentang status lima desa antara Kampar dan Rohul tertanggal 19 Juni 2008 yang menyatakan pemilih lima desa masuk dalam daerah pemilihan di kampar. Dan selain itu sudah berulang kali pemerintah pusat mengeluarkan keputusan yang sama, seperti pada pilkada Rohul dan pilkada Kampar 2006 yang lalu yang juga memuatlan bahwa pemilih di lima desa itu masuk dalam wilayah pemilihan Kampar.

‘’Harusnya ini sudah suatu indikasi yang kuat, dan harusnya dihormati. Sebenarnya masyarakat saat ini sudah memahami, yang membuat bingung adalah sikap pemkab Rohul sendiri yang selalu menolak apapun keputusan pemerinta pusat mengenai lima desa, harusnya pemerintah jangan membuat masyarakatnya bingung, ‘’ujarnya menambahkan.

Menurutnya ada 10 alasan lima desa ini masuk dalam wilayah Kampar, yang pertama Peta topografi edisi 1943 buatan Belanda. Kedua Peta Bakosortanal tahun 1971. Ketiga Peta RT/RW propinsi Riau berdasarkan perda no 10 tahun 1994. Keemapt Peta hasil tim turun ke lapangan antara pemerintah prop Riau, BPN Riau, BPN Kampar dan BPN Rohul tahun. Kelima Peta administrasi Kampar berdasarkan UU no 53 tahun 1995 tentag pemekaran kabupaten di propinsi Riau. Keenam Peta administrasi Rohul berdasarkan UU no 53 th 1999 dalm peta ini 5 desa tersebut tidak masuk dalam wilayah Rohul.Ketujuh Peta pemerintah no 33 th 1999 tentang pembentukan kecamatan Tapung Hulu. Kedelapan peratutan Gubernur no 30 th 2005 lima bahwa desa masuk wilayah kabupaten Kampar.

Kesembilan Pelaksanaan pilkada Rohul dan Kampar tahun 2006 dimana hak pilih warga lima desa pada pilkada Kabupaten Rohul tahun 2006 tidak didaftarkan sebagai pemilih dan pada pilkada Kampar tahun 2006 pemilih lima desa ini masuk pemilihan Kampar dan ini juga ditegaskan dengan adanya pernyataan masyarakat bahwa mereka menyatakan ikut serta dalam Pilkada Kampar. Kesepuluh Peta laporan peninjauan lapangan batas Kam par Rohul Riau tanggal 16 november 2006 oleh tim PPBD pusat dan tim PPBD Riau bahwa 5 desa tersebut berada diwilayah kampar. ‘’Lalu apa ini juga belum cukup membuat Rohul memahami bahwa lima desa memang masuk wilayah Kampar, ‘’ujarnya tegas. ***

Lancar, Penyaluran BLT BBM di Kampar

Kepolisian dan aparatur pemerintan Turun langsung

AIR TIRIS (rdh)pelaksaaan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di kecamatan lima kecamatan di kampar berjalan sukses, penyaluran tersebut untuk kecamatan Kampar, kecamatan Rumbio Jaya, kecamatan Kampar Utara, kecamatan kampar Timur dan kecamatan Tambang. Namun kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dan satu harinya untuk satu kecamatan. ‘’Kegiatan ini sengaja dipisah, selain untuk keamanan juga untuk memberikan kenyamana kepada masyarakat yang menerima, karena umumnya mereka sudah tua, ‘’ujar kepala kepolisian sector Kampar AKP Sumarno (9/7) disela sela penyaluran BLT tersebut.

Dalam penyaluran BLT di Kampar ini memang dilaksanakan oleh tim terpadu di lia kecamatan bekerjasama dengan Pihak keamanan Polsek Kampar, penyaluran dilakukan di kantor pos Air Tiris yang selama ini membawahi lima kecamatan tersebut. Selain pihak keamanan dari kepolisian setiap penyaluran pada masing masing kecamatan juga didampingi oleh petugas Satpol PP dan Camat setempat sehingga warga nantinya bisa bertanya langsung kepada petugas dari kecamatan jika mengalami kesulitan.

