Kamis, 13 November 2014

P dan K Diminta Buat Pendataan Kondisi Sekolah


BANGKINANG (rdh) Banyaknya kondisi sarana sekolah yang sudah memprihatinkan  Kampar membuat prihatin ketu ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri , menurutnya selama ini dinas terkait P dan K Kampar kurang perhatian pada sekolah terutama soal sarana, hingga ada sekolah yang kondisinya morat marit dan hampir rubuh namun belum diperhatikan

"contohnya ada sekolah di Kuok SD N 017 desa Merangin kondisinya hampir rubuh karena lantai amblas dan lotengnya pada bocor, padahal sekolah itu letaknya sangat dekat dengan kota Bangkinang " ujar Ahmad Fikri kepada edhi di Bangkinang (13/11)

Diakui Fikri, dirinya sangat kaget adanya pemberitaan dmedia massa mengenai kondisi sekolah tersebut,  sebelum nya ada juga SD dii Siabu yang terancam tidak belajar karena persoalan lahan

Harusnya pemkab Kampar melalui dinas terkait lebih mengetahui kondisi ini dan cari solusinya "saya lihat ada sekolah yang fasilitasnya berlebihan dan ada sekolah yang terkesan diabaikan, ini jadi perhatian dari kita "ujarnya

Untuk itu ia memnta agar dinas terkait segera melakukan pendataan, tentang kondisi sekolah, dan selanjutnya memberikan program perbaikan atau penambahan sarana belajar pada sekolah yang memang benar benar membutuhkan.

Selama ini dijelaskan soal pendataan ini sangat kurang di Kampar sehingga program pemerintah yang dilaksanakan tidak merata dan bertumpu disatu lokasi itu itu saja.

Pihaknya juga menurut Ahmad Fikri akan segera melakukan pertama dengan pihak terkait soal sarana ini, namun tentunya menunggu alat kelengkapan dewan selesai dbentuk dulu ()

Banjir Rendam Desa Kuntu Kampar Kiri



KAMPAR (rdh)  Banjir kembali merendam desa Kuntu Kecamatan Kampar kiri, banjir ini disebabkan tingginya curah hujan yang tinggi dalam dua hari belakangan ini.
Banjir ini merendam ratusan rumah warga, rumah ibadah dan lahan pertanian masyarakat.

Sekretaris desa Kuntu Agus Afrianto kepada rdh (13/11) menjelaskan tingkat curah hujan yang tinggi memang sering membuat desa ini  terendam banjir, dan banjir yang terjadi sudah sampai selutut orang dewasa.
"kemungkinan tinggi air masih akan bertambah karena hujan terus turun" ujarnya

Dijelaskan Agus, dari data sementara   sebanyak 720 unit rumah penduduk terendam banjir,selain rumah penduduk pasar dan perkebunan masyarakat juga ikut terendam sehingga banyak kebun sawit yang tak bisa di ambil buahnya dan hasil pertanian masyarakat seperti sayur-sayuran juga tak bisa di selamatkan

Selain itu jalan yang menghubungkan dari desa Kuntu ke Lipat kain juga terendam banjir hingga susah untuk dilewati.
Dikhawatirkan kalau banjir ini terus bertambah maka dikhawatirkan akan membuat akses jalan putus hingga berujung kepada rawan pangan ***

Inspektorat Kampar Verifikasi Dana BOS



TAMBANG  (rdh) Sebagai upaya untuk peningkatan mutu pendidikan dan pengawasan terhadap kinerja sekolah, maka pemerintah kabupaten Kampar melalui inspektorat Kampar melakukan evaluasi dan verifikasi program BOS di sekolah yang ada di Kampar dan kamis (13/1) dilakukan di kecamatan Tambang.

Kegiatan in dilakukan dengan melakukan pertemuan antara  Inspektorat Kampar dengan seluruh kepala sekolah di tingkat SD,SMP dan SMA sekecamatan Tambang di aula UPTD Tambang,

Dalam pertemuan dihadiri rombongan Inspektorat yang di ketuai Fakhrurazzi beserta 6 orang anggotanya,Ka UPTD Tambang Alfian Ssi.Msi serta puluhan kepala sekolah

 Kepada pihak sekolah inspektorat meminta seluruh kepsek untuk mengumpulkan semua SPJ BOS yang akan di bawa ke Bangkinang untuk di lakukan kajian mendalam agar diketahui  di mana titik-titik kejanggalan."kepada para  kepala sekolah juga diminta untuk melampirkan NO HP yang lengkap agar bisa di hubungi oleh inspektorat nantinya jika memang ada kejanggalan dan perlu diperbaiki " ujarnya.