Hal senada juga disampaikan oleh camat Kampar Joni Sayfrin di Lokasi yang sama, menurutnya hari itu yang dibagikan BLT bagi masyarakat di kecamatan Kampar Timur, mereka yang menerima BLT terdiri dari warga desa kampar sebanyak 75 kk miskin, warga desa Koto Perambahan sebanyak 182 kk miskin, warga desa Pulau Rambai sebanyak 120 kk miskin, warga desa Pulau Birandang sebanyak 112 kk miskin, warga desa sungai putih sebanyak 21/kk miskin dan warga desa deli Makmur sebanyak 7/kk miskin ‘’Masing masing mereka akan mendapatkan Rp 300 ribu/kk, ‘’ujarnya.

Dari pantauan Riau Pos masyarakat yang hadir adalah mereka yang sudah berusia lanjut, ada yang dating dengan diantar atau ditemani sanak keluarganya. Mereka terlihat tertib dan aman saat pihak kepolisian dan Satpol PP mengatur mereka untuk atri satu persatu dalam menerima BLT. BLT ini diberikan dalam kantor Pos sementara masyarakat menunnggu dihalaman kantor Pos. Untuk kenyamana n masyarakat pemerintah memasang tenda dan menyediakan kursi. ***

Selasa, 08 Juli 2008

Pemilu 2009, Kampar Terbagi Enam Dapil

BANGKINANG (rdh) dalam pemilihan legislative yang akan dilaksanakan pada April 2009 mendatang, daerah pemilihan di Kampar menjadi enam wilayah, jumlah ini meningkat dari pemilu tahun 2004 yang lalu yang hanya lima Dapil. Ketua KPUD Kampar H Nurhamin Spt MH melalui anggota KPUD Kampar Novrizal Sag M Is (8/6)
menjelaskan rancangan Daerah pemilihan dibagi menjadi enam untuk 20 kecamatan. ‘’ dengan perkiraan pemilih sebanyak 606. 254 orang pemilih, sehingga jumlah kursi nantinya di legislative menjadi 45 kursi dengan 35 kursi tahap I dan 10 kursi pada tahap II. ‘’ujarnya.

Dijelaskannya ke enam Dapil tersebut adalah Dapil I yang meliputi wilayah Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Kampar Kiri Hulu , Kecamatan Kampar Kiri Tengah, camatan Gunung Sahilan, Kecamatan Kampar Kiri Hilir dengan jumlah pemilih untuk dapil ini sebanyak 81. 327 pemilih. ‘’harga satu kursi mencapai 7.662 pemilih dengan 7 Kursi, yang terdiri dari 3 kursi tahap I dan 4 kursi tahap II, ‘’ujarnya

Untuk Dapil II meliputi dua kecamatan yaitu Kecamatan Siak Hulu dan kecamatan Perhentian Raja yang mempunyai pemilih: 77. 753 pemilih . Kecamatan ini mempunyai jatah enam kursi dengan harga satu kursi: 8. 945 pemilih, pembagian kursi dengan dengan empat kursi tahap I dan satu kursi tahap II

Dapil III meliputi wilayah Kecamatan Tambang, Kecamatan Kampar Utara, Kecamatan Rumbio Jaya, Kecamatan Kampar Timur, Kecamatan Kampar, dengan jumlah pemiliha: 129. 019pemilih, sehingga nantinya akan mendapatkan 9 kursi dengan 7 kursi Tahap I dan 2 kursi tahap II. ‘’Harga kursi di dapil ini paling besar yaitu 9. 849 pemilih , jumlah kursi pada Dapil III ini berkurang satu kursi pada tahun 2004 yang lalu yang mencapai 10 kursi, ‘’jelasnya.

Perubahan juga terjadi pada pembagian Dapil di wilayah Tapung kalau pada pemilu 2004 hanya satu Dapil makan pemilu tahun 2009 menjadi dua dapil, yaitu Dapil IV dengan wilayah Kecamatan Tapung Hulu yang mempunyai pemilih sebanyak 72. 423 pemilih, walaupun satu kecamatan karena jumlah penduduknya banyak maka jatah kursi dilegislatif mencapai 5 kursi dengan harga satu kursi 8. 028 pemilih namun hanya untuk tahap I saja. Selanjutnya Dapil V dengan wilayah pemilihan Kecamatan Tapung dan
Kecamatan Tapung Hilir yang memiliki jumlah pemilih sebanyak 116. 689 pemilih. Kursi legislative yang tersedia untuk dapil ini sebanyak 9 kursi dengan 8 kursi untuk tahap I dan 1 kursi untuk tahap 2, harga satu kursi mencapai 8. 321 pemilih.

Sedangkan Dapil terakhir atau Dapil VI meliputi wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar, Kecamatan Bangkinang Barat, Kecamatan Salo, Kecamatan Bangkinang, Kecamatan
Bangkinang Seberang. Wilayah ini mempunyai pemilih sebanyak 129. 013 pemilih dengan jatah kursi di legislate sebanyak 9 kursi dengan 7 kursi tahap I dan dua kursi tahap II. Harga kursi mencapai 9. 473 pemilih ***

Rifal Didatangi Pria Berjubah tiba tiba sudah dikhitan

Melihat khitanan gaib bocah Bangkinang Barat

Peristiwa unik memang sudah banyak yang terjadi di masyarakat, salah satunya dialami oleh bocah berumur tiga tahun Rifal al-Ikram warga desa Pasir Sialang kecamatan Bangkinang seberang. Rifal menghebohkan warga kampungnya karena mengalami khitan secara ghaib dan ia tidak merasakan apa apa.

Dari penuturan Ibu Rifal Nuryani di Bangkinang (8/6) kejadian pada minggu sore yang lalu, saat itu anaknya Rifal ditinggal bermain dengan dua orang temannya , sedang asyik bermain tiba tiba saja Rifal memegang alat kelaminnya, dua temannya juga mengikuti meliht kearah kelamin Rifal yang kebetulan celananya robek. Sri sang kakak yang juga berada ditempat itu melihat dan langsung memarahi adiknya karena mempermainkan alat kelaminnya sendiri.

Namun mereka terkejut karena alat kelamin Rifal sudah berubah seperti layaknya alat kelamin yang sudah disunat .
‘’Katanya ada lelaki yang berjubah datang padanya dan menyunatnya, namun saat ditanya kepada dua temannya mereka mengakui tidak melihat apa apa, ‘’ujarnya lagi. Rifal juga tidak menyatakan sakit saat kelaminya disunat secara ghaib tersebut.

Sebenarnya keanehan sudah sering dialami olehRifal, seperti saat mengandung Rifal dirinya bermimpi ada cahaya terang masuk kerumahnya dan menyinari Rifal yang masih dalam tiga bulan dalam kandungan, waktu kelahiran Rifalpun pas pada saat khatib sedang naik ke mimbar memberikan khutbah Jumat.

Keluarganya yang heboh melihat perubahan alat kelamin Rifal segera membawa Rifal ke puskesmas untuk diperiksa dan pihak puskemas menyatakan kondisi kelaminya tidak masalah dan tidak mengalami infeksi sama sekali.

Dijelaskanya sejak kecil Rifal sudah agak berbeda dengan anak anak yang lain, Rifal sangat perhatian kepada hal hal agama, bahkan Rifal sudah mengerjakan sholat sebagaimana layaknya muslim dewasa. ‘’Bahkan Rufal nangis kalau tidak diajak sholat jumat, ‘’ujarnya bangga.

Rifal juga menunjukkan kecerdasan yang lebih dari anak anak yang lain, untuk itu peristiwa ini diharapkan akan mampu membawa kebaikan untuk Rifal, bahkan ia berharap suatu saat Rifal akan menjadi orang besar dan berguna****

Permasalahan Hukum Berawal dari Administrasi Kacau

Aparat harus mengacu pada ketentuan

BANGKINANG (rdh) Bupati kampar Drs.H.Burhanuddin Husin.MM diwakili Asisten Ekonomi Setda kampar Drs.H.Masri Ma’ahu.Msi mengatakan bahwa terjadinya permasalahan hukum berawal dari suatu proses Administrasi yang kacau.