H.Muhammad dari inspektorat  menyampaikan kalau kepsek melakukan korelasi yang baik dalam penggunaan dana BOS,dan kegiatan yang di lakukan ini sudah menjadi agenda tahunan sebagai pengawasan intern di lingkungan pendidikan yang bekerjasama dengan pemda dan inspektorat Provinsi.

""Saya sampaikan kepada sekolah tak perlu takut dalam pemeriksaan ini,kalau sudah ikuti aturan dan acuan yang sudah ada, pasti tak akan ada persoalan kecuali data dan laporan yang di sampaikan kepada kami fiktif itu baru masalah," katanya

Ditambahkannya jika nanti setelah laporan pembukuan telah kami periksa dan akhirnya ada temuan kami minta agar temuan tersebut mohon ditindak lanjuti oleh sekolah dan selesaikan secepat mungkin agar tidak terkait dengan aparat penegak hukum(APH

Pemeriksaan ini juga salah satu upaya untuk upaya peningkatan mutu pendidikan di masa yang akan datang, maka dperlukan adanya pengawasan atau controlling yang baik dari pemerintahan seperti dinas pendidikan ataupun Inspektorat.

Sementara itu Ka UPTD Tambang alfian Ssi,Msi,dalam sambutannya  meminta kepada seluruh Kepsek agar memberikan informasi sebaik mungkin tentang laporan Penggunaan dana BOS kepada  inspektorat,dan jalin kerjasama yang baik dengan tujuan terwujudnya cita-cita pendidikan yang berkualitas,dan jika nanti ada kekeliruan yang di dapati oleh inspektorat dari para Kepsek seperti pembukuan ataupun laporan hendaknya menjadi pelajaran yang akan di perbaiki di kemudian hari ****

Jumat, 22 Maret 2013

Dua Kades Di Kampar Diduga Terlibat Ilog



Adanya dugaan dua kepala desa di Kampar terlibat pembalakan liar, maka maka dishut Kampar jumat (22/3) mengirimkan surat panggilan  kepada dua kepala desa  yang diduga terlibat dalam ilog di Kampar kiri. Dua kepala desa ini adalah kepala desa Gunung Sahilan Sofyan dan kepala desa Pandau Jaya Marwas

‘’Kita sudah mendapatkan izin dari bupati untuk melakukan pemanggilan selaku atasan kepala desa, untuk menanyai dan minta keterangan mereka ‘’ujar kasi pengamanan dan kebakaran Hutan Darwis saragih (22/3)

Selain itu untuk anggota DPRD Kampar yang terlibat, menurut darwis pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan kepala desa tersebut dan selanjutnya nanti akan menyurati gubernur Riau untuk minta izin pemeriksaan atas anggota DPRD atas nama SJ tersebut/.
‘’kami tahu langkah ini menuai banyak protes, namun kami harus tetap maju agar benar-benar tuntas ‘’ujarnya- RDH

Diduga Bom Molotov, Sawmill di Siabu Terbakar



BANGKINANG : ) salah satu sawmill dari lima sawmill yang kayunya sempat disita dinas kehutanan Kampar beberapa hari yang lalu, sawmill milik Sukriwan (45 th) yang berada  di dusun Muara siabu desa  siabu ini terbakar pada  Kamis malam (21/3) kemarin sekitar pukul : 19:30 WIB.

Kebakaran ini pertama kalinya diketahui oleh salah seorang  tetangga yang bernamah Rohmad, saatitu Rohmad sedang berisitirahat di rumahnya yang terletak tidak jauh dari lokasi Sawmil. Rohmad melihat adanya kobaran api langsung berlari, sesampainya disana api sudah mulai membesar, awalnya Rohmad mencoba memaadamkan api sendiri namun akhirnya berteriak minta tolong, warga yang melihat api ini langsung memadamkan dan ada yang menelpon pemadam kebakaran. Sayangnya api menjalar dengan sangat cepat dan dalam kurang waktu satu jam semua bangunan dan mesin  di Sawmil  ini sudah menjadi abu.