‘’ , Sehingga administrasi yang tidak mengacu kepada aturan yang berlaku atau produk hukum daerah yang menjadi dasar program kegiatan tertentu, sehingga dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas, ‘’ . ujar Masri acara pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan produk hukum bagi pejabat dilingkungan Pemkab kampar yang berlangsung hari Selasa (8/7) di Wisma Bangkinang Baru Bangkinang.

Menurutnya Paradigma Otonomi daerah menuntut adanya pola kerja aparatur pemerintahan yang mau bekerja keras, transparan bersih dan berdasarkan aturan yang berlaku, yang memilki landasan hukum yang kuat, sehingga tidak terjadi kesalahan sekecil apapun.
Namun berbicara masalah produk hukum daerah, memang tidaklah mudah, karena memerlukan suatu analisa dan ilmu dalam menyusun produk hukum daerah itu sendiri. Untuk itulah Pemerintah kabupaten Kampar memandang perlu dilaksanakannya kegiatan pelatihan, dengan maksud untuk mempersiapkan aparatur pemerintah agar dapat menyusun, membentuk produk hukum daerah yang memenuhi syarat legal dan teknis peraturan perundang-undangan.

Dengan diselenggarakannya kegiatan Bimtek bagi aparatur pemerintah diberbagai satker, maka atas nama Pemerintah kabupaten kampar mengharapkan para peserta yang menjadi utusan masing satker, dapat mengikuti dengan penuh hati, sehingga nantinya dapat meraih pengetahuan menyusun, membentuk produk hukum dengan tujuan dan dasar hukum yang jelas dan tentunya tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi di Satker masing-masing.

Sementara itu kabag Hukum setda Kampar Tarmizi SH MH melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari satuan kerja Pemkab kampar, dan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 8-10 juli 2008.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan aparatur serta mengoptimalkan tugas dan fungsi legislasi pada setiap satker perangkat daerah, sehingga dengan mengikuti kegiatan ini para peserta akan mendapat pengetahuan langsung dari narasumber yang datang dari Biro Hukum Setda Riau, dan Fakultas hukum Universitas Islam Riau, Pengadilan negeri Bangkinang dan BAKD serta Bagian Hukum Setda kampar. ***

Sepanjang jalan Riau Sumbar

Tekan Lakalantas, Polres Kampar Tambah Rambu rambu


BANGKINANG (rdh) untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten kampar, pihak kepolisian kampar kembali melakukan pemasangan rambu rambu rawan kecelakaan lalu lintas, kali ini pemasangan rambu rawan lalu lintas ini dilakukan di sepanjang jal an Riau Sumbar dari desa Salo kecamatan Salo hingga desa Merangin (rantau berangin) kecamatan Bangkinang Barat.

Kapolres Kampar AKBP. MZ Mutaqqin, SH SIK mellaui Kaurbinops Iptu Maryanta (8/7) mengatakan bahwa pemasangan rambu-rambu rawan laka ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dibeberapa ruas jalan yang dianggap rawan dengan lakalantas di kabupaten Kampar, seperti jalan Raya Pekanbaru –Bangkinang, Tapung dan beberapa ruas jalan. ‘’Ini gunanya memberikan peringatan bagi para pengemudi untuk lebih hati hati dalam mengemudi, ‘’ujarnya. Program ini juga menjadi proagma kerja rutin dari satlantas Kampar.

Selama ini, selain ruas jalan raya Pekanbaru-Bangkinang, ruas jalan Riau sumbar dikecamatan Salo dan Bangkinang barat juga sangat rawan kecelakaan. Untuk itu pihaknya memasang 6 buah rambu-rambu rawan laka lantas.

Kepada pengemudi kenderaan roda dua maupun roda empat kaurbinops berharap dalam mengemudi agar berhati-hati dan juga tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi “kita mengharapkan kepada para pengemudi agar menaati peraturan lalu lintas dan tidak mengemudi kenderaannya dengan kecapatan tinggi ***

Senin, 07 Juli 2008

50 Persen Sarana Desa di Kampar Belum Memadai

50 Persen Sarana Desa di Kampar Belum Memadai

BANGKINANG (rdh) Keluhan yang disampaikan aparatur pemerintahan desa di kampar sulitnya memberikan pelayanan yang maksimal disebabkan karena kurangnya sarana dan prasarana di akui oleh wakil Bupati Kampar Teguh Sahono. ‘’Bahkan bisa dikatakan 50 persen desa yang ada di Kampar saat ini tidak memiliki sarana yang layak dan memadai selebihnya hanya memiliki kantor dengan peralatan seadanya bahkan sangat jauh dari yang diharapkan makanya sehingga menyulitkan, ‘’ujar Teguh saat membuka pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang manajemen Pemerintahan desa angkatan III tahun 2008 di taman rekreasi Stanum Bangkinang Senen (7/7).

Saat ini Kampar memiliki 250 desa dan kekurangan bukan hanya pada sarana dan prasarana saja namun juga kemampuan sumber daya manusia yang handal, padahal untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sudah snya desa memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai, agar pelayanan yang diberikan berjalan sebagaimana diharapkan, selain itu desa juga membutuhkan SDM yang mengerti organisasi manajemen dan jeli melihat potensi potensi yang ada di desa.

Untuk mengantasipasi masalah ini maka pemerintah Kampar sudah menyusun berbagai program yang diharapkan dapat menyentuh persoalan ini secara langsung, langkah pertama adalah membangun kantor desa untuk 50 persen desa yang masih membutuhkan, pembangunan kantor desa ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan pendataan desa mana yang terlebih dahulu membutuhkan.

Selain itu Pemkab Kampar juga melaksanakan program penyaluran dana langsung (block grant yang diperuntukkan bagi pembanguna sarana desa dalam skala kecil, dana ini diberikan langsung kepada desa dan pemerintah desalah yang melaksanakannya bersama masyarakat sehingga bisa juga dilaksanakan program swadaya.

‘’Dan untuk menunjang itu pemerintah juga melaksanakan kegiatan pelatihan aparatur pemerintahan desa dibidang manajemen aparatur pemerintahan desa, dan saya harapkan ini bisa diikuti dengan baik oleh semua aparatur desa sehingga nantinya bisa meningkatkan pengetahuan dalam melayani masyarakat, ‘’ujarnya.

Sementara itu kabag pemerintahan Setda kampar Drs.H.dendi Suhenri.Msi dalam kesemapatan tersebut menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini, adalah untuk memberi pengetahuan kepada Aparatur desa baik Kades, maupun aparatur lain berkaiatan dengan managemen pemerintahan desa sebagai mana yang diatur dengan UU no 75 tahun 2005 tentang desa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 6-10 Juli 2008 bertempat di Taman Rekreasi Stanum Bangkinang, yang diikuti oleh 60 orang kades atau Aparatur Desa lain yang ditunjuk. Hadir pada acara tersebut, waka Polres kampar Kompol A.Nasution, Asisten Pemerintahan Drs.H.Nazaruddin, Sekretaris bappeda Kampar Drs,.Aprizal Abra dan dinas instansi terkait. (***

PWK PKS Kucurkan Bantuan Permodalan Perempuan

Program secara nasional

BANGKINANG (rdh) untuk membantu para perempuan di Kampar dalam menjalankan usahanya terutama usaha kecil dan mikro, maka Pos Wanita Keadilan (PWK) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar memberikan bantuan dalam pembiayaan permodalan. ‘’Kegiatan ini juga bersempena dengan program nasional Nasional Pos Wanita Keadilan dengan tema “Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat”., ‘’ujar Menurut ketua panitia, Yulisya Fitriyani, A.Md, di Halaman Sekretariat DPC PKS Kecamatan Bangkinang (7/6).

Pembiayaan permodalan tersebut diberikan untuk beberapa kelompok usaha yang dibina PKS, setiap kelompok mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta yang diharapkan mampu membantu mereka menjalankan usahanya, apalagi usaha yang dibantu juga usaha kecil Ibu ibu untuk meningkatkan ekonomi Keluarga.