Kebakaran ini memang mengejutkan, terutama bagi sukriwan. Karena sebelumnya sawmilnya juga disita oleh disdhut Kampar dengan menyita 37 tual kayu di sawmill ini yang diduga kayu ilog. Salah satu warga DS menyatakan, sebelumnya sempat beredar kabar kebakaran ini disebabkan adanya bom moltov yang dilemparkan ke sawmill. Ini disebabkan karena sukriwan dinilai cukup proaktif membantu pemerintah dalam pemberantasan Ilog, salah satunya dengan mengizinkan truknya untuk mengangkut kayu temuan ini ke dishurt, sementara itu semua armada di siabu dan salo menolak menyewakan armada mereka.

Namun ketika hal ini dikomfirmasikan kepada Kapolres Kampar AKBP Auliansyah Lubis SIK MH melalui Kapolsek Kuok Iptu Rusyandi Zuhri Siregar S.Sos  (22/3) membantah, menurutnya dari penyidikan polisi bangkinang Barat, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda bom Molotov ‘’Kalau memang bom mloltov maka ada tanda, seperti tanah yang terlempar ke atas bekas Molotov tersebut, namun kita tidak menemukannya, ‘’ujarnya

Namun pihaknya berjanji akaan terus menyelidiki kasus ini, karena bisa saja ini murni kecelakaan atau bisa juga ada penyebab lainnya.
Sementara itu sukriwan sendiri tidak bisa dimintai keterangan karena masih shock, keluarganya juga meminta agar tidak ada wawancara. Karena walaupun tidak ad akerugian jiwa, namun diperkirakan kerugian materi  dalam kebakaran mencapai Rp 60 juta.-RDH

Cukong Ilog Melawan melalui Ibu-ibu


BANGKINANG: Perlawanan atas kinerja dishut kampar dalam memberantas Ilog tampaknya mulai ditunjukkan oleh pihak-pihak yang tidak  setuju dengan kegiatan ini, salah satunya mengerahkan masssa dari para kaum wanita untuk menghalangi pengangkutan kayu sitaan ilog. Ini terjadi ketika tim Ilog melakukan penyisiran kamis petang (21/3) di kawasan perkebunan Ciliandra desa Siabu, saat itu tim dishut yang terdiri dari kabid PPH Ir Syawir, kasi pengamanan dan kebakaran Hutan Darwis saragih, Ka UPT I Siabu Bustaman SH dan sekitar 12 orang polhut kampar menyisiri bagian ujung Ciliandra ini mereka menemukan sebanyak 86 tual kayu yang tidak bertuan, ini sepertinya memang disembunyikan.

Mendapat temuan ini mereka segera berencana mengangkut kayu tersebut ke dishut untuk diamankan, namun entah dari mana datanglah masa ibu-ibu sekitar 150 orang membawa dirigen minyak tanah dan bensins erta korekapi. Rencannya mereka akan membakar tumpukan kayu tersebut kalau pihak dishut berkeras untuk menyita.
‘’Mereka menjerit, menangis dan teriak-teriak, bahwa mereka sudah punya banyak utang dan butuh makan, dan mereka beralasan bahawa dengan bekerja mengolah kayu tersebut mereka bisa makan, anehnya ketika ditanya siapa pemilik kayu ini , tidak satupun dari mereka yang mengaku ‘’jelas Darwin kepada RDH di Bangkinang (22/3)

Awalnya pihaknya mencoba bernegoisasai,namun karena para wanita ini mengancam akan bakar diri sekalian dengan kayu-kayunya maka pihak dishut mengambil langkah mundur. ‘’namun kita tidak akan berhenti, kayu tersebut tetap akan kita sita. Kita akan membawa tim ilog lengkap dengan polisi dan TNI, karena kalau kita mundur sekali maka langkah kita berantas ilog ini dianggap main-main ‘’ujarnya

Namun pihaknya juga tidak mau gegabah dengan melawan masyarakat secara langsung terutama para kaum ibu, karena menurut nya mereka hanyalah masyarakat yang digunakan untuk kepeentingan tertentu -RDH

Design by Amanda @ Blogger Buster