Ketua Ketua PWK Kampar yang diwakili oleh Nurhayati menyatakan bahwa PKS akan tetap berkomitmen untuk mengembangkan usaha-usaha para ibu dalam menambah income keluarga. PKS tidak hanya mengajak masyarakat, terutama kaum ibu untuk melakukan aktifitas politik praktis, akan tetapi juga memberikan bekal ilmu agama dan modal usaha bagi ibu-ibu yang ingin meningkatkan produktifitasnya dalam berkarya. Nurhayati menambahkan, “Peran ibu menjadi sangat penting dalam keluarga, untuk itu PWK PKS Kabupaten Kampar sangat serius mendampingi para ibu dan kaum wanita untuk maju dan berkembang agar tercipta Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat.”

Dalam kondisi masyarakat dan ekonomi saat ini maka peran perempuan sebagai seorang Ibu dan Istri juga ditambah dengan peran sebagai pendukung ekonomi, karena beban hidup terkadang memaksa perempuan untuk ikut mencari uang. ‘’Dan perempuan memang bisa melakukan itu, untuk itu kita memberikan dukungan berupa permodalan sehingga kemampuan ini lebih dimaksimalkan , ‘’ ujarnya.

Sementara itu Istri Wakil Bupati kampar Ny Ibu Sitta Teguh Sahono, dalam menutup acara mengingatkan kepada para ibu akan pentingnya peran Ibu dalam membina keluarga yang harmonis dan sejahtera. Untuk itu, diharapkan sinergi peran antara Ibu, Ayah dan Anak, karena dari sinilah sebenarnya pilar-pilar kekuatan sebuah bangsa. ***

Kades Harus Kondisikan Tempat dan Waktu untuk Semua Kandidat

Kades Tidak Boleh Berat sebelah pada Sosialisai Pilgubri

BANGKINANG (rdh)salah satu rangkaian kegiatan dalam pemilihan gubernur Riau mendatang adalah kegiatan sosialisasi atau kampanye, untuk itu pemerintah desa dalam hal ini kepala desa (Kades) diminta untuk memberikan tempat dan kondisi yang sama untuk semua kandidat yang maju dalam Pilgubri tersebut. ‘’Kades harus mengkondisikan tempat dan waktu yang sama untuk semua kandidat, dan tidak boleh ada yang memihak saalah satu kandidat karena harus adil, ‘’ujar wakil Bupati Kampar Teguh Sahono kepada para kepala desa dan aparatur desa saat membuka pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang manajemen Pemerintahan desa angkatan III tahun 2008 di taman rekreasi Stanum Bangkinang Senen (7/7).

Ditegaskan Teguh, seluruh masyarakat apalagi kades di kampar harus menyukseskan pilgubri ini, untuk itu kades sebagai pemimpin masyarakat yang berhubungan langsung dengan masyarakat harus bisa menunjukkan sikpa netral dan tidak berpihak kepada salah satu calon, meskipun jabatan seorang kades adalah jabatan politis, pihaknya tidak menginginkan adanya kades yang terlibat dalam kegiatan politik praktis. ‘’jadi tidak ada kades yang berat sebelah apalagi sampai terlibat langsung dalam mendukung salah seorang calon, ‘’ujarnya.

Kades harus dapat mengkondisikan tempat dan waktu untuk semua kandidat dalam bersosialisasi, sehingga masyarakat dapat nantinya menilai dengan baik siapa yang pantas maju . Kades juga diminta untuk dapat memehami rambu-rambu dan batasan – batas yang dimiliki oleh seorang kades, sehingga nantinya tidak akan menimbulkan masalah.
Kades juga dilarang untuk mengajak masyarakat untuk memilih salah satu calon atau berkampanye apalagi sampai menjelek jelekkan calon yang lain, kadesa harus memberikan pengertian dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memilih sesuai dengan hati nurani.

Terakhir Teguh meminta agar kades juga memeriksa dengan cermat warganya yang belum terdaftar sebagai pemilih karena ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagin suksesnya Pilgubri tersebut. ‘’Dan ini juga bisa menghilangkan hak masyarakat dalam menyampaikan pilihan mereka, ‘’ujarnya ***

Design by Amanda @ Blogger Buster